Archive for the ‘yulsic’ Category

Drabble #23 (YulSic)

Posted: Februari 25, 2015 in drabble, ff snsd, yulsic
Tag:, ,

Drabble #23

Yuri yang masih mengantuk melangkah kedapur untuk mengambil segelas air. Sudah menjadi kebiasaannya setiap bangun pagi langsung meneguk segelas air. Kepalanya serasa berputar. Semalam ia pulang sangat larut dari kantor, itu karena pesta yang diadakan sang ayah mertua untuknya. Pesta untuk merayakan pengangkatannya sebagai CEO baru KJ-Won Coporation.

Selesai minum perhatian Yuri langsung tertuju pada sebuah piring diatas meja. Piring itu berisi sesuatu yang tak jelas bentuknya, hitam, dan keras. Sangat keras sampai Yuri berpikir bisa menjadikannya bola baseball. Kalau lebih beruntung lagi Yuri bahkan bisa membuat homerun dengan benda ini. Ngomong-ngomong Yuri adalah pemain baseball terbaik di kampus semasa ia kuliah.

“Ah.. ini pasti buatan Yoong.” Yuri ingat sekarang. Kemarin anak semata wayangnya tersebut bilang Taman Kanak-kanak tempat ia sekolah memang mengadakan lomba membuat kerajinan dari tanah liat. Tak lama setelahnya Jessica melangkah ke dapur, namun setelahnya ibu muda itu keheranan melihat ‘suaminya’ yang tertawa-tawa sambil memegang-

“Ya! Kwon Yuri apa yang-”

“Wae? Aku cuma mau melihatnya sebentar. Ini buatan Yoong kan?” tanya Yuri penuh percaya diri. Wajah Jessica memerah.

Yuri pikir Jessica marah padanya karena ia menertawakan hasil karya anak mereka. “Bukan begitu maksudku Sica. Aku cuma ingin tertawa saja setiap melihat bentuknya… sebenarnya apa yang Yoong pikirkan saat membuatnya? Bentuknya klise sekali, menurutmu ini bentuk apa?”

Bukannya menjawab, Jessica malah mendelik tajam.

“Arraseo, aku tidak akan menyakiti hati Yoong. Bagaimanapun aku ini adalah ayah yang baik. Walaupun bentuknya hancur, aku akan tetap memberinya pujian.” Yuri mengangukkan kepalanya mantap.

“Ini keras sekali. Jika tidak digunakan untuk bermain baseball kita bisa menggunakannya untuk lempar tangkap bersama Hani.” Kwon Yuri memang briliant.

Tak lama setelahnya, Yoona datang ke dapur sambil mengucek matanya. Anak itu juga masih menggunakan piyama bergambar rusa yang Yuri belikan untuknya minggu lalu.

“Appa! Appa mau lihat kerajinan buatan Yoong?”

“Appa sudah melihatnya Yoong. Ini kan?” Yuri menunjukkan benda di tangannya tapi Yoona menggeleng.

“Bukan. Tapi ini..” Yoona mengambil tanah liat berbentuk keroro dari saku piyamanya dan menunjukkannya pada Yuri sambil tersenyum. “Bagus kan appa?”

“Ne.” Bagus. Lebih ‘berbentuk’ dari benda yang Yuri pegang. Tapi tunggu! Jika ini bukan buatan Yoong lalu-

“Itu cokelat muffle buatanku.” ucap Jessica tenang. Skat mat!! Yuri dapat merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri.

“B-begitu ya baby.. ini terlihat mengagumkan.”

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Pertama. Jessica dan segala hal yang berhubungan dengan dapur bukan pasangan serasi.

Kedua. Kwon Yuri. CEO baru KJ-Won tidaklah begitu pintar.

“Yoong?” Taeyeon keheranan melihat Yoona yang berdiri sendirian di depan pintu rumahnya. Padahal seharusnya Yoong datang bersama Yuri dan Jessica. Wanita pendek itu ingat betul ia sudah memberitahu YulSic tentang pesta ulang tahun Tiffany sejak seminggu lalu. Mereka tidak lupa, iya kan?

“Orang tuamu mana?”

“Aku datang duluan karena appa dan umma sedang bermain gulat. Ahjussi, Hyunnie ada kan?”
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END

Hit Me Baby (Oneshot)

Posted: Februari 20, 2015 in ff snsd, one shot, yulsic
Tag:, , ,

Tittle : Hit Me Baby
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Comedy Romantic
Lenght : Oneshot
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri and Other Cast

Hit Me Baby
.
.
.
.
.
.

Dulu Jessica pernah mendengar peribahasa yang berbunyi ‘Semakin manusia dibatasi semakin manusia tersebut ingin melewati batas itu’. Peribahasa ini maknanya hampir sama dengan paham yang Jessica anut saat ini. ‘Semakin sering melihat Kwon Yuri maka semakin kau ingin memukul wajahnya’.

Hari pertama, Jessica terbangun dan mendapati wajah mesum Yuri saat ia membuka pintu kamar. Jessica baru ingat jika sekarang ia punya teman ‘serumah’ yang sangat manis.

Yuri mengangkat spidol permanen yang sedari tadi di pegangnya seraya menyeringai kearah Jessica.

“Kau lihat garis pembatas itu? Kanan milikmu dan kiri milikku. Untuk menjaga privasi masing-masing terutama privasiku mulai sekarang kita berbagi wilayah. Jangan berani masuk ke wilayahku atau kau akan mati, arraseo?!” Yuri memperingatinya. Demi semua timun di dunia, rasanya Jessica adalah orang yang lebih pantas berkata seperti itu. Ia, adalah pihak yang jelas-jelas selalu dirugikan disini.

Masih dengan mulut terbuka Jessica menelusuri garis yang telah Yuri buat. Si hitam itu benar-benar merencakan semuanya dengan sempurna, dan ini tidak adil. Wilayah Yuri terdiri dari satu kamar, ruang tamu dan ruang keluarga sementara wilayah Jessica terdiri dari satu kamar, kamar mandi dan dapur.

“Tidak perlu protes, jika dihitung luasnya sama.”

“Apanya yang sama, dasar idiot!!” Jessica murka, tapi Yuri tidak peduli. Ia memang sudah merencanakan ini sejak semalam. Tidak masalah jika Yuri harus kehilangan dapur, lagipula ia bisa makan diluar atau memesan makanan siap saji sedangkan masalah kamar mandi Yuri tak perlu khawatir karena kamarnya memiliki kamar mandi sendiri. Kwon Yuri, benar-benar pintar dan menawan.

“Awas kau!!” geram Jessica seiring rencana-rencana jahat tentang cara-bagaimana-melenyapkan-kwon-Yuri-dengan-cepat berseliweran di kepalanya. Yuri pura-pura tuli. Gadis tanned itu berjalan menjauh seraya bersenandung kecil.

“Pagi yang indah~”

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

“Kau ingin mengalahkanku? Kau perlu belajar banyak!” Kali ini giliran Jessica yang menyeringai. Gadis blonde itu berdiri penuh kemenangan di depan pintu keluar. Wilayah yang sampai kapanpun takkan bisa Yuri injak dengan kakinya. Karena terlalu bersemangat saat membuat garis batas tadi pagi, Yuri baru sadar jika pintu keluar ada di wilayah Jessica. Kenapa pintu akses yang memisahkan dirinya dengan alam bebas harus ada di wilayah gadis penyihir tersebut. Miris. Yuri terus meruntuki kebodohannya.

“Kau benar-benar takkan mengijinkanku melewati garis itu?” Tanya Yuri putus asa. Jessica menjawab dengan anggukkan mantap. Yuri sudah terlambat pergi ke lokasi syuting sementara Jessica masih berdiri sambil merentangkan kedua tangannya. Layaknya tentara yang menjaga daerah perbatasan suatu negara. Siap mempertaruhkan hidup dan matinya.

“Aigoo! Jinja! Lalu bagaimana aku bisa keluar?”

“Kau bisa membuat lubang di dinding wilayahmu.” jawab Jessica enteng.

“Micheseo?!”

“Ah.. benar juga. Setelah kupikir itu akan merusak dindingnya. Bagaimana kalau kau loncat saja dari jendela? Itu cara tercepat dan termudah.”

“Baiklah. Apa maumu?” Yuri mengacak rambutnya frustasi. Jessica tersenyum penuh kemenangan. Sejak awal Kwon Yuri sudah salah karena menyalakan genderang perang diantara mereka.

“Kita gambar lagi garis pembatas ini dari awal. Dan kali ini kau dan aku yang melakukannya. Akan kupastikan kau tidak bisa berbuat curang lagi kali ini karena aku akan benar-benar menghajarmu jika kau kembali melakukannya!”

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

YC Entertainment, Seoul

“Bukankah aku sudah menyuruhmu mengawasinya?” Presdir Park -presdir Manajemen tempat Yuri bernaung- menggebrak meja di hadapannya. Manajer Yun mulai berkeringat dingin.

“Rasanya aku sudah bosan mendengar keluhan dari setiap kru yang syuting bersamanya!” Kesal Pria paruh baya tersebut. Pasalnya ini bukan pertama kalinya Yuri terlambat atau tiba-tiba menghilang dari lokasi syuting. Sebenarnya kapan bocah itu akan bersikap profesional sekali saja. Presdir Park kembali menghela nafas, kali ini ia berencana memarahi Yuri habis-habisan.

Beberapa saat setelahnya Yuri datang ke ruangan Presdir Park sambil mengunyah permen karet. Sama sekali tidak merasa sudah melakukan kesalahan apapun. Saat Yuri datang wajah kesal Predir Park langsung dibuat-buat ramah. Nada keras yang ia gunakan saat berbicara dengan Manajer Yun pun diturunkan beberapa oktaf.

“Yuri-ah bagaimana kabarmu?” tanya Presdir Park. Yuri melepas kacamata hitamnya setelah duduk di kursi yang tepat berada di depan Presdir. Gadis tanned itu lantas memijat daerah di kedua matanya.

“Beberapa hari terakhir sangat melelahkan.” Yuri menjawab sambil mendelik ke arah Manajer Yun. Pria berkacamata tersebut menelan ludahnya -lagi.

Presdir menarik nafas panjang, ia berencana menumpahkan semua unek-uneknya pada Yuri. “Yuri-ah kau tau kan pagi ini Produser Shin meneleponku-”

Sebelum Presdir Park sempat melanjutkan kata-katanya Yuri memotong. “Sebenarnya pagi ini Predir Kim dari YJ Entertainment juga meneleponku.”

Setelah mendengar pernyataan Yuri Predir Park menegakkan tubuhnya. Presdir Kim adalah saingan utamanya dalam bisnis ini. Untuk apa ia menelepon Yuri? Apa pria itu berencana melakukan cara-cara kotor untuk merebut artisnya?

“Dia bertanya kapan kontrak kerjaku denganmu berakhir.” Lanjut Yuri. Mengetahui dugaannya benar, wajah Presdir Park memucat. Ia tentu saja takkan membiarkan Presdir Kim merebut Yuri. Gadis tanned itu adalah aset perusahaan paling berharga yang dimilikinya. Jika Presdir Kim ingin merebut Yuri ia harus melangkahi mayat Presdir Park dulu. Sedetik kemudian Presdir Park menelan kekesalannya pada Yuri berikut semua unek-unek yang semula ingin ia tumpahkan pada gadis tersebut.

“Jadi, apa yang ingin Presdir katakan padaku?”

“I-itu… tidak ada. Sebenarnya Yuri-ah kalau kulihat kulitmu semakin hari semakin bersinar saja.”

“Itu karena pola hidup sehatku.”

“Uri Yuri memang orang yang ahli dalam menjalani hal itu. Begini Yuri-ah kemarin pihak Etude Cosmetic menawari kontrak kerja, kau mau melakukannya?”

“Atur saja jadwalnya.”

“Baiklah kau boleh pergi. Bersenang-senanglah.” Presdir Park melambaikan tangannya sementara Yuri meninggalkan ruangan tersebut dengan senyum kemenangan. Manajer Yun menggelengkan kepalanya. Ia sudah sering melihat hal seperti ini. Presdir Park hanya bisa marah padanya namun membentak Yuri saja tidak berani.

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Beberapa hari tinggal bersama, Yuri dan Jessica tidak menganggap keberadaan satu sama lain. Setiap kali -tanpa sengaja- berpapasan keduanya akan saling membuang muka. Saling menyapa pun menjadi hal paling tabu di ‘rumah’ mereka.

Beberapa hari tinggal bersama juga membuat keduanya saling mengetahui kebiasaan buruk masing-masing. Orang yang terlanjur saling benci memang pada dasarnya akan selalu menganggap apapun yang dilakukan musuhnya sebagai sesuatu yang salah.

Penilaian Jessica tentang Yuri selama beberapa hari ini adalah. Pertama dia adalah artis yang arogan, sombong, berantakan, keras kepala, bodoh dan selalu seenaknya sendiri. Dan mesum tentu saja, Jessica takkan lupa yang satu itu.

Pagi ini Yuri kembali menerima beberapa paket dari fansnya. Bunga, cokelat, boneka dan sebuah cake. Namun seperti pagi sebelumnya, Yuri membuang semua barang itu ke tempat sampah. Bahkan tanpa melihat benda itu untuk kedua kalinya. Si arogan ini benar-benar tak menghargai apa yang telah orang lain berikan untuknya. Memang barangnya tidak seberapa hanya saja seharusnya Yuri memikirkan perasaan orang yang memberi itu untuknya.

Jessica menyilangkan tangan di dadanya seraya menatap Yuri penuh kebencian.

“Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kalau kau menginginkannya kau bisa mengambilnya nona Jung.” Yuri tersenyum meremehkan sambil menunjuk barang-barang di dalam tempat sampah.

Tolong siapapun musnahkan makhluk jelek ini dari muka bumi sekarang juga!

Tidak hanya Jessica yang memberi Yuri penilaian, diam-diam Yuri juga memberi Jessica penilaiannya. Menurutnya Jessica adalah penyihir violent, berisik, pengatur, pemalas, dan dingin. Ya, Yuri memang berencana memanggil Jessica penyihir sampai gadis itu berhenti memanggilnya mesum.

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Musim liburan akan segera berakhir dan itu sangat menyebalkan bagi Jessica. Hari ini Jessica sengaja datang ke sebuah toko untuk membeli seragam baru. Akan menjadi sejarah karena selama hidupnya Jessica tidak pernah mengenakan seragam.

Di ujung sana, Tiffany mendengarkan keluhan sahabatnya dengan seksama. Sedari tadi Jessica bercerita tanpa henti. Jessica yang ini agak banyak bicara, seperti bukan Jessica saja tapi sebagai pendengar yang baik Tiffany mencoba tidak menyela. Walau begitu saat nama ‘Kwon Yuri’ keluar dari mulut Jessica, Tiffany sempat berpikir. Entah kenapa nama itu seperti tidak asing di telinganya.

Jessica memasuki toko tersebut masih sambil menelepon. Gadis blonde itu baru memutuskan sambungan teleponnya saat seseorang menabraknya dan mengotori bajunya dengan kopi. Jessica merengut sebal, apa menabrak orang sudah menjadi hobi penduduk Korea atau semacamnya? Ini adalah baju kesayangan Jessica dan gadis itu tau betul jika noda kopi bukan noda yang mudah dihilangkan. Namun, hal yang paling membuat Jessica kesal adalah, kenapa harus orang ini -lagi. Gadis dengan penyamaran bodohnya. Seakan dunia ini tak cukup luas untuk mereka berdua.

Yuri berusaha mengalihkan pandangannya kemanapun asal bukan Jessica. Gadis tanned itu tidak berani memandang wajah Jessica yang kini menatapnya dengan wajah sangar.

“Aku tidak sengaja.” ucap Yuri angkuh. Ayolah, minta maaf tidak pernah ada dalam kamus hidupnya.

Jessica masih memandangnya kesal. “Kenapa kau dan wajah menyebalkanmu itu selalu ada di setiap tempat yang kudatangi?”

“Maaf mengecewakanmu penyihir tapi aku ini artis terkenal, orang-orang rela memberikan apapun untuk bisa bertemu denganku. Kau seharusnya bersyukur!” balas Yuri sombong.

“Tapi tunggu! Kenapa kau bisa ada disini? Kau sengaja mengikutiku? Aishhh.. seharusnya aku menduga ini dari awal.” Heboh Yuri. Jessica memutar kedua bola matanya, sama sekali tidak berniat meladeni perkataan gadis besar kepala di hadapannya. Perdebatan di rumah saja cukup.

Di dalam toko, tanpa ada perjanjian keduanya setuju untuk bersikap layaknya orang yang tidak saling mengenal. Dan Jessica dengan rela hati berusaha melupakan insiden tabrak juga kopi tumpah beberapa saat lalu.

Disisi lain Yuri sesekali mencuri pandang ke arah Jessica. Ternyata gadis blonde tersebut datang kemari untuk membeli seragam sama sepertinya. Yuri sebenarnya tidak mau pergi ke sekolah tapi Manajer Yun dan Presdir Park terus memaksanya. Semuanya gara-gara berita yang dibuat Reporter Nam. Reporter tua yang selalu cari gara-gara dengan Yuri. Sebenarnya kalaupun Yuri -dalam setahun- hanya hadir di sekolah beberapa kali itu bukan masalah. Tapi Reporter Nam membesar-besarkan masalah itu dan membuat para Netizen mengkritik Yuri. Tidak bertanggung jawab, malas, dan sebagainya.

“Karena itu Yuri-ah mulai semester baru nanti datanglah ke sekolah. Kau tidak mau kan dianggap menggunakan popularitas untuk masuk sekolah bergengsi tersebut?” bujuk Presdir Park. Yuri menghela nafas, ia tidak punya pilihan lain.

“Seragam itu tidak cocok untukmu.” komentar Yuri saat melihat Jessica bercermin di depan fitting room dengan seragam melekat di tubuhnya. Jessica melirik Yuri sebentar sambil memicingkan mata namun Yuri hanya melihat lurus cermin yang ada di hadapan mereka. Kalau dipikir lagi sebenarnya Jessica juga merasa seragam ini ukurannya terlalu longgar.

“Wajahmu terlalu tua untuk mengenakan seragam SMA.” Yuri tertawa setelah mengatakannya dan baru berhenti setelah Jessica meninju perutnya. Si bodoh itu, rasanya tak seharipun tidak meminta Jessica memukulnya.

“Dasar penyihir violent!!”

.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END

P.S
Baca Juga :
1. Replay
2. In MY Room
3. Hit Me Baby
4. Lucifer

Drabble #22 (YulSic)

Posted: Februari 19, 2015 in drabble, yulsic
Tag:, , ,

Drabble #22

Malam Valentine Jessica duduk di belakang kemudi. BMW Z10 yang dikendarainya membelah jalanan Seoul yang tampak padat lancar. Ramalan cuaca tadi pagi memang mengatakan jika malam Valentine kali ini Seoul akan dinaungi cuaca yang cerah -walau dingin. Benar-benar cocok untuk pasangan muda-mudi yang mungkin merayakan malam Valentine bersama kekasih mereka.

Sementara untuk Jessica yang bukan lagi gadis SMA, membuat ‘cokelat cinta’ memang tak lagi menjadi prioritas utamanya. Setelah seharian melewati waktu yang melelahkan satu-satunya yang Jessica inginkan saat ini hanya pulang lalu tidur. Lagipula Jessica bukan tipe gadis -seperti kebanyakan gadis lain- yang tergila-gila pada hal cheesy romantic dan semacamnya. Malam Valentine dan malam lain apa bedanya?

Dengan tangan yang masih memegang kemudi, sesekali gadis blonde itu mencuri pandang ke arah ponselnya yang sengaja ia letakan diatas dashboard -supaya mudah terlihat. Benda yang tampak damai itu membuat Jessica kesal. Oke, oke! Jessica berbohong -soal tidak suka hal-hal cheesy romantic dan semacamnya- karena pada kenyataannya Jessica juga ingin melewati malam Valentine bersama orang yang ia sayangi. Terlebih lagi mereka sudah lama tak bertemu -seminggu. Jessica mengerti jika kekasihnya sedang melakukan tugas mulia, hanya saja sebagai seorang wanita ia merasa kecewa karena di nomor duakan. Bukankah, setidaknya orang itu memberinya kabar atau membalas pesan yang Jessica kirim untuknya.

“Si bodoh itu!” Jessica mendesis pelan.

Sampai di persimpangan mobil Jessica dipaksa berhenti oleh seorang polisi. Jessica mengerutkan keningnya bingung. Gadis blonde itu tidak merasa melakukan kesalahan apapun. Memang tadi ia sedikit mengumpat tapi polisi ini takkan mendengarnya bukan? Lagipula tidak masuk akal jika seseorang ditilang karena ia mengumpat. Walau begitu sebagai warga negara yang baik Jessica tetap menepikan mobilnya sesuai perintah.

“Selamat malam nona.” Sapa polisi bername tag Kwon Yuri dengan ramah seraya mempersilahkan Jessica turun dari mobilnya. Jessica mendelik sebal sebelum menjawab pertanyaan itu seadanya sambil menuruti perintah sang polisi.

“Malam.”

“Anda tau apa kesalahan anda?” Masih dengan senyuman ramah yang menghiasi wajahnya polisi bernama Yuri itu bertanya.

“Aniyo.” Jawab Jessica angkuh.

“Kesalahan anda adalah… sudah mencuri hati saya nona Jung.”

Jessica membulatkan matanya begitu polisi -yang seharusnya menilangnya- tersebut berlutut di hadapannya. Terlebih lagi ia mengatakan hal-hal aneh -namun cheesy. Paras Jessica matang, gadis itu menyuruh Yuri berdiri tapi Yuri menolak.

“Kwon Yuri apa yang-” kata-kata Jessica terhenti begitu Yuri menyodorkan kotak berisi cincin di hadapannya.

“Sica karena kau sudah mencuri hatiku kuharap kau mau bertanggung jawab. Menikahlah denganku Jessica Jung Sooyeon?” Pinta Yuri penuh harap. Gadis tanned itu masih setia berlutut menunggu jawaban sang kekasih.

Mendengar permintaan Yuri yang begitu tulus, Jessica tak lagi menahan emosinya. Gadis blonde itu menghambur kepelukan Yuri dan membuat keduanya terjatuh di atas aspal. Dalam pelukan Yuri, Jessica terisak sambil mengangukkan kepalanya.

“Babo!!”

“Aku akan menganggap itu sebagai ‘Iya’.”

Yuri berdiri bersama Jessica yang masih ada dalam pelukannya. Sedetik kemudian Yuri mendudukkan Jessica diatas kap mobil mereka lalu memasangkan cincin di jarinya.

“Saranghae.” ucap keduanya bersamaan sambil saling tersenyum. Setelahnya Yuri mengecup bibirnya lembut dan membuat para pengguna jalan yang sedari tadi menjadi penonton drama kecil itu ikut bersorak gembira.

Boleh Jessica jujur sekarang? Ini adalah Valentine terbaik yang pernah ia alami.

.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END

In MY Room (Oneshot)

Posted: Februari 19, 2015 in ff snsd, one shot, yulsic
Tag:, , ,

Tittle : In MY Room
Author : RoyalSooosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Comedy Romantic
Lenght : Ficlet
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri and Other Cast

In MY Room
.
.
.
.
.

Jessica mendengus kesal sementara orang hitam-mesum-menyebalkan yang belakangan Jessica tau bernama Kwon Yuri duduk di sebelahnya dengan ekspressi yang memuakkan -menururt Jessica. Sekali lagi, sekarang bahkan belum genap 24 jam ia menginjakkan kaki di Korea tapi masalah terus bertubi-tubi menghampirinya. Dan kenapa lagi-lagi dengan orang mesum ini?

Sementara itu direktur perumahan duduk di depan keduanya layaknya seorang pengadil. Jessica hanya berharap saja pengadil itu bersikap bijaksana seperti selayaknya karena kalau tidak Jessica akan membekukannya.

“Jadi begini nona Jung dan nona Kwon..” direktur Lee mulai bersuara. Jessica menegakkan tubuhnya dengan ekspressi tidak sabaran, disampingnya Yuri tersenyum sinis. Untuk apa repot-repot toh pada akhirnya ia yang akan menang dan gadis violent tersebut yang harus angkat kaki dari apartemen mereka, bukan, miliknya.

“Akta kepemilikan yang diserahkan nona Kwon memang asli.” ucap direktur Lee. Jessica membelalakan matanya tak percaya. Bagaimana bisa apartemen yang dibeli ayahnya -untuknya- adalah milik Yuri? Pasti ada kesalahan! Pasti!

“Kau dengar itu?!” Kwon Yuri menyeringai sementara Jessica berusaha mati-matian menahan hasrat untuk mengacak wajah Yuri disini, saat ini juga. Insiden kain pel beberapa waktu lalu nampaknya belum memberi Yuri pelajaran.

“Ekhmm.” Direktur Lee berdehem untuk mengalihkan perhatian dua gadis yang tengah saling menatap dengan aura pembunuh di hadapannya.

“Sebenarnya nona Kwon, Akta kepemilikan yang dimiliki nona Jung juga asli.” Lanjut pria paruh baya tersebut.

“MWO?!” Yuri dan Jessica sama-sama terkejut.

“B-bagaimana bisa?” Tanya keduanya bersamaan -lagi.

“Hal itu memang bisa saja terjadi. Sepertinya tuan Jung sengaja membeli apartemen itu setengah harga lalu nona Kwon membayar sisanya. Karena itulah kenapa Apartemen itu memiliki dua Akta kepemilikan yang keduanya sah.”

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Yuri dan Jessica sama-sama duduk di ruang tengah apartemen ‘mereka’ tanpa bersuara. Di sudut ruangan manajer Yun menelan ludahnya dengan ekspresi takut. Bagaimana tidak tidak jika Yuri terus melotot padanya.

“I-itu karena kau bilang ingin membeli apartemen di kawasan Cheondamdong dengan harga murah. Inilah satu-satunya yang bisa kudapat.” jelas pria berkacamata tersebut seraya menyesali nasibnya. Kenapa kehidupan itu begitu sulit.

Yuri berdiri sambil berkacak pinggang. Tidak ada gunanya melampiaskan kekesalannya pada manajer Yun, saat ini Jessica adalah masalah yang lebih penting.

“Aku akan membayar sisa setengahnya dan kau boleh keluar dari tempat ini.” Putus Yuri akhirnya. Tidak mungkin kan jika Yuri benar-benar harus berbagi tempat dengan gadis penyihir ini? Membayangkannya saja membuat seluruh bulu di punggungnya berdiri.

“Mwoya?!” Jessica tertawa sinis dan menolak tawaran Yuri mentah-mentah. Gadis hitam itu benar-benar bertindak seenak jidatnya dan membuat Jessica kesal, dia mau menyogok Jessica dengan uang? Jessica kan bukan pengemis, lagipula kenapa ia yang harus pergi? Jessica adalah orang yang lebih dulu datang. Maka jika ada orang yang harus pergi maka Yuri-lah orangnya.

“Kenapa tidak kau saja yang pergi dasar penjahat mesum?!”

“Mwo?! Penjahat mesum? Bukankah aku sudah menjelaskannya padamu? Dengar ya aku benar- benar lelah malam ini dan tidak mau berdebat jadi kumohon pergilah dengan damai nona Jung. Berikan nomor rekeningmu aku akan segera mentransfer uangnya.” Ucap Yuri angkuh dan membuat Jessica semakin kesal.

“I don’t need your money and i’ll never leave this place. Because it’s MINE. You got it?”

“Ya!! Aku bahkan sudah berbaik hati dengan tidak melaporkanmu ke polisi.”

“Polisi? Justru aku yang lebih berhak melaporkanmu ke polisi dasar mesum!!”

“Mwoya? Aku yang korban disini! Apa kau lupa kau sudah memukul wajahku dengan kain pel?! Wanita ini benar-benar!”

“SSTTOOOPPPPP!!” Manajer Yun berteriak dan membuat Yuri dan Jessica berhenti bersedebat. Keduanya seperti Tom and Jerry saja. Sebenarnya hal ini bisa diselesaikan dengan cara baik-baik hanya saja sifat keduanya yang keras kepala membuat permasalahan ini lebih rumit.

“Daripada kalian berdebat, aku punya ide yang mungkin bisa membantu.”

“Mwoya? Aku dan penyihir ini tinggal bersama? Tidak mau!” Yuri menolak mentah-mentah begitu manajer Yun mengutarakan isi kepalanya. Ya, karena keduanya begitu keras kepala dan menolak untuk mengalah bukankah akan lebih baik jika mereka tinggal bersama. Hanya sementara waktu.

“Aku juga tidak mau mempertaruhkan hidupku dengan tinggal bersama orang mesum ini.” Jessica menunjuk Yuri dengan ekspressi horor. Walau hanya sementara Jessica tak bisa menerima ide gila itu. Yuri mendengus kesal, panggilan ‘kasih sayang’ Jessica untuknya membuat telinga Yuri terasa panas. Apa tidak ada kata-kata yang lebih baik? Yuri jadi merasa dirinya kotor.

Yuri tidak tahan lagi, gadis itu mencengkram pergelangan tangan Jessica. “Berhenti memanggilku mesum dasar penyihir.”

“A-apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!”

“Tidak. Sebelum kau bersumpah tidak akan memanggilku mesum lagi.” Ancam Yuri. Jessica berontak namun tenaga Yuri yang jauh lebih kuat darinya membuat usaha Jessica sia-sia. Yuri menyeringai saat gadis blonde itu mulai panik. Jessica berpikir cepat, gadis blonde itu menendang tulang kering di kaki Yuri dan membuat gadis tanned itu meringis kesakitan. Yuri lengah dan Jessica memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kabur. Jessica bermaksud lari namun Yuri terlebih dahulu menarik pergelangan tangannya. Gadis blonde itu terjatuh dengan Yuri yang ada di atasnya.

Mata Jessica membulat dan sebelum Yuri sempat menyadari dimana tangannya mendarat, Jessica lebih dulu menamparnya.

Plak!

“Itu pasti sakit.” Manajer Yun meringis sambil memengangi pipinya. Ikut prihatin dengan apa yang dialami sang majikan.

Setelah keadaan kembali tenang, Yuri dan Jessica duduk di sofa ruang tengah dengan posisi saling memunggungi. Dalam kepalanya Yuri bersumpah takkan menakut-nakuti Jessica lagi, satu tamparan saja cukup. Sementara Jessica memegangi dadanya sambil memasang ice glare. Pada akhirnya -walaupun tidak mau- keduanya terpaksa tinggal bersama sampai manajer Yun menemukan solusi yang lebih baik.

Sebelum benar-benar pergi pria berkacamata tersebut menyerahkan sebuah Stun Gun pada Jessica. “Untuk jaga-jaga saja.” bisiknya.

“Ya!! Apa maksudmu oppa?! Akulah korban sebenarnya disini!” Protes Yuri seraya menunjuk pipi kirinya yang terdapat bekas telapak tangan Jessica.

Untuk keduanya, hari-hari selanjutnya tentu akan menjadi hari yang berat, atau mungkin tidak?
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END

P.S
Baca Juga :
1. Replay
2. In MY Room
3. Hit Me Baby
4. Lucifer

Back To You (Oneshot)

Posted: Desember 25, 2014 in ff snsd, one shot, yulsic
Tag:, ,

Tittle : Back To You
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance, Drama
Lenght : Oneshot
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri and Other Cast

Song Lyric by:
*Beast – Back To You
*Lovelyz – Goodnight Like Yesterday

Back To You
.
.
.
.
.
.

Di lorong gedung SM, Hyoyeon dan Jessica saling berbincang. Sebenarnya Hyoyeon saja yang berbicara sementara Jessica lebih menjadi pendengar setia. Musim panas kali ini sangat panas, benar-benar panas sampai Jessica berpikir bagaimana bisa para fangirls dari DBSK bisa menunggu di luar tanpa gosong dan meleleh. Hari ini senior mereka yang satu itu memang sedang berada di gedung ini untuk latihan dan keadaan diluar yang menjadi tak terkendali bukan hal aneh lagi. Sebagai seorang trainee Jessica juga berharap suatu hari akan menjadi artis sehebat kelima oppa tampan tersebut.

“Seharusnya jika Youngie ingin makan es krim dia harus membelinya sendiri.” gerutu Hyoyeon seraya mengangkat bungkusan plastik di tangannya. Choi Sooyoung -salah satu trainee juga- selalu bersikap layaknya seorang boss hanya karena tubuhnya lebih tinggi dari siapapun tapi bukan karena itu Hyoyeon jadi harus membelikan es krim untuknya.

“Jika saja kau dan Yoong tidak mencuri makanannya lebih dulu kau tidak perlu menghabiskan sisa hidupmu untuk melayaninya.” balas Jessica, Hyoyeon memanyunkan bibirnya. Walau kesal Hyoyeon tak bisa membantah terlebih apa yang Jessica katakan itu tepat sekali.

“Jika kau membantah, gadis tiang itu akan melapor pada ibunya, lalu ibunya akan melapor pada tuan Lee dan setelahnya-“

“Tuan Lee akan menendangku dari sini.” potong Hyoyeon. Jessica mengangukkan kepalanya. Baguslah Hyoyeon sudah mengerti lebih dulu jadi Jessica tak perlu repot-repot menjelaskan padanya.

“Gadis Choi itu, aku bersumpah setelah debut nanti aku tak mau satu tim dengannya.” ujar Hyoyeon berapi-api. Jessica hanya mengangkat bahunya, kemungkinan apapun bisa terjadi.

“Mana es krimnya?” Sesampainya di ruang latihan, Sooyoung langsung menagih sambil mengulurkan tangannya. Hyoyeon menyerahkan bungkusan itu sambil cemberut sementara Jessica langsung duduk di sudut ruangan. Siapapun berani bersumpah yeoja berparas dingin tersebut akan terlelap dalam hitungan menit. Berbeda dengan trainee lain yang datang untuk belajar dan berlatih Jessica lebih sering datang untuk tidur.

“Jika kau tidak punya kemampuan, maka berlatih pun percuma saja.”

Ruang dance tempat mereka biasa berlatih sangat berantakan, botol air mineral juga beberapa bungkus snack bertebaran di mana-mana.
Yunho oppa dan yang lainnya sudah pergi, karena sekaramg gilirannya piket Jessica jadi merasa sial karena harus membereskan semua kekacauan yang mereka buat.

“Kim Hyoyeon, bantu Jessica membereskan semua ini.” kata Sooyoung semena-mena tepat saat Hyoyeon baru saja akan pergi. Kenapa harus Hyoyeon yang melakukannya? Kenap tidak Sooyoung saja? Ini tidak adil. Hyoyeon hendak mengajukan protesnya namun batal karena Sooyoung mengancamnya terlebih dahulu.

“Ingat besok pagi semuanya semuanya harus terlihat mengkilap! Atau aku akan melaporkan apa yang sudah kau lakukan pada tuan Lee.”

“Dasar menyebalkan!” Kesal Hyoyeon sambil menendang salah satu botol bekas air mineral dan mengenai kepala Jessica.

“Mau mati ya?!” kesal Jessica sambil mencengkram kerah baju Hyoyeon.

Setelah bersusah payah melewati para cassie yang membuat pagar Yuri akhirnya berhasil masuk ke gedung SM. Setelah lulus audisi di sekolahnya, ini adalah hari pertama Yuri menginjakkan kakinya di gedung megah ini sebagai trainee. Mulut gadis tanned itu terbuka lebar saking takjubnya. Sepanjang lorong yang Yuri lewati terpampang poster-poster idolanya yang memang bernanung di SM Entertainment. Sebut saja H.O.T, S.E.S, Fly To The Sky, The Grace, BoA juga DBSK. Lagi-lagi Yuri berdecak kagum. Saking kagumnya Yuri sampai lupa jika dia belum hapal ruangan-ruangan di gedung ini. Karena tak ada seorang pun untuk ditanyai Yuri akhirnya memilih mengandalkan feeling-nya.

“M-mianhe, aku tidak sengaja melakukannya.” Mohon Hyoyeon, gadis itu benar-benar tak mau berakhir di tangan HellSica. Tiba-tiba saja Sooyoung terasa seribu kali lebih baik. Jessica masih mencekik Hyoyeon saat seseorang datang dan membuka pintu ruangan tersebut. Gadis seumuran mereka dengan rambut hitam juga kulit sedikit kecoklatan.

“Permisi!” ucap Yuri sambil tersenyum bodoh. Dua orang yang ada di ruangan tersebut melongo menatapnya. Seakan-akan Yuri merupakan makhluk dari planet lain atau semacamnya.

“Siapa dia?” heran Jessica. Hyoyeon menggelengkan kepalanya cepat. Hyoyeon sama sekali belum pernah melihat gadis tanned itu sebelumnya. Mungkin trainee baru? Aha! Hyoyeon jadi punya ide untuk melepaskan dirinya dari HellSica sekaligus melepaskan mereka berdua dari tugas bersih-bersih.

Hyoyeon lantas menyuruh Jessica mendekat dengan isyarat tangannya, setelahnya gadis itu membisikan sesuatu di telinga Jessica. Gadis yang dibisiki itu berpikir keras sebelum akhirnya mengangguk setuju.

“Lakukanlah.” ucap Jessica cuek sambil melepaskan cengkramannya. Hyoyeon bernafas lega karena tak jadi berakhir hari itu.

“Ya!! Apa kau trainee baru disini?” Hyoyeon berkacak pinggang sambil memasang tampang seseram mungkin. Yuri mengangukkan kepalanya ragu, dua orang yang ada di hadapannya tidak terlihat seperti orang baik, Yuri jadi menyesal berniat bertanya pada keduanya. Di samping Hyoyeon, Jessica berdiri sambil memasang wajah dinginnya, dan itu sama sekali bukan akting -dia memang terlahir seperti itu.

“Siapa namamu?”

“K-kwon Yuri.”

“Apa kau tau, tidak boleh masuk ruangan ini sambil memakai sepatu?”

“Mianhe sunbae.” Yuri membungkukkan tubuhnya. Hyoyeon lantas menggelengkan kepalanya.

“Padahal trainee baru tapi sudah buat masalah..”

“Mianhe sunbae, aku benar-benar tidak tau.” sesal Yuri lagi.

“Kau tau minta maaf saja tidak cukup.”

“Lalu aku harus apa?”

“Bersihkan ruangan ini, sampai mengkilap, bahkan setitik debu pun tidak diijinkan. Jika tidak kau tidak kau tidak diijinkan menggunakan ruang latihan ini, arrseo?” Setelahnya Hyoyeon dan Jessica pergi begitu saja.

Tawa Hyoyeon meledak begitu gadis itu sudah jauh dan yakin si trainee baru takkan mendengarnya. Otaknya memang cemerlang.

“Kim Hyoyeon Jjang!!” bangga Hyoyeon pada dirinya sendiri.

Jessica yang berdiri di samping gadis itu tak memberikan tanggapan apapun.

“Jessica barusan Yoong mengirim pesan padaku, dia bilang ingin mentraktir kita makan, kau mau ikut?” ucap Hyoyeon semangat sambil memasukan kembali ponsel ke saku celananya.

“Tidak. Terimakasih.”

“Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa besok.”

“Sampai jumpa.”

“Anak rusa itu baru menghubungiku sekarang. Aku bersumpah akan menghabiskan isi dompetnya sebagai bayaran atas apa yang Sooyoung lakukan padaku.”

Hyoyeon sudah menghilang sementara Jessica melangkah menuju halte terdekat. “Kwon Yuri? Nama yang bagus.” gumam Jessica pada dirirnya sendiri. Setelahnya Jessica memikirkan tempat yang akan dia tuju, kira-kira dimana dia bisa tertidur dengan nyaman.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Ige mwoya?” Tiffany bertanya saat manajer unnie menaruh laptop diantara mereka. Siang itu SNSD -minus Yuri dan Taeyeon- sedang berkumpul di dorm mereka. Mereka sedang libur dan sang manajer bilang ingin membahas hal yang penting.

“Bukankah itu kita?” takjub Yoona saat melihat rekaman dirinya saat audisi. Saat itu usianya kira 11 tahun. Masih sangat muda.

“SM berencana membuat film dokumenter tentang kalian.” ujar manajer unnie seraya duduk diantara Sooyoung dan Sunny. Pasangan SooSun cemberut. Ahjumma ini tau saja bagaimana cara menganggu kesenangan orang lain.

“Tentang SNSD?”

“Bukan tapi tentang artis SM. I AM”

“Oh begitu. Tapi aku masih berpikir versi tentang SoShi akan lebih waw!” Sooyoung terkekeh dengan kata-katanya sendiri. Hyoyeon yang ada di belakangnya mencibir sebelum akhirnya bantal sofa mendarat di wajahnya. Pelakunya tentu saja Sooyoung, sementara Sunny sibuk melerai keduanya.

Seohyun menggelengkan kepala melihat tingkah unnie-unnienya yang kekanakan. Rasanya membuat I’M Soshi akan lebih sulit dari I AM. Akan ada banyak kisah dan terlalu banyak genre. Mereka rumit, lebih dari itu Seohyun pikir filmnya akan sangatttttt panjang. Untuk menceritakan bagaimana Sooyoung dan Hyoyeon yang berakhir jadi ‘sahabat’ pun akan lebih dari 20 scene.

“Itu aku? Jinja sungguh tidak bisa dipercaya!” Tiffany tertawa-rawa sambil bertepuk tangan menyaksikan dirinya yang tengah menari kipas. Rekaman itu diambil saat dirinya pertama kali audisi. SM benar-benar masih menyimpannya.

“Karena ini film dokumenter rekaman yang akan ditampilkan bisa diambil dengan sepengetahuan kalian maupun tanpa sepengetahuan kalian.” Manajer unnie tersenyum jahil.

“Apa maksudnya tanpa sepengetahuan kalian?”

“Kalian akan tau nanti.” si manajer ahjumma berlalu sebelum manajer Hwang bertanya lebih jauh.

“Rekaman itu kuberikan pada kalian sebagai hadiah.”

“Ahjumma aneh.” Tiffany bergumam. Di sebelahnya Jessica masih memandangi video itu tanpa suara. Semuanya terlihat tenang menikmati video nostalgia tersebut sampai pada satu bagian.

“Jessie bukankah itu Yuri? Apa yang dia lakukan di dalam lokermu?”

Yuri berhenti di depan loker Jessica. Gadis tanned itu melihat kekiri dan kekanan untuk memastikan taknada seorang pun disana sebelum tangannya bergerak membuka pintu loker Jessica. Yuri tersenyum sambil memasukan banana milk -yang sudah ia tempeli dengan note kecil bertuliskan kalimat penyemangat- ke dalamnya. Saat itu Yuri tidak tau jika setiap sudut di gedung SM dipantau CCTV, dan semua kegiatan yang dilakukan para penghuninya akan terekam jelas.

Tahun-tahun terakhir menjalani masa traineenya Jessica hampir menyerah -karena tak kunjung debut. Saat itu Jessica hampir menyerah sampai suatu hari seseorang misterius mulai menaruh banana milk juga secarik note kecil di lokernya. Sampai saat ini Jessica penasaran siapa ‘orang misterius’ tersebut dan hari ini rasa penasarannya terjawab sudah. Orang itu adalah kekasihnya sendiri -Kwon Yuri.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Dia mungkin memang dingin tapi hatinya rapuh. Jessica adalah ice princess yang hangat.”

Pernah dengar Black Ocean?

SNSD menyelesaikan penampilan mereka di tengah kegelapan. Semuanya memasuki back stage dengan kepala tertunduk. Setelah debut pun semuanya tak lantas menjadi mudah. Di belakang panggung mereka menangis, hanya Taeyeon yang terlihat tegar malam itu. Sebagi seorang leader gadis itu tak pernah ingin terlihat lemah di hadapan membernya, walau airmatanya hampir tumpah Taeyeon masih sanggup mencapai nada tinggi itu walau dengan suara sedikit bergetar dan menyelesaikan perform mereka dengan baik. Manajer unnie serta manajaer mereka mencoba menghibur, tak ada satupun yang menduga kejadian ini sebelumnya. Bisa dibayangkan betapa hancurnya hati SNSD saat itu.

Jessica menangis tersedu sambil memisahkan dirinya dari yang lain. Sebagai seseorang yang paling banyak memiliki haters Jessica merasa paling bersalah.

“Gwenchana.” Yuri menghampiri gadis itu dan mengenggam lembut tangannya. Kwon Yuri sudah berhenti menangis, gadis itu kini tersenyum pada Jessica.

“Kita akan melewati ini semua dengan baik.”

“……………………..”

“Uljima! Kau terlihat jelek saat menangis.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Bogoshipo.” Jessica berbisik seraya memeluk Yuri dari belakang. Malam ini punggung Yuri terasa dingin. Jessica menangis, tanpa suara. Gadis blonde itu tak ingin terlihat meununtut lebih banyak lagi dan membuat Yuri semakin membencinya.

Yuri berbalik dan menatap Jessica dengan tatapan dinginnya. “Jessica lebih baik kita-”

Jessica membungkam bibir Yuri dengan sebuah ciuman sebelum gadis tanned itu melanjutkan kata-katanya. Yuri tidak membalas. Gadis tanned itu mematung. Saat Jessica melepaskan ciuman mereka Yuri segera menghapus bekas bibir Jessica dengan punggung tangannya. Seolah merasa jijik. Hati Jessica tercabik tentu saja namun yeoja blonde itu masih mencoba tersenyum.

“Selamat malam seobang.”

If we can’t see each other starting from tomorrow, will you be fine?
It’s so easy by just saying goodbye
My need to hear your voice every day is scarier than my own habits
So don’t prepare yourself alone and say those things

If I get angry, it seems like it would be over
So I’m trying to smile but tears are falling

Good night like yesterday, as if nothing is wrong
Instead of good bye, good night, you might change your mind tomorrow
Good bye just for one night, everything will be okay
It might not be the kind of goodbye people say when they’re never seeing each other again

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Unnie! Kau tidak perlu melihatnya!” marah Yoona seraya merebut remot dari tangan Jessica dan mematikan televisi di depannya. Jessica tersenyum namun Yoona tau jauh di dalam hatinya gadis blonde itu menangis. Siapa yang tidak jika melihat kekasihnya melakukan adegan french kiss tersebut dengan orang lain. Yoona tau Yuri hanya bersikap profesional tapi bukankah gadis tanned itu harusnya memberitahu Jessica dulu. Jessica adalah kekasihnya dan dia berhak tau tentang hal itu.

“Gwenchana Yoong.”

“Aku minta maaf sayang, aku memang bodoh. Tidak seharusnya aku melakukan adegan seperti itu tanpa memberitahumu.” bisik Yuri di telinga Jessica. Gadis yang berada dalam pelukannya tak lantas menjawab, Jessica justru semakin membenankan dirinya dalam pelukan Yuri. Bukan itu yang membuatnya menangis.

“Seobang aku tau kau melakukannya karena marah padaku tentang scandal itu tapi bukankah aku sudah menjelaskan-” kata-kata Jessica terhenti begitu Yuri menyentuh bibirnya. Selanjutnya Yuri mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Jessica lembut. Jessica memejamkan matanya tatkala perasaan mengambil alih logikanya. Keduanya hanyut seiring sekitar mereka yang serasa senyap. Ditengah ciuman itu Jessica menangis, keduanya menangis.

If I cry right now, it seems like it would be over
So I try thinking of something else but tears are falling

Good night like yesterday, as if nothing is wrong
Instead of good bye, good night, you might change your mind tomorrow
Good bye just for one night, everything will be okay
It might not be the kind of goodbye people say when they’re never seeing each other again

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Maafkan aku.” Ucap Yuri penuh penyesalan. Jessica bergeming, tidak tau harus memberikan tanggapan seperti apa. Berita semalam lebih dari cukup untuk membuat hatinya remuk dan pagi ini gadis itu belum mempersiapkan dirinya untuk mendengar permintaan maaf Yuri.

“Berita itu benar.” lanjut Yuri. Jessica ingin pergi namun kakinya tak mau bergerak. “Lebih dari itu, aku melakukannya dengan mereka berdua.”

“Cukup!!” teriak Jessica sambil menghempaskan tangan Yuri. Mata mereka bertemu, keduanya sama-sama terluka, keduanya sama-sama menangis.

Untuk kesekian kalinya Donghae menjadi tempatnya berlari. “Oppa tolong antar aku ke rumah umma. Sepertinya aku tidak sanggup tinggal di dorm lagi.” ucap Jessica. Donghae menyetuji permintaan itu tanpa banyak bertanya.

“Jadi sekarang giliranmu yang mengabaikannya?” Nyonya Jung mengelus rambut putri sulungnya dengan gesture keibuan. Jessica masih betah berada dalam pelukan wanita paruh baya tersebut. Gadis blonde itu memejamkan matanya.

“Pagi tadi Yuri datang kesini mencarimu. Dia terlihat sangat khawatir.”

“Umma jangan katakan padanya.”

“Walaupun umma tidak mengatakan apapun umma yakin Yuri sudah tau kau disini.”

Jessica bangun sementara nyonya Kwon tersenyum sambil memegang kedua pundaknya.
“Kurasa Yuri punya keberanian besar untuk mengaku padamu. Kau tau itu bukan hal yang mudah.”

“Sebelum kau melepas sesuatu renungkan kembali apa yang selama ini kau pertahankan. Walaupun begitu sebagai seorang ibu, aku akan mendukung apapun keputusanmu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

When I try to forget the past times, I can’t forget it (I can’t forget it)
Your voice that used to always call my name roams in my ears (Roams in my ears)

Unknowingly my footsteps are headed towards you
Now what do I do? What do I do now?

Don’t you tell me why
Don’t let me down
Come back, I keep thinking of you
Please just one time ( One more time again)

I’m going out of my mind
I can’t see you

Tell me I can go go go Back to you you you you
I can’t live on with you true true true
I need you, to you back to you

Come back to you (uh uh oh uh uh oh)
Because of you (uh uh oh uh uh oh)
I remember you (uh uh oh uh uh oh)
I need you, to you back to you

When I try to empty my heart towards you, it doesn’t erase
I only need you, only you I need

Don’t you tell me why
Don’t let me down
The memories with you keep coming up
I can’t forget ( I can’t erase)

I wonder if you think of me sometimes
You bad person

Tell me I can go go go Back to you you you you
I can’t live on with you true true true
I need you, to you back to you

Come back to you (uh uh oh uh uh oh)
Because of you (uh uh oh uh uh oh)
I remember you (uh uh oh uh uh oh)
I need you, to you back to you

I probably can’t even measure up to the wind that blows by ah ah
Even if you left me coldly, I don’t hate you
I keep drawing you back fervently
What is the use if I’m going to be hurting again
I say no more

Tell me I can go go go Back to you you you you
I can’t live on with you true true true
I need you, to you back to you

Come back to you (uh uh oh uh uh oh)
Because of you (uh uh oh uh uh oh)
I remember you (uh uh oh uh uh oh)
I need you, to you back to you

It’s so hard looking at you , who I used to be with be everyday, just in my dreams
At least if it was a nightmare, I would wake up and everything would be the way it was

“Jika dia selalu menyakitimu, untuk apa kau bertahan dengannya?”

“Aku hanya mencintainya.. hanya Kwon Yuri seorang, itu alasannya.”

“Kau tau apa babo? Sampai sekarang hal itu tidak berubah.” Jessica bergumam sambil memandangi foto Yuri dan kembali berjalan. Sepertinya Jessica akan terlambat latihan tapi dia tidak bisa menghubungi siapapun karena ponselnya tertinggal di apartemen. Terakhir dia mengirim pesan pada Taeyeon adalah sebelum berangkat tadi.

Sampai di sebuah persimpangan Jessica berhenti dan menunggu lampu penyebrangan berubah hijau. Minimarket yang ia tuju tepat berada di depan. Yuri berhenti berlari. Gadis tanned itu menunduk sambil memegangi lututnya. Nafasnya tersenggal, namun Yuri belum menyerah. Gadis tanned itu takkan menyerah jika yang mereka bahas adalah Jessica. Yuri mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mencoba menghubungi Jessica.

Tak ada jawaban tentu saja.

Jessica berjalan begitu lampu penyeberangan berubah hijau. Gadis blonde itu tidak sadar jika mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya. Pengemudinya sedang mabuk. Semuanya terjadi begitu cepat. Jessica merasakan tubuhnya terhempas ke pinggir jalan dan saat Jessica berbalik Yuri sudah tergeletak tak sadarkan diri di tengah
jalan. Gadis tanned itu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Jessica.

“Andwee!!!”

“Yuri-ah ireona!! Ireona jebal..”

“Jebal.. kajima.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Oppa aku tau kau membenciku tapi tolong aku untuk menyerahkan ini pada Sica. Aku takut tidak sempat melakukannya.”

“Apa maksudmu?”

“Kumohon. Hanya oppa yang bisa ku percaya.”

“Mianhe.” di dalam video yang sedang Jessica tonton Yuri tersenyum sambil menangis namun Yuri buru-buru menghapus airmata itu dengan ibu jarinya.

“Aku memang bukan kekasih yang baik. Aku selalu membuatmu menangis dan aku selalu bersikap kekanakan. Maaf jika aku sering menyakitimu Sica-ah. Ah, jika kau menonton ini itu berarti Donghae oppa sudah memberikan rekaman ini padamu. Aku mungkin sudah tidak ada disana, iya kan?”

“Uljima. Hapus airmatamu Sica-ah. Sungguh kau sangat jelek saat menangis dan mataku sakit melihatnya jadi jangan menangis lagi. Jangan jika itu karenaku.”

“Kau pasti bertanya benda apa yang ada di belakangku, iya kan?” Yuri tersenyum jahil. Gadis tanned itu beranjak dari tempatnya duduk.

“Happy Birthday Jung Sooyeon~ sekarang kau sudah satu tahun lebih tua dariku huh? Aku akan terus mengatakan kau lebih tua karena aku tau kau tidak suka mendengarnya ahahahaha :D” ucap Yuri sambil merekam kue ulang tahun yang ia buat untuk Jessica.

“Sebagai informasi saja wajah ngambekmu sangat menggemaskan. Aku suka tapi tetap wajah tersenyummu yang nomer satu.” Ucap Yuri sambil tersenyum jahil.

“Maaf aku tidak ada disana.” wajah jahil gadis tanned itu kembali berubah serius.

“Ya!! Bukankah sudah kubilang jangan menangis? Mataku jadi sakit.” Yuri menutup matanya dan membuat Jessica yang tengah menonton video itu tertawa kecil.

“Suara tawamu terdengar lebih baik.”

“Jung Sooyeon kau tau kan aku selalu mencintaimu? Kau mau berjanji padaku? Jika aku tidak bisa bersamamu lagi kau harus mencari orang lain, walaupun aku yakin sulit mencari orang yang lebih tampan dariku tetap saja kau harus mencari orang yang lebih baik, arra?”

“Sicababy aku mencintaimu. Dulu, sekarang, dan selamanya.”

Video Yuri sudah berakhir. Jessica menghapus airmatanya.

“Babo! Aku juga mencintaimu seobang jadi kau tidak boleh meninggalkanku. Kau harus bangun! Banyak yang ingin kukatakan padamu. Aku juga ingin marah padamu karena sudah membuat video seperti video perpisahan seperti itu. Kau harus bangun Kwon Yuri! Kau berhutang banyak padaku.” Jessica berkata sambil menggenggam erat tangan Yuri yang juga belum sadarkan diri sejak kecelakaan hari itu.

When you said you’re sorry
I want to pretend I didn’t hear it
It might not be the kind of goodbye people say when they’re never seeing each other again

A good bye that shouldn’t happen, with that kind of sad and unfamiliar face
Hug me, then you might change your mind
I try making the face that you used to like
But my face keeps getting ugly with tears flowing down
So I can’t even look at you

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selama Yuri belum sadar Jessica selalu berada disisinya. Berharap dialah orang pertama yang akan Yuri lihat saat gadis tanned itu membuka matanya. Dan sepertinya hari itu doa-doa Jessica terjawab. Yuri perlahan balas menggenggam tangannya saat Jessica bicara padanya. Kelopak mata gadis tanned itu juga bergerak-gerak seperti berusaha membuka.

Jessica tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya. Setelah menekan tombol di samping ranjang Yuri, Jessica lantas mendekatkan kepalanya dan berbisik pada gadis tanned tersebut.

“Seobang aku disini.” ucap Jessica, airmatanya keluar.

Yuri perlahan membuka matanya. Pandangannya buram dan membuat Yuri harus mengerjap beberapa kali.

“Seobang kau bisa melihatku?” tanya Jessica lagi. Yuri mengangukkan kepalanya lemah. Ruangan ini masih terasa asing untuknya tapi gadis ini….

“Nuguseyo?” pertanyaan Yuri membuat Jessica terpaku.

“A-aku Jessica. Apa kau tidak mengenalku?” Jessica menggigit bibir bawahnya seraya berusaha tersenyum. Yuri masih memandangnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

Perlahan gadis tanned itu mengangkan tangannya yang bebas lantas menghapus airmata di pipi Jessica. “Uljima. Kau terlihat jelek saat menangis Sicababy.”

Walau ruangan tempatnya berada saat ini terasa asing namun gadis yang tengah berdiri di sampingnya sama sekali tidak. Gadis yang sudah menemani Yuri selama hampir separuh hidupnya tersebut terlalu familiar untuk Yuri lupakan begitu saja. Yuri hanya bercanda.

“Babo! Kau membuatku ketakutan.” Jessica menangis tapi sama sekali tak menolak sentuhan yang Yuri berikan. Gadis blonde itu mencium telapak tangan Yuri yang kini ada di pipinya.

“Aku ingin memelukmu.” ucap Yuri suaranya hampir tak terdengar. Karena baru sadar keadaan Yuri masih sangat lemah. Jessica mendekat dan memeluk kekasihnya.

“Saranghae.”

“Nado.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

EPILOG

Dalam pelukan Yuri, Jessica terkekeh geli menyaksikan wajah frustasi manajer mereka. Keduanya tengah berbulan madu ke NY dan sang manajer memaksa melakukan Skype karena ingin membahas masalah penting.

“Bagaimana bisa kalian tertangkap basah?”

“Saat itu aku dan Yuri sedang shopping. Kurasa ada seseorang yang melihat kami berdua.” jawab Jessica enteng.

“Itu bukan salah Sicababy oppa.”

“Diam kau Yul!!” kesal manajer oppa lagi.

“Ya!!! Oppa!! Berani-beraninya kau membentak suamiku!!” Jessica menunjukkan ice glarenya dan membuat nyali sang manajer menciut.

“Kalian berdua memang sama saja.”

“Terimakasih. Kami memang serasi.” Jessica tersenyum karena menganggap komentar manajer oppa barusan sebagai pujian. Yuri tidak mengatakan apapun karena sedari tadi satu tangannya bermain di dalam piyama yang Jessica kenakan. Naughty seobang. Sang manajer pun tidak punya pilihan lain dan pergi.

Gantian sekarang wajah member-member SNSD lain yang memenuhi layar.

“Unnie!! Jangan lupa oleh-olehku ya?!” teriak Yoona semangat.

“Tentu Yoong sayang.” jawab Jessica.

“Bagaimana liburan kalian?” tanya Hyoyeon.

“Menyenangkan. Iya kan seobang?”

“Iya baby.”

“Iieewwwww jangan dibuat terlalu manis, aku tidak suka.” cibir Sooyoung. Tidak diragukan lagi -di belakang layar- Yuri dan Jessica selalu tampil mesra dan setelah menikah kemesraan keduanya bertambah berkali-kali lipat sampai Sooyoung merasa ia akan terkena diabetes karenanya. YulSic membuat orang lain iri saja -terutama TaeNy.

“Bilang saja kau iri Choi!”

“Aku iri? Tidak terimakasih.”

“Unnie!!” Seohyun akhirnya buka suara. “Sekarang itu lebih baik memikirkan bagaimana caranya agar orang lain tidak curiga lagi pada Yuri unnie dan Jessica unnie.”

“Nah, kalau untuk masalah itu kami serahkan pada kalian.” ucap Yuri semena-mena sambil memutuskan sambungan.

“Mereka itu memang merepotkan saja.” Sunny berdecak kesal.

“Tenang semuanya aku punya ide.” ucap Taeyeon tiba-tiba. Gadis pendek itu lantas memandang Sunny.
“Tapi aku butuh bantuanmu.”

Besoknya…

Svnnynight : introducing my boyfriend @yulyulk #taeparazzi

Akhirnya kedua danshin tersebut memutuskan untuk ‘mengcover’ YulSic dengan menggunakan Instagram.
.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END