Posts Tagged ‘ff snsd’

Drabble #24

Posted: April 24, 2016 in drabble, ff snsd, yulsic
Tag:, , ,

Drabble #24

Tengah malam Jessica tiba-tiba terbangun karena haus, tidak biasanya. Saat itu keadaan dorm sudah sepi, lampu di kamarnya juga sudah mati. Jessica melirik ke samping lantas menemukan Yuri yang sudah tertidur pulas dengan lidah sedikit terjulur. Jika tidak mengenal Yuri dengan baik siapapun akan berpikir gadis itu terbangun, namun bagi Yuri tertidur dengan cara seperti itu adalah normal.

Dengan enggan Jessica menyibak selimut tebal yang menutupi tubuhnya, memakai sandal lalu berjalan ke dapur.

Segera setelah segelas air mengaliri tenggorokan keringnya, Jessica merasa lebih baik.

Semuanya normal saja sampai ia melewati kamar TaeNy. Langkah kakinya di paksa berhenti begitu -secara tak sengaja- mendengar percakapan penghuni kamar yang mencurigakan.

“T-taetae.. p-pelan.”

“Tahan sebentar Ppany-ah.”

“Arrgghhh.. appo.”

Suara lirih serta rintihan. Apa ini? Taeyeon dan Tiffany tidak sedang melakukan apa yang ada dalam kepala Jessica bukan?

Jessica Jung! Sadarlah!

“Ssst Ppany-ah pelankan suaramu. Mereka bisa mendengar kita.”

“Apa kau tahu aku sedang kesakitan?”

“Arra.. arra, pertama kali memang akan terasa sakit tapi setelahnya kau akan merasa lebih baik.” Taeyeon tersenyum. Tiffany memejamkan matanya, tangannya berusaha meraih apa yang bisa diraihnya sementara untuk meredam rintihan kali ini ia menggigit ujung selimut.

Tangan Taeyeon kembali bersentuhan dengan kulit mulusnya, gadis pendek itu kembali memulai dengan gerakan yang begitu perlahan seperti seorang profesional. Tiffany hampir tidak percaya jika kali ini adalah kali pertama Taeyeon melakukanyya.

Jessica bergidik ngeri, dingin, seperti ada hantu yang baru saja melewatinya. Ia baru akan pergi namun kata-kata Taeyeon selanjutnya membuat langkah sang ice princess terhenti.

“Sebenarnya, Yuri pernah melakukan hal yang sama padaku.”

Yuri?

Jessica membulatkan matanya, demi semua timun di dunia untuk apa Taeyeon membawa-bawa nama kekasih Jessica?

“Aku belajar banyak darinya. Gerakan lembut tapi kuat. Yuri selalu menekan titik-titik yang tepat.”

“Aku jadi berkeringat!”

“Aku juga.”

Cukup! Jessica tak ingin mendengar apapun lagi.

Dalam mimpinya Yuri bersorak gembira, ia sedang menyemangati Sharapova yang sedang bertanding. Namun, mimpi indah itu berakhir setelah sang petenis memukul pantat Yuri dengan raketnya. Sangat keras. Yuri membuka matanya dan mendapati Jessica yang berdiri sambil berkacak pinggang. Ternyata bukan dipukul raket melainkan ditarik dari atas ranjang sampai pantatnya mendarat dengan keras di lantai.

“Sica apa yang-”

“Keluar!”

“Mwo?” Yuri masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Kali ini apa yang sudah dilakukannya?

“I said get out now! N.O.W!”

Taeyeon berhenti memijat kaki Tiffany yang terkilir saat mendengar teriakan Jessica. Bukan hanya Tiffany dan Taeyeon, semua member keluar dari kamar mereka.

“Sica tunggu! Memangnya aku salah apa?”

“Tanya dirimu sendiri!”

“Baby tung-” bantal yang mendarat diwajahnya membuat perkataan Yuri terhenti.

“Untuk selamanya kau tidur diluar!”

Mulut Yuri terbuka sementara member yang lain menatapnya dengan pandangan iba.

“Apa ada yang mau menampungku malam ini?” Yuri bertanya dengan puppy eyes, member yang lain menggelengkan kepala mereka dengan kompak lalu nenutup pintu kamar dengan gerakan kompak juga.

“Teman macam apa mereka itu? Kenapa pula aku harus tidur diluar, disini dingin, Sica bahkan tak memberiku selimut dan aku bahkan tidak tau apa salahku.”
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>END

Bodyguard (YulSic/Part 6)

Posted: November 28, 2015 in Uncategorized
Tag:, , ,

Tittle : Bodyguard
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance, Angst
Lenght : Series
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung and Other Cast

6th
.
.
.
.
.

Pria itu menengok kebelakang untuk memastikan tidak ada seorangpun yang mengikutinya. Malam itu salju turun deras sekali sehingga membuat sebagian besar penduduk Korea malas melakukan aktifitas di luar.

Pria itu terus berjalan sambil menggosok-gosokan kedua telapak tangannya. Langkahnya baru terhenti setelah melihat satu sosok lain yang telah menunggunya. Seseorang yang sengaja mengajaknya bertemu di tempat yang sepi. Pria itu tak banyak bertanya, ia mengerti. Itu semua karena informasi yang akan ia bagi sangat rahasia. Mereka harus meminimalisir segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Mengingat betapa rahasianya infornasi yang akan ia bagi, bahkan nyamuk sekalipun tidak boleh mendengarnya.

“Katakan padaku seberapa banyak informasi yang sudah kau dapat!” Pria yang telah menunggu berkata tenang.

Pria yang baru datang pun siap memberikan laporannya. Hasil dari penyelidikan yang sudah dilakukannya beberapa minggu terakhir.

“Saya sudah mengetahui jika Kwon Yuri merupakan anak Kwon Sangwoo. Saya juga yakin mereka mempunyai tujuan yang buruk terhadap Presiden dan nona Jung. Meski begitu saya akan tetap melakukan penyelidikan karena saya yakin selain mereka, masih ada orang dalam yang terlibat dalam rencana mereka.”

Pria yang mendengarkan tersenyum puas, laporan itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi alasan ia menghabisi pria ini. Sebuah pistol ia todongkan di kepala pria malang itu.

“T-tuan apa yang-”

“Kau sudah terlalu banyak tau, Mir. Selamat tinggal.”

Dor!

Hidupnya berakhir.

Bukankah dunia ini seperti lelucon. Bagaimana sebuah kehidupan bisa berakhir karena sebuah tarikan pelatuk. Berapa banyak manusia yang dengan senang hati menjalankan tugas malaikat maut. Bagi pria itu, hidup ini memang lelucon. Jika kematian saja bisa datang dan pergi, tidak bisakah ia tertawa?

~~~~~~~~~~

Udara benar-benar dingin hari ini sampai Taeyeon merasa otaknya akan ikut membeku. Jika bukan karena Yuri memintanya mencari kebenaran tentu Taeyeon tak mau melakukan hal ini. Ia berdiri di depan sebuah bangunan tua yang hampir rubuh. Tingkat kemiringan bangunan itu bahkan sudah melebihi menara pisa. Taeyeon yakin, gempa berkekuatan 2 SR saja bisa meratakannya dengan tanah. Sementara itu di belakangnya, Yongguk berdiri sambil bersandar di sedan tua milik Taeyeon. Sepuluh menit, dan ia akan menunggu dengan sabar sampai Taeyeon menyelesaikan tugasnya.

Taeyeon menghela nafas sekali lagi, bukan karena takut, lebih pada terlalu bersemangat. Sudah lama ia tidak melakukan hal menyenangkan seperti ini. Matanya berkilat tajam.

“Yongguk-ah.. aku pergi.”

“Arra.. arra.” Yongguk melambaikan tangannya sambil mulai menyalakan stopwatch. Sepuluh menit yang Taeyeon minta mulai dari sekarang.

Taeyeon berjalan di lorong apartemen tua tersebut. Ia tak salah, penampilan dalam dan luar bangunan tua ini tak jauh berbeda. Lantainya yang miring membuat Taeyeon merasa sedang berada di dunia lain, belum lagi bau busuk yang di timbulkan sampah yang berserakan di pinggir jalan, Taeyeon harus mendengus beberapa kali karena hal itu.

Sebenarnya, penampilan kumuh bangunan ini sengaja untuk kamuflase. Orang awam tentu takkan menyangka jika tempat ini merupakan gudang uang. Gudangnya bisnis terlarang -terutama obat- omset para pengedar di tempat ini bahkan mencapai milyaran won per-tahun. Dan Kwon Sangwoo lah yang menjadi bandarnya.

Taeyeon bergidik ngeri tiap mengingat ia juga bagian dari lingkaran hitam itu. Lingkaran hitam yang sudah mengurungnya sejak ia masih kanak-kanak. Seperti kutukan, bedanya, bahkan pangeran tampan saja tak bisa mematahkan kutukan itu. Mereka yang sudah masuk ke dalam lingkaran yang Sangwoo buat, takkan bisa keluar -setidaknya hidup-hidup.

Namun, untuk kali ini tujuannya datang kemari bukan untuk membawa ‘barang’ dan bukan juga untuk menagih pengedar yang ‘mangkir’ bayar.

Sampai di depan kamar yang ia tuju, Taeyeon menendang pintu itu dengan sangat keras sampai-sampai semua baut engselnya hampir terlepas. Lupakan tata krama, karena ia sudah sangat muak sampai-sampai hampir muntah di tempat.

Jowon sebagai orang pertama yang menyadari kehadiran Taeyeon segera membereskan uang yang berserakan diatas meja. Mungkin hasil judi semalam, Taeyeon tidak peduli.

“Aku ingin bertemu dengan bos kalian.” ucap Taeyeon dingin.

Jowon tak lantas menjawab, pria gemulai itu malah bersembunyi di balik Haejun yang sudah memasang posisi siaga.

“Bos sedang tidak bisa diganggu.” Jaehyuk memberanikan diri bicara.

Taeyeon tersenyum, namun tak lantas membuat atmosfir mencekam di ruangan itu menipis.

Aku tidak datang kesini untuk berdiskusi.” ucap Taeyeon sekali lagi. Gadis itu berani bertaruh, ketiga pria ini sudah tau alasannya dan Taeyeon tak perlu repot-repot menjelaskan pada mereka kenapa ia harus menemui Namgil.

Jowon menelun ludahnya takut-takut, sementara Jaehyuk dan Haejun saling lirik. Mencoba mencari saat yang tepat untuk menyerang. Kedua pria itu maju bersamaan dan membuat Taeyeon tersenyum sinis.

Sisa waktunya 8 menit..

Taeyeon menghindar sedetik sebelum tinju Haejun menyentuh wajahnya. Sebaliknya Taeyeon balas melintir tangan Haejun dan melemparnya dengan gerakan yang sangat berkelas. Haejun mengerang kesakitan saat tubuhnya menghantam meja makan dan langsung mematahnya jadi 2 bagian.

Jaehyuk berusaha menyerangnya dari belakang, namun Taeyeon lebih dulu berputar dan memberinya tendangan di daerah sensitif. Jaehyuk tersungkur, dua tendangan dari dua orang berbeda namun selalu mendarat di tempat yang sama. Sekarang pria itu patut mengkhawatirkan masa depannya.

Haejun kembali bangkit dan meraih sebuah tongkat untuk dijadikan senjata. Sebuah pukulan diarahkan ke kepala Taeyeon namun Taeyeon berhasil menahan tongkat itu dengan tangannya. Meski begitu sekarang ia terpojok karena Haejun terus mendorong tubuhnya hingga membentur dinding. Sambil menahan tongkat di lehernya Taeyeon berpikit cepat, ia menendang ulu hati Haejun dengan lututnya yang seketika membuat pria itu tersungkur.

Melihat kedua rekannya sudah K.O, Jowon mengambil pistol dari balik jaketnya dengan tangan gemetar. Taeyeon menendang tangan pria itu sebelum ia sempat menarik pelatuk, dan secepat kilat benda itu sudah berpindah tangan padanya.

Namgil berteriak kesal, kegaduhan di luar membuatnya tidak bisa mencapai klimaks. Pria itu mengumpat sebelum melilitkan selimut di tubuhnya. Ia berniat keluar dan memarahi anak buahnya karena sudah ribut disaat yang terdengar seharusnya hanya suara desahan dari teman wanitanya.

Namgil yang sebelumnya berniat berteriak kembali menelan kata-katanya. Sebuah pistol menempel di pelipisnya. Taeyeon tersenyum pada pria itu, ia punya pertanyaan, dan jika Namgil berbohong atau mengelak, Taeyeon takkan segan membuat peluru yang ada di pistol yang sedang ia pegang berpindah ke kepala Namgil.

“Siapa yang menyuruhmu menculik nona Jung?”

~~~~~~~~~~

Yuri selalu berpikir dunia ini hitam tanpa putih. Layaknya sakit tanpa obat. Hanya sekumpulan pertanyaan tanpa jawaban. Lihatlah bagaimana ia selalu tertawa pada drama yang disajikan benda bulat bernama bumi. Kebahagian itu cuma fatamorgana. Bagaimana semua orang hanya berlomba mengenyangkan perut mereka dan tak jarang  mengharuskan memakan bangkai saudara sendiri.

Yuri tersenyum miris, pandangan sinis ayahnya tentang kehidupan sepertinya sudah berhasil merasukinya sedemikian rupa. Yuri ingat, ayahnya selalu berpendapat orang-orang berdasi yang memegang roda pemerintahan itu sesungguhnya tak layak tinggal di bumi. Kelak, jika roda kehidupan sudah berhenti berputar, kelak dimana ‘akhir’ yang dijanjikan Tuhan datang, mereka, tikus-tikus politik itu akan hangus. Terbakar dan menjadi kerak.

Satu sentakan saja membuat Yuri terjaga. Jessica hadir dan mengubah pandangan Yuri. Barulah ia tau jika dunia tak hanya menghadirkan duka, selalu ada sesuatu yang bisa membuat bahagia, suka.

Lantas, Yuri bertanya, jika orang-orang seperti itu tak pantas lalu siapa yang pantas tinggal di bumi? Apa mereka yang setiap hari pergi ke rumah peribadatan? Mereka yang selama hidup selalu berbuat baik? Atau justru orang-orang seperti mereka -ia dan ayahnya- yang melenyapkan orang-orang yang mereka anggap tak pantas dengan cara mereka sendiri? Jika iya, lantas apa yang membuat mereka pantas?

Yuri mengingat semuanya, saat itu adalah ulang tahunnya yang ke-17. Sangwoo memberinya hadiah yang takkan pernah Yuri lupakan seumur hidupnya. Sebuah kebenaran.

Kebenaran tentang asal-usulnya yang sebenarnya. Kebenaran mengenai Yuri yang bukan merupakan anak kandungnya. Kebenaran mengenai negara yang sudah mengkhianati mereka. Kebenaran pahit yang ia terima sambil berurai airmata. Yuri tidak pernah menangis, tidak sehebat hari itu. Yuri juga tidak pernah merasa sakit sekaligus setakut hari itu. Yuri tidak pernah merasa semarah hari itu juga.

“Ibumu bunuh diri setelah mengetahui ayahmu tewas. Maaf baru mengatakannya sekarang, itu karena aku menunggu saat yang tepat, saat dimana kau benar-benar siap Yuri-ah. Aku tidak mau kehilanganmu seperti aku kehilangan sahabatku.”

Yuri mengeluarkan sesuatu dari saku hoodienya. Sebuah tabung kecil yang berisi pil yang seharusnya ia berikan pada Jessica sejak lama. Yuri memandang benda itu sejenak sebelum melepasnya. Membiarkan tabung kecil itu jatuh dan terbawa aliran sungai di bawah kakinya. Yuri sudah melepasnya, melepas masa lalunya yang kelam, melepas rasa dendam karena ketidakadilan yang sudah merenggut nyawa kedua orangtua kandungnya. Bersama Jessica.. ia ingin memulai awal yang indah.

Hanya untuk kali ini.. Yuri ingin berbeda dari ayahnya -Kwon Sangwoo.

~~~~~~~~~~

Sangwoo duduk sambil memutar-mutar gelas wine di tangannya. Sementara pria yang duduk di depannya nampak tak sabar.

“Berapa lama lagi?”

“Sebentar lagi.” Ujar Sangwoo yakin. Pria itu mencibir. Keyakinan Sangwoo terdengar menggelikan sekarang.

“Sudah sampai sejauh ini, kau masih yakin Yuri bisa menghabisi Jessica?”

“Aku tidak yakin.” Sangwoo meletakkan gelasnya dan membuat alis pria yang duduk di hadapannya bertautan.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak yakin tapi aku tetap akan membuat dia melakukannya.” jawab Sangwoo serius.

Kali ini pria di hadapannya tersenyum sinis sambil mencondongkan tubuhnya. Matanya tajam seperti elang, Sangwoo juga bisa melihat api dendam yang berkobar ganas disana. “Aku tidak berbisnis denganmu, untuk gagal bersamamu juga.”

“Aku pegang janjiku, Lee Taemin. Asal kau juga tetap pada jalur. Jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang.” ancam Sangwoo.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>TBC

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini: