Kita (PoemFic)

Posted: September 28, 2015 in ff snsd, yulsic, yulti
Tag:, , , , ,

image

Tittle : Kita
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Drama, Romance
Lenght : Oneshot
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Seo Juhyun, and Other Cast

Song Lyric by :
*Kyuhyun – The Way To Break Up (Poseidon OST)

Mari kuceritakan sebuah kisah
Tentang aku kamu dan mereka
Tentang luka dan cinta
Juga tentang rasa dan air mata

Kuceritakan dengan hati terluka
Dengarkan juga dengan luka yang kau bawa
Karena kita sama
Kau dan aku peran utama

Mari kulantunkan sebuah lagu
Dengan nada mengalun lembut
Dengan untaian kata sebagai syairnya
Lagu tentang dilepaskan juga ditinggalkan

Kubisikan di telingamu
Apa-apa yang ku rasa
Jika kau bertanya apa yang tersisa
Jawabanku, hanya aku dan dirimu, kita
.
.
.
.
.
.
-Kita-

Yuri masih termenung. Pagi ini gadis tanned itu patut bersyukur karena tak harus disibukan dengan setumpuk kegiatan, jadwalnya kosong selama satu hari ini. Yuri menggunakan kesempatan itu untuk termenung, sesuatu yang sudah lama tak dilakukannya. Mengenang masa lalu, memaksa sel-sel otaknya me-replay kejadian yang hampir ia lupa, kejadian yang mungkin jauh terkubur dalam sel kelabu otaknya.

Sudah lama sejak terakhir kali ia termenung. Semenjak memutuskan untuk kembali ke Amerika dan melakukan apa yang dikehendaki ayahnya sejak saat itu Yuri tak punya kesempatan untuk termenung. Sel-sel kelabu itu dipaksa bekerja keras sejak ia membuka mata hingga Yuri hampir menutup matanya lagi. Yuri berubah seperti android, dingin dan tak berperasaan. Yuri berubah seperti android, dan sang ayahlah yang memegang penuh atas kendali dirinya.

Tiap kali Yuri bercemin, ia tak menemukan apapun selain Kwon Yuri, CEO muda yang sukses namun tak berperasaan. Kejeniusannya dalam memimpin perusahaan tentu menarik perhatian siapapun. Banyak rekan kerja tuan Kwon yang menawari Yuri menjadi menantunya. Namun Yuri bergeming, gadis-gadis itu tak cukup untuk menarik perhatiannya. Sampai saat itu tak ada satupun yang bisa menerobos pagar es yang Yuri bangun untuk melindungi dirinya. Melindungi dirinya dari dunia luar yang mungkin akan membuatnya kembali terluka.

Sampai saat itu. Saat ia bertemu seorang gadis yang juga terluka seperti dirinya. Gadis yang mampu menarik sedikit rasa iba Yuri yang tersisa. Gadis yang juga berbagi luka yang sama seperti yang ia rasa. Gadis yang juga menyeka airmata karena kesakitan yang sama. Atas dasar itulah Yuri memutuskan untuk bertahan di sisi gadis itu.

Lima tahun berlalu, Yuri berbohong jika rasa itu tak pernah ada. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa yang sangat Yuri kenal. Rasa yang sebelumnya membuatnya mati rasa. Namun, orang berbeda, rasa berbeda. Yuri mungkin merasa namun ia tau kadarnya tak pernah sama. Tak sebesar ia mencinta gadis yang pernah menyakitinya. Mungkinkah?

Yuri menghela nafasnya, memalingkan pandangannya pada jarum jam tangannya yang terus berdetak. Waktu semakin melaju namun ingatannya justru terus kembali ke masa lalu. Dikala masa lalu itu kembali dan meminta sebuah kesempatan untuknya Yuri jadi bimbang.

Yuri memejamkan matanya, mencoba meraba hatinya. Mencari tau apa yang sebenarnya ia rasa, dan apa yang diinginkannya. Haruskah ia kembali? Lalu bagaimana dengan gadis terluka yang selama ini selalu disisinya?

“Aku sudah di LA.” Jessica menjawab dengan suara serak sisa menangis semalam. Walau ia berusaha nada suaranya masih terdengar kacau.

“Sungguh? Sejak kapan?” balas Tiffany.

“Kemarin.” Jessica menjawab lagi. Tangan kirinya memegang telepon sementara tangan kanannya menuangkan segelas air ke dalam gelas.

“Jessie! Kenapa tidak memberitahuku dari awal? Aku bisa menjemputmu kau tau? Dimana semalam kau menginap huh?” Tiffany, yeoja itu, masih dengan antusiasmenya yang berlebihan juga runtuyan pertanyaan yang membuat telinga Jessica panas.

“Hotel.”

“Jinja? Hotel apa? Katakan, aku akan menjemputmu!”

“Sebenarnya tidak perlu Tiff. Aku akan datang ke rumahmu menggunakan taksi.” Tolak Jessica halus. Pertama, Jessica tak mau merepotkan sahabatnya tersebut. Kedua, gadis blonde itu tak ingin menerima runtuyan pertanyaan lain dari Tiffany karena melihat matanya sembab. Semalam Jessica menangis, menangisi Yuri lebih tepatnya tapi Jessica benar-benar tak mau membahasnya. Namun, Tiffany tentu tak menerima penolakan. Yeoja penggila pink tersebut tetap bersikeras menjemput Jessica. Mau tak mau Jessica memberikan alamat hotelnya.

“Kau tau Jessie, aku tak mau memberikan biaya tambahan karena membiarkan wedding planer-ku naik taksi dan menginap di hotel.”

“Daddy!!” Lamunan Yuri terhenti begitu sepasang tangan mungil memeluknya dari belakang. Yuri berbalik dan menemukan malaikat kecilnya tengah tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~

“Jessie!” Tiffany segera menenggelamkan Jessica dalam pelukan begitu mereka bertemu.

“Sudah lama ya..” Tiffany memutar tubuh sahabatnya. Lama tak bertemu Tiffany takjub karena tak ada perubahan yang signifikan dari Jessica. Semuanya masih sama, ia masih Jessica yang Tiffany kenal. Jessica yang dingin dan hanya tersenyum dengan senyuman dingin yang membuatnya terlihat arogan. Sementara Tiffany sendiri, begitu banyak hal yang berubah dari dirinya. Begitu banyak.

“5 tahun..” Jessica memberikan perhitungan yang tepat. Tiffany mengangguk sebelum tersenyum dengan eye smile andalannya.

“Kajja! Kita pergi sekarang.. aku yakin kau sudah tidak sabar bertemu Hyunie. Dia anak yang manis, sama seperti ibunya.” Ucap Tiffany antusias.

“Percaya diri sekali.” Cibir Jessica sebelum akhirnya mereka tertawa bersama.

~~~~~~~~~~~~~~~

“Apa kau sudah menemukannya?” Tiffany bertanya antusias mengenai cinta Jessica yang hilang. Walau tak pernah bertemu mereka tak pernah putus komunikasi. Tiffany mengetahui semua kisah Jessica begitu pula sebaliknya. Jessica mengangukkan kepalanya.

“Kurasa aku terlambat.” Jessica tertawa hambar, matanya memperhatikan deretan gedung pencakar langit yang mereka lewati.

“Wae?” Tiffany bertanya lagi saat menyadari ada yang tidak beres dengan Jessica. “Kukira kau takkan menyerah semudah itu.”

Menyerah. Kata itu tak pernah ada dalam kamus Jessica selama tahun-tahun terakhir ini. Ia sudah mencari Yuri dengan membuang kata lelah juga menyerah dari kamus hidupnya.

Jessica ingat bagaimana dirinya selalu datang ke restoran Sooyoung untuk meminta alamat Yuri ataupun sedikit informasi mengenai dirinya namun nihil. Yuri hanya menghilang begitu saja seakan ia hanya sebuah mitos. Jessica bahkan meragu jika kenangan indah itu nyata atau bagian dari khayalan semu semata. Tapi, sekali lagi kata lelah dan menyerah sudah lama Jessica hapus dari kamus hidupnya. Sampai hari itu tiba.

“Sunye sepupuku di Amerika ia mengenal Yuri, dia bekerja pada Yuri sebagai asisten.” perkataan Sunny beberapa waktu lalu mampu memupuk harapan Jessica.

“Bawa dia kembali Jessica.” Jessica tersenyum begitu Sunny menepuk pundaknya.

“Aku lupa mengucapkan ini, tapi selamat Tiffany Hwang!” Jessica tersenyum jahil dan membuat paras Tiffany yang sedang mengemudi bersemu merah.

“Dia orang yang baik.” ucap Tiffany malu-malu. Tentu saja, tunangan Tiffany tentu orang yang baik. Lebih baik dari pria Thailand yang langsung meninggalkannya begitu mengetahui Tiffany mengandung anak mereka.

“Selama ini dia satu-satunya orang yang selalu berdiri di pihakku.. tapi Jessie hubungan kami tidak mudah.” Tiffany merawang mengingat tunangannya. Ia merasa berhutang banyak pada orang tersebut. Bahkan disaat pernikahan mereka hanya tinggal dua minggu Tiffany masih merasa belum pantas untuk mendampinginya. Selama ini orang itu selalu melindunginya dan yang Tiffany lakukan hanya membuat perjuangannya terasa semakin berat. Statusnya dan Seohyun adalah batu sandungan terbesar dalam hubungan mereka. Bahkan sampai saat ini, hal itu pula yang menyebabkan mereka belum mendapat restu dari orangtua tunangan Tiffany. Namun Tiffany ingin bersikap egois dan membiarkan orang itu tetap disisinya.

“Apa kau mencintainya?” Jessica bertanya dan langsung mendapat anggukan mantap dari Tiffany.

“Kurasa itu cukup. Itu berarti aku hanya harus menjadi wedding planer yang baik untukmu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~

“Yul perkenalkan ini Jessie sahabatku.. dan Jessie ini Yuri calon suamiku.”

Jessica tersenyum getir. Salahnya, ia tak pernah memberitahu Tiffany siapa nama masa lalunya dan Tiffany tak pernah memberitahu nama sang penyelamat. Jessica mengulurkan tangannya dengan hati berdarah, bersikap seolah tak saling mengenal adalah hal terbaik yang ada dalam kepalanya. Yuri menerima uluran tangan itu tanpa menatap wajah Jessica. Dunia itu sempit atau takdir tengah mempermainkan mereka?

“Hyunie ayo beri salam pada aunty Jessie.”

“Annyeonghaseyo.” gadis kecil tersebut membungkukkan tubuhnya.

“Kalian pergi kemana?” Tiffany bertanya seraya menunduk dan memeluk Seohyun, anaknya, Hwang Seohyun.

“Daddy dan Hyunie membawa Jollie jalan-jalan.” Jawab Seohyun. Jollie adalah nama boneka beruang pink yang kini ada dalam pelukannya. Yuri baru saja membawa Seohyun dan Jollie berjalan di taman.

“Jinja?”

“Ne~”

“Yul apa kau mau tinggal untuk sarapan? Aku sudah memasak makanan kesukaanmu.”

“T-tidak terimakasih, aku harus pergi karena mendadak ada meeting.” Faktanya Yuri hanya ingin pulang, tidur, dan saat ia bangun semuanya akan kembali normal. Yuri hanya berharap apa yang terjadi hari ini hanya bagian dari mimpi buruknya.

“Baiklah. Hati-hati.” Tiffany berucap. Yuri menunduk untuk mengecup kening Seohyun sebelum ia pergi. Sementara itu Jessica masih terpaku di tempatnya.

“Jessie? Kenapa kau menatap Yuri seperti itu? Ah, jangan bilang kau tertarik padanya?” Goda Tiffany.

“Aku? ANIYO!!” Jessica menyangkal keras dan membuat Tiffany keheranan di buatnya.

“Rileks Jessie.. aku cuma bercanda. Ternyata kau masih tidak bisa diajak bercanda.” Tiffany terkekeh seraya menggandeng tangan Seohyun ke dapur. Meninggalkan Jessica yang kini menundukkan kepalanya. Andai Tiffany tau.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Mari kuceritakan sebuah kisah
Tentang aku kamu dan mereka
Tentang luka dan cinta
Juga tentang rasa dan air mata

Kuceritakan dengan hati terluka
Dengarkan juga dengan luka yang kau bawa
Karena kita sama
Kau dan aku peran utama

Mari kulantunkan sebuah lagu
Dengan nada mengalun lembut
Dengan untaian kata sebagai syairnya
Lagu tentang dilepaskan juga ditinggalkan

Serba tidak disengaja. Sejak awal ia mengenal Yuri tak pernah ada satupun kejadian yang ada dalam rencananya. Semuanya mengalir begitu saja, seperti air, tenang namun menghanyutkan.

Tiffany masih ingat, malam itu ia berjalan menyusuri malam dengan kaki telanjang. Tak peduli walau permukaan aspal yang kasar menggores dan melukai telapak kakinya. Ia hanya ingin bebas. Melepaskan diri dari kesakitan yang membuatnya berpikir mungkin mati akan terasa beribu kali lebih baik. Tidak ada yang tersisa dari dirinya, tidak ada Nickhun, tidak ada keluarganya. Nickhun -kekasihnya- pergi setelah mengetahui Tiffany hamil sementara keluarga yang terlanjur kecewa mengusirnya dari rumah.

Tiffany berdiri di pagar pembatas jembatan. Menatap permukaan air yang akan menenggelamkan tubuhnya dengan pandangan nanar. Tepat sebelum ia melompat seseorang ‘menyelamatkannya’. Dan seperti dalam sebuah dongeng klasik, orang itu adalah pangerannya, Kwon Yuri.

Bukan tipe pangeran dongeng yang berpenampilan necis dan mengendarai kuda putih. Kwon Yuri hanya seorang gadis biasa, berpenampilan biasa, kalau boleh dibilang ia terlihat sama hancurnya dengan Tiffany. Dari sorot matanya Tiffany bisa menyimpulkan jika pangeran itu juga tengah terluka. Tiffany bisa menyimpulkan jika mereka berbagi luka juga airmata yang sama.

Tiffany batal mengkahiri hidupnya malam itu dan dengan tangan gemetar ia menerima sapu tangan Yuri dan menyeka airmatanya.

“Setelahnya kami kembali bertemu. Dulu aku adalah seorang sekretaris dan Yuri merupakan Direktur baruku.” Tiffany menyesap Americano-nya sebelum kembali melanjutkan.

Tiffany menerawang. Mengingat setiap kebersamaannya bersama Yuri. Mereka yang sama-sama punya cerita, mereka yang bersama-sama mencoba saling menyembuhkan luka. Yuri merupakan orang yang selalu ada di saat paling sulit dalam hidupnya. Gadis tanned itu yang datang setiap pagi untuk merawat Tiffany yang sakit saat ia hamil, disaat tak ada seorangpun yang peduli. Gadis tanned itu yang menggenggam tangannya saat Tiffany berjuang antara hidup dan mati ketika melahirkan Seohyun.

“Saat Seohyun masih berumur beberapa bulan Yuri sering sekali menginap di rumahku dan bangun tengah malam untuk menenangkan Seohyun yang menangis.”

“Dia bahkan menginjinkan Seohyun memanggilnya Daddy agar Seohyun tidak merasa berbeda.”

Jessica tersenyum lemah. Cairan itu kembali menggenang dan mengaburkan pandangannya. Jessica mengerti sekarang, mengerti kenapa Yuri memilih untuk tidak bersamanya. Jessica mengerti akan ada lebih banyak hati yang terluka. Ini memang salahnya sejak awal. Haruskah ia menyerah sekarang? Tidak bisakah ia bersikap egois untuk kali ini?

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Hujannya deras sekali.” Tiffany berucap sambil memandangi air yang mengalir di jendela apartemennya. Jessica duduk di sofa sambil mengelus rambut Seohyun yang berbaring di pangkuannya. Gadis kecil itu mulai terlelap sambil memeluk Jollie.

“Sepertinya Yuri akan terlambat.” Tiffany menghela nafas setelah membaca pesan yang Yuri kirimkan. Jessica mengangguk mengerti. Mereka berencana membicarakan tema pernikahan seperti apa yang mereka inginkan, ya, Jessica akan menjalankan tugasnya sebagai wedding planner. Walau ini bukan alasannya untuk menemui Yuri tapi ini alasan Jessica menemui Tiffany.

“Mommy…” Seohyun bergumam. Mata sayunya menatap sang ibu. Tiffany tersenyum lantas memindahkan Seohyun ke dalam pelukannya.

“Apa setelah kalian menikah, daddy akan tinggal bersama kita?”

“Ne.. dan namamu akan berubah menjadi Kwon Seohyun.”

“That’s cool.” Ucap Seohyun. Tiffany tertawa kecil melihat keantusiasan dalam nada bicara anaknya. Jessica menerawang, kenangan-kenangannya bersama Yuri kembali menyeruak. Jika sebelumnya hal itu menjadi kekuatan bagi Jessica untuk bertahan kali kenangan itu membuat dadanya berdenyut nyeri. Jessica tau kali ini ia sudah kalah sepenuhnya. Jessica tau ia takkan mampu mengambil senyuman itu dari bibir Tiffany juga dari malaikat kecil yang bernama Seohyun.

Jessica terpojok. Hujan terus mengguyur tubuhnya. Kemeja yang ia kenakan robek. Keempat pria yang ada di hadapannya bertambah liar. Bau alkohol masih menyeruak. Jessica berlutut dan memeluk lututnya yang gemetar. Ia ketakutan dan menangis adalah satu-satunya cara yang dapat ia lakukan.

Jessica memejamkan matanya rapat-rapat seraya terus memanggil nama Yuri dalam kepalanya. Gadis tanned itu selalu menjadi penyelamat untuknya. Apakah kali ini Yuri akan kembali menyelamatkannya?

Salah satu dari pria tersebut menarik Jessica dan membekap mulutnya sementara pria lainnya memegang kedua tangannya. Namun, sebelum mereka sempat berbuat lebih jauh satu sosok lain lebih dulu datang dan membuat salah seorang pria tersungkur dengan balok kayu di tangannya.

Doa Jessica terjawab, Yuri kembali datang menyelamatkannya. Ia berhasil mengalahkan keempat pria tersebut walau Yuri sendiri terluka. “S-sica kau lupa membawa payungmu.”

“Y-yuri-” Jessica tidak bisa mengatakan hal lain selain terus memeluk Yuri dan mengulang-ulang namanya dengan suara bergetar.

Yuri hanya tersenyum sambil mengelus lembut kepala Jessica.”Gwencahana. Semuanya baik-baik saja sekarang.”

I’m used to days without you now
Tomorrow will be a little more comfortable
I will forget you little by little

Sometimes, I will think of you
Only good memories will remain

My meaningless day will probably pass by
Our one of a kind love is like it never happened
Even if I say I miss you, I can’t ever see you
Even if it hurts, I need to withstand it

Even if it hurts, pretending that it’s nothing
Even if tears fall, knowing how to hide them
Placing it in one side of the heart
And knowing how to smile as if nothing’s wrong
This is the way to break up

Only my welled up tears remember you
And there are so many traces of happiness
To me, love is such a painful thing
Even if it hurts, I need to withstand it
I will probably forget like this

Tiga puluh menit setelahnya Yuri datang dengan baju yang basah kuyup dan membuat Tiffany sedikit mengomel.

“Kenapa tidak tunggu sampai hujannya reda?”

“Aku tidak mau membuat kalian menunggu lama.”

“Kenapa kau selalu memaksakan diri huh? Silly.”

“Mianhe.” Tiffany tertawa kecil sebelum memberikan kecupan singkat di bibir Yuri. Jessica? Gadis blonde itu mengalihkan pandangannya dan pura-pura tak peduli.

Setelah Yuri mengeringkan diri dan mengganti bajunya mereka bertiga mulai berdiskusi mengenai konsep pernikahan seperti apa yang mereka inginkan. Seperti biasa Tiffany yang lebih banyak bicara dan membuat Jessica kewalahan mencatat apa yang keluar dari mulutnya sementara Yuri lebih banyak diam dan lebih penurut. Ia akan menyetujui apapun yang Tiffany inginkan. Yuri yang sangat berbeda dari yang Jessica kenal.

Dari sudut matanya Jessica merasa Yuri terus memperhatikannya namun Jessica pikir ia hanya berhalusinansi. Terlebih Yuri selalu menghindari kontak mata dengannya. Jessica berusaha tersenyum dan bekerja sebagai seorang profesional, ia dan Yuri hanya masa lalu yang bahkan tak pernah terikat. Bersikap seperti tak saling mengenal merupakan pilihan terbaik, terlebih ia tak ingin Tiffany membaca kecanggungan antara Yuri dan dirinya lalu membuat spekulasi. Jessica benar-benar tak ingin membuat situasi sulit ini bertambah lebih sulit.

~~~~~~~~~~~~~~~~

“Sunny..”

“Jessica? Ya! Kenapa kau baru menghubungiku sekarang? Bagaimana, apa kau sudah bertemu dengan Yuri?”

“Sunny kenapa rasanya sakit sekali?”

“Sakit? Apa kau sedang tidak sehat.”

“Iya Sunny, aku sedang sakit. Sangat sakit.”

Sudah lewat tengah malam tapi lampu di ruang kerja Yuri masih menyala. Gadis tanned itu sedang mengerjakan beberapa berkas. Akhir-akhir ini Yuri sering sekali bekerja sampai larut dan membuat orang-orang disekitarnya khawatir.

Mengetahui putrinya masih terjaga, nyonya Kwon datang dan membawakan segelas susu hangat untuk Yuri. Mengetahui susu hangat bisa sedikit mengurangi insomnia. Ya, Yuri selalu beralasan jika insomnianya kambuh walau pada kenyataannya ia hanya melakukan itu agar pikirannya teralihkan dari Tiffany dan Jessica.

“Yul kau bisa menyelesaikan pekerjaan itu besok, tidurlah.” Ucap nyonya Kwon sambil mengelus pundak Yuri. Yuri tersenyum pada wanita paruh baya yang sangat ia cintai tersebut. Satu-satunya orang yang paling mengerti dirinya. Satu-satunya orang yang selalu berdiri di pihaknya.

“Jangan khawatir aku akan segera tidur setelah menyelesaikannya.” Yuri balas mengelus tangan sang ibu yang masih ada di pundaknya.

“Jangan terlalu memaksakan diri.”

“Ne.”

Yuri menghela nafas dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi begitu ibunya sudah pergi. Ruangan itu kembali terasa sunyi. Komputer yang sedang menampilkan berkas-berkas kantor merupakam satu-satu kehidupan yang dapat terdeteksi di ruangan ini. Tangan Yuri perlahan bergerak, menutup berkas yang beberapa jam ia tekuni lantas membuka file lain yang Yuri yakin akan melukainya. File yang berisi semua kenangannya tentang Korea dan… Jessica.

Yuri termenung menatap foto yang silih berganti menghiasi layar komputer di hadapannya. Seiring hal itu ingatannya tentang Jessica juga Korea kembali berputar. Rasa hangat kembali menjalari relung hatinya, memenuhi ruang kosong itu. Yuri takkan memungkiri jika Jessica pernah memberikan lebih dari sekedar rasa sakit untuknya. Gadis berparas dingin itu juga pernah memberinya bahagia, membuatnya merasakan debaran lembut menghanyutkan yang menjadi candu, yang membuat Yuri ingin merasakannya lagi dan lagi. Jessica pernah membuatnya merasa dan masih membuatnya merasa.

~~~~~~~~~~~~~~~~

“Itu bukan ekspressi calon pengantin.” Ujar tuan Kwon. Yuri baru bergabung di meja makan, lengkap dengan wajah lesu serta lingkaran hitam di bawah matanya. Efek dari hanya tidur 3 jam. Yuri terdiam, tak ingin membalas kata-kata sinis ayahnya. Pembicaraan seperti ini bukan yang pertama kalinya, Yuri tau dan ia tak ingin terjebak dalam hal yang berulang-ulang.

Sang ayah -sampai saat ini- tak pernah menyetujui rencana pernikahannya dengan Tiffany. Berpikir jika Tiffany adalah pengaruh buruk untuk Yuri serta kemungkinan besar Tiffany mendekati Yuri karena uang semata. Namun, Yuri lebih mengenal Tiffany. Ia dan Tiffany telah melewati banyak hal sulit bersama, lebih dari apa yang bisa ayahnya bayangkan.

“Kau tau belum terlambat untuk meninggalkannya. Aku bisa mencarikanmu gadis yang lebih baik dari wanita itu-”

Yuri berdiri dan pergi sebelum tuan Kwon bisa menyelesaikan kata-katanya. Ayahnya boleh melakukan apapun pada Yuri tapi sungguh Yuri tidak rela jika ayahnya mengatakan hal-hal yang buruk mengenai Tiffany.

“Jessie siapa nama orang yang sedang kau cari itu. Kurasa aku bisa membantumu menemukannya.” Tiffany berucap sambil meletakkan pancake berbalut saus strawberry kesukaan Seohyun. Tiffany tidak sadar jika permintannya hampir saja membuat Jessica tersedak.

Jessica masih berpikir, jujur saja ia belum siap dengan pertanyaan semacam ini. Jawaban apa yang harus Jessica berikan? Akan sangat mustahil jika Jessica menjawab ‘Aku sudah menemukannya Tiff. Orang itu adalah tunanganmu Kwon Yuri. Binggo!’. Jessica bernafas lega begitu telepon Tiffany berdering, untuk sesaat mengalihkan perhatian Tiffany darinya.

“Yeobuseyo?”

“Apa? Aku tidak bisa Carol.. kau tau kan hari ini aku harus fitting gaun bersama Yuri?”

“Baiklah-baiklah. Iya, aku mengerti.” Tiffany menutup teleponnya dengan wajah kesal.

“Ada apa?” Jessica bertanya.

“Jessie aku ada urusan mendadak, hari ini bisakah kau menemani Yuri fitting baju. Setelah urusanku selesai aku akan menyusul kalian.” Tiffany memelas.

“T-tapi.. tapi-”

“Thanks Jessie.” Tiffany tersenyum jahil sambil memberinya wink. Setelahnya ia segera pergi untuk mengantar Seohyun ke sekolah lalu bekerja. Jessica menghela nafas di tempatnya duduk. Jessica bukannya tidak mau memberi bantuan tapi ia tau hal ini takkan mudah, untuk dirinya juga Yuri.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Satu jam yang begitu menegangkan, Jessica bahkan sampai lupa kapan terakhir kali ia bernafas. Yuri masih mengenakan tuxedo yang akan dipakainya di acara pernikahan sementara sang desainer tengah memperhatikan. Mencoba memperbaiki atau mungkin menambahkan detail yang masih dirasa kurang. Jessica duduk sambil memainkan jarinya.

“Nona.. sekarang giliran anda untuk mencoba gaunnya..” lamunan Jessica terhenti begitu seseorang menarik tangannya menuju fitting room.

“T-tunggu! Tapi aku bukan-” tapi semuanya terlambat.

Jessica keluar dari fitting room sambil mengenakan gaun pengantin dan membuat Yuri terpaku.

“Woahh.. nona anda cantik sekali.” kagum pelayan-pelayan yang ada disana. Walau tak mengatakan apapun sebenarnya Yuri setuju dengan pendapat para pelayan tersebut. Jessica cantik, sudah sejak lama Yuri mengakuinya.

Gaun sederhana itu melekat sempurna di tubuh ramping Jessica. Sekarang Yuri mengerti kenapa Jessica memilih konsep sederhana dalam pernikahan impiannya. Alasannya karena ia sendiri, Jessica Jung, akan membuat apapun yang dikenakannya terlihat mewah. Pernahkan Yuri mengatakan jika Jessica adalah gambaran sempurna dari kesempurnaan? Gadis itu seperti tidak nyata, ya, tidak nyata, setidaknya yang satu itu hanya untuk Yuri.

“Apa kami boleh mengambil foto kalian berdua?” tanya salah seorang pelayan.

Keduanya mendadak saling tatap, sama-sama meminta persetujuan masing-masing. Canggung, apa yang mereka lakukan rasanya mendadak serba salah. Dan untuk sesaat seakan tak ada udara yang bisa mereka hirup.

“Kau sudah menangani ribuan pernikahan orang lain bukan?” Yuri bertanya.

“Hmm..” Jessica mengangguk, Yuri menggeser duduknya lebih dekat. Malam itu diatap apartemen murahan yang mereka sewa keduanya memutuskan untuk pesta. Hanya mereka berdua, beberapa kotak ayam goreng dan beberapa botol soju. “Apa kau tidak tau aku adalah wedding planer terbaik se-Korea Selatan?”

“Aku tau, hanya saja aku penasaran, konsep pernikahan seperti apa yang kau inginkan?”

“Sederhana saja.”

“Ne?”

“Aku ingin konsep pernikahan yang sederhana saja. Pernikahan di gereja dan dihadiri orang-orang terdekat saja. Aku hanya ingin mengenakan gaun pernikahan yang sederhana, musik yang sederhana. Aku ingin semuanya terasa begitu sakral. Hanya itu.”

“Dan menikahi orang yang kau cintai?”

“Apa?”

“Bukankah yang paling penting itu adalah menikahi orang yang kita cintai?”

“Ya.. kau benar. Dan menikahi orang yang kucintai.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hujan kembali mengguyur malam itu. Tiffany terburu-buru membuka pintu apartemennya begitu seseorang menekan bel.

“Yul?” Heran Tiffany begitu melihat Yuri berdiri dengan wajah yang begitu pucat. Yuri membalas pertanyaan itu dengan senyuman lemah sebelum akhirnya jatuh pingsan.

Tiffany panik dan berusaha menyadarkan Yuri. Suhu tubuhnya begitu panas sampai Tiffany berpikir ia akan terbakar hanya dengan memeluk Yuri. Tiffany melakukan berbagai cara untuk menyadarkan Yuri namun gadis tanned itu sama sekali tak merespon.

Beberapa saat kemudian..

Di dalam kamar dokter sedang memeriksa keadaan Yuri sementara Tiffany, Jessica dan Seohyun menunggu dengan cemas di luar.

Jessica menggeser duduknya lebih dekat dan meremas tangan Tiffany lembut. Diantara mereka bertiga Tiffany mungkin yang paling khawatir karena baru pertama kalinya kondisi Yuri drop seperti ini. Sementara Jessica diliputi rasa bersalah, jika saja ia tak pernah datang ke Amerika, jika saja ia tak bersikeras meminta Yuri kembali mungkin semua ini takkan terjadi.

Pintu kamar yang baru terbuka menarik perhatian mereka. Tiffany lebih dulu memasuki kamar dan melihat keadaan Yuri bersama Seohyun. Sementara Jessica mengantar dokter sampai pintu depan.

Yuri tergolek lemah dengan jarum infus yang menancap di tangan kirinya.

“Mommy.. apa Daddy baik-baik saja?” Seohyun menatap ibunya dengan tatapam sedih. Tiffany tersenyum dan mengelus kepala gadis kecilnya.

“Daddy baik-baik saja sayang.” Jawab Tiffany sambil mengelus rambut gadis kecilnya. Cukup lama mereka berada di sana sampai Tiffany harus pergi untuk menidurkan Seohyun.

“Jessie tolong jaga Yuri sebentar.”

“Tidak masalah.”

Jessica duduk di tepian kasur sambil menyeka keringat di wajah Yuri. Dipandanginya wajah Yuri lama, untuk terakhir kalinya ia melakukan itu. Jessica hanya ingin mengingat setiap detail wajah orang yang dicintainya, ingatan yang kelak akan Jessica lihat sesekali. Memang setelah perdebatan yang panjang dengan dirinya sendiri akhirnya Jessica mengambil keputusan. Ia akan pergi dari kehidupan Yuri.

Tangannya terangkat untuk mengelus wajah Yuri. Jessica mengigit bibir bawahnya untuk menahan isakannya. Jessica tau ia tidak berhak melakukannya hanya saja ini untuk pertama dan terakhir kalinya.

“Maafkan aku Yuri-ah. Aku mencintaimu.” bisik Jessica sambil mecium bibir Yuri.

Tiffany yang mengintip dari celah pintu segera menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia yang awalnya berniat mengambil mainan Seohyun yang tertinggal justru harus melihat sesuatu yang selama ini berusaha Yuri dan Jessica sembunyikan darinya.

“Jujur saja aku bukan peminum yang baik.” Tiffany keheranan mendengar pengakuan Yuri. Ya, Yuri gadis yang baru saja mengagalkan aksi bunuh dirinya. Jika Yuri bukan peminum yang baik lantas kenapa ia mengajak Tiffany ke tempat ini.

Menyadari gadis di hadapannya keheranan Yuri pun menjelaskan. “Aku butuh seseorang untuk menemaniku.”

“Dan kenapa kau berpikir aku adalah orang yang tepat?” tantang Tiffany. Yuri tersenyum kecil sebelum menyesap tequilla pesanannya dalam sekali teguk.

“Lalu kenapa kau setuju ikut denganku?” Yuri balik bertanya. Saat itu Tiffany tidak menjawab karena tidak tau jawaban apa yang pantas ia berikan. Kenapa ia setuju ikut dengan Yuri? Kenapa ia setuju untuk ikut bersama orang asing yang bahkan dapat melakukan hal yang lebih buruk padanya dari apa yang pernah Nickhun lakukan. Kenapa? Dulu Tiffany tidak tau, tapi kini ia tau, karena Tiffany percaya pada Yuri.

Yuri menghabiskan teguk demi teguk sampai ia hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Sementara Tiffany duduk di hadapannya. Tatapannya tak lepas dari gadis mabuk yang kini tertidur sambil menangis.

“Jessica.. kajima.” Dan saat mendengar itu Tiffany tau jika mereka berdiri di garis yang sama. Hidup ini ironis.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aku akan pulang ke Korea.” Pagi itu Jessica memberikan pernyataan yang hampir membuat Tiffany tersedak sarapannya sendiri.

“Kenapa mendadak sekali? Pernikahanku besok Jessie.”

“Maafkan aku, kakek mendadak sakit dan aku harus segera pulang.” Jessica memberikam seulas senyum. Setidaknya, Jessica sudah merencanakan pernikahan Tiffany dengan baik, hal terakhir yang bisa ia berikan untuk sahabatnya.

Hari sudah hampir gelap saat Tiffany memasuki ruangan Yuri dengan nafas tersenggal.

“Fany-ah ada apa?”

“Jessica akan pulang hari ini, kejar dia Yul dan katakan kalau kau masih mencintainya! Jangan sampai kau kehilangannya lagi!”

“Apa? D-darimana kau-”

“Aku tau semuanya.. aku tau. Kejar dia Yul.”

Jessica menatap tiket di tangannya sekali lagi.

Hal yang dilakukan Yuri selanjutnya justru diluar dugaan Tiffany. Gadis tanned itu malah memeluknya, dengan begitu erat sampai Tiffany dapat mendengar debaran jantung Yuri yang begitu keras.

“Dia pernah melepasku Fany.. dan aku takkan melakukan hal yang sama padamu. Aku mencintaimu.” Yuri menatap kedua matanya dan membuat Tiffany menangis. Untuk pertama kalinya, kata-katanya Yuri terdengar begitu tulus. Dan Tiffany selalu percaya pada Yuri.

Pesawat yang Jessica tumpangi sudah lepas landas. Meski tidak berhasil, Jessica tidak menyesal karena pernah berjuang. Satu hal yang Jessica sadari, cinta itu tak pernah egois.

.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>> END

Komentar
  1. NewReader mengatakan:

    Dikira yulsic bakalan balikan 😁 eh malah jadi yulti..

  2. byun913 mengatakan:

    kirain yul bklan ninggalin fany trus balik k jessi… hyunie lbh butuh sosok seorg daddy drpda jessi dan fany lbh butuh sosok suami drpda jessi…
    ini lanjutan poenfic yg lalu y thor..

  3. jsscjng mengatakan:

    Kenapa endingnya ngk papah sama mamah aja /?

  4. Tinakwon123 mengatakan:

    Gw seneng banget lo update thor,,
    tapi huuuaaaa cerita nya sedih banget,,,, kesian jessica,,,, tapi kalo yuri balik sama sica tiffany lebih kasian lagi karena yuri udah kaya appa hyuni, dan akhir nya yulti

  5. kupikir endingnya bakal klise kyk dlm drama.
    yul ngejar sica ke bandara dan mencegah kpulangan sica ke korea atau paling tdk sekalipun telat yul bakal beli tiket trs nyusul ke korea.

    ternyata eeh ternyata Yul daddy lebih milih tiffany mommy.
    surpraise juga dengan endingnya.

    p.s. ada satu yg membuatku penasaran author-nim, itu kenapa ya dulu di korea sica mutusin yuri???

  6. kwonratna mengatakan:

    huuaaa sedih bngt yulsic gak bs balikan lg
    gw pikir nih endingnya yulsic eh malah yulti, gak pa2 deh kasian jg ntr seohyun kl hrs khilangan daddy nya

  7. Bombom mengatakan:

    Sedih gini ceritanya , kirain bakal yulsic eh jdinya yulti . Bener tuh plihan yuri , nmanya mantan udah pasti gk seindah dulu 😁😁😁😁

  8. yurikwonsooyeon mengatakan:

    Kkangen Gumiyoung deh jadinya…😦😥

  9. sherink1820 mengatakan:

    Wkwkwkwk kirain yul bakalan balik sma mamah siccaa (?)
    Jdi nya yultii wkakakka
    Kerenn thorrr

  10. fitri cool mengatakan:

    yahhh…… baru update dh bikin nyayat hati ja…. sedih x baca na mamah papa ngk brsatu.. malah pilih tante fany….. mmmm….. honesty.bodyguar.im not pedo… d tungguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

  11. rara_ mengatakan:

    uwaaah sediih T.T
    kirain yul bakal balik ke sica. tapi yul pilihannya tepat.
    ditunggu banget ff yg lainnya thor

  12. kim wooyeon mengatakan:

    Sibuk ya thor ? Jadi jaranggg update. Tetep semangat ngelanjutin im not a pedo*** yaa :v -korbanvirusTaeRi. Ff apa ini? YulTi? Ooo sedih :” lanjutkan thorr

  13. che mengatakan:

    akhir’y update jga. .
    kirain yul bakal ngejar sica ternyata gk,,
    cinta takkan mngulang kesalahan yg sma hehe
    honesty gumiyong bodyguard kpn thor??
    uda d tngguin nih hehe

  14. sn mengatakan:

    Good job yul Ahahaha pria sejati Wkwkwkwkw. Seo n fany lebih butuhin lo yulllllll. Astaga. Keren kirain bakal yulsic eh ternyata yulti. Seneng gue

  15. elisabet blesis manao mengatakan:

    Wah sdih cmpur bhagia jg,crta bnr2 mengesankan saat d bc feel ny dpt dan jln crt ny top bgt.. Thor ff gumiyoung d lnjtkan lh..

  16. Me mengatakan:

    So sad tapi happy ending, yul dady emang cool hehee

    Kwon family nya yuti deh

  17. yyulskrc mengatakan:

    eaaaa ceritanya gak mainstream,gue kira yulsic bakal bersatu terus tiffany tersakiti terus ketemu ama taeyeon kayak di ff lainnya,TERNYATA KAGAK
    EAAA LAPYUH THOR :v
    gak kecewa ngebaca ampe akhir,buat epilognya bisa kali thor,pengen ngeliat yulti nikah :v

    oh ye thor itu ff yultae kapan di update? — tahun depan?

  18. KwonJung418 mengatakan:

    Yahh kiraiin yul balik lagi ke sica :’ kurang suka yulti :v buat ff yulsic lagi yaa thor tapi yang happy ending😀

  19. ByunYul_2122 mengatakan:

    SeDih bacanya, emang ngebingungin jadi yul klo milih sica fany yg tersakiti tapi klo milih fany sica yang sakit.😦😦

  20. Uwaaaa, yulsic 😭😭😭😭😭 thor honesty nya dooonggg, sedih nih gak apdet honesty nya 😭😭😭😭 udh nunggu lama banget nih thor, masak brenti tengah jalan thoor 😭😭😭😭

  21. namida sigumakamada mengatakan:

    seneng dah poemficnya d lanjut ohohoho d tunggu pisan inimah tapi— sad ending masaaa😥 :'(:'(😥 lbih tepatnya sih sad ending buat sica tau deh kalo buat yuri ini sad ending apa bkn.ahh yulsic gueee
    sebenernya sih endingnya lbih ngefeel kyak gini ya soalnya pas dri awal2 poemfic yg sica ninggalin yuri cuman buat bisa bareng lg sma masalalunya juga(taeyeon) gue udh ngefeel bgt sma perannya si yuri apalagi yg pas yuri nangis2 minta sica jgn pergi tp sicanya malah ttp pergi itu ngena bgt sakitnya si yuri,dan dsitu gue pengen sica nyesel udah balik sma taeyeon dan lbih milih buat ngelepasin yuri,trs pengen sica ngejar2 yuri buat balik sma dia tapi justru yuri udah punya penggantinya dan gk mungkin buat balik lg sma sica. tpi pas kemauan gue itu jadi nyata d poemfic yg sekarang ini gue malah jd nyesek wkwkwk kyaknya royalshipp sejati dah gue LOL😄
    tpi ya udah lah, readermah bisa apa *pasrah😀 * etapi ini bneran end unn poemnya? gk bkal ada lanjutannya lg?
    ya udah sini dek sica sma abang aja dek. kita buang kenanganmu ke sungai masalalu kemudian kita pergi ke jalan move on dek *eaaaa udah gile gue ohoho
    dan soal plagiator yg d aff itu unn. sukur deh kalo udh tau mah td nya gue mau nanyain tp takutnya itu blog emg punya unnie walo sebenernya gue rada curiga sih soalnya dia mao bkin taengsic, kalo nma authornya beda mah gue kira unnie ganti nama d aff. dan ngomong2 itu pertama kalinya gue komen aff dan ternyata itu blog punyanya plagitor ahahaha miris bgt gue *gk ada yg nanya* :v
    ohh satu lagi itu pas adegan yulti yg terakhir keren parah,gue gk nyangka dia bkal lbih milih tiffany. keren bgt si kwon disitu.dan disitu juga gue nyesek gegara yulsic udh gk ada harepan buat bersatu😥
    udah ah komen gue kepanjangan hahaha BYE~~~~
    OYA bodyguardnya jan lupa yee dan makasih juga poemficnya udah d lanjut walopun ini d lanjutnya pas udah kesekian puluh kalinya gue minta ini poem buat d lanjut hahaha 😄 bye~~~

    • RoyalSoosunatic mengatakan:

      Jam segini lu masih bangun? Hha😀
      Saking panjangnya gue bingung mau balesin komen lu yg bagian mananya. Gue emg pnya akun di aff tp cuma buat komen, dan namanya sama kya nma akun gue dimari. RoyalSoosunatic.

      Yeah.. poemficnya tamat bneran jd lu udh ga bisa nagih lagi, gue udh ga pnya utang :p

  22. abii mengatakan:

    ending nya tak terduga iss…

  23. namida sigumakamada mengatakan:

    iya masih bangun gue~~ hahaha biasalah jiwa shipper lg kumat trs gue nyari2 ff deh dan gk taunya poemfic update walopun sad ending tp gpp soalnya ini poem salah satu yg gue tunggu buat d lanjut wkwkwk
    dan soal komen gue yg panjang,itu efek seneng gegara ini poem d lanjut jd mohon d maklumin aja ahahaha
    oh si plagiator jgn2 dia juga sekarang lg baca komenan gue d mari ohoho gue gk tau dia pke tgl lahir yg real ato nggk d profil aff, tp itu tanggalnya samaan kek ultah gue ahahaha *cuma ngasih tau* :v
    eyyy lo masih punya utang unn. bodyguard itu jgn lupa,kan yg bodyguard gue nagihnya lbih dulu dripada yg poemfic kkkk

    • RoyalSoosunatic mengatakan:

      Bodyguard kapan2 aja.. klo inget gue lanjut klo ngga ya.. tebak sendiri xD

    • namida sigumakamada mengatakan:

      ehh lo gk ada alesan buat gk inget unn pan gue bakal ngingetin terus ke lo kalo lo mau mah hahaha
      dan kalo lo bneran gk inget berati gue mesti nunggu.gpp lah udah biasa nunggu kok gue mah *curcol* :v
      ohh berhubung tgl tragis alias 930 itu besok jadi update lg ye unn yee. buat ff tertragis sedunia per-ff-an. biar gue baper sebaper2nya hahaha
      udah gih sekarang tidur unn gk baik anak2 blom tdr jam segini hahaha

    • namida sigumakamada mengatakan:

      lo bilang gue anak2 unn? hmm.. sudah kuduga lo bakal bilang gitu unn :v
      yakin guemah sukur2 kalo bkin yg happy end sih wkwkwk pokoknyamah apdet ajalah apa aja terserah buat memperingati 1 thn itu *maksa mah gue hahaha
      lo gk mau bkin anak orang nangis unn? trs apa kabar sma poemfic ini yg berujung sad ending? ckckck anak orang udh pada nangis kejer mah gegara poem ini juga.
      gue mampir lagi ye kemari besok, pengen liat apdetannya. oke oke?

  24. lilysaid mengatakan:

    masih agak ga ngerti author, udah baca ulang. hehe. jadi ini siapa yg ninggalin siapa? di awal2 kan yuri yg balik lg ke amerika disuruh ayahnya, berarti yuri yg ninggalin jessica kan? trus di akhir2 yuri bilang “jessica, kajima” berarti jessica yg pergi? ditambah sama penjelasan yuri lagi “Dia pernah melepasku Fany.. dan aku takkan melakukan hal yang sama padamu. Aku mencintaimu.” jadi siapakah yg meninggalkan siapa? kamsahamnida author-ssi ^^

  25. liataegangster mengatakan:

    Itu lena komennya saoloh bgt asli 😂😂😂

    Yeahhh sad end tapi berujung manis ?? 😂😂😂😂😂
    Gue demen nih yuri bisa kaya gini. Tega ga tega sih ya gue mah lee. Seneng krn yuri ga ninggalin fanny buat balik ke sica. Tapi ngenes sama sica yg ternyata emng kaga move2 dr yuri. Gue demen lah sama sikap yuri disini yg ga gampang brubah meskipun hati nya masih berdarah wkt liat sica. Dan tiffy bener2 daebakkk yg bahkan nyuruh yul buat ngejar sica 👏👏👏👏👏… salut buat aunty alay dah…

    Yaah walopun sad buat yulsic, tapi happy buat yulti. Suka dah ah gue mah ama ff lu. Taeri nya dong lee 😚😚😚😚

  26. raj mengatakan:

    Suka banget bacanya..endingnya bgus banget

  27. yenissone mengatakan:

    jarang2 yul kayak gini..tp q salut dia g ninggalin fanny…n sica…mungkin yul bkan jodohmu hehe
    keren thor…im not a pedonya ditunggu thor

  28. nobuenmu418 mengatakan:

    hanjerrrrrrrr autornya greget.. ceritanya maksudnya .hahaha …
    dalem banget ni ff dan emng feelnya dpt banget kyakkk… gue kehilangan id lama gue … dan jangjang baru lg .. tp gue bkn newbie yakk …love you love you author … sakit banget gak tuhnpas pany bilang .. “yul kenalkan jessie sahabatku, dan jessie ini yuri calon suamiku” drama banjgett hahahah … tp ending nya top markotop keren … menurut gue bakal jadi kisah yg luar biasa disaat peran kedua juga mendapat apa yg seharusnya dia dpt . secara selama ini susah dan bangkitnya sama pany.. meski jessie adalah seseorang yg tdk bisa dilupakan dlm satu hari .. big no dan seperti gue yg menolak untuk move on .. egois boleh , karena berbeda cerita .bhak … yulsic selalu jadi yg pertama yg sudah terkubur dlm hati … thanks thor .. thankyoubangetudahmauupdate meski bukan yulsic … tp gue ikut ngerasa sebelumnya mereka punya cinta yg bgtu kuat … tp kenyataan adalah kenyataan .ya gue baperrr hahahahha

  29. YulSicc Jung mengatakan:

    yahhh..knpa sica menyerah…kirain yulsic akan balikan……hiks”….

  30. captenandzombie mengatakan:

    Awesome !! Gue suka Yulti tahu gak… krkekeke, tapi sayangnya, gak dijelaskan kenapa Sica melepaskan yuri.. gue rasa kurang gregetnya di sini

  31. Jenong judes yul poenya mengatakan:

    Yah… Yah… Yah… Apa apaan ini???????

  32. RZ mengatakan:

    kangen unn sama update-an lo. finally ya, one shoot…. astaga sedih bgt yulsicnya tp yul keren bisa memutuskan mana yg yang dia plih. ya jessica masa lalu dan tiffany masa depan. ^_^

  33. oeba yoonyul mengatakan:

    bingung mo nulis apa..
    cinta gx boleh egois emang. setuju .

  34. tuYUL_SICk mengatakan:

    gw jd pengen nyanyi ekhem.. Namun ada satu yg terjadi~ hatiku cinta kamu tapi tak bisa mau kembali lagi
    huahh sedih pasti jd jessie tp keputusan yuri tepat

  35. YulJee mengatakan:

    Cucoooooooooooooooooooo……….

  36. fadilla mengatakan:

    kirain bakal balikan lagi gk taunya yuri pilih pany.
    type yg setia yuri:’)

  37. velvelk mengatakan:

    ahhhh kenapa seperti ini.
    yow gw suka banget cerita dari author yg satu ini simpel tapi memberikan efek tersendiri kalo dibaca .. gw suka banget baca cerita yg disini mw itu oneshoot ato yg series krn ceritanya gk bertele tele a.k.a to the point.. gak banyak cincong . jd bikin reader gk bosen. author ssi u re jjang!! oo iya hampir lupa . itu gumiyoung & bodyguard gk ada rencana buat dilanjutin yah? cuma nanya aja sih hehe

  38. riestakim mengatakan:

    Ciattt YulTi jujur gue paling gak suka sama pairing ini,tapi di ff ini gue malah setuju YulTi bersatu ‘-‘ kayak ada something gitu :v tapi tergantung ceritanya juga sih :3 but ist oke lah gue suka jalan ceritanya😀 anyway ditunggu kelanjutan I’m Not Pedo*** ye😀 fighting!!

  39. im d mengatakan:

    May Got oh my got.. Kira-in Yul bakal ngejar Jessie ternyata Yul milih Fany.. C Khunyuk biangkerok lg yg ga bertanggung jwb.. Hadeh

  40. alle_locksmith mengatakan:

    sempet mikir yulsic eeeeh ternyata yulti

  41. 9@50N3 mengatakan:

    Nyesek bget nih,.
    Padahal inikan akhir bulan ‘9’ .
    Huuaaaa,,,~ jessica loppyu.

    Tapi end nya lebih bagus yg begini, dr pd yul ntar ngejar sica kebandara terus ninggalin phany ;AhLaguLama;
    Kan kasian jg hyuni dah nganggep yul daddy nya.
    Semangat thor,.

  42. yul+sic 4_ever mengatakan:

    Miss yulsic right now 😂😂😂😂

  43. allura_ar mengatakan:

    Uahhh apa ini kenapa yulsicnya kaga nyatu.

  44. Aulia mengatakan:

    Yee!!! Endingnya Yulti couple favorit gua.. Thor gumiyoung sama I’m Not a Pedo nya lanjutin dong!!pliss!!

  45. audifamy mengatakan:

    kalo secara cerita sih emg bagus begini.. yul gak ninggalin fany demi jessica yg udah jadi masalalunya.. masalalu ydh masalalu aja😀 .. ada yg baru yg bisa membuat hidup kita kembali tersenyum ketika terpuruk, kenapa harus di tinggal?? ..

    tapi kasian sama mommy sica nya😥 jd sendiran.. ydh sama gw aja yuk mom.. haha..

    yul milih fany kaya, beli 1 dpet 2.. gagagaga

  46. BOEN mengatakan:

    haii…

    benar..
    cinta memang tidak pernah egois
    meski sicca tidak kembali bersama yuri setidaknya dia sudah bertemu dg yuri dan meminta maaf…
    mungkin kali ini yuri bukan bahagianya

    akan lebih egois klo yuri memilih kembali pada sicca dan meninggalkan tiffany,krna bukan cuma hati tiffany yg sakit tp juga hati seohyun
    and happy together yulti…and seo
    heehhheeee…

  47. buffer98 mengatakan:

    Aaaaa~ sweet wkwkwk

  48. sonesoshibond mengatakan:

    endingnya ga terduga. bikin sedih sekaligus terharu😦 good job

  49. TaeKid mengatakan:

    Jessica rela melepas Yuri demi kebahagiaan bersama. . .
    Hiks. . . Terharu. .😥

  50. sapnaa mengatakan:

    ulala thor~ lama elu kagak update thor gue kangen tulisan elu wkwkwk gue hampir belumut nungguin elu update tpi kagak juga update” elu tau thor gue bolak balik mampir wepe elu wkwkwk sorry thor gue bru komen sebelumnyaa gue sdh baca nih ff cumaa yaa gtu dehh jaringan nya macam semvakk basah ngeresain haha duhh gue kira endingnya si yulsic biar kek ff yang laen ehh ternyata yulti tohh wkwkw kagak napa bagus juga ko endingnyaa…… thorrr update yang pedofil dongggg gue penasaran ama ceritanyaa please yee thorrrr wkwk

  51. sapnaa mengatakan:

    sebelumnyaaa gue juga sdh baca ff elu yang duff itu tpi gue mau komen sdh keburu di protek jdi maafkan reader mu ini yaaa thorr gue khalif alias khilaf thorr mianhe

  52. lovekwonsooyeon mengatakan:

    Anyeong haseyo authornim

    Saya new reader yg baru nemuin wp ini😁😁😁😁 izin baca epep yg lain ya authornim

    Nae kira bklan yulsic eh taunya yulti tp gx pp lah😁😁😁

  53. Rf_yulsic mengatakan:

    antara seneng ama gak,,kirain mau ngejar sica ee malah meluk tiffany huaaaa ironis bangett 
    Mengapa yulti and yulsic always ironis???huhuh

  54. dhesmit mengatakan:

    Aaaa sedih😦 kenapaa kenapa selalu yulsic terpisah dan disiksa😦 kenapa pula seylalu ada patini –“

  55. tayuya mengatakan:

    Huaaa~ kokoro pecah bang liat sica begitu..
    Beta kira bakal jadi yulsic😦

    Quotesnya daebak “cinta tak pernah egois” 🙂

  56. tippara mengatakan:

    Serba salah, tapi salut sama mereka ber3, fany yang legowo, sica yang sadar klo cinta nggak egois dan yul yang orang idaman banget di ff ini, klo jadinya yulsic pany ama seo bakal ngerasain hal pait lagi ditinggal orang yg di cintain lagi.. nah klo jadinya yulti gw agak ngedumel kenapa bukan RF tapi hidup ga selamanya tae sama fany, kadang ada jeti, yulti dan lain2 lol :v

  57. YoungieYoongie mengatakan:

    dan akhirnya yuri memilih tiffany.
    poor sica..
    pilihan bagus kwon yuri..

  58. rah mengatakan:

    Hmmm….pilihan yang tepat bagi yuri..tetap berada dsamping pany.
    Ff ini sedih tp dpt mberikn pelajrn yg berharga.

  59. rah mengatakan:

    Hmmm…. dh berkali2 bc ne ff.berkesan banget.pilihan yang tepat bagi yuri..tetap berada dsamping pany.
    Ff ini sedih tp dpt mberikn pelajrn yg berharga.

  60. sukma1901 mengatakan:

    UWooohh
    Unpredictable moment

    Klo gini sapa yg kasian coba ?

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s