I’m Not A Pedo*** (Part 9)

Posted: Maret 13, 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , ,

Tittle : I’m Not a Pedo***
Author : RoyalSoosunatic & YulJee
Genre : Yuri (girl x girl), Comedy Romance
Lenght : Chapter
Cast : Kim Taeyeon, Kwon Yuri, Jessica Jung, Tiffany
Hwang and Other Cast

Song Lyric by :
*SHINee – Your Number
*Sistar Hyorin – Because To Me It’s You

Part 9
.
.
.
.
.
.

Benar saja setelah pertandingan final tersebut Yuri diharuskan menggunakan kruk selama 2 minggu penuh karena dokter bilang peegelangan kakinya tidak boleh mendapat tekanan yang berlebihan. Dan di minggu pertama Taeyeon berubah menjadi manusia tongkat untuknya. ‘Di rumah’ mereka Taeyeon sering sekali memberikan bantuan kecil semisal memapah Yuri ataupun mengambilkan barang yang susah Yuri jangkau. Bahkan di hari pertama Taeyeon membawakan sarapan Yuri ke kamarnya. Yuri tentu saja merasa aneh dengan perubahan sikap Taeyeon yang tiba-tiba.

“Sebenarnya ssaem, kalau berjalan menuju meja makan aku masih bisa.” Ucap Yuri. Wajah Taeyeon memerah. Sikap khawatirnya yang berlebihan membuatnya terlihat bodoh.

“Anggap saja ini sebagai bayaran karena kau merawatku waktu itu.” Taeyeon beralasan sementara gadis lebih muda yang ada dihadapannya mengulum senyum. Taeyeon terlihat menggemaskan pagi itu.

Terhitung sudah hari kelima Yuri dirumahkan karena kondisi kakinya. Gadis tanned itu duduk di sofa sambil memilih-milih saluran televisi dengan remote di tangannya. Tidak ada acara yang menarik sementara koleksi film miliknya sudah Yuri tonton semua. Membosankan. Yuri jadi berpikir mungkin sebaiknya lain kali ia mengajak Taeyeon membeli film bersama. Yuri menghela nafas untuk kesekian kalinya. Berdiam diri di rumah, seharian, sama sekali bukan gayanya. Satu-satunya hal yang Yuri sukai dari kondisinya saat ini hanya Taeyeon yang berubah perhatian padanya.

Taeyeon sedang mencuci piring saat bel rumah mereka berbunyi. Taeyeon yang berniat menyambut tamu yang datang terhenti begitu Yuri mendahuluinya. “Biar aku saja.”

Taeyeon baru saja berniat melanjutkan pekerjaannya saat Yuri memanggilnya. “Ssaem?!”

“Ne?” Taeyeon keheranan melihat perubahan raut wajah gadis yang lebih muda tersebut. Yuri tak kunjung bersuara lagi.

“Wae? Siapa yang datang?”

“Jessica.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Omo Jessie!!” Tiffany meringis begitu Jessica menariknya di lorong sekolah seakan ia adalah seorang pencuri yang baru saja tertangkap basah dan siap dihakimi massa. Namun, tentu saja Tiffany bukan pencuri. Ada tiga alasan hal seperti itu takkan terjadi, alasan pertama wajah Tiffany terlalu cantik untuk melakukan tindakan tidak elegan seperti itu, alasan kedua untuk apa Tiffany mencuri jika ia merupakan pewaris perusahaan besar, alasan ketiga, kalaupun Tiffany mencuri satu-satunya benda yang ingin ia curi sejak lama hanyalah hati nona Kim. Kalau untuk yang satu itu Tiffany rela walau harus terpenjara dalam teralis cinta.

“Ya!! Hwang Miyoung!! Apa kau mendengar apa yang kukatakan?!” Jessica berkacak pinggang. Tiffany baru sadar jika sekarang mereka ada di depan ruang administrasi. Sejak kapan mereka sampai disana?

“Huh? Apa?”

“Tolong minta alamat rumah Yuri pada guru Yang.”

“Alamat Yuri? Kenapa harus aku?”

“Karena aku berkata seperti itu. Cepat lakukan sekarang. N.O.W! Right NOW!”

Kalau saja Jessica bukan sahabatnya sejak ia masih memakai diapers Tiffany takkan mau memelas dan membuang semua harga dirinya didepan guru Yang untuk meminta alamat Yuri.

“Ini sungguh memalukan. Kau tau kan aku adalah orang dengan harga diri tinggi?!” Tiffany menyerahkan secarik kertas berisi alamat rumah Yuri yang langsung diterima Jessica dengan wajah sumringah. Baru kali ini guru Yang memberikan informasi pribadi siswa dengan mudah -ralat- sebenarnya tidak, Jessica tidak tau saja jika Tiffany harus sampai berlutut segala untuk mendapatkannya.

“Apa kau lupa kalau kau sudah tidak punya harga diri lagi di depan nona Kim?” Jessica terkiki geli. Mengingat usaha apa saja yang pernah Tiffany lakukan berikut puisi-puisi cintanya yang super norak.

“Terimakasih kembali Jessie.” balas Tiffany sinis.

Jessica terus memeluk kertas berisi alamat tersebut didadanya. Tiffany bergidik ngeri mengetahui sahabatnya sudah kehilangan akal sehat. Kwon Yuri berhasil membuat gunung es -yang kini- ada di samping Tiffany mencair secair-cairnya. Bahkan sebelumnya Jessica juga sempat mengatakan jika selama beberapa hari tidak melihat Yuri ia merasa sulit bernafas. Tiffany terheran-heran, sejak kapan Jessica bersikap overacting? Tapi semua orang tau hal itu terjadi setelah Jessica berteman dengannya.

“Jika kau begitu mencintai Kwon Yuri, kenapa aku yang harus memohon pada guru Yang?” Tiffany tak habis pikir.

“Bukankah itu gunanya sahabat?” Balas Jessica enteng.

“Terkutuklah kata ‘sahabat’ dan orang yang menciptakannya!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tiffany, Yuri, Taeyeon dan Jessica duduk di sofa dalam keheningan. Dua gelas minuman yang Taeyeon hidangkan untuk Jessica dan Tiffany pun belum tersentuh. Karena udara di luar begitu dingin, Taeyeon memutuskan untuk memberi mereka cokelat panas -yang sampai saat ini asapnya masih mengepul.

“Jadi ternyata Kim ssaem dan Yuri saudara sepupu.” Jessica memecah keheningan. Yuri mengangguk ragu, sama seperti Jessica dan Tiffany, Yuri pun baru tau jika ia dan Taeyeon adalah saudara ‘sepupu’ -itu yang Taeyeon ucapkan beberapa saat lalu. Dalam arti yang tidak sesungguhnya tentu saja.

Jessica masih memandang mereka dengan wajah penasaran. Yuri melirik Taeyeon sekilas namun ekspresi gadis dewasa tersebut tak banyak berubah. Tetap tenang dan tak terbaca seperti biasanya. Seakan-akan Taeyeon telah berlatih jutaan kali untuk menghadapi situasi semacam ini.

Disisi lain, Jessica yang masih penasaran lebih memilih untuk membenamkan beribu pertanyaan yang memenuhi kepalanya saat ini. Pertanyaan tentang bagaimana Yuri dan Taeyeon yang berakhir sebagai ‘sepupu’ sedangkan Jessica tau tak ada seorangpun dari orangtua keduanya yang memiliki hubungan darah -beradasarkan research yang pernah Jessica lakukan waktu itu. Pertanyaan tentang bagaimana Yuri dan Taeyeon bisa tinggal bersama. Dan pertanyaan kenapa, jika mereka berdua bersepupu dan tinggal bersama lalu untuk apa di sekolah keduanya selalu bersikap seolah tak saling mengenal. Belum lagi keduanya terkesan menyembunyikan ‘fakta’ ini dari semua orang.

Sejak pertama kali menginjakkan kakinya di tempat ini, Tiffany belum mengeluarkan sepatah katapun. Bukan karena ia memiliki pemikiran yang dalam seperti Jessica tapi karena gadis maniak pink itu sibuk melihat paha mulus Taeyeon. Sebagai informasi saja, saat ini Taeyeon mengenakan hotpant, T-shirt bergambar dokong yang kebesaran dan dengan rambut yang diikat kebelakang. Tiffany jadi bersyukur ia mau berepot-repot mengantar ‘sahabat sejatinya’  menjenguk Yuri karena ia bisa bertemu dengan mataharinya. Persis seperti kata pepatah, ‘Pucuk dicinta ulama bicara, sambil menyelam bertemu nemo’.

Satu lagi, penampilan nona Kim yang seperti ini jauh lebih menawan dari apa yang pernah ada dalam fantasy Tiffany.

Menyadari kemana arah tatapan Tiffany tertuju Yuri berinisiatif meletakkan bantal sofa diatas pangkuan Taeyeon. Dalam pikirannya, Jessica sudah menepuk jidatnya sendiri. Tiffany -sahabat Jessica yang mempunyai harga diri selangit- bertingkah memalukan di depan nona Kim -lagi.

“Terimakasih sudah datang Sica dan Fany sunbae… maaf merepotkan.” kata Yuri.

“Tidak usah berterimakasih Yuri-ah kami sama sekali tidak merasa direpotkan. Bahkan aku tidak keberatan jika harus datang kesini tiap hari.” jawab Tiffany sambil tersenyum bodoh dan kali ini Jessica menepuk jidatnya dalam kenyataan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Haha yeah, just right yeah
Come on, uh huh huh yeah Rain furidashi ta ame
Nanigenaku kakekon da eki no bukku sutoa
Girl hey kasa mo mote nai shi kara tai no walking around
fudan wa ki ni nara nai o naze ga ima (wakara nai)
Ki ni natte ( ki ni kota)
gūzen nobashi ta te ga kimi no te to kasanatte Baby yeah

Can I get your number?
Can I get your name?
Me o sorashi te mata mitsumeatte
Toki ga tomatte shimatta yō sa
Hanikan da your face shunkan ni koi ni ochi tte

Can I get your number?
Can I get your number?
Can I get your number?

Seminggu setelah pertandingan final digelar pesta untuk merayakan kemenangan tim basket putri SMA Shidae dalam ajang NBH Girls Championship beberapa waktu lalu. Pesta tersebut digelar semeriah mungkin oleh pihak sekolah. Tidak tanggung-tanggung, bahkan kepala sekolah Lee yang terkenal super duper pelit itupun rela mengeluarkan budget besar dari kantongnya sendiri untuk mengundang boyband SHINee sebagai bintang tamu setelah pengajuan dana untuk menghadirkan boyband itu ditolak pihak yayasan. Pria kriput beruban itu sepertinya terlalu senang karena setelah bertahun-tahun akhirnya tropi kejuaraan bergengsi itu bisa didapatkan kembali oleh sekolah yang telah lama dipimpinnya tersebut.

Suasana aula SMA Shidae pun disulap layaknya club malam untuk anak-anak remaja. Semuanya bersukaria merayakan hadirnya tropi kemenangan yang kini dipajang apik di atas panggung utama dengan penuh kebanggaan. Oh, tidak! Bukan hanya tropi kejuaraan itu saja yang dipajang di sana, tapi dua piala lainnya juga menemani benda berbentuk seperti gelas pocogrande besar berwarna gold itu. Kedua piala berwarna silver dengan bentuk bola basket dan patung manusia yang memegang bola basket di atas kepalanya itu adalah milik Sooyoung dan Yuri. Sooyoung dinobatkan sebagai pemain terbaik dan oleh Yuri menjadi topscorer dalam kejuaraan tahunan tersebut.

Tentu saja itu prestasi yang sangat gemilang dan semakin menambah kegembiraan para siswa, pihak sekolah, dan tim basket SMA Shidae itu sendiri. Maka tak heran jika Sooyoung dan Yuri disambut bak pahlawan saat acara penyambutan kedatangan tim basket putri kembali ke sekolah tempo hari. Selain karena berhasil membawa pulang kedua piala itu, Sooyoung dan Yuri juga dianggap sebagai pemain yang berperan paling penting dalam kemenangan tim SMA Shidae. Bahkan keduanya sukses menjadi artis dadakan setelah wajah beserta profil mereka dimuat dihalaman utama dibeberapa
majalah dan koran olahraga terkemuka di Korea Selatan. Mereka
juga sempat menjadi tranding topic on twitter selama dua hari berturut-turut di negri gingseng tersebut. Maka tak heran jika kini keduanya jadi begitu populer. Bahkan Taeyeon dan Jessica hanya bisa menghela nafas tatkala melihat Yuri dikerubuti orang-orang yang mengaku sebagai fans-nya.

Ngomong-ngomong soal Yuri, nyatanya malam ini dia tidak begitu menikmati pesta ini. Padalah dia salah satu orang yang menjadi pusat perhatian di sana. Semua ini terjadi karena Taeyeon tidak bisa hadir. Gadis dewasa itu lebih memilih berkutat dengan buku-buku tebalnya di perpustakaan. Selain karena Taeyeon tidak terlalu suka pesta atau keramaian, dia juga harus segera menyelesaikan tesisnya yang sudah harus diserahkan bulan depan.

Dengan kruk ditangan kanannya Yuri berusaha keluar dari keramaian. Dia ingin pergi ke toilet. Melihat orang yang sangat disukainya kesulitan berjalan, Jessica yang sedang asik menyaksikan penampilan SHINee yang tengah beraksi di atas panggung langsung berinisiatif menghampiri Yuri dan membantunya.

“Hati-hati, Yul, nanti kau bisa jatuh.” ucap Jessica penuh perhatian sembari membantu memapah Yuri.

“Gomawo.” Yuri tersenyum.

Setelah beberapa lama berada di dalam toilet, Yuri keluar dan tidak menemukan Jessica. Padahal gadis blonde itu bilang akan menunggunya di depan pintu. Yuri tidak risau karena dia berpikir
mungkin Jessica sedang bergabung bersama teman-temannya.
Namun beberapa saat kemudian Jinri datang menghampiri Yuri dan menyerahkan ponselnya yang tadi ia titipkan pada Jessica.

“Ini, tadi Jessica sumbae menitipkan ponselmu ini padaku. Dia bilang dia ada urusan mendadak dan harus meninggalkan pesta lebih awal.” ujar gadis jangkung itu.

Yuri mengerutkan alisnya sembari menerima ponselnya dari tangan Jinri. “Urusan mendadak? Urusan apa?”

Jinri hanya mengangkat kedua bahunya. “Molla Jessica sumbae tidak bilang apapun lagi saat dia pergi.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jessica berjalan di trotoar dengan mata yang berkaca-kaca. Dia ingin menangis tapi terus berusaha menahannya. Gadis blonde itu berjalan lemah tanpa tujuan. Dia bahkan tidak memperdulikan angin dingin musim gugur yang menerpa kulit mulusnya yang cukup terbuka. Jessica hanya berjalan karena hanya itulah yang bisa dia lakukan. Jessica baru berhenti setelah kakinya terasa lelah.

Dia duduk disalahsatu kursi pinggir jalan depan pertokoan dengan menundukan wajahnya. Akhirnya ditempat itu Jessica menumpahkan airmatanya. Dia menangis dalam diam di tengah lalu-lalang orang-orang yang melintas di sekitarnya. Dari kejauhan, Tiffany yang sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sepupunya terkejut saat melihat Jessica tengah duduk sendirian dikursi pinggir jalan.

“Sedang apa dia di sana?” heran Tiffany. Gadis maniak pink itu mengerutkan keningnya ketika melihat penampilan Jessica yang cukup berantakan. Tiffany pun langsung menepikan mobilnya tepat di depan Jessica, tapi sepertinya gadis pirang itu sama sekali tidak menyadarinya.

“Hey, gadis sexy! Kenapa kau duduk sendirian di pinggir jalan dengan penampilan yang berantakan namun menggoda seperti itu? Apa pestanya begitu membosankan hingga kau lebih memilih kabur dan berakhir di sini?” canda Tiffany yang belum menyadari situasi sahabatnya saat ini.

Oia, Tiffany memang tidak menghadiri pesta sekolah malam ini. Dia malas karena tahu kalau nona Kim tidak akan datang kesana. Meskipun semua teman-temannya -termasuk Jessica- sangat heboh dan memaksanya untuk datang tapi Tiffany benar-benar tidak tertarik. Walaupun pihak sekolah mengundang BB SHINee, Tiffany tetap tidak bergeming. Bahkan kalau pihak sekolah akan mengundang Justin Bieber, Justin Timberlake, atau One Deraction sekalipun Tiffany tetap tidak akan perduli. Selama tidak ada nona Kim maka semua pesta akan terasa hampa baginya, jika terasa hampa berarti tidak menyenangkan, dan jika tidak menyenangkan maka untuk apa dihadiri? Lebih baik Tiffany pergi ke rumah sepupunya dan mengacau di sana lalu kabur setelah puas.

Jessica mengangkat wajahnya saat mendengar suara yang sangat
familiar ditelinganya. Gadis pirang itu terkejut melihat Tiffany, begitu pula Tiffany yang terkejut karena melihat sahabatnya yang tengah bercucuran airmata. Monster pink itu langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Jessica.

“Jessie-ah, gwanchana? Apa yg terjadi?” tanya Tiffany khawatir bercampur bingung. Namun Jessica tidak menjawab. Dia malah menghambur dan memeluk Tiffany dengan erat. Tiffany terkejut tapi dia menahan diri untuk tidak bertanya. Setidaknya untuk saat ini. Dia tahu jika sekarang Jessica hanya sedang butuh seseorang untuk bersandar dan menenangkan dirinya. Maka Tiffany hanya diam dan balas memeluk gadis pirang itu, mencoba menenangkannya dan membiarkan gadis pirang itu menangis dipelukannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Keesokan harinya Yuri mencari Jessica karena gadis itu tidak terlihat seharian ini di sekolah. Padahal biasanya kakak kelasnya itu selalu menempel padanya tiap waktu -terkecuali pada saat jam pelajaran tentunya. Kemudian Yuri mengetahui dari Tiffany jika Jessica saat ini sedang sakit sehingga tidak masuk sekolah.

“Kalau kau mau, kau bisa ikut denganku untuk menjenguknya. Kebetulan hari ini aku membawa mobilku. Lagipula akan lebih nyaman ikut denganku daripada naik bis dengan keadaan kakimu yang seperti itu.” tawar Tiffany.

“Baiklah, Sunbae. Dan terima kasih sebelumnya.”

Setelah pulang sekolah Tiffany dan Yuri langsung pergi ke rumah Jessica. Mobil Mercy bercat pink terang itu melaju di tengah jalanan kota Seoul yang ramai lancar.

“Yuri-ah, apa tadi malam terjadi sesuatu?” tanya Tiffany tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan dihadapannya.

Yuri menoleh dan menatap Tiffany tidak mengerti. Menyadari hal itu Tiffany menambah kalimatnya. “Maksudku tentang Jessica. Apa kalian bertengkar atau terjadi sesuatu padanya? Karena tadi malam aku menemukannya sedang menangis sendirian di pinggir jalan.”

Mendengar itu Yuri malah terkejut. Dia menatap Tiffany dengan mata bulatnya. “Jessica menangis? Memangnya apa yg terjadi padanya hingga dia bisa menangis?” Yuri malah balik menanyakan hal yang barusan Tiffany tanyakan padanya.

Tiffany memutar bola matanya dan mendesah ringan. “Itulah mengapa aku menanyakannya padamu…”

“Eh…. Oh, iya. Mianhae….” Yuri tersenyum kikuk karena menyadari kebodohannya. “Tadi malam aku tidak melihat hal apapun terjadi pada Jessica dan dia terlihat baik-baik saja. Hanya saja tadi malam dia pulang lebih awal tanpa sepengetahuanku. Jinri bilang Jessica ada urusan mendadak makanya dia harus segera pulang.” tutur Yuri kemudian.

“Begitu, ya?”

“Ne.”

Tiffany mengangguk pelan menanggapinya. Keduanya pun kembali terdiam dan mulai memikirkan kemungkinan apa yang telah terjadi pada Jessica tadi malam. Ini pertama kalinya Yuri datang ke rumah Jessica. Sebenarnya Jessica sering mengajaknya main ke sini, tapi karena saat itu Yuri selalu berhalangan jadi dia menolaknya. Dan sekarang Yuri jadi tahu jika apa yang selalu orang-orang katakan di sekolah itu memang benar. Jessica benar-benar orang kaya. Rumah
sederhana yang selalu Jessica katakan nyatanya adalah mansion
besar dengan halaman seluas lapangan sepak bola.

Nyonya Jung menyambut hangat kedatangan Tiffany dan Yuri. Wanita berusia 40 tahunan namun terlihat ageless itu langsung mempersilahkan Yuri masuk, sementara Tiffany tanpa dipersilahkan masukpun dia akan masuk sendiri. Gadis bermata sabit yang songong itu sudah terlanjur menganggap Jung’s mansion ini sebagai rumahnya sendiri, jadi dia tak perlu sungkan lagi. Sedangkan keluarga Jung juga tak berkeberatan karena Tiffany memang telah mereka anggap seperti keluarga sendiri.

Sambil mengajak Yuri ke ruang tengah nyonya Jung menceritakan jika dia sering mendengar cerita tentang Yuri dari Jessica. Wanita ramah itu juga mengucapkan selamat atas kemenangan tim Yuri dan raihan piala topscorer yang gadis tanned itu dapatkan. Nyonya Jung bilang jika dia telah membaca artikel tentang Yuri di salah satu koran olahraga langganan suaminya dan dia salut dengan kegigihan Yuri yang masih mau terus bertanding meski dalam kondisi cedera. Mendengarnya Yuri hanya tersenyum malu dan berterima kasih atas ucapan selamat nyonya Jung. Dia tidak menyangka jika dirinya bisa
begitu dikenal di rumah ini.

“Lalu bagaimana keadaan Jessica saat ini?” tanya Yuri kemudian. Dia duduk disofa berdampingan dengan Tiffany dan meletakan kruknya di samping.

Nyonya Jung menghela nafas sejenak sebelum menceritakan
keadaan anak sulungnya itu. Dia bilang kalau Jessica mengalami demam tinggi sejak pagi tadi. Namun yang membuat nyonya Jung risau adalah karena Jessica menolak makan apapun. Gadis pirang itu baru mau makan beberapa suap bubur itupun setelah tuan Jung memaksanya. Sebagai informasi jika Jessica memang takut pada ayahnya yang tegas itu. Dan selebihnya Jessica kembali menolak makan, dia bahkan tidak mau meminum obat dari dokter. Gadis keras kepala itu baru mau meminum obatnya setelah nyonya Jung mengatakan akan meminta suaminya untuk membujuk Jessica.

Sekarang Jessica masih tertidur karena pengaruh obat penurun demam yang juga mengandung obat tidur tersebut. Yuri dan Tiffany terdiam mendengar cerita nyonya Jung. Mereka berdua bingung sebenarnya apa yang telah terjadi pada gadis pirang itu tadi malam. Semalam saat Tiffany menemani Jessica dia tidak mengatakan apapun. Dia hanya diam dan membiarkan Jessica menangis hingga tertidur di dalam mobilnya lalu mengantarnya pulang.

Di kamarnya, Jessica sebenarnya tidak tertidur. Dia hanya berpura-pura karena sebenarnya Jessica tidak pernah meminum obatnya itu. Tadi dia hanya memasukan pil pahit itu ke dalam mulutnya, menyembunyikannya di bawah lidah, dan berpura-pura telah menelannya. Tapi setelah ibunya pergi Jessica langsung memuntahkan kembali pil-pil itu. Saat ini Jessica benar-benar sedang merasa sedih, terluka, patah hatii, kecewa, marah, dan apapun itu pokoknya semuanya bercampur jadi satu, sehingga dia merasa mungkin sakit akan lebih baik baginya dari pada harus merasakan hal yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

“Sica-ah, bisakah kau memegang dulu ponselku?” tanya Yuri. Gadis tanned itu merasa kesulitan jika harus memegang benda persegi itu saat dia membuka celananya nanti. Kemeja yang ia kenakan juga tidak memiliki kantong yang cukup besar untuk menyimpan i-phone-nya yang lebar. Maka dari itu dia meminta bantuan Jessica.

“Owh, tentu saja.”

Yuri menyerahkan i-phone-nya dan masuk ke dalam bilik toilet sementara Jessica menunggunya di depan pintu. Gadis pirang itu sengaja menunggu Yuri karena khawatir dengan kondisinya saat ini. Berjalan saja Yuri kesulitan karena kakinya sedang cedera. Bagaimana jika Yuri sampai terpeleset di dalam sana? Pikir Jessica.

Namun saat itu perhatian Jessica teralih pada ponsel milik Yuri yang ada digenggamannya. Dan keinginan untuk mencari tahu tentang Yuri pun muncul. Di dalam ponsel ini mungkin tersimpan hal-hal yang menjadi menjawaban atas rasa penasaran Jessica selama ini. Ah, tidak! Mengoprek ponsel orang lain tanpa seijin pemiliknya itu adalah hal yang tidak sopan juga tidak baik! Tapiii…..

Jessica mengigit bibir bawahnya dan berpikir sejenak. Akhirnya dia memilik untuk mengoprek(?) i-phone itu. Ternyata i-phone itu dilindungi kata sandi. Jessica berusaha memasukan beberapa kata atau nomor yang mungkin menjadi passward-nya, seperti tanggal lahir Yuri, hari kematian orangtuanya, juga yang lainnya. Tapi hasilnya nihil. Tiba-tiba satu nama melintas dikepala Jessica. Gadis pirang itu merasa ragu namun pada akhirnya dia tetap mengetikan nama itu. Dan flip! Ternyata nama itu benar-benar menjadi passward yang Yuri gunakan untuk ponselnya.

‘Kimtaeyeon’ itulah nama yang tadi Jessica ketik. Dan tentu saja hal itu membuatnya terkejut. Perasaan Jessica tiba-tiba tidak enak. Tanpa membuang waktu diapun langsung masuk ke kontak pesan, chat, juga menu galery. Mata Jessica terbelalak lebar saat menemukan beberapa foto pernikahan Yuri dan nona Kim di sana. Badan Jessica langsung melemas, bahkan dia hampir menjatuhkan ponsel ditangannya.

How much more do I have to hurt to see your heart
I wanted to tell you but tears are welling up
This is what I’m telling you – I only wait for you
Because I love you

Because I couldn’t hold on to you
Because I couldn’t stop
There are so many traces of you

Because to me, it’s you
I want you desperately to death
Because it’s only you
Whatever it takes, I need to wait
So will you please take a step closer to me?
You know that I only have you
Please don’t leave me alone

Every time I see you with my sad eyes
Without a word, I looked and you and smiled
This is what I’m telling you – I only love you
Because I love you

You are filled in my head
It is filled with memories
There are so many traces of you

Because to me, it’s you
I want you desperately to death
Because it’s only you
Whatever it takes, I need to wait
So will you please take a step closer to me?
You know that I only have you
Please don’t leave me alone

I want to show you
I want to make you listen
But you aren’t by my side
So it hurts even more

Because to me, it’s you
I want you desperately to death
Because it’s only you
Whatever it takes, I need to wait
So will you please take a step closer to me?
You know that I only have you
Please don’t leave me alone

Because I love you

Air mata Jessica kembali mengalir dan membasahi bantalnya. Entah perasaan apa yang tengah Jessica rasakan saat ini setelah mengetahui kenyataan ini. Yuri ternyata telah menikah, menikah dengan nona Kim, gurunya sendiri juga orang yang sangat dicintai
sahabatnya selama bertahun-tahun. Sebenarnya ini terasa begitu tidak masuk akal. Bahkan Jessica sendiri masih tidak percaya. Tapi
mengingat apa yang telah Jessica lihat juga ketahui, lalu kejanggalan-kejanggalan yang telah terjadi selama ini maka semua
ini jadi terasa sangat mungkin. Hanya saja, mengapa Jessica tidak menyadari hal ini dari awal? Bukankah semua kejanggalan-kejanggalan itu telah banyak melintas dihadapannya? Tapi… Mengapa???

Airmata Jessica mengalir semakin deras. Sekarang dia tidak tahu apa harus ia lakukan. Terlalu banyak hal yang ada dikepalanya. Jujur saja, Jessica sudah terlanjur sangat mencintai Yuri. Bahkan dengan semua fakta yang telah Jessica ketahui dia tidak bisa membenci adik kelasnya. Tapi bagaimana dengan Tiffany? Gadis itu pasti jauh lebih sakit hati jika mengetahui kenyataan ini. Dia terlalu mencintai nona Kim-nya dan mungkin hatinya akan lebih hancur dari Jessica. Tuhan, kenapa Jessica harus dihadapkan pada hal serumit ini?

Kepala Jessica semakin berdenyut dan pada akhirnya dia kehilangan kesadarannya.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. vhie azuera mengatakan:

    Bisakah ending nya dirubah menjadi yulsic …
    Aahhaahahaa

  2. NewReader mengatakan:

    Kyaaa…jessica tahu juga tentang hubungan yultae yang sudah menikah 😱
    Penasaran sama chap selanjutnya 🙌

  3. tinakwon123 mengatakan:

    duuuuuuuh…. jessica udah tau. taeri sdh mnikah????? ksian sica langsung SAKIT…. papah sembuhin mamah.

  4. kyril fadillah mengatakan:

    akhirnya sica tau kalo YulTae sudah menikah dan hancurlah hati sica sampai dia sakit karena memikirkannya
    lanjut lagi thor penasaran gimana reaksi tiffany kalo tau orang yg dicintainya yaitu taeyeon sudah menikah dg yuri

  5. idom09 mengatakan:

    ya Tuhaannn…sedih amat jessica..niat baik mau bantuin yuri eh mlah nemuin fakta itu…gimna klo fany tau jg…?? mdah2an jeti bisa nerima knyataan taeri…n mdah2an taeri makin lengket kdepanya…

  6. kwonratna mengatakan:

    nah lho akhirnya ketauan jg tuh prnikahannya taeri
    si maniak pink gmn reaksinya ntr ya kl tau nona kim trcintanya trnyta sdh menikah
    haduh tippa kok loe jd mesum sih, seneng bngt ngeliatin pahanya nona kim ckckck
    ok deh lnjut…

  7. rizanuzula mengatakan:

    Wow badai dah buat taeri huu jessica uda tau gmn ni tiffany bakalan jadi taeri ato yulsic ato taeny huuuuu…….
    Ditunggu next partnya thor

  8. joe mengatakan:

    Aduh taeyeon ketuaan deh kalo sama yuri #masihbelumnerimayultae. Hahahaha. Tp mo gimana lagi jess. Nasi sudah menjadi bubur. Yultae udah nikah. Mudah2an bisa ending nya taeny. Gua masih berharap taeny yulsic endingnya.

  9. Bombom mengatakan:

    Tambah seru, Jeti lucu bngt dahc.
    Kasian sica patah hti, tinggal nggu fanny neh psti lbh patah htinya.. hahaha

    lnjut thor

  10. velvelk mengatakan:

    Nyesek nyesek baca part ini, huuu hikss kasian sica ,aku yg baca aja ngerasain #bohw
    Author bisa nggak sih nggak nyakitin sica huh please aku gak sanggup

    Oke author bye , fighting ne
    Cepet update lg yee

  11. sn mengatakan:

    Yah aneh sih jadinya kalo jeti n taeri Ahahaha. Lanjutkan thoor penasaran

  12. javier janetti mengatakan:

    yultae saja.. jessica nya suruh pergi aja ke hongkong (≧▼≦) #tega

  13. kikiicepisces83 mengatakan:

    ya ampun thor kemana aja?
    asyikk yultae udah mulai sweet
    hahaha byunfany mode on…kkkkk~
    OMG! jessica udah tau?
    lanjut thor😀

  14. fadila mengatakan:

    udh tau tpi blm dijelasin. Yultae hrs jujur nh kalo ditanya jeti.

  15. tuYUL_SICk mengatakan:

    taeri uda ketauan sica…. doh kog gw jd kasian gne yeh ma jeti

  16. nick mengatakan:

    Kasihan jessica patah hati. Lepas ini tiffany pula. Tp dua sahabat ini agak lucu dan fany ternyata byun juga… Hahaha

    Yuri jealous ya, terus diletakkan bantal supaya pandangan fany tertutup.

  17. vidy512 mengatakan:

    tsk! ketahuan deh…
    kasihan sama sica… hati gue luluh lagi sama yulsic nih… :(( padahal gue support taeri! lol
    untung sica yg tau kenyataan ttng TaeRi! kalo Fany yang tau… dibakar kali ya itu sma shidae! lol #extreme
    eh tumben nih cepat update nya? lagi kesurupan apaan? lol😄

  18. Xyz mengatakan:

    Thor maap ni silent reader tba2 nongol.
    Yulsic donkkk. Kasian banged si jessica! huhuhuhuhuhu >.<
    banzai royal Shipper!

  19. vana mengatakan:

    Sica udah tau tuh,tinggal fany .
    Penasaran sama akhir’nya
    Klo boleh yulsic taeny thor🙂

  20. mrharu89 mengatakan:

    Akhirnya ketahuan juga -_- weh malah senang sih jadi gak usah ditutup-tutupi lagi. Hahahahah good job lah ff nya sukaaaa. Oh maaaf banget jarang komen atau bahkan baru komen.

  21. oyol mengatakan:

    wow semakin menarik thour.
    tapi taeng masih dingin terus apa gacapek??
    next chep thour🙂

  22. namida sigumakamada mengatakan:

    Ikhh tiffany malu2in wkwkwk
    Ahhh my(?) jessie mangakannya jgn “mengoprek” hp yuri,kan jd skit hati tuh…
    Ksian bgt sica pas tau klo yuri udh nikah,mna nyampe sakit lgih,coba sica sini aja biar aku yg rawat#plakk maunya😀
    Hadeuuh pnasaran ntar gmna ya sica pas ktemu ama yuri,trus tiffany jga,klo tau yultae udh nikah begimana?????
    Unnie bodyguardnya unn!!!

  23. Rf_yulsic mengatakan:

    woww..jessie aja sampe sakit gitu apalgi kalo si lebay-fany tahu,bisa bisa dia gantung diri dehhh hahaha
    ksian sih liat mbak jenong #yulsic shipperkambuh..wahai author..bsakah pairingnya diubah menjadi yulsic?

  24. intan_lee mengatakan:

    yaelah tiffany mah malu maluin aja hahaha
    duh gimana kalok tiffany tau taery dah nikah galau badai lah pasti ya

  25. newbie86 mengatakan:

    Akhirny si jung tau jg rahasia yultae….hadehhhhhhhh….
    Si jung lngsung drop…aplg tr klo ppany yg tau bkalan jd ky ap tuh…
    Lanjut thor…

  26. Tf18/jidatseksikh mengatakan:

    jjeng njjeng……..
    akhirnya sica tau kbenarnnya, mkin seru critanya!!!

  27. yenissone mengatakan:

    akirnya jessica dah tau pernikahan taeri…dia lngsung skit n nngis semaleman…gmna reaksi si fanny klow mrs.kim tersayang dah nikah apalagi ma yuri…ah mkin penasaran deh….eh jessica pingsan tuh tolongin donk…smg nnti jdi taeri n jeti deh…..

  28. RZ mengatakan:

    astagaaaaaaa unni, sica benar2 patah hatiiiiiiiii. sini deh gue peluk sica nya.. hiks hiks belum lagi nnti tiffany klo tauu.. waduhhh gawaat, lama2 jeti bikin club patah hati nih. kenpa sih taeri nih?? tb2 gue kesel sm mereka unn. kekekeke

  29. puy mengatakan:

    Wiihhhh udah part 9 ajjaa,,
    Waahhhh Tae mulai perhatian iniiii,,
    Whuutttt jessie tau kalo yul udah nikaahhh,, gmna reaksi panny kli dia tauu,,
    Udaahhh Jessi sma Panny ajja,,, hahahaaaah

  30. Jenong judes yul poenya mengatakan:

    #peluksica… Taeng kan bukan pedo*** kan thor,masa iyah dia mo lanjut ama bocah 14 thn…cerai deh thor.. Plissss… :v ama ppany aja..Ppany kan 17thn..Ga bocah2 amat koq :v

  31. im d mengatakan:

    Aseeek ketauan.. seemaaaakin heboh ni.. ahihihi.. goyang lg thor jempol ny

  32. byun913 mengatakan:

    jgn ampek aja fany dtg krmh yultae tiap hri pura2 mau jenguk yul…
    ak dkung yultae jgn smpek cere dch yultae ny walaupn jessica udh tau…
    sorri y sicababy biarin yul seobang cri istri bru

  33. wilhelmina mengatakan:

    Lahh udah ada konflik kayanya end juga makin cepet-_- kenapa harus terlalu cepet ketauan nya author huhu…

  34. Chytiko mengatakan:

    Yuhuu…akhrnya ada yg tau status nya YulTae nih…
    Tnggal nunggu reaksi nya Ppany…
    Ntar klo dah pda tau kan dah g’ prlu canggung lgi buat mesra2an hahaha…
    Lanjut lagi dong…

  35. defy86devampire mengatakan:

    Penasaran apa tindakan yg diambil fany setelah mengetahui idolanya menikah dg yul? Hihihi

  36. Cin mengatakan:

    Huahh. Mian ni thor commentny di capther 9, keterusan bacany smpe lupa comment. *bungkuk90°* jeongmal mianhae thor😦
    Pas d yg yuri nangis d sungai han itu asli sedih thor, pas baca itu airmata gue jg ikut ngalir. makasih thor uda bt scene yg bgitu menguras hati dan airmata sayaa. hahaaa.
    saya menunggu kelanjutanny thor. hwaiting🙂

  37. riestakim mengatakan:

    Anyeong mian thor gw baru komen :3 soalnya gw takut ntar nyepam hehe jeongmal mianhae thor :3

  38. Tia mengatakan:

    Ok,aku gak bisa komen,,alur ceritanya seru
    Semangat thor buat ngelanjutinnya

  39. che mengatakan:

    mkin penasaran ff u sllu w tnggu” thor hehe

  40. Park SungHyo mengatakan:

    huwaaa,, akhirnya jessi udah tau kalo TaeRi udah nikah!! ><
    *digebukkin RS*

  41. soneforever mengatakan:

    jdi sica da tau soal Yulti smpai2 sica skit bgitu,gmna klau tiffany tau ya psti lbih prah lgi
    author lnjut trus,dtunggu
    Faighting !!

  42. yul+sic_4ever mengatakan:

    hmm jessie aye yakin bs nerima klo fany hmmm molla…. kira kira ap yg kn trjadi slanjutnya.jgn smp dh yultae hubunganny dingin lg

  43. Yuri Taro mengatakan:

    jeti jadian dah . . . yultae jngan diobrak-abrik .. jarang-jarang nih kopel .. Jeti juga cocok lho. . Semangatt thor

  44. TaeKid mengatakan:

    ternyata terbongkar juga rahasia YulTae, melihat kondisi Sica jadi kasian,, haruskah berakhir dengan YulSic dan TaeNy?

  45. yyulskrc mengatakan:

    update dong thor *gelindingan
    tiap hari kesini ngarep ada ff yg diupdate

  46. dirgayul mengatakan:

    Ngakak g bhenti gra2 kalimat “Terkutuklah kata “sahabat”! Dan orang yang menciptakannya!”Asli sakit perut ahahahaahaa.. Sambil Ngebayangin muka Fanny yg keki.. Adududuuhh.. Lucu wehh

  47. jsscjng mengatakan:

    Seharian baca ffnya author tapi baru bisa komen sekarang, hehe maaf ya thor gk bisa komen di setiap chapnya, tapi serius deh kece semua, gara2 author nih saya jadi kecanduan yultae/taeri, tapi tetep yulsic otp nomer satu haha, ditunggu karya2 berikutnya, semangat thor

  48. UliLiu mengatakan:

    Sejauhnya yg gue baca, tiffany kenapa disini 11 12 vicky praseta… maksud gue prasetyo 😄
    Kasian loh sih jess, jujur gue berharap ini yulsic, *peace*

  49. rizky zudha (@RZudha) mengatakan:

    kasihan sica.,, akhirnya dia tahu juga ‘faktanya’.,
    tinggal menanti reaksi fany nih.,,

  50. Vivian mengatakan:

    hello author aku reader baru wkkwkw minta iziin baca semua ff nya ya thor hoho .

  51. Vivian mengatakan:

    hello author aku reader baru wkkwkw. Izin baca semua ff mu ya thor wkkww. Author fighting!

  52. Taengo mengatakan:

    Akhirnya rahasia pernikahan taeri terbongkar jg oleh jessica…ga kebayang nantinya kalo tiffany juga tau rahasia ini kayaknya si ratu alay bakalan patah hati mungkin sampe setengah gila wkwkwkwk…

  53. YoungieYoongie mengatakan:

    Kasian jung sooyeon, jd sedih akuh..

  54. sukma1901 mengatakan:

    Waduhhhh
    Udh complicTed nih chapter
    Yuriii kok gag tauu sihhh hapenya ubrek2
    Maksud aku gag curiga gtuu

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s