Honesty (YulSic/Part 10)

Posted: Februari 20, 2016 in ff snsd, yulsic
Tag:, , , , ,

Tittle : Bodyguard
Author : RoyalSoosunatic
Lenght : Chapter
Genre : Yuri (girl x girl), Drama, Romance
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung and Other Cast

Inspired by Drama Boys Before Flower

Part 10
.
.
.
.
.

Payung-payung warna-warni mengembang layaknya jamur di musim hujan. Butiran-butiran salju menghantam jendela Lovely Day sore itu tanpa ampun. Di jalanan yang dapat Jessica lihat dari tempatnya berdiri berlusin-lusin orang berjalan sambil merapatkan mantel mereka sekedar menghalau udara dingin yang hampir membekukan seantero Korea. Beberapa menit lalu Kwangmin baru saja mengecek termometer digital yang dipasang di dekat pintu masuk dan mendapati suhu mencapai minus 5 derajat celcius. Lima derajat di bawah titik beku. Sementara itu perhatian Jessica teralihkan dari beberapa orang yang nampak tidak sabar menunggu bis di halte pada ponselnya yang masih tergeletak tanpa suara.

Seminggu berlalu sejak Mrs. Kwon memergoki mereka. Sejak saat itu ia belum bertemu dengan Yuri lagi. Yuri belum menghubunginya lagi. Disekolah, Sooyoung dan Hyoyeon terus berkelit dan mengatakan Yuri sedang pergi bisnis keluar negeri. Alasan semu tentu saja. Jessica tahu mereka menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya. Alasan sebenarnya mengapa Yuri tiba-tiba menghilang.

Jessica menghela nafas, perasaan resah itu muncul lagi. Ujung-ujung matanya serasa panas terbakar. Bayangan saat Yuri diseret ke dalam mobilnya kembali terulang dengan begitu jelas. Seakan kembali terulang di depan matanya. Tidak boleh. Ia tidak boleh menangis. Jessica cepat-cepat memperingati dirinya sendiri begitu cairan itu hampir meluruh di kedua pipinya. Jessica ingat Yuri tidak pernah menjanjikan jalan yang mudah baginya namun Jessica juga ingat Yuri berjanji takkan pernah menyerah.

Untuk saat ini, keyakinan itu yang membuatnya bertahan. Karena ia juga takkan menyerah, karena ia juga mencintai Yuri sebesar gadis tanned itu mencintainya.

Yoseob duduk di sebelahnya sambil menyodorkan segelas Americano yang asapnya masih mengepul. Jessica memandang bosnya sejenak sebelum beralih ke sekelilingnya. Sudah seminggu terakhir Lovely Day seperti kehilangan daya tariknya. Bisa dihitung dengan jari berapa pelanggan sehari yang membuat pintu restoran itu berdenting. Jessica tak habis pikir, begitupula Yoseob dan karyawan lainnya. Seharusnya dimusim dingin seperti ini bubur hangat menjadi pilihan utama namun sebaliknya orang-orang yang berjalan di trotoar melewati toko itu begitu saja seakan bangunan itu tak ada disana.

Youngmin dan Jessica berusaha membagikan brosur seperti di bulan-bulan pertama mereka. Membuat promosi di sosial media serta diskon besar-besaran. Meski begitu sampai saat ini belum ada satupun dari sekian usaha itu yang sudah berbuah nyata.

“Inilah bisnis. Tidak selamanya pelanggan banyak dan tidak selamanya pula tidak ada pelanggan. Kita hanya harus bersabar sedikit.” Yoseob berkata dengan tenang sambil menyesap americanonya sendiri.

“Beberapa bulan terakhir kita selalu sibuk. Hal yang baik dari kejadian ini adalah kita jadi punya kesempatan untuk bersih-bersih.” Masih dengan senyumannya, Yoseob memandang Youngmin yang sibuk mengepel lantai, Chorong dan Eunji yang sibuk mengelap meja, Kwangmin yang mengelap jendela dan Minwoo yang jadi sering sekali menggosok kompor sampai mengkilap -membuat si kembar berpikir mereka bisa bercermin disana. Senyuman Yoseob menular pada gadis blonde itu, Jessica menyinggungkan senyum tipis di bibirnya.

Andai saja Jessica bisa bersikap sepositif Yoseob, tapi ia tak bisa. Seminggu terakhir tak ada satu hal pun yang berjalan baik. Seakan seseorang sudah memutar roda kehidupannya yang mulai membaik.

Jessica bangkit dan berencana membantu Youngmin. Meski begitu ia masih sempat memandang pintu masuk, berharap lonceng di atasnya berdering, lalu dengan ajaibnya Yuri lengkap dengan senyum bodohnya muncul disana.

***

Krystal memandang dokter yang meletakan stetoskop di dadanya dengan wajah pucat. Dokter muda itu tersenyum lalu memberikan petuah-petuah yang sudah Krystal hafal di luar kepalanya. Serangkaian apa saja yang boleh dan tidak boleh ia lakukan dan yang lebih penting jangan sampai Krystal lupa meminum obatnya.

Krystal merengut dan membuat kedua alis tebalnya bertautan. Apa yang membuat dokter ini berpikir Krystal akan lupa minum obat. Sudah dua tahun ia menetap di rumah sakit dan sudah lima tahun sejak Krystal di diagnosa penyakit ini. Pil-pil itu sudah menjadi bagian hidupnya. Apa yang membuat sang dokter berpikir Krystal akan lupa meminumnya?

Gadis kecil itu hanya terlalu lelah.

Jessica berdiri di sisi ranjang tanpa bergerak. Seperti sebuah mesin rusak. Maka saat dokter meminta Jessica mengikutinya, butuh usaha besar dari Jessica untuk memerintahkan sendi-sendinya bergerak.

Lorong rumah sakit yang putih dan panjang itu begitu sepi. Dokter Kang merendahkan suaranya, meski begitu suaranya menggema dengan keras di telinga Jessica. Seperti sebuah palu yang dihantamkan keras di kepalanya.

“Nona Jung adik anda benar-benar membutuhkan donor secepatnya.” Suara dokter Kang penuh nada simpatik. “Operasi apapun lagi tidak bisa menolongnya.”

Jessica membiarkan kata-kata itu berdengung. Satu detik, lima detik, duapuluh detik, keheningan menggantung diudara yang dipenuhi bau steril tersebut. Satu-satunya suara yang dapat Jessica dengar adalah detak jantungnya sendiri. Degupan yang memukul-mukul keras rongganya. Kerongkongannya tercekat, namun Jessica tahu ia harus menanyakan hal itu, mengetahui kemungkinan terburuk.

“B-berapa lama?” Suranya begitu kering sampai Jessica pikir oranglainlah yang baru saja bicara.

“Tiga bulan.. paling lama.” jawab dokter Kang penuh penyesalan. Mendengar hal itu Jessica tak lagi menahan airmatanya. Pertahanannya runtuh, ia hancur, mencair secair-cairnya. Kakinya yang lemas meluruh ke lantai rumah sakit, airmatanya mengalir deras sementara tangannya menutup mulut untuk meredam isakannnya yang memilukan.

***

Kedua lengannya masih dicengkram dengan kuat sementara telapak tangan Yuri terus terkepal erat. Yuri pikir hari ini takkan menjadi lebih buruk lagi namun ternyata ia salah. Di ruang utama mansion luas tersebut neneknya sedang duduk sambil minum teh. Sungguh kedatangan tak terduga.

Langkah Mrs. Kwon berhenti begitu melihat mertuanya tersebut. Ia membungkuk sedikit untuk memberikan penghormatan namun seperti biasa wanita tua itu akan mengabaikannya, seakan Mrs. Kwon tak ada disana. Suasana tak nyaman memenuhi udara sementara Mrs. Kwon memasang wajah datarnya, berusaha bersikap normal, meski begitu Yuri dapat melihat rahang ibunya yang mengeras.

Sudah biasa bagi Mrs. Kwon untuk diperlakukan seperti sampah oleh ibu mertuanya. Wanita itu tentu tidak memiliki kriteria untuk dapat dijadikan menantu idaman bagi nenek Kwon. Bagi wanita tua itu kedatangan wanita ini sendiri sudah menjadi bencana bagi keluarga mereka. Entah racun apa yang sudah wanita jalang ini berikan pada putranya sampai-sampai ia rela mengkhianati istrinya terdahulu -Han Soohee. Dan Hyori benci mengetahui kenyataan jika selamanya di rumah ini ia hanya akan menjadi bayangan Soohee, wanita yang sudah lama mati.

“Memang pepatah itu benar kan? Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.” Nenek Kwon menatap Yuri sekilas lalu memandang Mrs. Kwon. “Ibu dan anak sama saja.”

Kepala Yuri berdenyut nyeri. Saat masih kecil Yuri selalu bertanya, kenapa nenek tidak menyukainya seperti ia menyukai Boa unnie? Kenapa ia selalu mengatakan Yuri mendapat sifat pembangkang dari ibunya tapi tak pernah mengatakan hal serupa pada Boa unnie? Kenapa hanya Boa unnie yang selalu nenek ajak ke peringatan kematian ibu mereka? Kenapa nenek selalu tidak menyukainya? Kenapa nenek selalu memukulnya dengan rotan setiap Yuri melakukan kesalahan, tidak peduli apapun kesalahan itu.

Setelah lima tahun hidupnya di dunia Yuri mengerti, karena ia dan Boa unnie memiliki ibu yang berbeda.

Saat ini Yuri tak bisa menentukan mana yang lebih buruk. Ibunya atau neneknya.

***

“Arrgghhhh!!!” Kesal Mrs. Kwon, semua barang yang sebelumnya berjejer rapi di atas meja kerjanya kini berserakan di lantai. Ia muak pada mertuanya, sudah cukup baginya diperlakukan seperti sampah di rumahnya sendiri. Iya, rumahnya sendiri. Tidak ada seorangpun yang bisa mencegah dirinya berkuasa dirumahnya sendiri, tidak Boa tidak juga nenek sihir tua menyebalkan itu. Mrs. Kwon sudah kehilangan banyak untuk mendapatkan semua ini maka ia tak boleh gagal. Tentu saja tidak, kemenangan terjamin karena ia memiliki kartu yang bagus, Yuri.

Diatas kertas Yuri merupakan putri sah keluarga ini, yang perlu ia lakukan adalah memastikan Yuri berada digenggamannya. Tentu saja harus, seorang anak harus berbakti pada orangtuanya bukan? Hal pertama yang harus Mrs. Kwon lakukan adalah memastikan tidak ada rumput liar dilapangan golfnya. Kalaupun ada rumput liar itu harus segera disingkirkan sebelum bertambah banyak.

“Sekretaris Kang..” panggil Mrs. Kwon pada lelaki yang sedari tadi berdiri di samping pintu masuk. Pelayannya yang paling setia. Pria ini sudah mengikutinya sejak wanita ini masih dipanggil Mrs. Kim. Benar-benar kesetiaan yang tidak bisa ditandingi siapapun.

“Cari info tentang gadis itu. Semuanya, semua yang perlu kuketahui.”

Jessica meraba bulu di tengkuknya yang beberapa hari ini terus meremang. Aneh, beberapa hari terakhir Jessica selalu merasa seseorang mengikutinya. Jessica berhenti melangkah lantas berbalik ke belakang namun seperti sebelumnya tidak ada seorangpun di jalanan sepi itu selain dirinya.

Jessica kembali melanjutkan perjalanan, kali ini langkahnya lebih cepat. Jessica berencana pergi ke rumah sakit dan gadis itu rasa Krystal sudah lama menunggunya. Namun beberapa detik setelahnya seseorang meremas pundaknya dan membuat jantung Jessica serasa melompat dari tubuhnya. Gadis itu memekik keras.

“Ahhh noona mianhe.. mianhe.” Minwoo jadi salah tingkah. Menyadari pria itu bukan orang jahat Jessica pun mengelus dadanya.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan?!” Kesal Jessica.

Minwoo nyengir sambil mengangkat kantung belanja di tangannya. “Aku baru selesai belanja di minimarket itu lalu aku melihat noona. Aku hanya berencana menyapa, tidak tahu noona akan sekaget itu.”

“Itu karena.. akhir-akhir ini aku menderita paranoid akut. Seperti seseorang terus mengikutiku.”

“Seseorang? Nuguya? Sasaeng fans?”

“Aniyo! Memangnya kau pikir aku artis.”

***

Kwangmin tersenyum lebar begitu beberapa pria memasuki restoran. Ditengah bisnis yang sedang lesu-lesunya, pelanggan bagaikan oasis di padang pasir. Oleh karena itu Kwangmin memasang senyum selebar-lebarnya.

“Tuan silahkan duduk.” Ujar Kwangmin tersenyum ramah. Pria bertubuh kekar yang ada di hadapan Kwangmin menyeringai pada laki-laki kurus itu.

“Tidak perlu beramah-ramah, kami hanya datang untuk memberi kalian pelajaran.”

Sedetik kemudian suasana menjadi tak terkendali. Kursi dan meja berterbangan di restoran kecil ini. Beberapa di antaranya menghantam meja kasir, serta membuat sebuah jendela pecah.

“Apa-apaan ini?!” Yoseob terkejut mendapati kekacauan di depan matanya. Ia lantas melayangkan tinjunya pada salah satu pengacau. Bukan hanya Yoseob, semua karyawan juga berusaha melawan.

Pukulan-pukulan serta tendangan-tendangan, suasana menjadi lebih tak terkendali dari sebelumnya. Apapun bisa dijadikan senjata saat ini. Minwoo memasukan kepala seorang pria botak ke dalam panci. Kwangmin menahan pukulan seorang pria dengan papan menu yang sukses membuat papan malang itu terbelah dua. Youngmin yang dikejar dua pria -yang jelas lebih besar darinya- bersembunyi di bawah meja lalu melayangkan tinju yang sangat keras pada selangkangan kedua pria itu.

“Andweee!!” Eunji dan Chorong yang tersudur di meja kasir berteriak begitu seorang menghampiri mereka dengan pisau di tangannya. Pria itu tersenyum, benar-benar seorang maniak. Jessica mengambil potongan kaki kursi yang patah lalu menghantamkannya pada punggung si pria. Cukup mengejutkan tapi tak cukup untuk membuat pria kekar itu tumbang.

Pria itu berbalik lalu mendorong tubuh Jessica sampai membentur meja. Kepala Jessica berputar, saat menyentuh pelipisnya, cairan merah kental mengalir disana.

“Yaa!! Dasar kurang ajar!!” Eunji maju dan menjambak rambut si pria sementara Chorong terus menampar-nampar wajah pria itu.

Merasa kekacauan yang mereka timbulkan cukup, akhirnya para berandalan itu pergi.

“Kalian brengsek!! Jangan lari!! Aku belum selesai dengan kalian!!” Minwoo masih berteriak-teriak sambil mengacungkan spatulanya ke udara.

“Jessica gwenchana?” Chorong dan Eunji membantunya berdiri. Jessica meringis kesakitan, kepalanya terus berdenyut nyeri sementara siku dan lututnya serasa perih.

***

Para karyawan LD sedang membereskan kekacauan di restoran mereka. Dan Youngmin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bicara.

“Menyebalkan sekali! Direktur siapa sebenarnya orang-orang gila itu?”

“Mollayo.” Yoseob yang berdiri di sudut ruangan tampak berpikir keras.

“Apa direktur meminjam uang kepada rentenir untuk membuka restoran ini lalu tidak bisa bayar? Jadi si rentenir menyuruh orang-orang itu menghancurkan tempat ini?”

“Jangan berkata macam-macam! Aku tidak pernah meminjam uang pada siapapun.”

“Tapi kalau begitu aku jadi bingung. Siapa orang-orang itu dan apa yang mereka inginkan dengan menghancurkan tempat ini?”

“Jangan banyak bicara! Kerja saja yang benar.” Jawab Yoseob sambil berlalu.

Youngmin menggembungkan kedua pipinya sementara Kwangmin menatap kembarannya tajam. “Direktur sedang kesal jadi kau jangan menambah kekesalannya!”

Yoseob pergi ke ruangannya untuk memeriksa keadaan Jessica yang sedang diobati Eunji.

“Apa kau yakin tidak ingin pergi ke rumah sakit?” Eunji bertanya sekali lagi.

“Tidak usah, aku baik-baik saja.”

“Kau yakin?”

“Ne, sungguh.”

“Jessica hari ini kau pulang awal saja lalu istirahat. Aku akan mengantarmu.”

“T-tapi direktur-” Jessica merasa tidak enak pada karyawan lainnya.

“Jangan membantah! Ini perintah atasan.” Yoseob bersikeras dan akhirnya Jessica setuju.

Berbeda dengan yang lainnya Yoseob tahu kenapa orang-orang itu menghancurkan restorannya.

“Jangan pekerjakan Jessica Jung di tempat ini lagi!” Ucap seorang pria pada Yoseob sebelum ia mengajak teman-temannya pergi.

Sambil mengemudi sesekali Yoseob mencuri pandang ke arah Jessica yang duduk di sebelahnya.

“Mulai sekarang kau harus lebih hati-hati, arraseo?” Ucap Yoseob tulus. Entah kenapa laki-laki itu punya perasaan buruk tentang ini.

***

Dengan punggung yang disandarkan di kaki ranjang, Yuri duduk sambil memeluk lututnya. Sudah seminggu ia terkurung seperti tahanan. Pintu kamarnya hanya terbuka tiga kali sehari, yaitu saat pelayan mengantarkan makanan. Selebihnya pintu itu terkunci dan dua penjaga selalu berjaga disana, 24 jam sehari. Benar-benar memuakkan.

Meski begitu Yuri tetap makan karena ia harus bertahan hidup. Meski bukan untuk dirinya sendiri, Yuri akan melakukannya untuk orang yang dicintainya. Yuri tahu ia hanya perlu menunggu.

Pintu kamarnya terbuka sekali lagi…

“Apa kau benar-benar tidak berusaha melepaskan diri?”

Yuri mendongak dan mendapati Boa berdiri sambil menyilangkan tangan di dadanya. Yuri tersenyum pada kakaknya. “Untuk apa? Aku tahu unnie akan menyelamatkan aku.”

“Dasar bodoh!”

Yuri kembali tersenyum. Boa memang akan selalu menyelamatkannya. Tidak peduli kesulitan apapun itu. Sejak Yuri kecil Boa selalu menjadi kakak, ayah, sekaligus ibu baginya. Tanpa sadar ketergantungan Yuri pada kakaknya menjadi besar.

Dimasa kecilnya saat sang nenek memukuli Yuri, Boa akan ikut menangis bersamanya. Saat sang nenek mengatakan Yuri anak haram atau ia bukan bagian dari keluarga ini, Boa akan memeluknya dan menutup telinga Yuri. Lalu ia akan berbisik, membisikan kata-kata yang akan membuat Yuri berhenti menangis.

“Jangan dengarkan nenek. Jangan dengarkan siapapun yang berkata buruk tentangmu. Kau adalah adikku. Kau keluargaku. Aku menyayangimu dan akan selalu melindungimu. Arraseo?”

***

“Apa yang dia lakukan disini?” Gayoon bergidik ngeri sambil memandang Jessica yang berjalan ke arah mereka. Raina dan Hyuna ikut menolehkan kepala mereka lantas ikut bergidik ngeri. Seakan-akan Jessica memiliki penyakit menular yang berbahaya.

Meski begitu Jessica tidak peduli, dengan wajah dinginnya Jessica tetap melangkah ke dalam ruang eksklisif klub golf yang sudah lama ia tinggalkan. Tujuannya hanya satu, untuk menemui Sooyoung dan Hyoyeon. Menanyakan kabar pada dua orang tersebut perihal Yuri. Sudah hampir dua minggu, dan Yuri belum juga menghubunginya.

“Sooyoung-ah!” Panggil Jessica setengah berteriak, meski ia tidak bermaksud seperti itu. Gadis jangkung itu menoleh padanya, sedetik kemudian mata Sooyoung membulat melihat luka-luka di tubuh Jessica. Hyoyeon yang berdiri di samping gadis jangkung itu sama terkejutnya.

“A-apa yang terjadi?”

***

“Suho-ya biarkan kami menggunakan tempat ini sekarang.”

“N-ne.” Jawab Suho sambil mengajak beberapa anggota klub siaran keluar. Untuk memberi Sooyoung privasi.

“Duduklah!” Sooyoung tersenyum sambil mempersilahkan Jessica duduk di sofa ujung ruangan. Tempat yang biasa digunakan anggota klub untuk bersantai. Terlebih Sooyoung yang sering sekali tidur disini karena membolos pelajaran sejarah.

“Apa kau bisa mengingat salah satu dari mereka?” Tanya Sooyoung. Ia masih merasa geram tentang apa yang dialami Jessica. “Mungkin saja kita bisa menemukan siapa mereka. Dan setelah itu aku akan meremukkan tulang-tulang bajingan itu!”

“A-aku tidak begitu mengingatnya. Kejadiannya sangat cepat.” Jessica memejamkan matanya, mencoba memeras otak. Selain bertubuh kekar apa lagi ciri yang dimiliki pria-pria itu? Jessica masih berpikir keras lalu secuil ingatan muncul, pria yang mendorongnya memiliki tato kalajengking di lehernya.

“Sebuah tato kalajengking?” Hyoyeon memastikan. Jessica menganggukkan kepalanya.

“Sepertinya kami tahu harus mencari mereka kemana.”

“Lalu bagaimana dengan Yuri? Apa kalian sudah bisa menghubunginya?” Tanya Jessica penuh harap.

“Belum. Kami sudah beberapa kali ke rumahnya tapi para pelayan bilang Yuri tidak ada.”

“Apa Yuri benar-benar pergi ke luar negeri?” Tanya Jessica sekali lagi. Sooyoung dan Hyoyeon saling pandang.

“Jessica ada satu hal yang harus kau ketahui mengenai Mrs. Kwon. Dia itu benar-benar wanita berdarah dingin. Kau tentu ingat apa yang dia lakukan pada Taeyeon dan Jiwoong oppa? Wanita itu bisa melakukan yang lebih buruk. Lebih buruk dari apa yang bisa kau bayangkan.”

***

Di dalam bis Jessica duduk di kursi paling belakang sambil memandangi gelang ‘Yuri Now’ miliknya. Pikirannya jauh melayang.

“Yuri Now berarti sekarang Kwon Yuri yang memilki hati pemakai gelang ini. Jangan dilepas atau aku akan..”

“Akan apa?”

“Akan menikahimu disini. Saat ini juga!”

Jessica menghela nafas. Betapa ia merindukan Yuri. Jika gadis tanned itu mendengarnya, Jessica yakin kepalanya akan langsung membesar.

Jessica berdiri sambil menyelempangkan tas di bahunya. Halte yang ia tuju sudah sampai.

Sambil berjalan Jessica memijat-mijat kakinya yang terasa pegal. Seharian ini ia berdiri di bawah cuaca dingin sambil membagikan brosur bersama Youngmin. Beberapa pria yang selama beberapa hari mengikutinya tersenyum di belakang punggung Jessica. Jessica berbalik dan terjatuh karena kaget. Ternyata perasaannya benar, ia memang diikuti.

“Selamat malam cantik.” Pria berjenggot dengan jaket kulit lusuh tersenyum padanya dengan senyum menjijikkan.

“A-apa yang kalian inginkan?” Jantung Jessica di dadanya bertalu kencang. Satu hal yang ada di pikirannya, melarikan diri. Jessica harus lari. Namun sebelum ia sempat berbalik dan melangkah, pria yang lain menangkap tangan Jessica lalu memelintirnya kebelakang. Sedetik kemudian mulutnya disumpal, membuat jeritan Jessica tertahan.

Airmata mengenang disudut mata gadis blonde itu saat kelima pria tak dikenal itu menyeretnya ke dalam gang yang sempit. Perpaduan rasa sakit serta rasa takut yang menyerangnya seperti mimpi buruk. Pria dengan jenggot dan jaket lusuh yang sebelumnya lantas membelai wajah Jessica dengan mata berbinar-binar. Seakan baru menemukan setumpuk emas dadakan. Jessica menggelengkan kepalanya cepat. Berusaha berontak, menggerak-gerakan tubuhnya, menendang ke segala arah namun usahanya sia-sia. Pria berjaket lusuh itu lantas menamparnya. Sudut bibir Jessica berdarah.

“Gadis cantik sepertimu tidak seharusnya berjalan sendirian malam-malam begini, berbahaya.” Pria itu berkata dengan nada mengejek dan disambut tertawaan keempat temannya. Bau alkohol menguar dari mulut mereka. Sampah masyarakat. Jessica masih berusaha melawan namun cengkraman di pundaknya terasa semakin kuat, semakin sakit, seakan pria-pria brengsek itu sengaja ingin mematahkan tulang-tulangnya.

Sedetik kemudian punggung Jessica membentur tembok gang dengan keras. Ia terjatuh. Pria-pria itu tertawa sambil merobek kancing-kancing kemejanya dengan buas. Jessica menangis, lemah, tak berdaya dan ketakutan setengah mati.

Buk! Sebuah pukulan mendarat di punggung salah satu pria dan membuat maniak brengsek itu tersungkur di tanah yang lembab dan busuk. Melalui pandangannya yang kabur karena rasa sakit dan airmata Jessica melihat sesosok berdiri dengan balok kayu di tangannya.

Kejadian selanjutnya terasa begitu cepat bagi Jessica. Bagaimana sosok itu terus melancarakan serangan-serangan. Pukulan serta tendangan tanpa rasa takut hingga akhirnya kelima pria itu terpaksa lari terbirit-birit.

“Mianhe.. mianhe..” Jessica mengangkat kepalanya sedikit dan mendapati Yuri yang menangis keras sambil memeluknya. Jessica tersenyum lemah sambil melingkarkan tangannya di pinggang Yuri, di pinggang penyelamatnya. Seperti mimpi indah, akhirnya Jessica bisa kembali merasakan pelukan hangat Yuri, mendengar suaranya, dan menghirup aroma tubuhnya.

“Aku tahu… kau pasti datang.. Yuri-ah.” Gumam Jessica sebelum kesadaran meninggalkan dirinya sepenuhnya.

***

Brak!!

Pintu ruang kerja Mrs. Kwon terbuka keras. Wanita paruh baya itu mendongak dari foto-foto Jessica dan menemukan wajah murka putrinya. Yuri berjalan mendekat dengan rahang terkatup serta tangan yang terkepal erat. Gadis tanned itu seperti siap meledak kapan saja. Mrs. Kwon balik menatap Yuri dengan wajah tak bersalah, wanita itu bahkan masih sempat menyelipkan foto-foto Jessica dibalik file kerjanya. Yuri yang sedang emosi tidak sempat memperhatikan hal itu.

“Apa yang umma lakukan?”

“Mwo?”

“Jawab aku! APA YANG UMMA LAKUKAN?!”

“Apa sekarang kau sudah berani berteriak pada ibumu? Hanya karena Boa memintaku melepaskanmu bukan berarti aku tidak bisa mengurungmu lagi, kau tahu itu.”

“Jangan pernah gangggu Jessica! Atau aku tidak akan pernah memaafkanmu!”

“Jadi ini semua tentang gadis itu. Kau pikir aku punya banyak waktu untuk mengurusi gadismu? Apapun yang kau bicarakan aku sama sekali tak mengerti.”

***

Yuri masih memandangi gadis yang terbaring di hadapannya dengan rasa bersalah. Jessica sudah banyak menderita karenanya, Yuri tahu itu.

“Nngg.. Yul..”

“Sica? Sica kau sudah sadar?”

“Dimana aku?”

“Rumah sakit. Aku khawatir sekali. Apa kau baik-baik saja sekarang?”

Jessica tersenyum lalu menepuk tempat di sebelahnya. Yuri mengerti, ia naik ke tempat tidur Jessica lantas berbaring di sebelah gadis itu. Tangan kanannya memeluk pinggang Jessica sementara tangan kirirnya di bawah kepala Jessica.

“Mianhe..” ucap Yuri sekali lagi sambil menatap kedua mata Jessica.

“Aku baik-baik saja Kwon Yuri. Kenapa sejak pertama kita bertemu lagi kau hanya mengucapkan kata maaf. Apa kau tidak merindukanku?”

“Aku merindukanmu, hanya saja-”

Jessica membelai pipi Yuri dan meminta gadis tanned itu tidak melanjutkan kata-katanya karena Jessica tahu Yuri hanya akan menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi. Itu yang selalu dia lakukan.

“Aku juga merindukanmu.. sangat.” Jessica bergumam sambil meletakkan kepalanya diatas dada Yuri. Mendengar debar jantung orang yang sangat dicintainya. Yuri tersenyum mendengar pengakuan Jessica.

“Aku berpikir setelah lulus nanti aku akan langsung menikahimu.” Yuri berkata sambil tersenyum lebar. Iya dia memang sudah punya rencana, setelah lulus nanti lebih baik ia pergi dari rumah dan -mungkin- kawin lari dengan Jessica.

Jessica memutar kedua bola matanya mendengar perkataan Yuri.

“Kau bahkan belum belajar untuk ujian akhir dan sudah berani mengajakku menikah?”

“M-memangnya kenapa? Lagipula kita masih punya sebulan sebelum ujian akhir.”

“Waktu itu berlalu dengan cepat Yuri. Mollayo?”

“Arraseo arraseo! Aku pasti akan belajar dengan giat Sicababy.”

Yuri kembali memandang Jessica dengan intens. Tangannya terangkat untuk menyentuh pelipis Jessica lalu beralih ke sudut bibirnya yang terluka.

“Apa ini masih sakit?”

“Tidak.. tidak lagi.”

“Aku tahu… cara menyembuhkannya dengan cepat.” Yuri berbisik di telinganya. Jessica memejamkan matanya begitu kepala Yuri mendekat. Pertama-tama kecupan itu mendarat di atas pelipisnya, lalu di sudut bibirnya. Namun, saat Yuri bermaksud memperdalam ciuman mereka pintu ruang rawat Jessica terbuka.

“Unnie!” Panggil Krystal. Yuri terkejut sampai terjatuh dari ranjang. Muka Jessica bersemu merah.

Krystal Jung 1 – Kwon Yuri 0
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. sukma1901 mengatakan:

    ommoooooo, akhirnyaaa honesty chapter 10 kluar juga, smoga sgera dsusul chapter 11, dst ampe end

    ohh ternyat yuri juga dibenci ama nenek nya ya ??
    kasian

  2. velvelk mengatakan:

    finally honesty update, weishh udh ditunggu tunggu , thks author nim
    ugh mrs kwon please stop hating on jess , she make your daughter happy, u must love her!! ya know!
    ah ggk sabar buat chap selanjutnya wish vic dah nongol hehe

  3. velvelk mengatakan:

    finally honesty update, weishh udh ditunggu tunggu , thks author nim
    ugh mrs kwon please stop hating on jess , she make your daughter happy, u must love her!! ya know!
    ah ggk sabar buat chap selanjutnya wish vic dah nongol hehe

  4. kwonratna mengatakan:

    Duuhhh mrs.kwon mnta di jitakin tuh, jahat bngt sih sm anaknya sndiri, untung aja boa unnie, kl gak yuri bakaln di kurung trus, ntr gak bisa nyelametin sicababy donk.
    Ya udh ntr abis lulus lngsung kawin lari aja😊
    Haduh soojung gangguin aja nih, orang lg mesra2an

  5. bee... mengatakan:

    Akhirnya honesty chap 10 update jga,,pasti orang”itu suruhannya mrs.kwon.untung saja sica belum sampai diapa”kan sma thu preman.
    Boa unnie emng yg paling jjang
    Krystal ganggu sja yulsic lagi bermesraan

  6. Stillroyalfamily mengatakan:

    Ommooooooo omoooo uwaaaaaaaa akhrnya apdeet setelah sekian lama nya menunggu akhrnya akhrnya hari ini datang jugaaaaaa
    Aaakkkhhh di tunggu selanjut nya aja deh thor

  7. kwonyy mengatakan:

    aku agak lupa ama ceritanya, hsrus bca ulang part sblumnya nih. itu mrs kwon n nenek jht amt sih apalagi mrs kwon anak sendiri dikurung. untung yul cpat dtang klo g sica baby bkal diapain ama tuh preman n thanks boa unnie

  8. che mengatakan:

    huaa akhir ‘y mncul jga. .
    buset dh mrs. kwon tega’y tega’y sma anak sndiri smpe sgtu’y,,
    untung ad boa jdi yul bsa kluar dn nylamatin sica. .
    next vic bkal mncul kah thor??

  9. noviangale mengatakan:

    Agak lupa nih 😁
    Segitu kejamnya mrs.kwon..
    Kawin lari aja dech yul gue dukung 😄

  10. YoungieYoongie mengatakan:

    waah akhirnya my favorite ff update lagi setelah sekian lamaa nungguin, smpe lupa jln ceritanya *ehgakding
    helah sdih amet ini si yuri pnya emak kek gitu beud, dikirain nenek nya baik sama yuri gataunya-_- :’))) Hih!
    jessicanya apalagi jan ditnya-_- *udhpstmenderitadriawalceritamalah
    sabar yaa kalian bad day pst berlaluuu~~~~ yg pntng nnt jg hepy ending kok mz yuri sma mb sicanya :3 *soktawbet

  11. fitri226 mengatakan:

    yeyeyee…. mksie thor dh updatr lg…..
    sekian lama menunggu….. nie moments manid yulsic da kiss scene na hahhaha… wlopun si babo tu pantat na mndarat….

  12. kwonchatiz mengatakan:

    Akhirny setelah sekian lma…penantianku tak sia2….
    Meskipun di chap ini drama mlai memanaz…
    Kuucpkn beribu2 trmksh krn dah mau update…….

  13. Vhie azuera mengatakan:

    Wowowowow,, akhirnyaa epep yg gw tunggu” nongol juga,,
    Kwon Yuri skak matt 😂😂😂

  14. iinindarsih97 mengatakan:

    Huaa akhirnya up juga wkwwk
    Mrs. Kwon jahat banget jadi pengen ngejitak.
    Untung yuri dateng klo engga, entalah
    Aduh krystal ganggu aja kasian yuri sampe jatoh

  15. rizanuzula mengatakan:

    Woahhhhhh….aku lupa cerita terdahulu thor mianhee heheee….maen nikah aja elu yul….ujian dlu kkwkwkkk

  16. byun913 mengatakan:

    Soojung knpa dtg2 menganggu sih bru jg yuri kecup2… gk amak yuri gk nenk yuri sma2 penyihir jahat

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s