Honesty (YulSic/Part 6)

Posted: Maret 21, 2015 in ff snsd, yulsic
Tag:, , , ,

Tittle : Honesty
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Drama, Romance
Lenght : Chapter
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung and Other Cast

Song lyric by :
*Yesung ft Luna – And I Love You
* LeL ft Linzy of FIESTAR – What My Heart Wants To Say (OST. High School Love On)

Inspired by Drama Boys Before Flower.

Honesty
.
.
.
.
.
-Part 6-

Satu tangan Jessica masih menggenggam tangan Yuri sementara tangan lainnya mengelus pipi gadis tanned tersebut. Menyadari tak ada satupun hal berarti yang bisa dilakukannya, sejam terakhir Jessica hanya mentap gadis koma yang terbaring di hadapannya dengan penuh kerinduan. Akan lebih baik jika Yuri kali ini juga hanya membodohinya seperti waktu itu. Jessica bahkan sangat berharap jika Yuri terbangun dan tersenyum padanya. Ada banyak yang Jessica harapakan dari Yuri selain bunyi beep monoton yang yang selalu memenuhi ruangan ini.

“Apa kau makan dengan baik selama aku tidak disisimu?”

“………………..”

“Apa pernah sekali saja kau merindukanku?”

“Kenapa kau selalu berpaling?”

“Aku juga. Jika aku terus melihatmu aku tak bisa menahan diri untuk berlari kearahmu dan memelukmu.”

“……………….”

“Jadi kumohon Yuri-ah.. kembalilah padaku.” Jessica berusaha menahan tangisnya. Ironis memang, saat perpisahan mereka dulu yang Jessica inginkan hanya kebahagiaan untuk mereka berdua bukan drama yang lebih banyak menguras airmata.

~~~~~~~~~~~~~~

Jessica bangun dan mendapati dirinya berada di kamar IU. Kepalanya pusing, semalam mereka pergi ke klub dan… Jessica tidak ingat lagi. Aigoo, gadis itu bodoh sekali.

“Jessica kau sudah bangun?” IU datang sambil membawa segelas air dan aspirin untuknya. Cukup membantu.

IU tersenyum kecil menyaksikan sahabatnya yang tampak linglung. “Kau mabuk setelah mencoba tequilla, apa kau lupa?”

Wajah Jessica bersemu merah, untuk orang yang baru pertama kali datang, suasana dan apapun yang ada dalam klub tentu akan terasa asing begitupula dengan Jessica. Mengetahui sahabatnya seorang ‘pemula’ IU hanya memesankan orang juice untuknya, tapi Jessica yang penasaran juga ingin memesan minuman yang IU pesan. Tequilla. Jessica hanya minum satu gelas dan ia tidak ingat apapun lagi. Memalukan.

“Aku membawamu pulang kesini karena takut ibumu marah, tidak masalah kan?”

“Ne. Gomawo.”

Beberapa jam setelahnya Jessica menapakkan kaki di lantai Jung Mansion dengan takut. Ia sudah bersiap dengan amarah sang ibu tapi tidak terjadi satupun dari jutaan hal buruk yang diperkirakannya. Rumahnya terasa damai, bahkan terlalu damai dan itu membuat Jessica justru merasa heran.

“Bibi Park, apa yang terjadi? Dimana mommy?”

“Pagi-pagi sekali nyonya sudah pergi ke kantor.”

“Kantor? Apa yang terjadi?” Jessica kembali bertanya sementara bibi Park -kepala pelayan di rumah mereka- hanya menyalakan televisi untuk menjawab semua rasa penasaran Jessica.

Bursa saham pagi ini dibuka dengan penurunan harga saham Jung Grup yang sangat signifikan. Hal tersebut tentu saja menjadi buah bibir media. Nyonya Jung segera mengadakan rapat darurat dengan para komisaris juga pemegang saham yang menuntut pertangung jawabannya sebagai CEO. Semua orang di berbagai tempat menjadikan berita ‘terancam bangkrutnya Jung Grup’ sebagai bahan utama. Seakan tak ada hal yang lebih menarik untuk dibicarakan, tak terkecuali di K-School.

~~~~~~~~~~~~~~

“Kukira kau takkan berada disini lagi.” Raina tersenyum manis pada Jessica sambil memamerkan  tongkat golf rancangan desainer terkenal miliknya. Ekskul golf di sekolah ini merupakan ekskul yang hanya diikuti pewaris perusahaan. Orang-orang yang menempati kasta tertinggi di sekolah mereka. Seperti sebuah tradisi sekolah ini membagi siswanya menjadi beberapa kasta. Kasta pertama pewaris perusahaan, kasta kedua pewaris saham, kasta ketiga anak dari pejabat publik dan yang terakhir kasta keempat sekaligus terendah ditempati orang-orang dari kelas peduli sosial.

Jessica berusaha menutup mata dan menulikan telinganya. Ia hanya berpegang pada janji ibunya, bahwa wanita paruh baya tersebut akan menyerahkan Jung Grup padanya dalam keadaan sempurna. Jessica berusaha menjalani kehidupan ‘normalnya’ di sekolah. Raina kembali tersenyum padanya. “Kali ini apa kau yakin Taeyeon mau terjatuh ke dalam lumpur bersamamu?”

Jessica diam, ia terlalu lelah untuk mendebat.

“Kenapa kau harus menjadi orang yang paling khawatir tentang itu Raina-ssi?” Yuri kembali melibatkan dirinya. Matanya berkilat tajam, Raina tentu saja tak punya keberanian untuk mendebat Yuri. Gayoon dan Hyuna menarik tangan Raina dan pergi dari sana.

“Setidaknya katakan sesuatu pada mereka! Apa kau tidak merasa tersinggung?!” Yuri memegang tanganya namun Jessica buru-buru menepisnya.

“Sikapmu selama inilah yang membuat mereka semakin merendahkanku!” Jessica menatap mata Yuri dan menangis. Untuk pertama kalinya, gejolak perasaan itu tak lagi membuat Jessica mampu bertahan di balik topeng tegarnya. Ia mengingat bagaimana cara menjijikan orang menatap dirinya. Bagaimana cara mereka mencemooh Jessica dengan tatapan mereka. Apa yang Raina juga teman-temannya lakukan hanya sebagian kecil dari apa yang Jessica alami.

Bertunangan dengan Taeyeon hanya demi perusahaan saja sudah cukup. Jessica tak mau orang-orang menganggapnya mendekati Yuri juga untuk mendapat keuntungan lebih. Ia bukan seorang pesakitan yang harus diasingkan. Jessica hanya seorang gadis biasa yang mengorbankan cinta juga masa depannya untuk keluarganya. Benar, jika ia mengenali Yuri sejak awal. Benar jika Jessica mengingat pertemuan pertama mereka juga permintaan yang pernah ia janjikan pada Yuri. Benar Jessica mencintai gadis tanned itu. Benar jika pemicu detak jantungnya selama ini adalah Yuri tapi apa itu bisa merubah semuanya? Tidak.

“Aku tidak butuh dirimu Kwon Yuri, jadi biarkan Taeyeon saja yang melindungiku.”

Maybe if I got over you
Perhaps I wouldn’t know such tears
My heart was once loving
But farewell makes it not calm anymore
The one I love won’t come back again,
The one I’m madly in love with
My heart is only faithful to you, waiting is all that I can do

I love you and…
Throughout the night I try to erase you from my mind
You’re right in front of me, yet I cannot reach you
I can’t forget you, I miss you
What I breathe is like death
I am to scared

~~~~~~~~~~~~~~~

“APA KAU BUTA?!” Teriakan Yuri membuat seluruh aktifitas anak-anak di kantin K-School terhenti sementara. Sudah sejak lama mereka tak mendengar Yuri berbicara dengan suara sekeras itu. Sejak Jessica menginjakkan kakinya pertama kali ke sekolah ini Yuri yang awalnya selalu membully anak-anak dari kelas peduli sosial berubah. Namun, hari ini kebiasaan lama tersebut sepertinya kembali.

Himchan berdiri depan Yuri dengan kaki gemetar. Jika saja ia tidak berhati-hati dan memperhatikan jalan ia takkan tersandung dan membuat makanan yang dibawanya tumpah dan mengotori sepatu Yuri.

“A-aku sungguh minta maaf.” Himchan berkata dengan sungguh-sungguh.

“Menurutmu jika kata maaf itu berguna, untuk apa ada polisi dan penjara?” jawab Yuri angkuh. Ekspresi tenangnya justru membuat Himchan semakin ketakutan. Di sekeliling mereka murid-murid yang lain mulai berkerumun dan menjadikan penderitaan Himchan sebagai tontonan yang menarik.

Sooyoung menatap Himchan dengan perasaan iba namun ia tak bisa berbuat apa-apa sementara pandangan Hyoyeon tertuju pada Jessica yang juga ada disana. Dulu, gadis itu yang bisa menghentikan kekacauan ini tapi sekarang Hyoyeon ragu. Yuri bahkan sudah tak pernah membicarakan Jessica lagi, seakan nama itu adalah kata terlarang dalam kamus hidupnya. Dari kejauhan Jessica memandang Yuri dengan tatapan sayu sementara Yuri tak sedikitpun melihat ke arahnya. Tak sekalipun, sejak hari itu. Bukankah itu yang Jessica inginkan?

“Kurasa akhir-akhir ini aku terlalu baik.” Yuri berdiri dari kursinya sambil menjatuhkan baki berisi makanan miliknya ke lantai. Makanan itu jatuh berantakan bersatu dengan makanan milik Himchan yang lebih dulu jatuh. Himchan semakin ketakutan.

“Berlututlah.” Perintah Yuri. Himchan berlutut sambil berusaha menahan airmatanya saat seragamnya bersatu dengan lantai yang kotor. Untuk kalangan atas seperti kebanyakan siswa disini seragam seharga satu juta won mungkin tak seberapa tapi untuk dirinya yang hanya merupakan anak dari pegawai kantor rendahan seragam tersebut sangat berharga. Himchan ingat orangtuanya berpesan agar ia menjaga seragam itu baik-baik. Himchan ingat bagaimana wajah senang orangtuanya saat Himchan masuk sekolah tersebut sebagai murid beasiswa.

“Masa depanmu akan cerah jika kau masuk kesana. Murid lulusan K-School akan diterima dengan mudah di universitas manapun di negeri ini.”

“Bersihkan sepatuku!” Yuri berujar lagi. Himchan mengelurkan sapu tangan dari saku blazernya dengan tangan gemetar.

“Bukan dengan sapu tangan tapi… jilat.” pernyataan Yuri yang selanjutnya membuat mata Himchan membulat. Laki-laki itu segera mendongak dan menatap mata Yuri, berharap ada pengampunan untuknya. Ia tau sebagai siswa kelas peduli sosial melawan Yuri bukan hal yang bisa dilakukannya. Yuri bisa melakukan apapun, bukan hanya padanya tapi juga pada ayahnya yang memang bekerja pada Kwon Grup.

Bukan hanya Himchan yang terkejut tapi semua orang. Bahkan Hyoyeon juga beranggapan kali ini Yuri sudah sangat keterlaluan.

“Kapan aku meminta pendapatmu Kim Hyoyeon?” Yuri berkata sambil mendorong tubuh gadis yang lebih pendek tersebut sebelum pandangannya beralih kembali pada Himchan. Menunggu lelaki tersebut menjilat sepatunya.

“Kalau kau melakukannya aku akan memaafkanmu dan melupakan kejadian ini.”

Himchan mengepalkan tangannya dan menunduk perlahan.

“Hentikan!” kali ini giliran Jessica yang bersuara. Yuri tersenyum sinis tanpa melirik Jessica sedikitpun.

“Kau keterlaluan Kwon Yuri.”

“Wae? Apa kau mau menggantikannya?” Balas Yuri. Jessica tersentak, Yuri tak pernah berbicara dengan nada sedingin itu padanya. Menyadari Jessica tak kunjung membalas perkataannya Yuri tau jika gadis itu tak punya apapun lagi yang ingin ia sampaikan. Dalam sekejap dari seorang pahlawan super Yuri sudah berubah sempurna menjadi penjahat. Pandangannya beralih kearah Himchan.

“Apa sekarang kau juga tuli? Lakukan!”

Jessica berbalik dan memejamkan matanya. Yuri menjauhkan kakinya tepat sebelum Himchan benar-benar menjilat sepatunya. Kali ini Yuri melirik punggung Jessica sekilas sebelum pergi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kembali menjadi penyelamat, Presdir Kim menawarkan proyek taman hiburan di pulau Jeju pada Jung Grup. Kerjasama tersebut berhasil menstabilkan saham Jung Grup yang tengah goyah. Tidak sampai disitu, dengan bertambahnya kerjasama Kim dan Jung Grup maka pertunangan Taeyeon dan Jessica pun kembali menjadi buah bibir.

“Nona Kim anda harus ikut dengan kami.” Malam itu Taeyeon sedang menghabiskan waktunya di rumah Jessica saat sekelompok bodyguard suruhan ayahnya menyeretnya keluar. Taeyeon yang tidak mengerti tentu saja berontak. Gadis itu baru berhenti saat sekretaris Yoon memperlihatkan sesuatu padanya.

Berita tentang Jessica berikut foto-fotonya bersama seorang pria di kamar hotel.

Entah darimana atau dari siapa berita itu berasal yang pasti sekarang Jessica sangat tertekan. Foto itu memang dirinya tapi Jessica berani bersumpah ia tidak mengenal siapa pria yang bersamanya, Jessica juga tidak ingat kapan foto itu diambil. Nyonya Jung berusaha menjelaskan tapi Presir Kim yang keras hati terlanjur membatalkan pertunangan Taeyeon dan Jessica.

“Appa! Kenapa appa melakukannya?!” Taeyeon tentu saja tak terima dengan keputusan sepihak sang ayah. Namun ia tak bisa berbuat banyak, bahkan sekedar untuk menyelamatkan Jessica yang kembali di bully di sekolah. Kali ini bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Tidak ada seorangpun yang berdiri di sisinya. Tidak ada Taeyeon. Tidak ada Yuri. Bahkan IU saja selalu menghindarinya, tapi Jessica mengerti gadis itu tak ingin menderita seperti dirinya. Jessica juga tak ingin membiarkan sahabatnya menderita seperti dirinya.

Setelah lelah menghancurkan semua barang di dalam kamarnya Taeyeon hanya bisa menunduk. Bersandar ke pintu sambil menenggelamkan wajah diantara lututnya. Tidak ada gunanya. Taeyeon sudah mencoba berbagai cara tapi ia tetap tak bisa keluar dari kamar ini. Dengan belasan bodyguard yang menjaga pintu dan mengawasi setiap pergerakannya tertutup sudah kemungkinan Taeyeon untuk melarikan diri dari tempat ini.

“Sooyeon maaf. Maafkan aku!”

“T-tolong!” Teriak Jessica di sela suara kecipak air. Bermaksud menenangkan diri dengan berenang Jessica berakhir hampir tenggelam di tengah kolam karena kaki dan tangannya kram.

Tidak ada seorangpun disana saat itu selain dirinya. Jessica berusaha kembali meminta pertolongan namun suaranya tercekat, percuma saja, takkan ada yang datang. Ia tak bisa lagi mempertahankan kepalanya di permukaan. Paru-parunya mulai dipenuhi air dan pandangannya mulai menutup perlahan.

“Selamat pagi paman!” Hyoyeon berdiri di depan kediaman keluarga Kim sambil tersenyum. Presdir Kim yang baru selesai melakukan jalan paginya tersenyum.

“Hyonie.. sudah lama sekali sejak terakhir kau datang kemari.” Presdir Kim menyambut Hyoyeon dalam pelukannya. Walau hubungannya dan Taeyeon retak akhir-akhir ini tapi Hyoyeon tetaplah keponakan kesayangan Presdir Kim.

“Memang sudah lama, aku sengaja datang karena merindukan paman.”

“Kau pandai bicara seperti ayahmu.”

“Jeongmal? Terimakasih pujiannya paman.” Hyoyeon tersipu dan membuat Presdir Kim tergelak. “Sebenarnya paman aku datang kemari untuk menemui Taeyeon.”

“Taeyeon?”

“Kami sebenarnya punya tugas akhir yang harus dikerjakan bersama dan aku tidak bisa melakukan apa-apa karena Taeyeon tidak pernah datang kesekolah.” Hyoyeon beralasan. Presdir Kim tidak berpikir terlalu lama dan mempercayai alasan Hyoyeon.

“Kau memang anak yang rajin. Masuklah, Taeyeon ada di kamarnya.” Presdir Kim pamit setelah Hyoyeon mengucapkan terimakasih sekali lagi. Hyoyeon mengamati keadaan sekitar sebelum masuk ke dalam.

“Seberapa parah?” Sooyoung bertanya melalui earphone di telinganya.
“Boleh dibilang.. cukup menantang.” Hyoyeon tersenyum penuh percaya diri. Di halaman depan saja mereka sudah melihat 5 orang bodyguard yang berjaga layaknya serdadu. Masuk ke dalam rumah Hyoyeon kembali mendapati 5 orang bodyguard yang berjaga di depan tangga serta dua orang lainnya di depan pintu kamar Taeyeon.

Hyoyeon tersenyum geli membayangkan dirinya merupakan seorang pangeran yang akan menyelamatkan pangeran lainnya dari seekor naga. Mereka -Hyoyeon dan sooyoung- berencana membantu Taeyeon kabur. Keduanya tidak tahan saja melihat Jessica yang selalu di bully di sekolah dan Yuri -jangan harapkan anak itu-  yang sudah tidak peduli lagi pada Jessica sepertinya tidak berencana melakukan apapun. Akhir-akhir ini yang dilakukannya hanya pulang pergi luar negeri untuk membantu bisnis orangtuanya, sama seperti Taeyeon sekarang Yuri jarang sekali datang ke sekolah.

“Business trip my ass, aku tau si hitam itu hanya menghindar.” Di seberang sana Sooyoung mengatakan hal yang baru saja terlintas di kepala Hyoyeon.

Taeyeon mendengar pintu kamarnya diketuk lembut. Seseorang meminta ijin masuk. Taeyeon tak peduli, ia hanya menatap kosong pada jendela. Itu mungkin pelayan yang hanya ingin mengantarkan makanan dan membereskan kekacauan yang Taeyeon buat lalu pergi seperti biasanya. Jika yang datang bukan pelayan bisa jadi itu ibu tirinya -yang menurut Taeyeon- pura-pura khawatir padanya. Khawatir karena sudah 3 hari Taeyeon tak menyentuh makananannya. Lelah meminta pada akhirnya Taeyeon hanya diam dan tak bersuara.

“Bangunlah!” Taeyeon menegakkan tubuhnya. Suara itu, jelas sekali bukan suara pelayan maupun suara ‘ibunya’.

“Hyoyeon?”

“Saatnya menyelamatkan sang puteri.”

Disaat Jessica merasakan tubuhnya semakin ringan gadis itu bertanya, apa ia  benar-benar akan berakhir seperti ini?

Cahaya. Jessica membuka matanya dan melihat cahaya juga sebuah wajah.

“Noona gwenchanayo?” Baro bernafas lega. Setelah 15 menit melakukan CPR akhirnya usahanya membuahkan hasil. Jessica terbatuk dan mengeluarkan sejumlah air dari dalam mulutnya. Nafasnya masih serasa sesak namun Jessica berusaha duduk dengan bantuan Baro. Laki-laki itu juga membalut tubuh Jessica yang kedinginan dengan handuk.

“Gomawo..” Jessica mengucapnya dengan suara pelan.

“Gwenchana noona. Semuanya baik-baik saja sekarang.” Baro kembali menenangkannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Noona yakin baik-baik saja? Aku bisa mengantarmu?” Baro bertanya sekali lagi, Jessica menggelengkan kepalanya. Keduanya sudah berada di luar gedung olahraga. Jessica tersenyum meyakinkan walau begitu Baro tidak bisa menyembunyikan wajah cemasnya, setelah apa yang terjadi hari ini siapapun pasti akan lebih mengkhawatirkan Jessica. Belum lagi wajah Jessica masih terlihat pucat.

Baro mengantarnya sampai gerbang depan. Keduanya sedang menunggu kedatangan Taeyeon. Beberapa saat lalu gadis itu menghubungi Jessica dan menanyakan keberadaannya.

Taeyeon turun dengan tergesa dari dalam taksi. Dengan baju yang ia pinjam dari Hyoyeon, Taeyeon berhasil meloloskan diri. Mereka sepakat untuk bertukar tempat sementara waktu.

Begitu melihat Jessica, Taeyeon langsung menenggelamkan gadis blonde itu dalam pelukannya. Selama seminggu ini ia sungguh mencemaskan Jessica sampai rasanya mau mati. Taeyeon tau, dengan segudang rencana jahatnya untuk Yuri beberapa waktu lalu seharusnya melihat Jessica terluka merupakan hal yang paling ia inginkan. Pembatalan peetunangannya dengan Jessica merupakan apa yang selama ini diharapkannya tapi tidak, dengan semua hal yang telah terjadi saat ini Taeyeon sama sekali tak menginginkannya, ia sama sekali tidak bahagia, ia hanya ingin Jessica baik-baik saja. Taeyeon sadar jika apa yang dikatakan Hyoyeon benar. Taeyeon bermain dengan perasaan dan pada akhirnya ia terjatuh dalam permainannya sendiri.

~~~~~~~~~~~~~~~

“Aku sudah memasukan obat ke dalam minuman Jessica sebelum dia berenang. Aku yakin gadis itu akan tenggelam.” Gayoon tersenyum licik. Raina dan Hyuna juga ikut tersenyum, hal itu terus berlangsung sampai Yuri datang.

“Bukankah aku sudah memperingatkan kalian sebelumnya untuk berhenti mengganggunya?!” Teriak Yuri dan membuat Raina cs ketakutan.

“K-kami hanya m-memberinya pelajaran.”

“Kalian akan menerima pembalasan dariku jika terjadi sesuatu padanya!”

“Yuri-ah-”

“Apa kalian mengerti?!”

“N-ne.”

Setelah Raina dan kawan-kawannya pergi Yuri langsung menekan sederet angka di ponselnya untuk menghubungi seseorang. “Baro-ya selamatkan Jessica!”

Yuri menghela nafas dan menyandarkan punggungnya ke dinding. Walau terkesan tak peduli selama ini Yuri selalu memperhatikan Jessica, bagaimanapun mengalihkan perhatian seluruhnya dari gadis itu bukanlah sesuatu yang pandai ia lakukan. Yuri selalu memperhatikan Jessica tapi tak pernah datang langsung padanya, bukan karena Yuri tak mau tapi karena Jessica tak menginginkannya. Tidak ada seorang pun yang tau seberapa besar keinginan Yuri untuk berlari melindungi gadis itu tapi sekali lagi Yuri tak bisa, karena keadaan seperti inilah yang Jessica minta padanya.

“Yeobuseyo?”

“Kami sudah menemukan siapa orang yang menyebar foto-foto tersebut.”

“Jinja? Nuguya?”

“IU Lee.”

~~~~~~~~~~~~~~~~

“Jangan sentuh itu!!” IU tiba-tiba datang dan merebut benda itu dari tangan Jessica dengan emosi. Gadis blonde itu tersentak, siapa sangka IU akan semarah itu.

“Mianhe.” ucap Jessica sementara IU masih memegang buku tahunan itu di dadanya dengan wajah memerah. Keduanya terdiam sampai IU berdehem untuk menetralisir suasana canggung diantara mereka. Gadis itu sadar jika sikapnya sangat berlebihan, Jessica pasti heran
karenanya.

“M-maaf. Aku hanya tidak suka siapapun melihatnya.”

“Gwenchana, aku yang seharusnya minta maaf karena
sudah melihat benda milikmu tanpa ijin.”

“Gwenchana.. aku saja yang berlebihan.” IU tersenyum dan membuat Jessica ikut tersenyum. Setelahnya IU mengamit lengan Jessica.

“Bagaimana kalau kita pergi ke club?”

“Club?” Jessica memastikan. IU mengangukkan kepalanya semangat.

Jessica sebenarnya agak risih karena ini pertama kalinya ia pergi ke tempat seperti ini. Musik berdegup kencang dan memekakan telinga namun IU nampak menikmati semua itu. Gadis itu seperti sudah terbiasa dan langsung bisa berbaur dengan kerumunan orang yang memang datang ke tempat seperti ini untuk mencari kesenangan.

Mereka duduk di kursi depan bar sambil memesan orange jus. Tanpa sepengetahuan Jessica, IU menyerahkan bungkusan kecil pada bartender dan mengedipkan sebelah matanya. Meminta sang bartender mencampur serbuk yang ada dalam bungkusan kedalam minuman Jessica.

“Dia terlalu naif dan percaya bisa mabuk hanya karena segelas tequilla.” IU berujar. Tak lagi menyembunyikan dirinya dalam topeng gadis polos seperti apa yang selama ini ia perlihatkan pada Jessica. Ialah orang yang sudah menjebak Jessica. IU sengaja mencampur minuman Jessica dengan obat bius, membawanya ke hotel dan mengambil foto-foto toplessnya bersama laki-laki lalu menyebarkannya di internet. IU merencanakan semua itu dengan sempurna.

Yuri berdiri di depannya dengan wajah tenangnya. Berbeda dengan IU yang tak bisa lagi menahan emosinya. Rencananya. Semuanya hampir berhasil, nyaris berhasil, andai saja Yuri tidak mengungkap semuanya.

“Kenapa kau melakukannya?”

“Karena aku mencintai Taeyeon. Alasanku kembali ke Korea hanya untuk Taeyeon, aku sudah menunggu sangat lama tapi yang dia lihat hanya Jessica.. apa kau tau rasanya menjadi aku?”

“Perasaanmu.. tidak bisa menjadi alasan untuk membenarkan tindakanmu, Jieun-ssi. Jessica percaya padamu… dan kau mengkhianatinya.”

Mau mendengar kisah? Tentang si cantik dan Si Buruk Rupa. Bukan seorang putri dan seorang pangeran, hanya sepasang gadis kecil yang duduk di taman kanak-kanak. Si Cantik adalah Kim Taeyeon sementara Si Buruk Rupa adalah Lee Jieun. Seperti dalam kisah klasiknya, Si Buruk Rupa menyukai Si Cantik tapi Si Cantik menolak karena ia, karena gadis itu seorang buruk rupa.

“Taeyeon adalah pangeranku.”

“Aniyo.. aku tidak mau denganmu Jieun-ah, kau itu jelek!”

“Sekarang aku mengerti kau memang jelek Jieun-ssi. Namun yang jelek itu bukan wajahmu tapi.. hatimu.” Yuri berbalik dan pergi sementara IU jatuh berlutut dan menangis.

~~~~~~~~~~~~~~~

Esok harinya media pemberitaan Korea dihebohkan dengan pemberitaan keterlibatan IU dalam skandal Jessica. Sejak hari itu pula nama Jessica kembali bersih namun hal yang sebaliknya terjadi pada IU. Semua orang mengetahui masa lalunya sekarang. Ia menjadi murid yang paling dikucilkan di K-School.

Banyak rumor yang beredar bahwa IU sudah sering melakukan operasi plastik untuk merubah wajahnya. Wajah cantik itu tidak ia dapat secara alami. IU juga sengaja pindah ke Amerika dan mengganti namanya dari Lee Jieun menjadi IU Lee.

“Lihatlah apa yang bisa uang lakukan. Seekor bebek saja bisa berubah menjadi angsa.” Raina mencemooh sambil menatap TV plasma yang dipasang di kantin sekolah mereka, yang sedang menampilkan foto-foto lama IU dan membandingkannya dengan fotonya saat ini. IU hanya bisa bersembunyi di balik pilar, tidak berani menemui siapapun. Jessica menjadi salah satu dari sekian murid yang ia lihat berkumpul di depan televisi.

“Jessica-ssi kami minta maaf karena sudah beranggapan salah terhadapmu.” Raina beralih kearah Jessica.

“Yang bitch itu ternyata temanmu.” Raina kembali bersuara. Jessica mengertakan giginya, walau IU sudah melakukan sesuatu yang sangat buruk padanya ia tetap tak terima jika seseorang memanggil IU dengan sebutan kotor seperti itu.

“Jaga mulutmu Raina-ssi sebelum sepatuku mendarat disana!”

~~~~~~~~~~~~~~~~

IU menemui Jessica di lorong sekolah tempat pertama mereka bertemu sambil membawa segenggam maaf. Mereka saling pandang untuk beberapa saat. Keduanya tau, setelah apa yang terjadi semuanya tak akan pernah sama lagi, takkan pernah.

“Aku tau aku tak pantas mengatakan ini tapi tetap… maafkan aku.”

“Aku.. tidak bisa.” Ucap Jessica terluka. “Aku adalah orang jahat jadi jangan merasa bersalah terhadapku.” Lanjutnya. Ia tau IU akan pergi setelah ini, itu artinya Jessica akan kehilangan.

“Ne, a-aku sama sekali tidak merasa bersalah.” IU mulai terisak, Jessica memalingkan wajahnya.

“Pergilah… hiduplah lebih baik di tempat lain.” Jessica berbalik dan pergi.

“Jessica tunggu!”

“Apa?”

~~~~~~~~~~~~~~~~

Bermain bola tangan, Jessica sangat benci dengan permainan yang menguras tenaga. Belum lagi fakta bahwa Raina cs selalu menjadikan permainan ini sebagai kegiatan untuk menganggunya. Gayoon sengaja melempar bola yang seharusnya diarahkan pada Jessica ke tempat yang jauh dan sulit Jessica jangkau.

“Ups! Mian! Aku tidak sengaja.” Gayoon berdalih saat Han Ssaem menatapnya tajam.

Jessica terus berlari mengejar bola yang terus menggelinding menjauh. Benda bulat tersebut baru berhenti menggelinding setelah mengenai kaki seseorang. Jessica mendongakkan kepalanya dan mendapati Yuri, Sooyoung dan Hyoyeon berdiri di hadapannya.

Mereka bertatapan sekilas sebelum Yuri membuang pandangannya. Hyoyeon dan Sooyoung sibuk menyapa siswa lain juga Han Ssaem sekaligus meminta maaf karena datang terlambat. Semua ini karena Sooyoung menghabiskan lebih dari 2 jam hanya untuk sarapan.

Jessica masih menatap Yuri namun disaat gadis blonde itu akan mengeluarkan suaranya Yuri sudah berjalan melewatinya begitu saja.

“Kwon Yuri adalah orang yang membuatku sadar Jessica.” Perkataan IU di pertemuan terakhir mereka kembali terngiang di telinga Jessica.

“Dia selalu memperhatikanmu, selalu.”

That’s not how I feel but I made you sad again
That’s not how I feel, I’ve never hated you
I hope our love will never change
I hope we will always smile
Thank you

So many things happened so far
There were times when things were hard and tiring
Love is still so hard for us
I’m sorry

That’s not how I feel but misunderstandings bring other misunderstandings
That’s not how I feel, you’re still so great
I hate myself for being the fool who keeps repeating my mistakes
I’m always only about you
.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>TBC

I tried my best but sorry for failed part guys *bow*

Komentar
  1. vhie azuera mengatakan:

    Gue gak tau mau comment apa..
    Krna sjjurnya gue seneng bgt ff favorite gue udh update…
    Haahahha
    Gomawooo

  2. tinakwon123 mengatakan:

    Makin seruuuuu cerita nya thor. Ksian sama yuri tak pernah di anggap sama jessica. baru sadar sica klo yuri itu sangat2 berarti…..°_°

  3. joo mengatakan:

    akhirnya update juga.. walau gue udah agak lupa depannya.. gilee kesiksa amat Sica disini.. udah lah.. Yul kalo peduli tunjukkin aja.. jgn sembunyi sembunyi.. next

  4. sn mengatakan:

    Sampe lupa gue thoor cerita awalnya kek gimana, tapi bagus kok lanjut lah thoor.

  5. tuYUL_SICk mengatakan:

    gw agak lupa ma crita na.. bca lagih…

  6. Aahhhhh waeeee!!! Waee tbc unniiieeee
    Hiks hiks

  7. isnaeni mengatakan:

    thor kenapa harus tbc sih????
    gue nggak terima kalau yul jadi jahat lagi
    yulsic bakal berasatukan ?

  8. Bombom mengatakan:

    Wow. makin seru kasian sica kasian jg yul kgak dianggap.. jngn lma2 thor update nya seru neh

  9. newbie86 mengatakan:

    Terharu bngt baca ny….kasian bngt si kwon..tp suka bngt gaya ny sok gk peduli tp tetap nolong sica dr jauh…
    Thor…buruan apdet lg donk cs penasaran part selanjut ny…

  10. Jenong judes yul poenya mengatakan:

    Gue suka alur ceritanya thor.. Masa sekarang-flashback-sekarang-flashback.. Itu bikin otakku agak bekerja mencerna sikon..😀 gedek-nya klw sikon udah tegang,udh nahan nafas gimana next baris berikutnya.. Tapi ternyata yg muncul tiga huruf menyebalkan T.B.C -_-

  11. namida sigumakamada mengatakan:

    Oke kita coba coment lg,klo msih gk ke kirim.gue gendir juga deh…err
    Yuri klo aku jd kamo udh d tinggalin aja deh itu si jessie!!pke bilang gk butuh sgala,malah milih taeyeon lg iihh..tpi emg dasar si kwon seobang,cintanya udh mentok d sica kli ya,udh d bilangin bgitu jga msih ttp aja pduli ama sica..pokoknya aku padamu lah yul :-* #plakk
    IUUU ni ank mukanya polos bgt,tpi kelakuannya malah kayak lampir(?)..eh tpi mkasih ya udh ngasih tau ke sica klo yul msih suka merhatiin dia #plinplan
    Taeng lo mlah kejebak sendiri kan ama rencana lo!! Rasain #sensi
    Wowowow demi apa raina minta maaf ke sica?
    Rumit jga sih ya klo jd sica,dia rela ngorbanin perasaannya buat nyelametin perusahaan ama kluarganya..ck ck
    Cpet bersatu deh yulsic nya ya, kesian….
    Next unn next…
    ~bodyguard~

  12. kwonratna mengatakan:

    akhirnya stelah skian lma menanti nongol jg nih epep
    yul knp sih pake nutup2in prasaannya ke sica, kl suka bilng aja, apa susahnya sih??
    sekarng taeyeon udh bneran suka sm sica ya, tp kyknya sica suka sm yul
    untung aja ktauan sp yg jahatin sica
    jd yul blm sadar jg ya??
    tinggl nungguin bodyguard nih yg blm nongol2

  13. byun913 mengatakan:

    sekali2 sica prlu d cuekin jg… biar sica sadar dkit
    y jgn kejam2 jg lh yul…

  14. risnaw92 mengatakan:

    Thor,gw pndatang bru..dan lgsg bca part 6.ga ngrti sma problem’y..ijin bca part2 sblm’y thor

  15. kwonjess mengatakan:

    aduhh yulsic main gak butuh segala padahal butuh bgtt

  16. farabibaa mengatakan:

    Kereeeen…….
    Lanjut thor

  17. rizanuzula mengatakan:

    Ohhhhh…..sempet lupa thor ma part sebelumnya….tp semakin kebawah semakin ngerti hihiiii…
    Uhhhh IU membawa berkah ya …dia yang melukai tp yg buka jalan jg hihiihiiiii
    Biasanya updet 2 sekaligus thor heheee

  18. mrharu89 mengatakan:

    Disini jessica yang bermain cinta, hanya jarna menyelanatkan perusahaan keluarganya dia buta perasaan cinta dalam hatinya untuk kwon yuri, oke taeyeon emang jahat tapi itu hanya rasa cemburu aja sama yuri karna dendam pribadi. hahhahaah makin seru ini ff. thanks ya udah update ini ff. Maaf baru komen🙂

  19. YulJee mengatakan:

    Lee, gw suka, tapi alurnya kecepetan. Hehe

  20. fadila mengatakan:

    diam2 perhatiin sica + nyadarain org lain. yul berhati baikkk..

  21. Annyeong
    Nahhhhhhh tu kan kwon sllu aj pabo,,,emng ssah klw sdh cnta mti sm sica,,biar pun dskti ttap aj akn sllu mncntai,,,wlwpun jrak jauh ttap aj yul pdli sm sica wlwpun orang laen yg jdi prantara,,,tp taeng jdi ad rsa beneran tu sm sica,,,hadeuhhhh sungguh rumit hdup nya yulsictae,,,
    Next dech cuy
    Ttap smngattttttt
    Gomaomao,,,,

  22. jessiejung18 mengatakan:

    Suka banget ff ini, ceritanya keren. cepet update lagi ya please ^^

  23. velvelk mengatakan:

    hmmm akhirnya ff ini lanjit juga , yeyyyyy

    Tapi pending lg nih-_- berasa kyk bbm deh, but gomawo thor udah luangin waktunya nulis lagi
    Emmm author nim , aku mw tanya gmn yah cara komunikasi ke author , , author ada twter gak ?? Kalo boleh tau namanya apa. Please

  24. im d mengatakan:

    Scroll scroll ko tbc lg hadah..
    Yul bencii benci tp cinta.. hhuuooooo.. Iu cipok jg ni udh bikin Jessie menderita.. btw w lupa lg jalan crta ny.. baca ulang lg part awal

  25. nick mengatakan:

    Aish. Kasihan yuri. Tp taengsic pertunangannya putus kan. Kwon group juga bisa bantu jung group. Ayuj sica, cintamu sama yuri, lantas balik ke yuri saja.

  26. Rf_yulsic mengatakan:

    kayak bbf tapi bukann…yang ini lbih kren…oya pembagian kasta.y kayak yg d the heirs kn??
    cpt update yya…..ini ff favorite ku lo

  27. Tia mengatakan:

    Aduuh sampe lupa jalan ceritanya…kayaknya harus baca dari awal lagi deh
    Kapan thor yang i’m not pedo*** dilanjut? ditunggu ya

  28. defy86devampire mengatakan:

    Tobenci tobenci tobenci. Gak berguna.
    Iu lee kurang ajar dan kurang kerjaan (?).

  29. RZ mengatakan:

    ini bikin gue nngis. astagaaaaa tiba2 cmpur aduk perasaan gue. taengsic batal pertunangannya tp taeng mulai jatuh cnta dgn soyeon.. kyaaaaaak

    TAPI, yulsic?? aigoo~ sedih gue. suka caranya yul perhatin. siapa yg bakal dpilih sica. tapi pngnnya itu taeyeon T.T

  30. che mengatakan:

    huaaa smga yulsic bersatu mkin keren thor

  31. riestakim mengatakan:

    Yuri diam2 merhatiin sica ya fiuhh ternyata yuri itu sangat berarti

  32. yul+sic_4ever mengatakan:

    huhhhh taetae dh mlai jth cinta nh m sica,,, knp y bc yulsic yg g akur kyny nyesekkkkk kkkk

  33. Elyasayu mengatakan:

    Walaupun apa juga, yul emg pantes di semua sifat, ntah dingin,polos,yadong(?),badboy,badgirl, jd cwe,jd cwo , semua pantes … Dy wanita cantik yang tampan

  34. ArChan mengatakan:

    Ini update juga kirain udah lari keman ini ff

  35. CHO HYEHYUK mengatakan:

    baru lanjut baca telat banyak gue

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s