Bodyguard (YulSic/Part 7)

Posted: November 28, 2015 in Uncategorized

Tittle : Bodyguard
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance, Angst
Lenght : Series
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung and Other Cast

Song lyric by :
* K.Will – The Only Person (Pinocchio OST)

7th
.
.
.
.
.

” Aku berbohong soal ibumu, sebenarnya wanita itu masih hidup.” Kata-kata itu adalah kalimat pertama yang Yuri dengar dari mulut Sangwoo setelah mereka lama tak bertemu. Sangwoo duduk di hadapannya sementara Yuri berdiri sambil menundukkan kepalanya.

“M-mwo?”

“Setelah kau menemuinya kau harus membuat pilihan yang bijak. Kau mengerti?”

“A-ppa wae? Tidak bisakah kita lupakan segalanya?”

“Cinta membuatmu lemah dan kebencian akan menguatkanmu. Bukankah sudah kuperingatkan jangan libatkan perasaan dalam misi? Aku tidak akan membiarkan perasaanmu merusak rencana yang sudah puluhan tahun kususun.” Sangwoo menggertakan giginya. Yuri mulai berlutut di hadapan pria itu.

“Appa.. kenapa tidak bunuh saja aku.”

Sangwoo berdiri sebelum mengeluarkan pistol dan menodongkannya di kepala Yuri. Yuri memejamkan matanya, mungkin mati tidak terlalu buruk, setidaknya orang-orang ia cintai tidak perlu menderita karena ketidakberdayaannya.

Dor!

Peluru yang Sangwoo lesatkan mendarat di sebuah vas bunga dan membuat benda itu hancur berkeping-keping. Setelahnya ia menarik kerah baju Yuri dan menghajarnya.

“Anak bodoh!” umpatnya. Sementara Yuri hanya bisa terbatuk sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. “Coba saja tantang aku! Aku tidak akan segan-segan untuk menembak kepalamu!”

Setelah Sangwoo pergi dari ruangan itu, Yuri masih berlutut sambil menggigit bibir bawahnya. Gadis itu menangis.

~~~~~~~~~~

” Apa kau melihat Mir?” tanya Joon penasaran. Sementara Thunder yang ditanyai menggelengkan kepalanya. Sudah beberapa hari terakhir Mir menghilang tanpa kabar. Tidak ada siapapun yang bisa menghubunginya. Beberapa saat kemudian Taemin terlihat berjalan ke arah mereka. Kedua petugas yang bertugas menjaga pintu utama itupun kembali ke posisi siaga.

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Taemin.

“T-tuan Lee, kami sedang membicarakan Mir.” Jawab Thunder ragu.

“Mir pulang ke Daegu karena ayahnya sakit dan dia takkan kembali.” Jelas Taemin. Bahkan setelah pria bermarga Lee itu lama berlalu pertanyaan demi pertanyaan masih memenuhi kepala Joon. Jika ayah Mir benar-benar sakit kenapa Mir tidak memberi kabar. Selain itu jika Mir benar-benar keluar dari Blue House kenapa mendadak sekali. Bukankah bekerja di Blue House merupakan impiannya sejak lama. Sebagai seseorang yang sudah lama mengenal Mir, entah kenapa Joon merasakan sesuatu yang janggal.

“Anak itu benar-benar membuatku gila!” gumamnya.

~~~~~~~~~~

Taeyeon mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Sudah beberapa kali Taeyeon memasukan kode ke pintu apartemennya. Gadis itu yakin benar kode yang ia masukan sudah benar namun pintu sialan itu terus saja menolak untuk terbuka. Taeyeon kembali mengumpat. Ia sudah sangat mabuk untuk bisa menyadari jika dirinya salah pintu.

Tiffany yang selama 15 menit terakhir melihat kejadian itu dari interkom pun tersenyum kecil. Bukankah tetangganya begitu menggemaskan? Tiffany membuka pintunya.

Taeyeon mendongakkan kepalanya begitu matanya menangkap sepasang kaki. Tiffany berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Taeyeon yang sedang berlutut.

“Tetangga kenapa kau harus selalu berakhir di tempatku saat kau mabuk?” goda Tiffany. Taeyeon tersenyum lantas menyambut tangan yang terulur padanya.

~~~~~~~~~~

Jessica mencoba mengingat kapan terakhir kali ia pergi ke taman bermain. Mungkin saat usianya 8 atau 9, entahlah ingatannya samar, satu hal yang pasti itu sudah sangat-sangat lama. Entah ide gila darimana, malam itu Jessica bertekad harus pergi ke taman hiburan apapun yang terjadi.

“Kenapa harus malam begini?” Heran Yuri.

“Apa itu pertanyaan retoris?” Jessica balik bertanya sambil menyilangkan tangan di dadanya. Tentu saja dengan statusnya -sebagai anak Presiden- tidak mungkin Jessica bisa berkeliaran di keramaian saat siang hari. Jessica yakin Yuri belum lupa kejadian saat mereka dikejar papparazi tempo hari. Setidaknya saat malam hari Jessica bisa memiliki kebebasan dan Taman Hiburan untuk dirinya sendiri.

“Aku tidak bisa pergi, itu melanggar hukum.” Jawaban Yuri membuat Jessica gemas.

“Siapa yang mengatakannya? Presiden Korea?”

“Ayahmu. Dan beliau memang Presiden Korea.. nona Jung.” Yuri menyeringai dan membuat Jessica memutar kedua bola matanya.

“Terimakasih sudah mengingatkanku jenius.” Ketus Jessica. Jatuh cinta pada Yuri itu sangat melelahkan, seperti berlari berjam-jam diatas treadmil. Capek tapi tetap di tempat. Sebenarnya gadis tanned itu tidak mengerti atau memang tidak mau mengerti.

Alasannya Jessica mengajaknya pergi supaya mereka bisa berduaan. Apa Yuri tidak melihat keranjang yang Jessica bawa di tangannya? Jessica harus menghabiskan berjam-jam di dapur untuk membuat bekal piknik mereka.

“Jeongmal baboya! Kalau kau tidak mau pergi ya sudah aku pergi sendiri saja!” Jessica menghentakkan kakinya dan berbalik.

Yuri tersenyum kecil melihat kelakuan Jessica.

Kita lihat saja siapa yang akan menang. Sambil berjalan Jessica menghitung dalam kepalanya. 1.. 2… 3… dan saat Yuri memanggil namanya Jessica tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum lebar. Jessica sudah tau Yuri takkan mampu menolak permintaanya.

“Baiklah. Aku akan pergi bersamamu.”

Ha! Jessica Jung 1 Kwon Yuri 0.

~~~~~~~~~~

Malam itu taman hiburan terlihat sepi, tidak ada seorangpun kecuali Yuri dan Jessica. Dan semua permainan disana tentu saja sudah tak dapat digunakan, lampu yang menyala pun hanya beberapa.

Jessica memanjat taman hiburan yang terkunci rapat dengan lihai. Persis seperti pencuri profesional. Meski begitu Yuri sama sekali tak heran, menurut gosip yang beredar di kalangan para pengawal dulu Jessica sering sekali kabur dan membuat pengawal yang bertugas menjaganya kewalahan. Tidak ada seorangpun yang mampu bertahan lebih dari seminggu -kecuali Yuri tentu saja. Mereka bahkan memberinya julukan ‘Ahli Meloloskan Diri’.

Sekarang Yuri bisa membayangkan bagaimana Jessica meloloskan diri. Gadis itu mungkin turun dari kamarnya lewat jendela, berpegangan pada seprai yang dililitkan pada kaki ranjang atau dengan cara turun menggunakan tangan kosong. Merayap di dinding seperti spiderwoman.

Tanpa menunggu lama Yuri segera menyusulnya. Gadis tanned itu sampai di bagian dalam lebih dulu. Sementara Jessica menyisakan satu pijakan terakhir, pijakan terakhir yang gagal ia pijak dengan sempurna. Jessica tepeleset, untung saja dengan sigap Yuri menangkap tubuhnya.

“Gwenchana?”

“N-ne.. dan tolong turunkan aku.” balas Jessica gugup.

Tak lama setelahnya Jessica sudah berlari-lari kegirangan seperti anak kecil. Yuri lagi-lagi hanya bisa tersenyum. Ia baru tau jika kebahagian itu sederhana, sangat sederhana sampai kadang-kadang banyak orang tidak bisa mensyukurinya. Dan kebahagian Yuri adalah melihat Jessica tersenyum. Ia akan mensyukuri apapun mulai dari sekarang.. termasuk setiap detik yang dihabiskannya bersama Jessica.

“Nona Jung!” Panggil Yuri.

Jessica berhenti berjalan dan saat berbalik Yuri tersenyum sambil melilitkan syal di lehernya. Beberapa detik setelahnya wajah Yuri terus mendekat, mendekat dan mendekat sampai tanpa sadar Jessica menahan nafas. Nafas hangat Yuri menerpa daun telinga Jessica saat ia berbisik.

“Yang terakhir sampai disana adalah… kuda nil.” Yuri tersenyum jahil sambil menunjuk wahana Merry Go Round di balik punggung Jessica.

“Y-ya!! Kwon Yuri kau mengerjaiku ya?! Ya!! Tunggu!!” Jessica berusaha menyusul Yuri yang sudah berlari lebih dulu. Kadang-kadang Jessica tidak suka dengan kemampuan lari cepat yang dimiliki Yuri.

Jessica sampai dengan nafas tersenggal sementara Yuri sudah duduk diatas kuda dengan senyuman jahil. “Kuda nil.” Ejeknya.

“Diam kau.. monyet hitam!” balas Jessica.

Yuri menepuk tempat di depannya, Jessica duduk disana sambil cemberut. Mau tak mau -sebenarnya mau- Yuri memeluk Jessica dari belakang agar gadis itu tak jatuh. Jessica bersyukur karena membelakangi Yuri, jika tidak Jessica benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan untuk menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah dari Yuri.

“Princess kemana tujuanmu?” tanya Yuri. Jessica berpikir sejenak, belum sempat ia menjawab, Yuri sudah melanjutkan kalimatnya.

“Aku bisa mengantarmu kemanapun, bahkan sampai kebulan.”

Jessica bergidik ngeri.

“Wae?”

“Kau itu norak sekali!”

~~~~~~~~~~

Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan mengelilingi taman hiburan.

“Menururtku sesekali kita harus pergi ke sini saat siang hari. Kurasa akan menyenangkan, bagaimana menurutmu?”

Yuri menganggukkan kepalanya dan mengeratkan gengaman tangan mereka. Ia meremas pelan tangan Jessica. “Kita juga harus beli permen kapas lalu memakannya bersama. Setelah itu aku akan ikut permainan dan memenangkan boneka beruang yang sangat besar untukmu.”

“Sungguh?” Kini Jessica tersenyum puas. “Yuri-ah..”

“Ne?”

“Mari berjanji, setiap tahun kita akan datang ke tempat ini bersama-sama.” Jessica mengangkat jari kelingkingnya. Yuri mengaitkan jari kelingking mereka.

“Pinky promise.”

Setelahnya Yuri menatap mata Jessica sementara kedua tangannya ia letakkan di pundak gadis itu. Yuri menatapnya dalam, begitu dalam sampai Jessica merasa ia bisa tenggelam dalam iris kecoklatan itu kapan saja.

Jessica terpaku, tatapan yang Yuri berikan baru pertama kali ia lihat. Begitu dalam, begitu lembut, begitu hangat. Seakan menggambarkan apa saja yang tak mampu gadis tanned itu katakan selama ini. Jantung Jessica berdebar lembut, bersamaan dengan itu perasaan resah yang aneh menjalari hatinya.

“Ingat malam ini dan ingat tatapanku ini.” Yuri berkata lembut, saking lembutnya lebih terdengar seperti bisikan. “Aku akan melindungimu Jessica. Aku janji, jadi kau harus percaya padaku arra?”

“N-ne?”

Yuri tersenyum, matanya sedikit berkaca. Jessica baru akan bertanya namun Yuri terlebih dahulu menautkan bibir mereka. Meski awalnya terkejut pada akhirnya Jessica membalas ciuman itu. Matanya terpejam sementara tangannya perlahan-lahan melingkari leher Yuri, meminta gadis tanned itu memperdalam ciuman mereka. Sementara itu, salju-salju yang berjatuhan terlihat seperti kunang-kunang yang ikut berbahagia untuk keduanya.

“Orang yang memerintahkan menculik Jessica beberapa waktu lalu adalah Lee Taemin. Bukankah dunia ini sempit?” Taeyeon berkata dengan nada mengejek sementara Yuri memasang ekspressi tenangnya.

Yongguk duduk di balik meja bar dan tak mau berkomentar.

“Pria brengsek itu berlagak seperti orang yang paling menentangmu di Blue House, nyatanya dia adalah orang dalam yang dimaksud ayahmu. Kejutan!”

Yuri masih berpikir sementara Taeyeon yang menjadi lawan bicaranya menjadi tak sabar. “Apa rencanamu?”

“Aku.. tidak punya rencana apapun.”

“Apa kau gila! Disaat perang yang sesungguhnya baru akan dimulai kenapa kau ragu? Bukankah kau ingin menyelamatkan Jessica?”

“Taeyeon-ah.. kau harus tau sesuatu.”

“Tunggu! Kau menyembunyikan sesuatu lagi dariku?”

“Ibuku masih hidup Taeyeon-ah.”

“Apa? Ibumu? B-bagaimana bisa? D-darimana kau-“

“Dia yang mengatakan semuanya dan aku diminta memilih.”

Tuhan, aku tidak pernah punya permintaan
Aku juga bukan orang suci yang berlutut di hadapanmu
Namun Tuhan, untuk kali ini bolehkah aku bicara padamu?
Meminta padamu seperti yang selalu orang-orang lakukan?

Aku tidak pernah seperti ini
Tidak pernah sekalipun mencintai sampai rasanya rela mati
Hanya dia, hanya dia yang kuinginkan
Tuhan, aku berbicara padamu yang duduk di atas singgasana kebesaran-Mu diatas sana
Bahkan jika itu sulit, aku ingin bersamanya

Aku ingin selalu bersamanya

Yuri melepaskan ciuman mereka dan menatap Jessica. Tangannya bergerak mengelus pipi gadis yang masih terengah tersebut dan menyelipkan beberapa helai rambut di belakang telinganya.

“Saranghae Jessica Jung.”

“Nado saranghae Kwon Yuri.”

Hanappunin nae saram
My one and only person
Naegen kkumkkudeut bomul gateun saram
My treasure-like person who is like a dream
Gotcheoreom pieonaneun nae cheot saram
My first person who blossoms like a flower
Baraman bwado nan ulkeok nunmuri na
Just looking at you makes me tear

Apeugo himeun deulgetjiman
It might hurt and be hard
Na yaksok haneungeon geudael jikyo julkeyo
But I promise to protect you

Naneun geudae ppuninde
I only have you
Geudaeman iseumyeon nan gwaenchanande
I’ll be okay if only I have you
Nae saengae dan hanappunin cheotsaram
My first person, the only one in my life
Baraman bwado nan ulkeok nunmuri na
Just looking at you makes me tear
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. byun913 mengatakan:

    pantesan lh ane heran cerita dah yulsic romantis2an trnyata klewatan 1 episod…
    cie cie yulsic udh jadian nih ye
    pilihan yuri apaan… tnang klau mau lwan taemin n sangwoo kn ada bantuan ateng yul walaupn kecil dia bsa d andalin

  2. velvelk mengatakan:

    hahay yulsic yulsic yulsiccccccc^^^^^

  3. Jenong judes yul poenya mengatakan:

    Akhirnya… Balik (egen)😀

  4. tinakwon123 mengatakan:

    yess!! yuri udah bilang cinta sama jessica…
    yulsic sweett… banget…^^

  5. kwonratna mengatakan:

    whoaaa yulsic udh cinta cintaan nih, cieeee yg lg ngedate, seneng bngt tuh
    nah lho si taemin trnyata si biang keroknya nih, waduh mnta di jitakin tuh orang
    akhirnya yuri dah tau kl ummanya msh hidup, tp kyknya ummanya gak tau soal yuri

  6. fabiiankwon mengatakan:

    tuh kan fiel gue beneer.. taemin yg nyulic sica.. huh moga ajjh yul bener bisa lindungi sica …😦

  7. risnaw92 mengatakan:

    Part ini manis kaya gula kapas,si yul udh yakin milih sica?terus nasib nyokap’y gmn tuh?

  8. yani mengatakan:

    Keren bangat,apalagi moment yulsic,lanjut donk thor,hehehe

  9. fitri cool mengatakan:

    owh…. so sweet…..yulsic moments…

  10. fadila mengatakan:

    knp pas udh cinta bgt, dtng ksh news, klo ibu yuri msh hdp. Pilihan untuk 2 wanita yg dicintai. Yuri gk bsa nolak sica:)

  11. im d mengatakan:

    Ko feel ny kurang yak.. Klo yulsic kencan d taman hiburan.. Soal ny taman hiburan itu indenteik ny sama taeny.. Cotton candy.. Merry-go-round.. Y itu udh melekat sama taeny..
    Lee taemin cowo cucok itu yak ko jd jahat c.. Yul d hrs kn memilih d antara dua pilihan galau berat ni Yul.. Tae hahahaha mabok trs ajj biar salah rmh mlu..

  12. allura_ar mengatakan:

    Weeeejhh sweet sweet akhirnya bilang cinta juga

  13. NewReader mengatakan:

    Manisnya moment yulsic 😝
    Makin kesini makin penasaran akhir ceritanya…

  14. Bombom mengatakan:

    Waduh emng susah klo hrus memilih, jngn sampek dahc sad ending

    Bgian romantis yulsic kurang pnjang

  15. tuYUL_SICk mengatakan:

    gw mlh ngfeel k taeny eh thor :v pdhl cm adegan salah kamar tp dapet bgt hehe
    yulsic complicated.. uh seru lah..

  16. Vinces mengatakan:

    Ohh~ So sweet Sad .. hmm keren thor😢😢😭

  17. Uwaaaaaaaaaa akhirnya jadiaaaan, ehhhmmm so sweet nyaa

  18. che mengatakan:

    yey yulsic akhir’y jdian jga. .
    waduh jdi dek”n ap yg d plih si yul,,

  19. vhie azuera mengatakan:

    Aww~~~~….
    Romantiissss bgtt chapt ini,, yuriii jjang!!!😘😘😘😘

  20. Dee mengatakan:

    akhir’a yul berani ngucapin kata itu buat njess haha selamat dah yang udah jadian.tapi gimana dengan pilihan yul?pasti sangat sulit

  21. namida sigumakamada mengatakan:

    jessica ketempat hiburan malem2 sambil bawa bekal piknik? woww luarrr biyasaahh
    yulsic gue akhirnya bersatu kisseuan pula :* . walopun halangan selanjutnya udah menunggu buat mereka,tapi gue yakin yuri bakal ngelindungin si tukang power bank cantik ini.
    gombalnya yurii pake bersedia nganterin kebulan segala eaaaaa anterin gue aja ke sumedang yul,gue lg kangen rumah~ *curcol* hahaha
    taeny seuprit wkwkwk
    taemin -_- gue pengen bgt nge-begal lo! sma sangwoo juga!
    oke next~

  22. raj mengatakan:

    Yulsic sweeet bangeet

  23. raj mengatakan:

    Yulsic sweeet bangeet…

  24. RZ mengatakan:

    Yeaaaaay!!! Taeyeon berpihak sama Yul. semoga sampai akhir. please taeng, bantu Yul. huhuhu, kayak gini nih kegalauan yulsic. si yul jadi serba salah. cinta sama sica tp masa iya ngorbanin ibu kandungnya? atau mempertahankan ibunya tp membunuh org yg dia cintai? astaga, gue berhrp sangwoo sm taemin lngsng ditembak aja deh. manusia2 kyk mrka tuh yg seharusnya g tnggal dibumi. ckckc

  25. yurikwonsooyeon mengatakan:

    Uggghhh, appa Yuri nyebelin banget yak?!

  26. Aulia mengatakan:

    Omg .. yulsic sosweet banged..

  27. tayuya mengatakan:

    Kyaaa~ yuri sudah nyatain cinta ke sica.. #pipimerahmerona yosh untuk yulsic..

    Tae pea amat si, ya pantesan ga kebuka buka orang itu apartemen tetangganya #plak
    Si taeyeon mah modus mulu, kalo mabok datengnya ke tetangga sebelaaah mulu wgwgwgwg..

  28. rizanuzula mengatakan:

    Aaaaaaakkkkk ini romanteeessssss….
    Yuri doamu sama denganku….aduh bisa gila gw liat yulsic….thorrrr ini cerita yg gw tunggu2 ^^

  29. kwonchatiz mengatakan:

    Oh my god…..chapter ni dah bikin ak terharu……
    please….jgn pisahin yulsic…..
    mksh dah mo sharing lg ff yulsic ini. Dah lm bgd ak tunggu2 updatnya….

  30. myjjung mengatakan:

    Saya reader baru,cara dapetin pw gimna ya author

  31. myjjung mengatakan:

    Cara dapetin pwnya gimna ya author,
    Saya reader baru

  32. fendim mengatakan:

    Annyeong
    New reader..
    Baru baca sekali yg ini, kta2nyaa bgs bgt
    Ditunggu lanjutannya *-*)9

  33. rizky zudha (@RZudha) mengatakan:

    ughhh sweet banget dah part YulSic.,,
    yaelah Tiffany mah peduli dengan Taeng.,,, aduh Taeng ksihan tuh Ppany cma buat persinggahan saat mabuk doang.,,

  34. suparkwon mengatakan:

    Kya kya kya akhirnya yul blang kta sarangahae senangnya dlm hti ini..
    Duuh mkin seru nih ff

  35. yurisone_0508 mengatakan:

    Jgn2 ibu yg jg panti itu emaknya yuri???

  36. icyjung mengatakan:

    Woah.. anyeong thor
    Udh lupa ini ff, mesti baca dr awal lg deh..
    Btw gimana carany dpt pw part 9 thor?

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s