Oh My Ghost (Part 1)

Posted: September 13, 2016 in ff snsd, gender bender
Tag:, , , , , ,

Tittle : Oh My Ghost
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Gender Bender, Drama, Supranatural
Lenght : Series
Cast :
Kwon Yul
Jung Sooyeon
Kim Taeyeon
Im Yoong
Cho Kyuhyun
Choi Sooyoung
Seo Juhyun
Kim Heechul
Lee Junho
Kim Shinyoung
Other Cast

Disclaimer : This is Soshi Version of Drama ‘Oh My Ghost’. The Drama belong to TvN. The Plot and The Cast is not mine. Just For Fun.

Part : 1

 

Hari yang melelahkan lainnya. Restoran tempat Sooyeon bekerja lagi-lagi disesaki pelanggan. Selama jam sibuk mereka memang selalu harus kerja ekstra, tidak ada waktu break, meski cuma setengah detik. Maklum saja restoran tempat gadis pemalu itu bekerja merupakan restoran pasta yang dimiliki chef terkenal, Kwon Yul. Pria tampan berpenampilan modis yang wajahnya sering muncul di televisi dan menghiasi surat kabar. Selain karena makanan disana enak, tentu saja status Yul menjadi faktor keberuntungan lainnya.

Sooyeon berjalan sambil terhuyung-huyung. Kalau saja tidak berhati-hati ia tentu akan menabrak orang lain. Matanya sudah terasa berat tapi ia tak bisa tertidur, bukan karena tidak mau tapi karena tidak bisa. Kenapa? Karena mereka.. alasan yang takkan dipercaya sebagian –besar- orang.

Sooyeon menggelengkan kepalanya beberapa kali sebelum melanjutkan langkahnya. Ia tidak boleh tumbang, setidaknya sebelum sampai ke rumah.

Sama seperti Sooyeon yang tak bisa tidur, Seoul juga nampaknya tak bisa tertidur. Setiap hari ada saja yang terjadi di kota besar itu. Tak jarang hal aneh dan tak masuk akal. Dua ambulan berjalan dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang ramai. Sesampainya di depan sebuah rumah sakit, petugas mendorong brankar melewati lobi menuju ruang gawat darurat. Seorang pria berusia 25 tahunan terbaring diatas sana setelah ditemukan pingsan di dalam mobilnya.

“Bagian vitalnya tidak stabil bahkan suhu tubuhnya 25 derajat celcius.” Jelas petugas yang membawanya dari lokasi kejadian. Dokter yang mendengarnya terheran-heran. Pasalnya kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Sejak gelombang panas dimulai, sudah tak terhitung lagi berapa pasien yang ditemukan dengan gejala serupa.

Karena tidak ada penjelasan medis, akhirnya para dokter berspekulasi. Mulai dari penyakit pandemic seperti virus Ebola sampai efek samping obat-obatan terlarang. Namun, belum ada satupun yang terbukti kebenarannya.

Sementara itu di kantor polisi. Beberapa polisi yang menangani kasus yang bersangkutan juga tak menemukan petunjuk yang berarti, kecuali satu. Sebelum pingsan, semua korban biasanya selalu bersama wanita. Mereka sudah menyelidiki segala sesuatu tentang wanita itu dan mereka mendapati wanita-wanita yang pernah bersama korban tidak saling berhubungan satu sama lain.

“Hanya ada satu persamaan wanita-wanita itu, mereka semua cantik dan seksi.” Ujar Eunhyuk. Leeteuk hampir melempar sumpit yang dipegangnya kearah laki-laki mesum tersebut. Disaat seperti ini hoobae-nya masih bisa mengatakan hal-hal yang tidak penting sama sekali.

“Kita pasti bisa menemukan pelakunya.” Kata Leeteuk kemudian, karena ia yakin si pelaku bukan hantu atau semacamnya. Atau mungkin pelakunya memang hantu?

***

Di dalam mobilnya seorang pria tengah mencumbu seorang gadis dengan mesra. Disaat pria itu menjelajahi tubuh si gadis dengan jari-jarinya, wanita itu balas melingkarkan tangannya di leher si pria. Membalas ciuman lelaki itu tak kalah agresif. Desahan wanita diatasnya semakin membuat si pria bernafsu, juniornya berdiri. Sang wanita tersenyum, mungkin kali ini ia berhasil namun senyumannya hilang begitu pria itu tiba-tiba sesak nafas dan akhirnya tak sadarkan diri. Gagal lagi.

Kini si wanita sexy berdiri di pinggir jalan. Setelah melihat ambulan yang membawa pria-nya pergi ia mengeluh kesal. Mungkin karena mereka harus selesai sebelum mencapai klimaks. Sesaat kemudian sebuah roh keluar dari tubuh wanita cantik itu. Dan berlalu pergi meninggalkan wanita yang kebingungan. Kenapa ia ada disini dan apa yang dilakukannya disini? Si wanita tidak ingat apapun.

Si hantu yang sebelumya merasuki tubuh wanita itu pun berjalan pergi melewati orang-orang yang menembus tubuhnya. Tidak hanya sampai disitu, bunga-bunga yang dilewatinya juga mendadak layu.

Jika ada yang bertanya siapa roh itu? Namanya Taeyeon. Ia adalah hantu perawan. Hantu yang memiliki dendam paling getir diantara semua hantu. Bayangkan betapa menyakitkannya mati sebagai perawan? Menolak undangan masuk surga dan malah bergentayangan di ‘dunia lain’ ini. Di dunia hantu ia terkenal sebagai pembenci wanita dan berperangai buruk. Tapi dibalik semua itu ia hanya berharap untuk dimengerti. Ya, ia adalah roh yang penuh penyesalan, menyedihkan dan amat sangaaattt bosan.

Malam itu ada satu orang yang menarik perhatian si hantu. Satu orang yang tidak menembus tubunya. Satu orang yang berhenti dan minta maaf karena hampir menabraknya. Satu orang yang entah bagaimana, ia yakin, bisa melihatnya.

Jung Sooyeon.

***

Siang hari, disaat udara benar-benar panas, entah kenapa orang-orang masih mau bersiliweran di jalanan.

Seorang wanita memulai tugasnya sebagai DJ dengan mengumumkan hal-hal apa saja yang sebaiknya mereka lakukan di musim panas ini. Misalnya menonton film horror.

“Itu karena kudengar hantu itu… dingin.” DJ Sunkyu terkekeh sebelum kembali bercerita.

“Para pendengar semua, menurut buku yang pernah saya baca. Walaupun kebanyakan orang menganggap hantu itu bergaun putih, berambut hitam panjang, dan hanya tinggal di rumah kosong tetapi sebenarnya hantu ada dalam kehidupan sehari-hari. Bisa jadi sekarang ada disisi kita dan mengatakan hal-hal yang biasa dikatakan manusia.”

”Hari ini cerah sekali.” Taeyeoon berkata sambil berjalan di tengah para pria. Tiga orang pekerja kantoran yang sedang mencari tempat untuk makan siang. Pria pertama berpikir di hari yang panas seperti ini makan mie dingin merupakan pilihan yang bagus. Mereka masih mendiskusikan mau makan apa dan si hantu perawan langsung iku-ikutan bicara. Pada akhirnya pria kedua dan pria ketiga setuju dengan pilihan pria pertama sementara Taeyeon tetap ingin makan nasi.

“Rakyat Korea mendapatkan kekuatan dari nasi.” Sambungnya berapi-api, ia masih berusaha menyemangati mereka untuk makan nasi tapi ketiga pria itu tidak memperdulikannya –karena Taeyeon memang tidak ada disana. Bahkan dengan santainya mereka berjalan menembus tubuh Taeyeon.

Taeyeon langsung menggerutu kesal. “Seharusnya kalian mengikutsertakanku. Aku ingin ikut cuci mata tapi kalian tidak memberiku kesempatan. Kalian pikir kalian itu hebat hanya karena kalian tampan?!”

Taeyeon yang duduk di salah satu bangku taman nampak sangat frustasi karena tak bisa menyentuh sebuah tutup minuman kaleng. Sebenarnya masalahnya bukan pada benda itu tapi lebih pada hidupnya. Kadang-kadang Taeyeon iri pada manusia yang hidupnya selalu sibuk. Selalu punya sesuatu untuk dikerjakan, selalu ada orang untuk diajak bicara, selalu ada orang yang khawatir pada mereka. Sementara ia sendiri? Selain namanya, Taeyeon tidak ingat apapun. Tidak keluarganya, dan tidak juga bagaimana ia berakhir sebagai arwah penasaran.

Taeyeon kembali mencoba menyentuh benda itu tapi tetap tak bisa. Untung saja Taeyeon melihat seorang bayi yang bisa melihatnya, semua bayi memang bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang dewasa. Moodnya langsung membaik. Taeyeon mengajak bayi cantik itu bermain.

Tiba-tiba sebuah bola basket melayang ke arah Taeyeon dan si bayi duduk. Melayang tepat ke arah si bayi. Refleks, Taeyeon mengulurkan tangannya dan mementalkan bola itu ke samping sebelum mengenai si bayi. Ibu si bayi yang sedari tadi asik dengan teleponnya langsung berlari kearah anaknya dengan cemas. Beberapa remaja laki-laki yang sedang bermain basket pun ikut berlari kesana dan meminta maaf karena kecerobohan mereka. Di tengah suasana kacau itu, Taeyeon terpaku. Apa yang baru terjadi? Kenapa ia mendadak bisa menyentuh bola itu? Keajaiban?

Kejadian itu sudah lama berlalu namun Taeyeon masih diam disana. Kini ia berbaring diatas bangku taman sambil memandangi langit biru. Langit biru yang begitu tinggi. Seperti yang dikatakan Taeyeon sebelumnya, langit benar-benar cerah, awan seperti tidak tega untuk mengotori langit yang sedang berusaha Taeyeon gapai dengan tangannya.

“Booossaaaannnn… ah, lebih baik aku pergi ke pemakaman untuk makan.”

***

Sun Restaurant

Pelanggan hari ini tidak begitu banyak, meski begitu beberapa koki tetap berada di dapur untuk mengerjakan sesuatu. Sesuatu yang berguna tentu saja, bukan hanya bicara dan mengomentari orang lain seperti yang dikerjakan Sooyoung. Asisten koki yang sangat cerewet dan suka sok berkuasa jika tidak ada chef. Selain banyak bicara, Sooyoung juga senang sekali mendapat pujian. Terutama soal wajahnya yang awet muda, saking awet mudanya ia sering sekali disangka murid SMA.

Sooyoung mengambil sumpit dari tangan Heechul dan menunjukan cara mengaduk saus yang benar. Sooyoung benar-benar melakukannya dengan cara yang begitu menyebalkan dan membuat pria berwajah tua –Heechul- menghela nafas untuk menahan kekesalannya. Jika diibaratkan kata, Heechul dan Sooyoung adalah antonim. Heechul yang berusia lebih muda justru memiliki wajah yang lebih tua. Tapi menurut Sooyoung itu adalah sebuah keberuntungan, karena wajah Heechul akan mencegah orang-orang berbicara informal padanya.

Seperti biasa di dapur itu hanya Yoong yang takkan terpengaruh oleh keributan yang ditimbulkan Sooyoung. Hanya Yoong satu-satunya orang yang bisa mengacuhkan Sooyoung secara terang-terangan.

Beberapa saat setelahnya, tercium bau gosong yang sontak membuat semua orang panik. Mereka semua langsung keluar dan mendapati Jung Sooyeon –asisten dapur- malah tertidur saat bekerja dan membuat sausnya hangus. Sooyeon langsung ketakutan dan meminta maaf tapi Sooyoung tidak menerima permintaan maafnya dan terus mengomel.

“Aku benar-benar akan memecatmu!” kesal Sooyoung. ”Kau pikir restoran siapa yang coba kau bakar?”

“Bukan restoranmu kan?” Yul tiba-tiba datang sambil tersenyum dan melihat sekeliling. Banyak sekali asap di sana, Yul sampai merasa kalau dia sedang berada di Hiimalaya.

Sooyoung yang sebelumnya bersikap sok bossy pun menelan ludahnya dengan gugup. Ini semua karena Jung Sooyeon, Sooyoung mengawasi wanita itu sepanjang waktu dan saat ditinggal beberapa menit Sooyeon sudah membuat kekacauan. Kali ini ia yakin, bukan hanya Sooyeon tapi ia pun akan mendapat masalah besar.

Sooyoung hanya bisa tertunduk saat Yul memarahinya. Sooyoung dimarahi karena sebagai sou chef, Sooyoung malah menyerahkan urusan membuat saus kepada orang seperti Sooyeon.

“Maaf chef ini salahku.” Sooyeon kembali meminta maaf namun Yul tak memperdulikannya. Ia tetap memarahi Sooyoung. Yul mendorong-dorong perut Sooyoung dengan sumpit besar yang sebelumnya ia gunakan untuk mengolok-olok bosnya. Sementara Sooyoung yang sudah di dorong kebelakang kembali maju ke depan seperti yoyo.

Setelah Yul pergi, Sooyoung tak dapat menahan diri lagi untuk tidak melampiaskan kekesalannya pada Sooyeon. Ia membawa gadis itu ke bagian belakang restoran.

“Usiaku hampir 30-an dan aku dimarahi seperti anak kecil. Ini konyol sekali!”

“Jung Sooyeon kenapa kau harus tertidur saat bekerja? Kenapa kau tidak tidur malam hari saja? Wae? Wae? Wae?!”

Sooyeon cuma bisa menundukkan kepalanya.

***

Saat sedang membersihkan panci yang gosong karena ulahnya, lagi-lagi Sooyeon tak bisa menahan kantuknya. Menyadari ia tidak boleh tertidur lagi, Sooyeon menggunakan obat tetes mata tapi malah membuat matanya perih. Saat ia berusaha membuka matanya, sesosok bayangan hitam melintas di depannya. Meski hal seperti itu bukan sesuatu yang baru baginya, Sooyeon tetap saja selalu ketakutan.

Jung Sooyeon memang terlahir dengan kemampuan yang tidak dimiliki orang lain. Kemampuan yang sama seperti yang dimiliki neneknya. Kemampuan yang membuatnya tertekan. Kemapuan yang membuatnya terus-terusan melihat hal-hal menakutkan dan membuatnya sering tak bisa tidur di malam hari.

Di depannya sudah tak ada apapun tapi Sooyeon tahu sosok itu belum pergi. Ia bisa merasakan keberadaannya. Sesuatu yang dingin merayap di pundak kirinya. Sooyeon memejamkan mata dan berdoa dengan tangan gemetar. Beberapa saat setelah hantu itu pergi, Sooyeon baru bisa bernafas lega.

***

“Yeobuseyo halmeoni?” Sooyeon mengangkat teleponnya. Entah kenapa, seperti di hubungkan oleh sesuatu, neneknya sering sekali menelepon saat Sooyeon butuh seseorang untuk bicara. Sejak kecil nenek merupakan satu-satunya orang yang selalu menjaganya. Satu-satunya orang yang berdiri di pihak Sooyeon saat kebayakan orang diluar sana menganggap gadis itu aneh karena kemampuan yang dimilikinya.

Meski begitu, saat telah dewasa Sooyeon sadar ia tak dapat terus-menerus membuat wanita tua itu mengkhawatirkannya.

“Ada apa dengan suaramu? Apa kau baik-baik saja?” Tanya wanita tua di seberang sana cemas. Sooyeon menahan nafas dengan mata berkaca-kaca.

“Gwenchana.”

“Apa sekarang kau bisa tidur?”

“Ne halmeoni, aku tidur dengan nyenyak.’

“Syukurlah. Apa sekarang para hantu masih menganggumu?”

“Aniyo. Mereka tidak pernah datang lagi akhir-akhir ini.”

Nenek Jung langsung lega mendengarnya. Bagaimanapun ia tak ingin cucu kesayangannya hidup dengan menjadi dukun seperti dirinya.

“Jangan lupa untuk membakar dupa di kamarmu, arraseo?’

“Ne halmeoni.”

***

“Oppa kau mulai lagi.” Seohyun tertawa diatas kursi rodanya sementara Yul yang duduk di depannya sambil minum kopi tak mau berhenti. Laki-laki itu terus saja menyombongkan dirinya –dengan nada bercanda. Tentang dirinya yang sangat tampan, pintar memasak, jenaka dll.

“Baiklah-baiklah.” Seohyun menyerah, ia memang tidak bisa melawan kakaknya jika sudah seperti ini. “Tapi aku heran kenapa Yul yang sangat ramah ini malah bersikap tidak bersahabat pada dua orang wanita?”

Yul menautkan kedua alisnya. “Nuguya?”

“Sooyeon-ssi.” Jawab Seohyun. “Dia jadi semakin takut-takut sejak oppa jahat padanya.”

“Dia hanya tidak cukup bagus. Siapa yang satunya?”

Pertanyaan Yul terjawab saat ibu mereka datang. Yul langsung memasang wajah tak suka. Ia sama sekali tak bisa menyembunyikan fakta bahwa hubungannya dengan sang ibu tak terlalu baik.

“Eomma! Bukankah sudah kubilang jangan datang kemari lagi?” Yul menggerutu kesal.

“Apa kau merasa dipermalukan olehku? Kenapa aku tidak boleh datang ke restoran putraku sendiri?” protes ibunya.

Usia ibu Yul masih muda, masih terlalu muda untuk memiliki anak seusia dirinya dan sang adik. Setiap kali wanita itu datang kemari, pelanggannya selalu bergosip. Tak sedikit yang mengira jika wanita itu merupakan bibinya Yul tapi yang lebih parah dan membuat Yul merasa risih adalah, ada yang mengira jika sang ibu adalah kekasih gelap Yul yang usianya jauh lebih tua. Bukankah itu gila?

“Aku melahirkanmu saat aku berusia 19 tahun. Memangnya kenapa? Apa hidupku milik mereka?” Yeseul bertanya dengan suara lantang.

“Karena itu sebaiknya ibu menjalani hidup ibu saja. Kenapa datang kemari?”

“Wah, dia pasti diajari seseorang bagiamana cara bicara yang menyakitkan.”

***

Yul memutar bola matanya, tak habis pikir. Satu hal unik lagi dari ibunya. Meskipun wanita itu berpendidikan tinggi serta hidup di jaman modern, siapa sangka ia masih mempercayai segala sesuatu yang bersifat takhayul. Setelah kedatangan yang tak di harapkan wanita itu juga membawa sesuatu yang sama sekali tak Yul inginkan. Secarik kertas jimat yang sang ibu dapat dari dukun langganannya.

“Tahun ini sama sekali bukan tahun keberuntunganmu. Jika kau tidak memakai jimat ini maka aka nada hantu yang menempel padamu.” Jelas ibunya serius namun Yul malah tertawa padanya. Jujur saja Yul sama sekali tidak percaya adanya hantu. Meski begitu sang ibu tetap bersikeras, memaksa Yul untuk membawa jimat itu bersamanya.

Telepon Yul berdering. Ia bersyukur karena memiliki alasan untuk melarikan diri dari ibunya.

***

Taeyeon datang ke sebuah pemakaman dan langsung berkumpul di sebuah meja yang isinya hantu semua. Siapa sangka jika jiwa-jiwa tanpa jasad seperti ia dan teman-temannya masih butuh makan. Di dunia tak sedikit jiwa yang belum bisa pergi dengan tenang, entah karena belum waktunya atau karena mereka memiliki urusan yang belum selesai seperti Taeyeon.

Satu lagi yang menyebalkan tentang menjadi arwah penasaran, mereka akan mengenakan pakaian terakhir yang mereka pakai sebelum meninggal. Paman Min misalnya, pria itu masih berkeliaran sambil mengenakan baju rumah sakit, lalu ada juga Jisook yang hanya mengenakan baju renang. Konon ia meninggal di dalam kolam saat berlatih untuk ikut olimpiade, ironis sekali.

Ada satu lagi, sifat arwah penasaran ini dan sifatnya ketika masih hidup sepertinya sama saja. Yoonrae contohnya, seorang rocker yang meninggal karena overdosis, hantu yang hobinya membuat masalah dengan hantu lain.

Taeyeon menikmati makanannya dengan lahap. Saat Taeyeon menyapa Yoonrae dengan ramah, hantu itu malah membalas sapaan Taeyeon dengan sindiran tajam. Melihat cara makan Taeyeon, Yoonrae pikir Taeyeon pasti sangat kelaparan karena tidak pernah mendapatkan sesajennya sendiri. Lagipula jarang-jarang ada hantu dengan masalah ingatan seperti Taeyeon.

“Pasti itu akibat dari trauma karena mati mendadak. Kau tidak pernah mendapat sesajen sendiri dan tidak pernah berbagi sesajen, bukankah sebaiknya kau tidak makan sesajen milik hantu lain?”

“Ya! Bahkan anjing saja dibiarkan sendiri saat mereka makan?”

“Apakah kau pikir kau lebih baik dari seekor anjing?”

Taeyeon masih mencoba bersabar. Tujuannya datang kemari kan memang untuk makan, bukan untuk cari masalah. Tapi saat Yoonrae menyindir keperawanannya, emosi Taeyeon mulai tersulut.

“Kudengar kau masih suka merasuki tubuh wanita untuk merayu para pria. Wae? Karena kau tidak bisa melakukannya saat masih hidup?”

“Geumanhae!”

“Kau tau? Shinyoung ingin menangkapmu.”

Saat pertengkaran mereka mulai memanas, seorang ahjumma datang dan membuat hantu-hantu yang lain ketakutan dan berlarian menembus tembok. Taeyeon yang belum menyadari kehadiran ahjumma itupun terus berteriak untuk melampiaskan kekesalannya pada Yoonrae.

Begitu melihat ke samping, Taeyeon akhirnya sadar. Teman-temannya berlarian bukan takut pada kemarahannya tapi takut pada wanita tua berambut pendek ini. Siapa lagi kalau bukan Shinyoung yang mereka bicarakan. Dukun yang terkenal suka menangkap hantu dan memenjarakannya, terutama hantu pembuat onar seperti Taeyeon.

“Eonnie..” Taeyeon tersenyum bodoh. Sebelum Shinyoung sempat bertindak Taeyeon lebih dulu kabur. Suasana pemakaman itupun menjadi ricuh tatkala seorang ahjumma beretriak sambil berlari-lari. Ia mengejar Taeyeon tapi karena tak ada seorangpun –selain dirinya- yang bisa melihat hantu maka Shinyoung pun dianggap gila. Petugas keamanan berusaha mengamankan ahjumma yang terus mengayun-ayunkan tongkatnya tersebut. Sementara para pelayat dibuat bingung melihat wanita paruh baya yang terus mengejar-ngejar udara kosong tersebut.

“Lepaskan aku! Aku bukan orang gila.”

Taeyeon berlari secepat mungkin menuju jalan raya tapi ternyata Shinyoung mampu mengejarnya. Benar-benar ahjumma yang penuh energi. Untung saja Taeyeon seorang arwah, rasa lelahnya sudah lama mati bersama jasadnya. Meski begitu ia tidak bisa terus seperti ini. Kalau sampai tertangkap, kecil kemungkinan Taeyeon bisa melarikan diri.

Taeyeon melompat ke dalam bis, tapi Shinyoung tidak menyerah dan terus mengejarnya menggunakan taksi.

Taeyeon melompat turun di tengah jalan dan berlari sampai ke sebuah gedung. Di depannya banyak orang mengantri, mungkin sedang acara fansign atau semacamnya. Entahlah, Taeyeon tidak peduli. Dalam pandangannya yang serba hitam putih, Taeyeon berusaha mencari seseorang yang ‘berwarna’. Seseorang yang memilki kemungkinan dapat dirasuki. Ia menemukan satu dan langsung merasukinya tanpa berpikir.

Sementara itu Shinyoung nampak kebingungan karena tidak bisa menemukan Taeyeon dimanapun.

Wanita berkemeja yang berdiri beberapa meter di depan Shinyoung tesenyum. Taeyeon bersembunyi di dalam tubuh wanita itu, dan ia berhasil mengelabui sang dukun. Antrian yang mengular itupun bergerak, dan dengan santai Taeyeon berjalan memasuki gedung.

Tepat saat itu, Yul tiba di gedung yang sama untuk menemui kenalannya. Saat Yul melewati tubuh yang dirasuki Taeyeon, seketika itupun roh Taeyeon keluar. Taeyeon panik dan berusaha masuk kembali, anehnya ia malah terpental. Shinyoung melihat Taeyeon dan berhasil menangkapnya. Ia langsung menyeret Taeyeon sambil berteriak-teriak. Aksinya tentu saja jadi tontonan heboh. Meski begitu Shinyoung tidak memperdulikan orang-orang yang melihatnya dengan pandangan aneh.

***

Sementara menunggu Victoria Song yang belum datang, Yul meraba saku blazernya untuk mengambil ponsel. Seperti kebanyakan orang, ia tidak suka disuruh menunggu karena itu Yul berencana memainkan ponselnya untuk mengusir bosan. Namun, bukannya menemukan ponsel Yul malah mendapati secarik kertas, jimat yang beberapa saat lalu di bawa ibunya. Yul berdecak sebal, benda ini pasti diselundupkan diam-diam oleh ibunya. Tanpa berpikir dua kali Yul meremas jimat itu dan membuangnya.

“Yul-ah!” Yul menoleh dan mendapati Victoria tersenyum sambil melambaikan tangannya. Wanita tinggi yang berprofesi sebagai produser itupun mengajaknya duduk.

Yul balas tersenyum pada wanita yang sudah menjadi sahabatnya sejak kuliah tersebut.

Victroia mengajaknya berbincang, dan seperti dugaan Yul alasan Victoria mengajaknya bertemu karena ia punya permintaan. Victoria menawari Yul untuk ikut dalam episode pertama acara barunya –acara memasak- bersama Chef Shindong.

“Sayang sekali aku tidak bisa.”

“Wae?” Victoria tampak kecewa.

“Aku mungkin akan mempertimbangkannya kalau acara itu jadi acara regular. Lagipula, saat ini restoranku lebih butuh perhatian.” Yul memberi alasan, Victoria mengangguk mengerti. Sejak awal ia memang tahu, mengajak Yul bergabung bukan perkara mudah.

Sementara itu, setelah terus menerus diseret, Taeyeon akhirnya sampai di apartemen Shinyoung. Saat Shinyoung ingin memasukan password di pintunya Taeyeon terus saja melihat.

“Palingkan wajahmu!” ucap Shinyoung galak. Taeyeon mendengus sebal, apa Shinyoung lupa jika Taeyeon mencoba keluar bukan sebaliknya.

Pintu apartemen terbuka.

“438114.” Diam-diam Taeyeon mengintip dan mengingat passwordnya dengan benar. Meski begitu Shinyoung tak peduli karena ia berencana mengganti password pintunya setelah ini.

Dinding apartemen wanita itu penuh dengan tempelan jimat. Taeyeon langsung terjatuh dan berguling di lantai, kesakitan. Shinyoung memutar kedua bola matanya lalu dengan santainya menendang Taeyeon.

“Berhenti berakting! Jimat-jimat itu takkan menyakitimu. Mereka hanya menjaga agar kau tidak bisa pergi.”

Taeyeon berdiri sambil menggerutu. “Kenapa kau menangkapku?”

“Kareana kau merasuki orang-orang dan membuat para pria pingsan. Ribut sekali di atas sana. Mereka tidak akan mau menunjukkan keberuntunganku lagi kalau aku tidak megurungmu.”

“Lalu apa yang harus kulakukan? Aku menyukai pria.”

“Tentu saja, kau kan hantu perawan. Walaupun begitu, apa kau akan terus merasuki tubuh manusia untuk menggoda para pria yang tidak akan bisa kau miliki?”

Setelahnya, dengan nada sinis Shinyoung memberitahu Taeyeon bahwa usahanya tidak akan berhasil karena tidak ada pria di luar sana yang bisa tahan dengan hawa dingin hantu. Taeyeon tidak percaya, dia pernah dengar ada pria yang kuat. Shinyoung langsung tertawa, karena pria seperti itu hanya ada satu diantara sejuta. Kemungkinan Taeyeon untuk menemukannya kecil sekali.

“Aku tetap harus menemukannya! Eonnie kau tau kan kalau aku akan menjadi roh jahat jika sudah melewati masa 3 tahun sebagai hantu?”

“Karena itulah, sebelum hal itu terjadi kau harus bisa menyelesaikan dendammu. Akhiri saja perasaanmu ini, lupakan dendammu, temukan kedamaian dan pergi ke surga. Kalau kau terus seperti ini bisa-bisa terjadi sesuatu yang salah.” Shinyoung menasihatinya. Taeyeon terdiam saat nada bicara ahjumma itu berubah lembut.

“Jika kau masuk ke dalam tubuh yang memiliki frekuensi yang cocok denganmu, kau akan terperangkap dan tak bisa keluar lagi.” Memikirkan hal itu membuat Shinyoung langsung menangis sedih. Taeyeon terharu melihat airmata ahjumma yang mencemaskannya. Sudah lama sekali Taeyeon tidak melihat oranglain menangis untuk dirinya. Ia bahkan tidak tau, apakah saat ia meninggal seseorang menangis untuknya, apakah seseorang merasa kehilangannya, apakah saat ini ada orang yang masih merindukannya atau apakah Taeyeon punya seseorang yang benar-benar peduli padanya.

“Kurasa menyenangkan juga memiliki seseorang yang mencemaskanku. Dan juga, rasanya menyenangkan juga memiliki seseorang untuk diajak bicara.” Ujar Taeyeon.

Shinyoung langsung memeluk gadis itu dengan perasaan sedih. Namun, begitu melepaskan pelukannya Shinyoung malah tertawa. Karena ternyata dengan liciknya, ia memanfaatkan sesi pelukan tadi untuk mengalungkan sebuah kalung yang penuh lonceng di leher Taeyeon.

“Apa-apaan ini? Apa ini? Memangnya aku ini kucing atau anjing?”

“Aku memakaikan kalung itu karena aku tidak percaya padamu.”

Taeyeon berusaha melepaskan kalung itu tapi begitu menyentuhnya tangannya langsung kesakitan.

“Tidak perlu repot-repot mencoba karena hanya aku yang bisa menyentuh dan melepaskannya.” Shinyoung tertawa penuh kemenangan.

***

Di restoran Sun, para pekerja mulai sibuk menyiapkan segala sesuatu sebelum restoran buka.

“Kurasa malam ini kita akan sibuk, bagaimana kalau makan malam lebih awal?” usul Sooyoung yang kembali bertingkah bossy. Ia mengusulkan untuk makan nasi, mengingat Chef yang tidak suka makan nasi, Sooyoung merasa terjajah karena setiap makan malam terpaksa harus makan mie. Malam ini Yul belum kembali jadi Sooyoung pikir ini adalah kesempatan bagus untuk memerdekakan perutnya.

“T-tapi Sou chef, bagaimana kalau chef datang?” Heechul ragu, ia benar-benar tidak ingin terlibat masalah.

“Biar saja, memangnya karena chef tidak suka nasi lalu kita tidak boleh makan? Chef tidak berhak memaksakan kehendaknya.” Ujar Sooyoung berapi-api.

“Bukankah chef memang tidak pernah memaksa kita makan mie?” Yoong tiba-tiba berkata dengan gaya cueknya. Semua yang dikatakan Yoong memang benar, Yul tidak pernah memaksa, para karyawan saja yang ikut-ikutan makan mie. Atas nama solidaritas.

“Sooyeon-ah pesankan bibimbap untuk kami.” Perintah Sooyoung pada Sooyeon yang masih ragu-ragu. Belum sempat gadis pemalu itu memesan, Yul lebih dulu datang.

“Semuanya apa kalian sudah makan malam? Ayo kita buat mie.”

“Yes chef!” jawab semuanya serentak. Dan sejak detik itu tak ada satupun dari mereka yang membicarakan nasi. Sepertinya hari ini perut Sooyoung belum saatnya lepas dari penjajahan.

***

Selesai makan malam, Yul mengajak semua anak buahnya untuk memeriksa persediaan makanan yang baru datang. Dimulai dari ikan salmon yang di beli pagi ini. Ikan dengan ukuran super besar itu diletakkan diatas meja, sementara Yul mulai mengirisnya menjadi dua bagian. Memeriksa apakah kualitas ikan itu bagus atau tidak. Sebagai seorang chef, selain bisa memasak kita juga harus bisa memastikan kualitas dari bahan makanan yang akan di olah baik. Kenapa? Karena hal itu akan mempengaruhi cita rasa dari makanan yang akan dibuat.

Yul mendesah kecewa begitu menemukan banyak sekali duri di dalam ikan yang mereka beli. “Sooyoung-ah kembalikan ikan ini dan katakan pada mereka kita tidak akan berbisnis lagi dengan mereka jika mereka masih menjual ikan seperti ini.”

“Yes chef! Haha.. aku memang paling suka jika disuruh menggertak.”

“Hapus tuna dari menu hari ini.” Perintah Yul sambil berpikir, meskipun kesal Yul tau ia tidak boleh mengecewakan pelanggan mereka. “Junho-ya apa persediaan kerang kemarin masih ada?”

“Masih banyak chef.”

“Apa bayamnya juga masih ada?”

“Yes chef!”

“Baiklah kita ganti menu special hari ini jadi pasta seafood. Aku akan bertanggung jawab pada mie-nya, sisanya kalian yang urus.”

“Yes chef!”

Saat restoran dibuka, pelanggan mulai berdatangan, seketika itu pula Yul dan semua pekerja disana sibuk memasak berbagai pesanan.

Shinyoung tengah sibuk berdoa, sebaliknya dengan sengaja Taeyeon menganggunya dengan cara menyanyi dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Suara Taeyeon yang fals dan bunyi lonceng di lehernya sukses membuyarkan konsentrasi sang ahjumma.

“Diamlah!”

“Shireo shireo~ aku tidak akan diam sebelum kau melepaskanku.”

Karena sudah tak tahan lagi, Shinyoung pun memukul kepala Taeyeon. Taeyeon langsung berteriak kesakitan dan di saat yang sama, Sooyeon yang sedang mencuci piring juga merasa kepalanya tiba-tiba sakit.

Waktu cepat berlalu rasanya, tak terasa sekarang waktunya restoran tutup. Sooyoung mengajak Yul minum-minum tapi Yul menolak ajakannya. Diam-diam Sooyoung malah senang Yul menolak ajakannya, karena sebenarnya ia tidak mau pergi bersama bos yang menyebalkan itu.

Sooyeon sebagai satu-satunya wanita yang bekerja disana masih membersihkan dapur. Awalnya Sooyeon hendak masuk ke kamar ganti tapi melihat para laki-laki masih disana, refleks ia keluar lagi. Untung saja tidak ada seorangpun yang menyadari kehadirannya karena mereka semua masih fokus mendengarkan gerutuan Sooyoung. Pria itu yakin, meskipun restoran mereka laris manis, Yul takkan berbaik hati menaikkan gaji mereka. Kenapa? Karena Yul hanya baik pada adiknya saja.

“Seohyun itu bukan adik biasa, dia berbeda. Dulu dia sangat ceria. Dia kehilangan kakinya dalam sebuah tabrak lari, menurutmu bagaimana perasaan chef melihat adiknya?” ujar Junho.

“Karena itulah orang bilang surga adil padanya. Dia punya kakak yang hebat dan suami yang baik sebagai ganti kakinya.” Jawab Sooyoung. Kata-kata kasarnya langsung membuat semua orang menatapnya dengan tajam.

“Wae? Apa aku salah bicara?” Sooyoung belum menyadari kesalahannya.

“Aku benar-benar tidak tahan dengan tingkah sou chef. Dia benar-benar merasa dirinya seorang raja. Telingaku rasanya panas tiap kali dia berbicara informal padaku.” Keluh Heechul. Sooyoung sudah lebih dulu pergi bersama Junho.

“Lalu kenapa kau berbohong soal usiamu saat wawancara?” Heran Yoong.

“Itu karena dengan usiaku yang sebenarnya, aku tidak akan diterima kerja dimanapun.”

Diantara semuanya, Yoong lah yang meninggalkan kamar ganti paling akhir. “Kami sudah selesai, kau bisa masuk sekarang.” Ucapnya sambil berlalu.

Rupanya Yoong satu-satunya yang tahu kalau Sooyeon sedari tadi bersembunyi untuk menunggu mereka selesai.

 

 

TBC

Komentar
  1. Uli Liu mengatakan:

    gue bukan orang yg hobi nonton drama apalagi nonton sinetron indonesia yg gak sudah sudah, jadi gue bener2 pure gak tau ceritanya dan gue baca ya alurnya bagus, dan gue suka karakternya sooyoung😄 dan juga scenenya taeyeon, hantu yg masih bisa makan wkwk

  2. bee... mengatakan:

    Taeyeon jadii hantu mesum amatt,,hehe
    Knpa yul gakk suka sooyeon???

  3. noviangale mengatakan:

    Waaa..tae jd hantu byun..(nggakjadihantuajabyun)ha..ha..😄😁

  4. @newbie1303 mengatakan:

    Wah ff baru ni….
    Taeyeon jd hantu yg kocak bngt… jd sica pny indra keenam ni bz liat hantu…
    D tunggu part selanjutnya…

  5. myjjung mengatakan:

    What ada ya hantu perawan penasaran pengen NCan,hahahaha

  6. ononyataeng mengatakan:

    Tae udah jadi hantu masih aja mesum dasar susah sembuh

  7. risnaw92 mengatakan:

    Taeng ngebet amat 😂 kasian dia,semua cowo gaada yg kuat..
    Gw ga ngikutin dramanya,tapi baca ini keknya seru…

  8. idom09 mengatakan:

    haha tae jd hantu perawan yg penasaran..msih chap.awal jd msih bnyak yg blum jelas…kyaknya seru nih…dtnggu nextnya…

  9. fitri226 mengatakan:

    q gk nonton drama nie. soal na gk suka ma pemeran cwok na…. tapi klo baca ff nie. . suka bnget ma karakter na yul…. tapi knp musti gender bender…. harus na yuri ja…..🙂
    oh iya.. thor… lanjutin ff yg lom kelar ea… please……

  10. mousekwon mengatakan:

    Hahhaha kocak bgt dah tae ga manusia ga hantu sma2 byun 😂😂
    Ada masalah apa sooyeon dgn Yul?
    Jujur blm pernah nonton drama ini..semoga bagus..ditunggu next chaptnya..fighting!

  11. rinli mengatakan:

    Taeyeon jd hantu perawan 😁😁😁 kasian banget. pasti nnt taeyeon masuk ketubuh sooyeon trus jatuh cinta sama yuri. Lanjut thor… Gw masih ngakak mikirin taeyeon 😂😂😂😂😂

  12. ByunYul_2122 mengatakan:

    Tae dimana2 emang selalu byun, wkwkwkwk
    Kenapa sooyeon juga sakit kepalanya saat kepala taeyeon di pukul?? Trus ada apa dengan yul dan sooyeon?? Jadi makin penasaran.🙂🙂
    Di tunggu next chap nya thor, gomawo 😁😁

  13. soneimagination77 mengatakan:

    Yulsic kame… Sooyoungah lu lawak… Ini keren sumpah

  14. Jenang judes yul poenya mengatakan:

    Thor,cara dapet PW bodiguard gimana??

  15. namida sigumakamada mengatakan:

    Ff ini adaptasi dari Drama apapun itu gue gk tau. karena gue bukan seorang fanatik drama jd gk semua gue tau. Jd gue nikmatin ff-nya ajalah. Walopun genben lol
    Itu taeyeon beracun ato gmn dah bikin pria2 pingsan. Lg jd hantu kok nafsu amat tae ahahaha
    Yul-nya keren. Si sooyeon ini kasian,punya indra ke 6 tp masih ketakutan. tp kayaknya dia bakal terhubung sama tae. Dan gue mencium bau2 yoonyul d chap pertama wkwkwk

  16. Wolverine mengatakan:

    Eh looo.. Ini gue al, pake twitter baru dan id baru inisialnya samaa.. Kemana ajaaa kangeun beud gakuat wkwk, ngobrol yoo di dm wkwk
    Btw ffnya asik, rame, sukaa :)))

  17. tuYUL_SICk mengatakan:

    thor baru nongol owe.. asiiik ff baru dr drama favorit gw jg.. elah yg jd hantu’a taeyeon wkwk

  18. Kopen mengatakan:

    Bingung bacanya.. tp bagus geh..

  19. Kopen mengatakan:

    Bagus daaaa

  20. byun913 mengatakan:

    Udh mati aja byun apalgi masi hidup…
    Klau smpek taeng ngerasuki sooyeon trus goda2 yul pasti ajib..

  21. vidy512 mengatakan:

    Halo~ long time no see(?).. hahahaha.. ahh.. Aku juga nonton Drama Oh My Ghost!!!😄 . Btw ga salah tuh TY yg jd hantu nya? Ku kira bakalan Hyoyeon yg jd hantu! Tp gpp sih TY yg jd hantu.. lol. Sip! Dilanjut terus ya ff nya, jangan di telantarin!😄 *ga sadar diri bgt gue ya? Lol*

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s