Dark Evil Girl (YulSic/Part 3)

Posted: Juli 12, 2015 in ff snsd, yulsic
Tag:, , ,

Tittle : Dark Evil Girl
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Comedy Romance, Drama
Lenght : Chapter
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung, Im YoonA, Seo Juhyun and Other Cast

Dark Evil Girl
.
.
.
.
.
.

Part 3 : Steal Your First Kiss

“Tetap awasi Jessica Jung.” ucap Taecyeon di telepon. Beberapa orang yang sedari tadi mengawasi Jessica mengangguk mengerti dan melanjutkan misi mereka.

Minggu ketiga..

Setelah peristiwa penamparan itu Yuri tak pernah bicara lagi pada Jessica. Hal yang baik memang tapi entah kenapa Jessica justru merasa berasalah. Yuri yang tenang dan tak banyak bicara justru membuat Jessica  terlihat seperti orang jahat.

Yuri yang berjalan sambil mendengarkan musik mendongakkan kepala saat seseorang tiba-tiba berdiri di hadapannya. Yuri melepas earphone di telinganya. “Wae?”

“Ada yang bisa kukerjakan?”

“……………..”

“Apa kau tidak punya tugas?”

“Tidak.”

“Jinja? Ini.. mengejutkan. Sungguh tidak ada yang bisa kukerjakan?”

“Tidak ada.”  Yuri memutar bola matanya dan berlalu.

Jessica menggigit bibirnya lalu menahan pergelangan tangan Yuri. “Sungguh tidak ada satupun?”

“Tidak satupun.” Yuri memegang pundak Jessica dengan tangannya yang bebas lalu mendorongnya ke samping. “Minggirlah! Kau menghalangi jalanku.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Kwon Yoona?”

“Jessica-ssi?”

“Bisa kita bicara sebentar?”

“Tentu.. tentu saja.”

Keduanya memutuskan untuk bicara di pinggir lapangan. Saat itu lapangan sekolah sedang penuh karena beberapa siswa sedang belajar olahraga.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Yoona setelah menaruh peralatan menggambarnya di samping. Yoona adalah seorang pelukis sketsa, ia senang sekali menggambar tentang kehidupan sehari-hari dan Jessica akui karya tangan Yoona sangat bagus. Ia pernah melihatnya sekali pada pameran sekolah saat mereka masih duduk di tingkat pertama.

“I-ini.. tentang Yuri.” jawab Jessica ragu.

“Kenapa dengan Yuri?”

“Beberapa hari yang lalu saat kencan kami bertemu dengan namja bernama Taecyeon. Sepertinya mereka dalam keadaan yang tidak baik. Aku penasaran saja kenapa keduanya terlihat begitu saling membenci? A-aku.. belum pernah melihat ekspressi yang Yuri tunjukkan saat melihat Taecyeon sebelumnya.” Jessica menjelaskan dan beberapa saat setelahnya ekspressi Yoona juga berubah suram.

“Jessica-ssi.. kau adalah orang pertama yang menyadarinya.”

“Huh?” Jessica tidak mengerti dengan maksud perkataan Yoona. Sesaat setelahnya Yoona mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara Yuri,Taecyeon dan Eunhye.

Nam Eunhye adalah teman masa kecil Yuri dan Yoona. Mereka bertiga bersahabat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ayah Eunhye merupakan salah satu pekerja di kediaman keluarga Kwon.

“Yuri selalu memperlakukan Eunhye seperti adik kecilnya, dia selalu melindungi kami. Sampai setahun yang lalu sesuatu yang buruk menimpa Eunhye dan membuat Yuri sangat marah… merasa bersalah.”

Malam itu kesucian Eunhye direnggut paksa oleh seorang ahjussi mabuk yang ditemuinya di stasiun bawah tanah.

“Yuri merasa sangat bersalah karena malam itu seharusnya dia menjemput Eunhye tapi Yuri terlambat. Yuri selalu menyalahkan dirinya sendiri.”

“Lalu apa hubungannya dengan Taecyeon?”

“Taecyeon adalah kekasih Eunhye.”

Berbulan-bulan setelah kejadian itu mereka mencari pelakunya. Namun mereka mendapat fakta yang mencengangkan. Pelaku itu ternyata orang suruhan tuan Ok yang ternyata tidak setuju dengan hubungan Eunhye dan anaknya, Taecyeon.

Sampai disini Jessica tidak bisa berkata apa-apa.

“Eunhye memutuskan hubungannya dengan Taecyeon. Yuri membantunya dengan cara berpura-pura menjadi kekasih Eunhye. Taecyeon membenci Yuri sejak hari itu.”

“L-lalu bagaimana dengan gadis bernama Eunhye itu?”

“Dia bunuh diri, sebulan setelah hubungannya dan Taecyeon berakhir.”

Alasan kenapa Taecyeon begitu membenci Yuri karena ia berpikir Yuri lah orang yang paling bertanggung jawab atas kematian Eunhye. Sedangkan alasan kenapa Yuri tak pernah mengungkapkan yang sebenarnya karena ia ingin menjaga kehormatan Eunhye.

“Jessica-ssi tolong jaga Yuri.”

“Ne?”

“Bukankah sekarang kalian bersama?”

“O-oh itu.. i-iya.”

“Walaupun Yuri selalu bersikap kasar dan susah diatur tapi sebenarnya dia baik. Kakakku yang satu itu hanya punya cara unik untuk menunjukkan rasa sayangnya.”

“Ne, aku mengerti.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Seobang?” Panggil Jessica dan membuat perhatian seluruh siswa di kantin tertuju padanya.

“Wae?”

“Hari ini.. ayo kita kencan.”

Yuri mengerutkan keningnya namun sebelum Jessica sempat protes gadis yang lebih tua tersebut lebih dulu menyeret tangannya.

“Kita mau kemana?”

“Taman hiburan.”

Keduanya duduk sambil memandangi ferris wheel yang bersinar terang. Lampunya warna-warni seperti bintang. Jessica mengosok-gosokan kedua telapak tangannya. Menyadari hal itu Yuri segera menarik tangannya dan menyeretnya ke suatu tempat. Jika dipikir lagi ‘kencan’ mereka rasanya tak pernah lepas dari seret dan paksa.

Yuri mengajaknya membeli jaket. Ia mengacak-acak pakaian yang dipajang namun tak menemukan jaket yang cukup tebal.

“Maafkan kami.” Jessica mewakilinya minta maaf pada pedagang yang terlihat kesal.

Pada akhirnya Yuri membayar jaket yang dipakai pedangangnya. Sepasang jaket couple.

“A-aku tidak mau memakainya.” protes Jessica.

“Wae? Kau malu?”

“B-bukan begitu. Hanya saja-”

“Terserah padamu! Lagipula kenapa kau harus malu jika kau adalah orang pertama yang mengajakku kencan ke tempat ini.” Yuri berbalik dan berjalan lebih dulu di depannya. Jessica menghela nafas, sungguh Yuri adalah bad girl paling sensitif yang pernah dikenalnya.

“Apa kau marah?”

“………………….”

“Ya!! Kwon Yuri tunggu!” Jessica berteriak sambil berusaha menyamakan langkahnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aku ingin mengatakan sesuatu.” ujar Jessica. Keduanya berdiri bersisian sambil bersandar pada pembatas jembatan.

“Aku tidak tau jika presiden sekolah kita banyak bicara. Apa kau benar-benar nona Jung yang dingin itu?”

“Aku serius!”

“Katakan saja.”

“Apa yang terjadi pada Eunhye sama sekali bukan salahmu.”

“……………….”

“………………..”

“Aku pasti akan mengembalikan gelangmu.” Yuri bersuara setelah keduanya terdiam cukup lama.

“Jinja? Ah~ itu melegakkan.” Jessica mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum.

“Kau belum mengatakan padaku kenapa gelang itu sangat berharga.”

“Karena.. gelang itu milik orang yang sangat penting.”

“Siapa? Cinta pertamamu?” tanya Yuri lagi, Jessica tak lantas menjawab hanya saja wajahnya yang bersemu merah membuat Yuri tak perlu mendapat jawaban langsung dari gadis blonde itu lagi.

“Berhenti tersenyum seperti itu! Kau terlihat aneh.” Kali ini Yuri berkata sambil menoyor kepala Jessica.

“Ya!!” Jessica berteriak dan bersiap membalas namun Yuri lebih dulu kabur. “Jangan lari Kwon Evil Yuri!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

12 tahun lalu…

10

9

8

7

6

5

4

“3…. 2…. 1! Selesai! Yoong siap atau tidak aku akan mencarimu.” Yuri membuka matanya dan melihat ke sekiling taman. Berusaha mencari keberadaan saudara kembarnya yang saat ini sedang bersembunyi di suatu tempat.

Saat sedang mencari Yoona, Yuri tiba-tiba mendengar seseorang menangis. Seorang gadis yang seumuran dengannya sedang diganggu sekelompok anak lelaki.

Yuri berlari kearah gadis itu dan menolongnya. Dengan tubuh kecilnya Yuri mendorong anak-anak lelaki yang lebih besar sampai mereka pergi.

“Uljima..” Yuri berkata sambil membantu gadis kecil itu berdiri.

“Gomawo.” Si gadis kecil berkata sambil menghapus sisa-sisa airmatanya.

Tiba-tiba saja Yuri mendengar suara ibunya. “Yoona-ya! Ayo pulang!”

Yuri tersenyum menyadari ibu mereka sudah menjemput. Setelah melihat Yoona berlari ke dalam mobil Yuri juga segera berlari kearah ibunya.

“Sampai jumpa.” Ucap Yuri pada gadis kecil itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tempat itu dipenuhi bunyi menghentak serta diterangi cahaya yang remang-remang. Yuri duduk memperhatikan lautan manusia yang menari di bawah lampu disko dari tempat favoritnya. Yongguk juga duduk di sampingnya sementara Jiyoung sedang bercumbu dengan salah satu gadisnya di sudut klub.

“Jangan bilang kau sedang memikirkan presiden kita.” goda Yongguk sementara Yuri menanggapinya dengan tersenyum sinis.

“Apa aku punya alasan untuk memikirkannya?”

“Mungkin.. atau sebenarnya tidak, karena seingatku seminggu lagi hubungan kalian akan berakhir.” Yongguk tertawa geli memikirkan Yuri yang mungkin benar-benar terjebak dalam permainannya sendiri.

“Kau tau? Kwon Yuri tidak pernah jatuh cinta.”

“Justru itu! Bukankah akan lebih menarik jika hal itu benar-benar terjadi.” Yongguk menjentikkan jarinya dengan semangat.

“Jangan menggangguku. Pergilah menari dan benturkan kepalamu pada salah satu gadis disana!” Yuri berkata lalu menyesap tequilla pesanannya. Yongguk tentu tak perlu banyak waktu untuk menenggelamkan dirinya dalam lautan manusia yang semakin malam semakin menggila.

Setelah Yongguk pergi satu sosok lain menghampiri Yuri, kali ini seorang gadis.

“Perlu aku temani?” tanya Bora menggoda, gadis itu mengeluarkan salah satu batang nikotin dari dalam kotak silver, menyalakan pematik lalu menghisap batang yang sudah menyala tersebut. Menghisap lalu menghembuskan asap dari mulutnya.

Yuri menatap gadis yang memakai rok mini tersebut lama. “Baiklah-baiklah aku mengerti.” Bora mengalah dan mematikan rokoknya. Yuri tidak suka pada seorang perokok, terutama jika orang tersebut adalah seorang gadis.

“Aku melakukannya untuk mendapat perhatianmu.”

“Perhatianku? Wae?”

Bora sudah mengenal Yuri cukup lama. Gadis itu tau walau Yuri selalu berganti kekasih seperti ganti baju setidaknya seminggu sekali Yuri akan meluangkan waktu untuknya. Tapi sejak Yuri bersama Jessica, hari ini adalah pertama kalinya Yuri kembali datang ke klub.

“Gadis bernama Jessica itu mulai membuatku terancam.” Bora menyilangkan kakinya dan cemberut. Sementara itu Yuri tergelak mendengar pengakuannya.

“Apa kau cemburu?”

“Mungkin.. lagipula aku tidak punya hak untuk cemburu.”

“Itulah nikmatnya tidak terikat, kau tidak perlu dicemburui.”

“Benarkah kau tidak ingin terikat? Bahkan tidak denganku?”

“Kurasa.” Yuri menyeringai, setelahnya ia menarik tengkuk Bora dan mulai mencumbui gadis itu.

“Jangan sampai kau termakan kata-katamu sendiri sayang.” ujar Bora di tengah desahannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Yuri?”

“Aniyo! Aku tidak bersamanya.”

“Ah ne~ selamat malam.”

Jessica menutup teleponnya dan saat mendongak ia lebih dulu menabrak tubuh seseorang. Yoona. Jika Jessica terpaksa tinggal di sekolah sampai larut karena tugas lalu apa yang Yoona lakukan?

“Aku menghilangkan sesuatu di kolam renang dan berniat mencarinya.” Yoona tersenyum sambil mengacungkan kunci pintu gedung olahraga di depan wajahnya. Jessica mengangguk mengerti sebelum menawarkan diri untuk menemani Yoona. Arena kolam itu terlalu luas dan malam-malam seperti ini pasti disana sangat sepi.

“Terimakasih.” Yoona tersenyum. Berbeda sekali dengan Yuri yang jarang terlihat ramah. Jessica mendesah frustasi, kenapa pula ia harus memikirkan gadis arogan itu. Lupakan, lupakan!

Yoona dan Jessica menyusuri setiap sudut memakai senter, benda yang mereka cari adalah sebuah kalung yang sudah pasti akan bersinar jika terkena cahaya. Harusnya tidak terlalu sulit tapi setelah berjam-jam mencari benda itu tak kunjung mereka temukan. Pada akhirnya Yoona mengajak Jessica duduk di kursi yang menghadap ke arah kolam.

“Maaf jadi merepotkanmu Jessica-ssi.”

“Gwenchana, lagipula kita teman. Aku sama sekali tidak merasa direpotkan.”

“Aku khawatir benda itu jatuh ke dalam kolam.”

“Kalau seperti itu pasti sulit, lebih baik kita mencarinya besok.” usul Jessica. Yoona menyetujinya.

“Sebenarnya, kalau benda itu benar-benar terjatuh ke dalam kolam rasanya aneh juga.”

“Eh? Kenapa?”

“Karena aku tidak bisa berenang. Selama pelajaran olahraga tadi siang aku cuma duduk memperhatikan dari pinggir.”

Yoona tidak bisa berenang karena ia mempunyai trauma masa kecil dengan kolam renang. Trauma itu masih berlanjut sampai saat ini.

“Jessica.. kau boleh tertawa jika kau mau?” Yoona menggoda gadis itu.

Jessica cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan berkata dengan panik. “A-aniya! Aku tidak akan menertawakanmu karena hal seperti itu.”

Melihat reaksi Jessica yang berlebihan Yoona pun tertawa kecil. “Kau lucu sekali, sekarang aku tau kenapa Yuri menyukaimu.” ucapnya sambil mengacak rambut Jessica pelan.

Paras Jessica bersemu. Saat itu ia tidak tau tindakan Yoona atau justru perkataannya yang membuat dadanya bergemuruh.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari sudah sangat larut saat Jessica sampai di rumah. Yoona mengantarnya, sebagai ucapan terimakasih karena Jessica sudah mau membantunya.

“Sampai jumpa.” Yoona melambaikan tangannya dari dalam mobil, Jessica mengucapkan terimakasih lalu melambaikan tangannya saat mobil Yoona mulai melaju.

“Kenapa baru pulang?”

“Omona!” Jessica menebah dadanya kaget. Bagaimana tidak jika baru saja ia berniat memasuki pekarangan rumahnya Yuri tiba-tiba muncul dari tempat yang gelap dan mengejutkannya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Menunggumu.”

“Menungguku? U-untuk apa?”

“Hanya ingin melihatmu sebentar.”

“W-wae?”

“Apa hari ini seseorang meneleponmu?”

“Seseorang? Siapa?”

“Seseorang dari keluargaku.”

“Oh.. iya, ibumu. Beberapa jam yang lalu ibumu menelepon.”

“Apa yang dia katakan?”

“Dia bertanya apa aku bersamamu? Atau aku tau dimana keberadaanmu.”

“Apa yang kau katakan padanya?”

“Aku bilang tidak tau.”

“Dasar bodoh.”

“Ya!! Jangan seenaknya memanggil orang lain bodoh. Kau bahkan tak sepintar itu.” Marah Jessica. Dasar Kwon Yuri, apa malam-malam begini dia datang ke rumah orang hanya untuk cari masalah?

“Berisik! Sebenarnya aku datang kesini cuma mau bilang, jika lain kali ibuku atau siapapun meneleponmu bilang saja aku bersamamu, mengerti?”

“Kenapa? Tunggu! Apa kau secara tidak langsung memintaku menutupi perbuatan aneh-anehmu di luar sana?” tuduh Jessica dan membuat Yuri menoyor kepalanya -lagi. Dasar tidak sopan, geram Jessica.

“Aku tidak aneh, kau yang aneh! Pokoknya lakukan saja, jangan banyak bertanya.”

“Aku tidak mau!”

“Mwo?”

“Shireo! Shireo! Shireo!”

“Kau mau menantangku nona Jung?”

“Kalau iya kenapa?”

“Kuingatkan, kau akan menyesal.”

“Aku. Tidak. Takut. Padamu.” Tegas Jessica. Kwon Yuri pernah memprovokasinya sekali, saat itu Jessica cuma diam, tapi kali ini Jessica bertekad takkan tinggal diam. Keadilan harus ditegakkan.

Kwon Yuri mencengkram tangannya dan menatapnya tajam. Jessica tidak tingggal diam, ia melawan tatapan Yuri dengan ice glare andalannya. Orang-orang tentu tidak menjulukinya ice princess tanpa alasan.

“Bukankah sudah kubilang kau akan menyesal?” Yuri bergumam sebelum mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Jessica. Ciuman yang sangat singkat itu membuat Jessica mematung.

“Aku melakukannya karena kau banyak bicara.”

Setelah tersadar Jessica berteriak dan memukul pundak Yuri dengan tasnya -sangat keras. Yuri terkekeh geli melihat Jessica yang berlari ke dalam rumah dengan kecepatan yang melebihi flash.

“Gadis hitam yang jahat! Aku membencimu!” Jessica mengutuk Yuri dalam kepalanya. Kwon Yuri sudah mencuri ciuman pertamanya.

“AKU MEMBENCIMU KWON YURI!!”

.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>TBC

Iklan
Komentar
  1. Elisabet berkata:

    seharusnya jesica senang kalau tidak ada tugas dari yuri untuk dikerjakan, tapi karena rasa bersalah malah kepingin ada tugas dari yuri untuk dikerjakan

    sama – sama kepala batu dan angkuh yuri dan jesica

    gelang dari cinta pertama yang membuat jesica mau melakukan hal bodoh untuk yuri

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s