Honesty (YulSic/Part 9)

Posted: April 15, 2015 in ff snsd, hyonic, soosun, taeny, yulsic
Tag:, , , , , , , , , ,

image

Tittle : Honesty
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Drama, Romance
Lenght : Chapter
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung and Other Cast

Inspired by Drama Boys Before Flower.

Song lyric by:
*Amber F(x) – Shake That Brass (ft. Taeyeon)
*2AM Changmin – Moment (The Heirs OST)
*Park Jang Hyun – Two People (The Heirs OST)
*Super Junior – This is Love
*Howl – Love U (Boys Before Flowers OST)

Part 9
.
.
.
.
.
.

Diamond Bar, California

Cham swiwoyo geunyang nareul ttara deulsseogyeo
It’s very easy just follow me and dance
Gosanghan chemyeon ttawin beorigo
Throw away your calm image and
Nawa hamkke SHAKE THAT BRASS
Do it with me SHAKE THAT BRASS

HEY HO YEAH HEY HO UH HUH
HEY HO SHAKE THAT BRASS
HEY HO YEAH HEY HO UH HUH
HEY HO SHAKE THAT BRASS

NA NA NA NA NA NA
NA NA NA NA NA NA NA
SHAKE THAT BRASS
NA NA NA NA NA NA
NA NA NA NA NA NA NA
SHAKE THAT BRASS
SHAKE THAT BRASS

Taeyeon duduk di depan meja bar, ditemani segelas wine yang berumur 20 tahun. Matanya menerawang, memperhatikan kumpulan orang yang menari di lantai dansa, melepas kepenatan yang seharian terus menggelayuti kepala mereka. Pelarian, Taeyeon tau tempat seperti ini hanya pelarian bagi mereka. Melarikan diri dari rutinitas atau mungkin masalah hidup sudah menjadi hal biasa.

Musik mengalun semakin keras dan menggetarkan gendang telinganya. Taeyeon tersenyum lantas menyesap wine di tangannya perlahan. Jika boleh dibilang, ia juga seorang pelarian. Melarikan diri dari sakit hati lebih tepatnya. Musik bergema semakin keras dan orang-orang semakin menggila. Taeyeon memang bukan pengamat musik tapi ia cukup menikmati yang satu ini.

“Kali ini aku yakin berhasil.” Ucap Lizzy penuh percaya diri sementara sebaliknya Tiffany menatap horror sepupunya. Walau Lizzy yakin sekali tapi Tiffany sama sekali tidak mempunyai pikiran yang sama. Terakhir kali Lizzy bilang ia akan berhasil Tiffany harus berakhir di kantor polisi setelah menghajar orang yang Lizzy jodohkan dengannya karena laki-laki tersebut mau mencium Tiffany di kencan pertama mereka.

“Ya Tuhan! Tiffany.. apa selama ini kau tinggal di dalam gua?”

“Terserah saja.”

“Menurutmu apa ini tidak terlalu pendek?” Tiffany kembali bertanya sambil menarik-narik rok mininya. Hal tersebut tentu saja membuat Lizzy memutar kedua bola matanya.

“Kau luar biasa, apa lagi yang harus kukatakan untuk membuatmu yakin?” Lizzy tidak berbohong untuk yang satu ini. Tiffany -sepupunya- merupakam gadis dengan wajah cantik yang diatas rata-rata, body yang seksi, otak cemerlang, masalah gadis penyuka pink ini hanya satu, selama hidupnya Tiffany belum pernah pacaran sekalipun. Dan itu sering membuat Lizzy dan teman-teman Tiffany yang lain menggodanya namun Tiffany tak perduli. Pemikiran orang tak pernah menjadi beban untuknya, prinsip Tiffany adalah ia akan berkencan jika sudah ada seseorang yang menggetarkan hatinya.

“Kau sangat aneh Tiffany, menggetarkan seperti apa?”

“Seperti.. saat aku bertemu dengannya saat itu pula aku yakin kalau dialah satu untukku.”

Tiffany adalah orang yang sangat percaya pada cinta sejati, katakanlah makhluk negeri dongeng yang tinggal di jaman modern. Prinsip itu selalu ia pegang selama hidupnya.. sampai sebulan yang lalu, saat ayahnya memaksanya untuk segera menikah.

“Tapi Dad, aku bahkan belum lulus kuliah.”

“Umurmu sudah 22 tahun dan kurasa sudah cukup untuk menikah. Aku juga menikahi ibumu saat dia masih berumur 21 tahun. Selain itu Stephani.. kau tau kan kalau waktuku sudah tidak banyak lagi?”

“Dad! Jangan berkata seperti itu..”

Dan sejak saat itu Lizzy melakukan berbagai cara untuk membantu Tiffany menemukan seseorang. Termasuk dengan cara klasik seperti kencan buta. Namun, sampai saat ini belum ada satu kandidat pun yang diterima, Tiffany selalu menolak dengan berbagai alasan tapi hal itu tak membuat semangat Lizzy luntur. Semangatnya justru semakin menggebu seperti obor olimpiade.

“Orang itu bilang dia memakai blazer putih.” Lizzy mendorong punggung Tiffany lebih keras. Tiffany memandang sepupunya dengan pandangan memelas.

“Gee! Jangan bilang kau ingin aku menemanimu?” Lizzy menggelengkan kepalanya, akan sangat aneh jika Lizzy masih menemani Tiffany saat gadis itu ‘kencan’. Lizzy yakin sekali dirinya bukan baby sitter atau semacamnya.

“Move move Tiffany! Jangan biarkan kancanmu menunggu lama!” Lizzy memberi sentakan terakhir. Tiffany berjalan menjauh dengan lemas sambil sesekali mencuri pandang kearah Lizzy yang melambaikan tangan kearahnya sambil tersenyum lebar. Jujur saja Tiffany berharap Lizzy benar-benar menemaninya atau setidaknya gadis itu tidak usah mengiringi kepergiannya dengan senyuman lebar yang nampak tidak berdosa seakan-akan Tiffany akan menghadiri ajang penghargaan akbar semacam oscar. Akan lebih baik jika Lizzy melambaikan sapu tangan putih kearahnya, persisi seperti keluarga yang mengiringi prajurit ke medan perang, karena Tiffany merasa dirinya memang akan berperang malam ini.

Bau alkohol, asap rokok, serta musik yang ikut menghentakkan rongga dadanya. Tiffany meringis dan menghindari beberapa pengunjung yang hampir menabraknya. Orang-orang itu sudah terlalu mabuk untuk bisa berjalan dengan benar. Beberapa dari mereka bahkan lebih parah, sampai ada yang make out di sudut ruangan. Hal yang sudah biasa untuk sebagian orang tapi sama sekali tidak biasa untuk Tiffany yang selama hidupnya dikelilingi buku-buku dan alat-alat medis. Berada di tempat asing membuat Tiffany merindukan habitat tercintanya, ruangan putih yang selalu dipenuhi aroma obat. Tiffany jadi bertanya, jenis orang seperti apa yang mengajak bertemu di tempat semcam ini. Jika mereka sudah bertemu, tanpa berpikir panjang lagi Tiffany akan segera menolak orang tersebut.

Nona Kim, perwakilan dari SM akan sampai sebentar lagi.

Ponselnya berkedip, Taeyeon membaca pesan masuk dari asistennya sekilas sebelum kembali memasukan benda persegi itu ke saku blazernya. Kliennya akan tiba sebentar lagi. Ya, Taeyeon memang seorang pelarian tapi ia tidak datang ketempat ini untuk melarikan diri seperti yang lain. Taeyeon datang ke tempat ini karena Klien mereka, salah satu calon investor Hotel Kim mengajak bertemu di tempat ini.

“Permisi.” Taeyeon menoleh begitu seorang gadis menyapanya. Taeyeon berdiri, tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Selamat datang. Silahkan duduk.” Taeyeon agak terkejut sebenarnya, gadis itu tidak menyangka kliennya datang lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.

“Maaf membuatmu menunggu lama.” Tiffany berujar.

“Tidak apa-apa.” Jawab teman kencannya. Tiffany mencari, mencari, dan mencari orang yang memakai blazer putih dan akhirnya menemukan gadis ini. Tiffany terkejut tentu saja, sebelumnya Lizzy tidak mengatakan apapun tentang ini. Maksudnya, Lizzy tidak mengatakan padanya jika kencan Tiffany kali ini merupakan seorang gadis.

“Namaku Kim Taeyeon.”

“Aku Tiffany Hwang.”

“Jadi nona Hwang.. bagaimana kalau kita langsung ke hotel saja?” Pertanyaan Taeyeon membuat Tiffany tersentak. Benar dugaan Tiffany. Dilihat dari tempat Taeyeon mengajak mereka bertemu serta bagaimana cara Taeyeon menatapnya Tiffany berpikir Taeyeon memang orang yang seperti itu.

“Aku bukan orang seperti itu.” Mata Tiffany berkilat tajam sementara Taeyeon menatapnya dengan tatapan bingung.

“Bagaimana bisa kau mengajak seorang gadis ke hotel padahal kita baru bertemu selama 5 menit?” Kali ini Tiffany bangkit dari kursinya dengan perasaan marah. Orang-orang seperti Taeyeon merupakan jenis orang yang paling tidak disukainya.

“Nona Hwang.. apa yang anda bicarakan?” Taeyeon bertanya lagi, gadis itu benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dimaksud rekan bisnisnya.

Tiffany tersenyum sinis, merasa muak dengan sikap pura-pura Taeyeon.

“Nona Hwang-” kata-kata Taeyeon terhenti begitu Tiffany menyiram wajahnya dengan wine. Hal tersebut sontak membuat keduanya menjadi pusat perhatian.

“Aku tidak mau berurusan dengan orang sepertimu. Ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kita. Permisi.” Tiffany berlalu sementara Taeyeon menatap kepergian gadis itu dengan syok. Walau begitu Taeyeon sangat yakin jika gadis tersebut mengalami gangguan mental atau semacamnya.

Tiffany keluar dari klub dengan langkah-langkah ringan dan senyuman lebar. Ia telah melakukan sesuatu yang seharusnya pada orang seperti Taeyeon dan Tiffany takkan minta maaf karena Taeyeon pantas menerimanya.

“Tiffany!” Tiffany langsung disambut teriakan nyaring Lizzy. Gadis berambut sebahu tersebut sudah berdiri di samping seorang pria yang memakai blazer putih.

Tunggu dulu!

Blazer putih?!

“Ini Nickhun.. orang yang ingin kukenalkan denganmu. Ternyata dia datang terlambat karena mobilnya rusak di jalan. Untung saja kau keluar lebih dulu dari sana, tadinya aku akan menyusulmu ke dalam….. Tiffany? Kenapa wajahmu berubah pucat?”

“Nona Kim maaf terlambat. Saya Madison dari perwakilan SM… nona Kim apa anda baik-baik saja?”

Eonni ATTENTION PLEASE
Unnie ATTENTION PLEASE
Eodiseo jom norasseodo FOLLOW ME
Even if you know how to party FOLLOW ME
Naneun piririririri buneun sonyeoji
I’m a piper girl
Dwireul dorabomyeon da jul seoitji
If you look behind me everyone’s all lined up

LIKE DADUM DEEDUM DUM DUM DUM
LIKE DADUM DEEDUM DUM DUM DUM
LIKE DADUM DEEDUM DUM DUM DUM
JUST LET IT ALL GO AND
SHAKE THAT BRASS

Jalhaesseoyo yeoksi nol jul asineungunyo
Good job you do know how to party
Tensyeoneul jom deo olligo junbi wallyo
Raise the tension a bit more it’s ready
SHAKE THAT BRASS

HEY HO YEAH HEY HO UH HUH
HEY HO SHAKE THAT BRASS
HEY HO YEAH HEY HO UH HUH
HEY HO SHAKE THAT BRASS

NA NA NA NA NA NA
NA NA NA NA NA NA NA
SHAKE THAT BRASS
NA NA NA NA NA NA
NA NA NA NA NA NA NA
SHAKE THAT BRASS

LET’S DROP IT ONE MORE TIME
I WANT YOU TO (SHAKE SHAKE THAT BRASS)
I WANT YOU TO
YEAH I WANT YOU TO (SHAKE SHAKE THAT BRASS)
YEAH I WANT YOU TO
SHAKE THAT BRASS

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sooyoung merapatkan mantelnya. Gadis jangkung tersebut membeli sebuah ramen, menyeduhnya lalu duduk di kursi di depan mini market. Akhir-akhir ini Sooyoung memang lebih senang sarapan ramen daripada sarapan dirumah. Alasannya? Karena seorang gadis.

Sambil menuangkan bumbu ke dalam ramennya, Sooyoung terus memandangi wajah gadis yang sedang tertidur di hadapannya. Gadis jangkung tersebut juga terus tersenyum seperti seorang idiot membayangkan pertemuan pertama mereka. Sooyoung tidak tau kenapa ia begitu terpengaruh oleh gadis yang bahkan namanya saja tidak ia tahu. Mungkin teman-temannya benar, Sooyoung terkena karma karena kata-katanya sendiri.

“Aku tidak akan pernah jatuh cinta.”

Saat itu turun salju… Sooyoung mengingat semuanya bahkan bagaimana rasanya hembusan angin di hari nan dingin tersebut. Mengingat bagaimana cara gadis itu menangis, bagaimana suara tangisan gadis tersebut. Sooyoung mengingat bagaimana ia meminjamkan sapu tangannya dan gadis itu bukannya menggunakan sapu tangan untuk menyeka airmatanya tapi malah menggunakan sapu tangan Sooyoung untuk mengelap ingus.

“T-terimakasih.” Selesai mengelap ingusnya, gadis tersebut menyodorkan sapu tangan Sooyoung.

“T-tidak usah dikembalikan. Untukmu saja.”

Satu jam, Sooyoung duduk di samping gadis itu selama satu jam namun sang gadis tak kunjung berhenti menangis. Saat itu taman sedang ramai dan orang-orang yang berlalu lalang menjadi salah paham padanya.

“B-bukan aku yang membuatnya menangis.” gugup Sooyoung.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu? Bukan aku yang membuatnya menangis.”

“Sungguh! Bukan aku yang melakukannya.”

Walaupun orang-orang salah mengira dan menganggapnya sebagai penjahat entah kenapa Sooyoung tak kunjung beranjak dari sana. Entah kenapa ia hanya ingin berada disana dan menemani gadis yang tengah bersedih tersebut. Dan untuk pertama kalinya Sooyoung benar-benar menyadari jika airmata sangat berharga. Setelahnya malam terlewat begitu saja.

Jujur saja Sooyoung bukan orang yang percaya pada takdir, namun takdir memaksanya percaya saat mereka bertemu kembali. Sooyoung kembali melihat gadis -yang sampai saat ini belum ia ketahui namanya- dalam keadaan berbeda. Gadis mungil itu tertidur di meja depan minimarket dengan damai. Untuk pertama kalinya -lagi- memandangi wajah orang tertidur menjadi sangat menarik bagi Sooyoung.

Sooyoung selalu memperhatikannya. Gadis itu datang ke minimarket ini setiap hari. Dia datang jam 6.10 lalu terbangun jam 7.00 tepat seperti sebuah rutinitas. Dan sejak saat itu pula Sooyoung selalu membeli ramen dan menemaninya, lebih tepatnya memandangi wajah tidurnya.

Mereka tak saling bicara. Tak ada sapaan dan tak ada kata-kata. Hanya kehadiran satu sama lain.

“Cinta itu bodoh atau aku yang bodoh?”

Love is the moment
Niga odeon geunal geu sungan
The day the moment you came
Du nune maejhyeo gaseume
You filled up my eyes
Maejhyeo jakku tteo olla
You filled up my heart and I keep thinking of you
Love is the moment
Niga gadeon geunal geu sungan
The day the moment you left I can’t forget it
Ijeul su eobseo jakku tteo olla
I keep thinking about it

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dikator. Jika Adolf Hitler merupakan dikatator paling kejam di dunia maka Mrs. Kim merupakan diktator paling kejam dalam kehidupan Hyoyeon.

“Minumlah dan jangan lupa kau ada pertemuan dengan dosen dari universitas Seoul besok.” Wanita paruh baya itu tersenyum sementara Hyoyeon masih meratapi obat herbal yang sudah menjadi bagian dari dirinya. Ia dan segala kesempurnaan.

Ayahnya, merupakan Hakim Agung yang sangat di hormati di Korea. Ibunya merupakan pengacara yang paling terkenal dan sangat disegani di negeri ini. Sejak Hyoyeon lahir ia selalu dituntut untuk menjadi sempurna. Sejak Hyoyeon lahir ia dituntut untuk bisa melewati pencapaian orang tuanya. Fakta jika ia anak tunggal membuatnya semakin tertekan. Fakta jika orangtuanya menaruh harapan besar di pundaknya membuat Hyoyeon merasa sesak.

Selama hidupnya Hyoyeon selalu hidup dalam keteraturan. Semuanya tertata rapi namun hal itu sama sekali tak membuatnya bahagia. Di bawah ke-diktator-an sang ibu hidup Hyoyeon serasa jalan di tempat. Semuanya terasa seperti pengulangan. Ia sudah terjebak sangat lama, menderita sangat lama, menangis sangat banyak. Hyoyeon berteriak namun sang ibu pura-pura tak mendengar dan terus memastikan Hyoyeon tetap berada dalam lintasan. Dalam wilayah yang ia inginkan, tetap menuju garis finish yang sudah ia rancang sejak lama.

“Bukankah sudah kubilang kalau aku tidak mau jadi pengacara?” Hyoyeon bergumam dengan suara gemetar. Gadis itu mengigit bibir bawahnya, menahan airmata yang hampir tumpah. Sungguh, Hyoyeon bukanlah android. Ia, sejak dulu, selalu mengikuti kata-kata orangtuanya namun untuk kali ini Hyoyeon ingin orangtuanya yang mendengarkannya. Ia punya ‘kehidupan’ dan punya sesuatu yang ingin dilakukannya dalam hidup. Sesuatu yang bisa membuatnya bahagia.

“Umma..” Hyoyeon kembali memohon, berharap sang ibu mau melepaskan tali yang mengekang kehidupannya sejak lama. Mrs. Kim tersenyum sejenak lalu menepuk pundaknya.

“Tenanglah kau hanya tertekan. Lakukan saja wawancara itu, umma sudah berbicara dengan tuan Jang dan dengan kemampuanmu umma yakin kau akan diterima. Juga lakukan ujian akhirmu dengan baik. Apa aku harus menambah guru privatmu?” Hyoyeon tersenyum sinis. Ibunya memang tak pernah mau mengerti.

Ambisi. Ambisi yang berkedok tradisi keluarga. Kakeknya, ayahnya, ibunya, mereka semua alumni Universitas Seoul. Lulusan terbaik Fakultas Hukum. Memegang jabatan penting dalam publik. Dan, Hyoyeon dituntut untuk meneruskan tradisi tersebut atau lebih tepatnya dituntut untuk memuaskan ambisi ibunya.

Disaat seperti ini yang paling dibutuhkannya hanya satu…

“Hyonie?” Nicole terkejut mendapati tunangannya berdiri di luar rumah tengah malam.

“Apa yang-” kata-kata Nicole terhenti begitu Hyoyeon menghambur ke pelukannya. Sedetik kemudian Nicole mendengar isakan dan merasa punggungnya basah. Tanpa banyak bicara lagi, tangan Nicole terangkat untuk mengelus punggung Hyoyeon.

“Gwenchana Hyonie.. gwenchana.”

Pelukan Hyoyeon semakin erat. Benar, disaat seperti ini hanya Nicole yang ia butuhkan.

Jichin haruga gago dalbit arae du saram hanaui geurimja
After a tiring day passes, underneath the moonlight, two people become one shadow
Nun gameumyeon japhil deut aryeonhan haeng boki ajik jeogi itneunde
A vague happiness that seems reachable is still over there
Sacheo ibneun maeumeun neoui kkummajeo geuneureul deuriwodo
Even if my scarred heart casts a shadow on your dreams
Gieokhaejwo apeudorok saranghaneun sarami gyeote itdaneun geol
Please remember that a person, who loves you till it hurts, is next to you

Ddaeroneun igiri meolgeman boyeodo seogeulpeun maeume nunmuri heullodo
Although this path seems far sometimes, even if you shed tears out of sadness
Modeun iri chueoki dwil ddaekkaji uri du saram seoroui swil gosi doeeojuri
Until everything becomes a memory, let’s become each other’s resting place

Neowa hamkke georeul ddae eodiro gaya halji giri boiji anheul ddae
When I’m walking with you, when I can’t see where I need to go or the path I’m on
Gieokhalge neo hanamaneuro nuni busideon geu narui sesangeul
I’ll remember the world of that day when everything dazzled with just you alone

Yeojeonhi seotulgo ddo bujokhajiman eonjekkajina ne gyeote isseulke
I’m still awkward and I lack but until always, I’ll be by your side
Khamkhamhan bam gireul ilgo hemaedo uri du saram seoroui deungbori doeeojuri
On a dark night, even if we’re lost and wandering, let’s be each other’s light

Meon hutnal mujigae jeo neomeoe uriga chatdeon kkum geoji eopda haedo
In the far days ahead, even if the dreams we’re looking for isn’t past the rainbow
Geudaewa na hamkke bonaeneun jigeumi sigandeuri naegen geubodadeo sojunghan geol
The times spent with you right now are more precious to me

Ddaeroneun igiri meolgeman boyeodo seogeulpeun maeume nunmuri heulleodo
Although this path seems far sometimes, even if you shed tears out of sadness
Modeun iri chueoki doel ddaekkaji uri du saram seoroui swil gosi doeeo
Until everything becomes a memory, let’s become each other’s resting place
Seotulgo ddo bujukhajiman eonjekkajina gyeote isseulke
I’m still awkward and I lack but until always, I’ll be by your side
Mojin baram ddo dasi boreowado uri du saram jeo geochin seowireul jinagari
Even if the cruel wind blows again, we will overcome the rough times together

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yeah, this is love
Woo~
Come on girl

Su baek gaeui daneo su cheon gaeui moseup
Hundreds of words thousands of images
Bomyeon tto gateun deureodo gateun
I see them and it’s the same I hear them and it’s the same
Cham mohohan gibun eoryeopgodo swiun
It’s a strange feeling it’s hard and it’s easy
Sumanheun sarang geu ttokgateun sarang
Out of the many loves it’s the same love

Banjjagineun mulbanguldeul jeoksil deut nal seuchyeoga
The sparkling drops of water passing by like it’ll wet me but not
Modu goman goman biseutan seuchim deul ppun
That’s how each small and similar encounter felt
Cheoeumen jom bangsimhaetgo eoneusae saenggakhaji
At first I let down my guard and at some point I thought
Imi eokkae wireul jeoksineun bitbangulcheoreom
You’re like the raindrops that already wet my shoulders

This is love this is love yeorin baramdo
This is love This is love The gentle wind
Gil gae pieonan susuhan kkotto
The plain flowers bloomed on the street
This is love this is love aju jageun ge
This is love This is love You made me realized
Sarangieotdaneun geol alge hae jun neo
Love is about the small things

Jessica berdiri di depan Lovely Day. Hari Valentine kali ini Yuri berjanji akan mengajaknya kencan sepulang Jessica kerja, kemanapun yang Jessica inginkan. Jessica masih berdiri sambil memandangi ujung sepatunya sementara tangan kirinya memegang sebuah kantung.

“Kita gunakan bis saja ya? Jadi lebih romantis.” Ucap Yuri sambil tersenyum. Jessica menganggukkan kepalanya, lalu mengaitkan tangannya di lengan Yuri. Mereka berjalan pelan, Yuri sengaja supaya ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan Jessica.

Duduk berdampingan di dalam bis, Yuri bertanya mengenai bungkusan yang sedari tadi dibawa Jessica.

“Ini? Untukmu.”

“Untukku? Jinja?” Yuri memastikan, bukan karena ia tidak dengar tapi karena Yuri terlalu antusias. Hadiah apa yang kira-kira diberikan Jessica untuknya? Disisi lain, walau sebenarnya tampak tak peduli Jessica sangat penasaran apa pendapat Yuri mengenai hadiah yang ia berikan.

“Cokelat!”

“Bagaimana? Aku m-membuatnya sendiri.” Ujar Jessica malu-malu. Ia menghabiskan berjam-jam di dapur untuk membuat hadiah kecil ini.

“Apa ini wajahku?” Yuri mengangkat keping cokelat yang Jessica buat. Sebuah wajah yang dilengkapi senyuman. Bukan hanya satu, jumlahnya sekitar 20 keping. Lagi-lagi Jessica mengangguk malu untuk menjawab pertanyaan Yuri.

“Pantas saja terlihat tampan.” Yuri menyeringai dan membuat Jessica mendelik sebal.

“Percaya diri sekali.” cibir Jessica kemudian sementara Yuri masih tersenyum penuh percaya diri.

“Apa aku boleh mencobanya?”

“Katakan bagaimana rasanya.”

“……………”

“Bagaimana?”

“Enak sekali.”

“Jinja?” Jessica baru saja akan ikut mencoba tapi Yuri terlanjur memukul tangannya.

“Siapa bilang kau boleh ikut memakannya, ini kan punyaku.” Yuri menjulurkan lidahnya dan segera menjauhkan kotak berisi cokelat tersebut dari jangkauan Jessica.

“Kwon Yuri kau ini pelit sekali. Aku kan juga mau!”

“Tidak boleh!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Keduanya sampai di Lotte world. Jessica sengaja mengajak Yuri kemari karena sudah lama sekali sejak terakhir kali ia pergi ke tempat ini.

“I-ice skating?” Wajah Yuri langsung berubah pucat begitu Jessica mengajaknya bermain ice skating.

“Iya. Kenapa? Jangan bilang kau tidak bisa.”

“A-aku? Tentu saja bisa, aku hanya tidak mau melakukannya!” elak Yuri. Walau sebenarnya memang tidak bisa, Yuri tidak mau kehilangan wibawa di depan kekasihnya. Apalagi kalau sampai nanti Jessica malah mengajarinya. Prinsip kencan Yuri adalah, selalu pilih tempat-tempat yang bisa membuatnya tebar pesona.. dan arena ice skating sama sekali tak termasuk dalam daftar pilihan.

“Kita cari tempat lain saja.” Ucap Yuri lagi tapi Jessica terus berdiri disana sambil memasang puppy eyes. Yuri mendesah frustasi kalau sudah begini bagaimana ia bisa menolak?

Beberapa saat setelahnya..

Jessica tertawa meyaksikan Yuri yang terus berpegang erat pada pagar. Sama sekali tak mau bergerak. Gadis tanned itu terlihat seperti anak hilang di tengah keramaian. Yuri terus berpegang erat, ia tidak mau bergerak karena ia tak mau jatuh. Seorang anak kecil yang mahir seperti atlet profesional lewat di depannya lalu terkikik geli. Yuri bertambah kesal karena ia merasa semakin bodoh saja.

“Ulurkan tanganmu.” Jessica mengulurkan tangannya sambil tersenyum manis. Yuri membuang pandangannya.

“Kwon Yuri ulurkan!”

“T-tapi aku takut.” Yuri mulai merengek seperti anak kecil tapi terhenti begitu Jessica mentapnya tajam.

“Arraseo arraseo!” Yuri menyerah dan mengulurkan tangannya, keduanya. Jessica langsung memegangnya erat.

“Aku janji takkan membiarkanmu jatuh.” Jessica mulai menuntunnya berjalan dengan langkah-langkah kecil. Selama Yuri belajar, Jessica terus berada disisinya, memegang erat tangannya. Gadis itu menepati janjinya dengan tidak membiarkan Yuri jatuh.

Hold ya. Just wanna hold ya
Jom deo gakkai just wanna hold ya
A little closer Just wanna hold ya

This is love this is love yeorin baramdo
This is love This is love The gentle wind
Gil gae pieonan susuhan kkotto
The plain flowers bloomed on the street
This is love this is love aju jageun ge
This is love This is love You made me realized
Sarangieotdaneun geol alge hae jun neo
Love is about the small things

This is love this is love malgeun haneuldo
This is love This is love The clear sky
Supyeongseon jeo neomeo saneun taeyangdo
The sun over the horizon
This is love this is love sesang modeun ge
This is love This is love everything in the world
Sarangieotdaneun geol gareuchyeo jun neo
You taught me that is love

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aku tidak mau!” Tolak Yuri sementara Jessica terus menarik tangannya.

“Kau bilang hari ini semuanya terserah padaku?!”

“T-tapi bukan ini maksudku!” Yuri masih bersikeras bertahan. Menggapai benda apapun yang bisa ia jadikan pegangan. Gadis tanned itu tak habis pikir, sejak kapan Jessica bisa sekuat ini.

Jessica tidak menyerah. Gadis itu terus menariknya ke atas panggung. Tempat dimana diadakan lomba special valentine’s day dengan hadiah sepasang ponsel type terbaru dari merk terkenal.

“Tinggal satu peserta lagi!” MC mengumumkan dengan suara keras.

“Kwon Yuri cepat!” Jessica menjadi tidak sabar.

“Oh God help me!” Yuri meringis meratapi nasibnya.

Keduanya -Yuri dan Jessica- berdiri diatas panggung bersama 9 pasangan lainnya. Jessica mengamati para kompetitornya dengan serius sementara Yuri berusaha menyembunyikan wajahnya. Bukan karena malu harus ikut lomba, tapi malu karena Jessica sudah memberikan ice glare pada lawan-lawan mereka padahal lombanya saja belum mulai.

“Kwon Yuri pokoknya kita harus menang.. karena kalau tidak..”

“Apa?”

“Kau akan merasakan akibatnya.” Jessica mengatakannya sambil tersenyum sementara Yuri terus berdoa di dalam hatinya. Berharap Tuhan melindungi jiwa malangnya dari HellSica.

“Baiklah para peserta, peraturan lomba ini cukup mudah. Siapapun yang berhasil menggendong pasangannya paling lama akan menang.” MC berkata dengan suara ringan, pria itu tidak tau saja penderitaan apa yang akan Yuri alami selama beberapa jam kedepan. Yuri. Harus. Menggendong. Jessica. Selama. Mungkin.

Tiga jam. Jessica sudah ada di punggung Yuri selama tiga jam. Tinggal tiga penantang tersisa dan Yuri bersumpah ia sudah tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.

“Baby.. aku bisa membelikanmu 10 benda yang sama. Kita pulang saja ya?” Yuri memelas, masih meminta pengampunan Jessica sebelum ia benar-benar tumbang di tempat.

“Tidak mau, aku ingin mendapatkannya dengan usaha sendiri.”

“Maksudmu usahaku?” Yuri bergumam.

“Apa yang kau katakan?”

“T-tidak ada. Aku cuma bilang kita pasti mengalahkan mereka.”

Jessica mengeratkan pelukannya di leher Yuri. Gadis itu bukannya tidak tau jika Yuri sudah kelelahan, hanya saja Jessica ingin mendapatkan benda couple dengan cara berkesan. Benda yang nantinya akan selalu mengingatkannya betapa beruntungnya ia memiliki Yuri. Yuri yang selalu ada untuknya, Yuri yang selalu melindunginya, Yuri yang mencintainya, Yuri yang selalu berusaha membuatnya bahagia, Yuri yang rela melakukan apapun yang Jessica katakan meskipun permintaannya terkesan aneh dan tidak masuk akal. Yuri yang tulus, Yuri yang polos, Yuri yang dicintainya.

“Saranghae.. Yuri-ah.” Jessica berbisik lembut. Yuri tersenyum lebar. Bisikan Jessica seperti sebuah mantra yang membuat Yuri seribu kali lebih kuat. Barangkali itulah yang dinamakan kekuatan cinta.

“Nado saranghae Sica..”

Satu jam berikutnya, satu peserta lagi gugur. Tinggal pasangan YulSic bersama satu pasangan lain yang tersisa. Disaat Yuri yakin mereka akan menang, ia harus menyerah begitu matanya menangkap satu sosok yang begitu ia kenal. Ibunya. Dan saat Mrs. Kwon menatapnya Yuri tidak bisa mengatakan apapun lagi.

Tangannya terlepas, Jessica tak lagi berada dalam gendongannya. Mereka gagal.

“Yuri ada apa-” Jessica yang berniat bertanya ikut terkejut begitu matanya ikut menangkap sosok Mrs. Kwon.

MC memberi selamat pada lawan mereka yang menjadi pemenang dengan meriah. Namun, saat itu, Yuri dan Jessica tidak mendengar apapun selain suara jantung mereka yang berdegup kencang.

~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aku bisa jalan sendiri.”

“Kubilang aku bisa jalan sendiri!” Teriak Yuri. Beberapa pengawal yang memegang tangannya menjauhkan diri setelah mendapat perintah Mrs. Kwon. Wanita itu sudah lebih dulu berada di dalam mobil.

Jessica hanya berdiri disana, menatap kekasihnya yang diseret paksa ke dalam mobil. Jessica memaksa senyumannya saat Yuri berbalik untuk menatapnya sekilas. Jessica tau gadis tanned itu merasa bersalah, dan sejujurnya tak ada satupun diantara mereka yang mengira bahwa malam indah ini harus berakhir dengan sebuah drama.

Love U, geudael tteoollimyeo ije
Love you, thinking of you now
Dashi kkok nuneul gamjyo
I close my eyes again

Saranghae geudae du nun chaeul su itdamyeon
I love you, if i could fill your two eyes
Saranghae geudae naege useum boyeojundamyeon
I love you, I f I could show you my smiles
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeoda jultende
I could give you all the bright stars in the sky

Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
I love you If I could show you my love
Saranghae geudae geu mam gareuchyeo jundamyeon
I love you, if you could teach me you heart
Na modu darmagalkkeyo
I’d follow whatever you do

Love U Love U Love U yeongwonhi
Love you love you love you forever

.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>TBC

Pasti pada seneng kan saya update cepet? #pede
Sekalian update sekalian pamer poster baru kekeke~

Komentar
  1. joo mengatakan:

    Haaaah.. Yulsic pisah.. Taeny bertemu pertama dan Fany dah seenaknya sendiri..
    Soo ketemu Sunny dgn drama..
    Hyo hidup menderita..
    Next

  2. tinakwon123 mengatakan:

    iyaaaa aku seneng banget author update cepat ^^ ,ini masih masa lalu sebulum yuri koma, jadi victoria blom nongol, ngk sabar nunggu klanjutan yulsic ^_^

  3. sn mengatakan:

    Saya bingung ahahaha

  4. CHO HYEHYUK mengatakan:

    lanjut sekarang ae/?

  5. vhie azuera mengatakan:

    Seneng donk pstinya,, apa lagi ada posternya..
    Dsni cma ada 4 psangan..
    Kalo ditambah yoonhyun mgkn makin seru..😀

  6. Bombom mengatakan:

    Sweet bngt dahc yulsic, tp kok gtu jdinya.. Oh no no sedih. Cobaan mulu psangan yulsic

  7. NewReader mengatakan:

    muahahaha…taeny pertemuannya menarik😁
    Gagal deh kencan yulsic gara-gara Mrs.Kwon 😱

  8. Pesen tempat dulu ya thor, ntar malem aja bacanya 😁

  9. Ngga jadi baca ntar malem deh, udh ke goda duluan 😁😁😂 Ahhh semuanya udh ketemu pasangan masing, tpi yoonhyun blm thor. Sepertinya konflik mulai terjadi. Gomawo thor udh update cpet, daebaaak 😂😂😂

  10. risnaw92 mengatakan:

    Taeny,ketemu pertama lgsg cekcok..lucu,

  11. Wilhelmina mengatakan:

    Yuhuuu nunggu ff ini kelaaar;$haha

  12. isnaeni mengatakan:

    yah sica kasian amat
    yul ayo terus berjuang untuk terus bersama dengan sica

  13. fadilla mengatakan:

    aigoo pada galau semua…
    tae baru ketemu dh disiram=D
    kencan yulsic kacau.

  14. ailua mengatakan:

    pertemuan taeny lucu .. salah orang gtu😀 .. haha ..

    wah mrs.kwon ganggu ajh nih acara yulsic ..

    hush hush hush pergi sono ..

  15. nick mengatakan:

    Aish. Mrs kwon, kenapa? Kesian hyoyulsic.

  16. byun913 mengatakan:

    si shiksin jatuh cinta sma yeoja tuh atau sma ramen nya…
    yg sabar ya hyo
    si nenek sihir udh nongol… sapa penyelamat sica

  17. kwonratna mengatakan:

    pertemuan taeny seru bngt, pake siram wine sgala
    waduh panny trnyata salh paham
    senengnya liat yulsic lg pacaran, tp gegara si nenek sihir smuanya bubar deh
    jgn pisahin yulsic please
    hayo soo udh jatuh cinta sm sp tuh

  18. Elisabet blesis manao mengatakan:

    Y knp mkn rumit kyk ksah cinta yulsic , hm tp gpp biar mkin seru.. Thor lnjut kn ff bodyguardny lh

  19. gorjes spazer mengatakan:

    yul anak mommy yg protective y…lnjut thor

  20. javier janetti mengatakan:

    ini yuri sebelum itu .. adduh jadi penasaran yul koma geagara apaaan.. thanks for update ^^

  21. tuYUL_SICk mengatakan:

    oh no emak kwon uda nongol.. badai badai~

  22. kyril fadillah mengatakan:

    pertemuan pertama taeny sangat tragis karena salah paham yg berakibat taeyeon mandi wine
    nasib hyoyeon dan yuri sama2 tragis karena terbelenggu oleh keluarganya sendir
    ditunggu lanjutannya thor

  23. che mengatakan:

    yulsic sllu kocak i like it d lnjut thor kirain yuri ngliat victiria haha

  24. Haruna mengatakan:

    Yulsic..andwee😦

  25. Annyeong
    Hahahaahha taeny slah pham dlu tu kocak dech,,,,,
    dihhhhhhhhhhhhhh nyonya kwon galak ye,,,,,,ksian donk yulsic ngak bsa mesra2 ap lg yul ngak bsa tebar psona lagi,,,smga sica segera d jmput jiho oppa#plakkkkk hahaha d jmput taeng mksud ny,,,
    Hahaha lnjut dechh
    Ttap smngatttttt
    Gomaomao,,,

  26. velvelk mengatakan:

    udah nongol couple yang laen
    yuri kepedean* tpi emang benar sih yang dia bilang “pantas saja tampan”
    Haha yul gak bisa main ice skate ? Sini sama aku biar aku yang ajar~~~digaplok sica
    idih sica usaha berdua, yang ada mah usaha yul seorang *dapaticeglare
    mrs. Kong lu datang disaat yg tak diinginkan dikit lagi yul menang tuh

  27. yul+sic_4ever mengatakan:

    bntaran amad seh thor moment yulsicny… oohh jd gt awal mla taeny ktm….good good lanjut

  28. namida sigumakamada mengatakan:

    Poor taetae hahaha demi apa itu tippany idupnya kyak d dongeng2 yg nungguin getaran2 dlu baru d sebut cinta bhahaha
    Soo lgi jtuh cinta..
    Hyo menderita gegara ortu..
    YULSIC!!! “Aku janji takkan membiarkanmu jatuh.” Sica aku pegang JANJIMU!!!#eh ngomongnyajugakeyul -_-
    Badai mulai dateng buat hubungan yulsic..
    Posternya keren unn!! Tpi d situ ada tantenya..#halah
    Oh aku sneng dong unnie update cpet..
    Oke d tunggu next update..
    ~bodyguard~poemfic~ oh iya emotnya ktinggalan😀 hahaha

  29. iinindarsih97 mengatakan:

    seneng dong thor
    cie soo haha yang lagi jatuh cinta thor yang bodyguard kapan dilanjutin?

  30. kwonjess mengatakan:

    aduhh pdahal dikit lg dpt hadiah couple an haha

  31. 9@50N3 mengatakan:

    Ini masih masa lalu yah?
    Itu prtama kali taeny brtemu?,
    aku bingung sih, tp dipaksain
    Tuk ngerti,.

  32. RZ mengatakan:

    wkwkwkkw kasian banget si taeng disiram wine gitu. sadis banget si tiff, hahahah aigoo~ tapi jadi berkesan tuh pertemuan taeny.
    sooyoung akhirnya jatuh cinta. cieeeeeee.
    hmm klo pasangan iñi mah gak usah d tanya. hahaa nasib Yul emang selalu begitu kalo Jessica udah punya keinginan. tapi kwon seobang selalu mengabulkannya :)) ahh sweet deh. cuma agak menyebalkan saat tiba2 mrs.kwon datang T.T

  33. Rf_yulsic mengatakan:

    victoria blum mncul yya?

  34. Yuri Taro mengatakan:

    daebakk… yulsic yg paling mengena. .😥

  35. han ji hwa hee mengatakan:

    Huaaaaha jangan pisahkan yulsic

  36. chiap2122 mengatakan:

    Harus siapin hati buat drama nih hehe
    Hyo ternyata tidak setegar yg terlihat
    tiffany swag bgt lah ketemu pertama udh main siram2 gitu hehe
    Soo lagi jatuh cinta tuh hehe
    Ditunggu update nya hehe

  37. sapnaa mengatakan:

    Iyaa thor gue seneng lu update cepet😀 So sweet Banget dahh Yulsic ^_^ Duhh knp juga ada mrs. kwon klo kagak pasti menang si Yulsic :v Lanjut thor!!

  38. jenong judes yul poenya mengatakan:

    mrs kwon….anda perusak segalanya………..ga taw anakmu udh gendong koala 3 jam…dan moment mereka kau rusak dg tidak sopan -_-………….

  39. fatin mengatakan:

    author …,gue baru dpat info yg Yuri unnie udah couple #*sedihbanget😦 ..tpi lepas baca ff mu aku rasa yulsic is real…!!! Semagat yaaaaa author!!!😉

  40. Gorjesspazzer mengatakan:

    moment YULSIC nya ko sama kaya film BBF ya thor? yg bagian gendong2an itu..

  41. kwonyurivers mengatakan:

    Thorr lanuut thorr, lanjutin im not a pedo juga thor

  42. Wilhelmina mengatakan:

    Jangan kelamaan updatenya author ku yang kucintai-_-

  43. yyulskrc mengatakan:

    update thor,im not pedo juga ;-;
    kapan victoria nya nongol ;A; kaga sabar ngeliat drama menguras air mata (?)

  44. YulSicc Jung mengatakan:

    lanjutannya dung thourr…pingin tw kisah selanjutnya yulsic….

  45. chytiko mengatakan:

    kisahnya taeny menarik sekali hahaha…
    soo juga tuh…

    ini nemang harus merhatiin alurnya yg maju mundur ya, biar gak bikin bingung…
    lanjutan nya dong thor…

  46. Lanjuuutttttt thor ,,, yulsic 😍😍😍😍😍,,,, hehe salam kenal thor

  47. ladypichacio mengatakan:

    Soriii thoorr, bru komen di chap ini, ini kek perpaduan antara F4 ama BBF deh..
    Anyway , ffmu bgus
    Hehe
    Lanjut thor

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s