Hit Me Baby (Oneshot)

Posted: Februari 20, 2015 in ff snsd, one shot, yulsic
Tag:, , ,

Tittle : Hit Me Baby
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Comedy Romantic
Lenght : Oneshot
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri and Other Cast

Hit Me Baby
.
.
.
.
.
.

Dulu Jessica pernah mendengar peribahasa yang berbunyi ‘Semakin manusia dibatasi semakin manusia tersebut ingin melewati batas itu’. Peribahasa ini maknanya hampir sama dengan paham yang Jessica anut saat ini. ‘Semakin sering melihat Kwon Yuri maka semakin kau ingin memukul wajahnya’.

Hari pertama, Jessica terbangun dan mendapati wajah mesum Yuri saat ia membuka pintu kamar. Jessica baru ingat jika sekarang ia punya teman ‘serumah’ yang sangat manis.

Yuri mengangkat spidol permanen yang sedari tadi di pegangnya seraya menyeringai kearah Jessica.

“Kau lihat garis pembatas itu? Kanan milikmu dan kiri milikku. Untuk menjaga privasi masing-masing terutama privasiku mulai sekarang kita berbagi wilayah. Jangan berani masuk ke wilayahku atau kau akan mati, arraseo?!” Yuri memperingatinya. Demi semua timun di dunia, rasanya Jessica adalah orang yang lebih pantas berkata seperti itu. Ia, adalah pihak yang jelas-jelas selalu dirugikan disini.

Masih dengan mulut terbuka Jessica menelusuri garis yang telah Yuri buat. Si hitam itu benar-benar merencakan semuanya dengan sempurna, dan ini tidak adil. Wilayah Yuri terdiri dari satu kamar, ruang tamu dan ruang keluarga sementara wilayah Jessica terdiri dari satu kamar, kamar mandi dan dapur.

“Tidak perlu protes, jika dihitung luasnya sama.”

“Apanya yang sama, dasar idiot!!” Jessica murka, tapi Yuri tidak peduli. Ia memang sudah merencanakan ini sejak semalam. Tidak masalah jika Yuri harus kehilangan dapur, lagipula ia bisa makan diluar atau memesan makanan siap saji sedangkan masalah kamar mandi Yuri tak perlu khawatir karena kamarnya memiliki kamar mandi sendiri. Kwon Yuri, benar-benar pintar dan menawan.

“Awas kau!!” geram Jessica seiring rencana-rencana jahat tentang cara-bagaimana-melenyapkan-kwon-Yuri-dengan-cepat berseliweran di kepalanya. Yuri pura-pura tuli. Gadis tanned itu berjalan menjauh seraya bersenandung kecil.

“Pagi yang indah~”

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

“Kau ingin mengalahkanku? Kau perlu belajar banyak!” Kali ini giliran Jessica yang menyeringai. Gadis blonde itu berdiri penuh kemenangan di depan pintu keluar. Wilayah yang sampai kapanpun takkan bisa Yuri injak dengan kakinya. Karena terlalu bersemangat saat membuat garis batas tadi pagi, Yuri baru sadar jika pintu keluar ada di wilayah Jessica. Kenapa pintu akses yang memisahkan dirinya dengan alam bebas harus ada di wilayah gadis penyihir tersebut. Miris. Yuri terus meruntuki kebodohannya.

“Kau benar-benar takkan mengijinkanku melewati garis itu?” Tanya Yuri putus asa. Jessica menjawab dengan anggukkan mantap. Yuri sudah terlambat pergi ke lokasi syuting sementara Jessica masih berdiri sambil merentangkan kedua tangannya. Layaknya tentara yang menjaga daerah perbatasan suatu negara. Siap mempertaruhkan hidup dan matinya.

“Aigoo! Jinja! Lalu bagaimana aku bisa keluar?”

“Kau bisa membuat lubang di dinding wilayahmu.” jawab Jessica enteng.

“Micheseo?!”

“Ah.. benar juga. Setelah kupikir itu akan merusak dindingnya. Bagaimana kalau kau loncat saja dari jendela? Itu cara tercepat dan termudah.”

“Baiklah. Apa maumu?” Yuri mengacak rambutnya frustasi. Jessica tersenyum penuh kemenangan. Sejak awal Kwon Yuri sudah salah karena menyalakan genderang perang diantara mereka.

“Kita gambar lagi garis pembatas ini dari awal. Dan kali ini kau dan aku yang melakukannya. Akan kupastikan kau tidak bisa berbuat curang lagi kali ini karena aku akan benar-benar menghajarmu jika kau kembali melakukannya!”

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

YC Entertainment, Seoul

“Bukankah aku sudah menyuruhmu mengawasinya?” Presdir Park -presdir Manajemen tempat Yuri bernaung- menggebrak meja di hadapannya. Manajer Yun mulai berkeringat dingin.

“Rasanya aku sudah bosan mendengar keluhan dari setiap kru yang syuting bersamanya!” Kesal Pria paruh baya tersebut. Pasalnya ini bukan pertama kalinya Yuri terlambat atau tiba-tiba menghilang dari lokasi syuting. Sebenarnya kapan bocah itu akan bersikap profesional sekali saja. Presdir Park kembali menghela nafas, kali ini ia berencana memarahi Yuri habis-habisan.

Beberapa saat setelahnya Yuri datang ke ruangan Presdir Park sambil mengunyah permen karet. Sama sekali tidak merasa sudah melakukan kesalahan apapun. Saat Yuri datang wajah kesal Predir Park langsung dibuat-buat ramah. Nada keras yang ia gunakan saat berbicara dengan Manajer Yun pun diturunkan beberapa oktaf.

“Yuri-ah bagaimana kabarmu?” tanya Presdir Park. Yuri melepas kacamata hitamnya setelah duduk di kursi yang tepat berada di depan Presdir. Gadis tanned itu lantas memijat daerah di kedua matanya.

“Beberapa hari terakhir sangat melelahkan.” Yuri menjawab sambil mendelik ke arah Manajer Yun. Pria berkacamata tersebut menelan ludahnya -lagi.

Presdir menarik nafas panjang, ia berencana menumpahkan semua unek-uneknya pada Yuri. “Yuri-ah kau tau kan pagi ini Produser Shin meneleponku-”

Sebelum Presdir Park sempat melanjutkan kata-katanya Yuri memotong. “Sebenarnya pagi ini Predir Kim dari YJ Entertainment juga meneleponku.”

Setelah mendengar pernyataan Yuri Predir Park menegakkan tubuhnya. Presdir Kim adalah saingan utamanya dalam bisnis ini. Untuk apa ia menelepon Yuri? Apa pria itu berencana melakukan cara-cara kotor untuk merebut artisnya?

“Dia bertanya kapan kontrak kerjaku denganmu berakhir.” Lanjut Yuri. Mengetahui dugaannya benar, wajah Presdir Park memucat. Ia tentu saja takkan membiarkan Presdir Kim merebut Yuri. Gadis tanned itu adalah aset perusahaan paling berharga yang dimilikinya. Jika Presdir Kim ingin merebut Yuri ia harus melangkahi mayat Presdir Park dulu. Sedetik kemudian Presdir Park menelan kekesalannya pada Yuri berikut semua unek-unek yang semula ingin ia tumpahkan pada gadis tersebut.

“Jadi, apa yang ingin Presdir katakan padaku?”

“I-itu… tidak ada. Sebenarnya Yuri-ah kalau kulihat kulitmu semakin hari semakin bersinar saja.”

“Itu karena pola hidup sehatku.”

“Uri Yuri memang orang yang ahli dalam menjalani hal itu. Begini Yuri-ah kemarin pihak Etude Cosmetic menawari kontrak kerja, kau mau melakukannya?”

“Atur saja jadwalnya.”

“Baiklah kau boleh pergi. Bersenang-senanglah.” Presdir Park melambaikan tangannya sementara Yuri meninggalkan ruangan tersebut dengan senyum kemenangan. Manajer Yun menggelengkan kepalanya. Ia sudah sering melihat hal seperti ini. Presdir Park hanya bisa marah padanya namun membentak Yuri saja tidak berani.

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Beberapa hari tinggal bersama, Yuri dan Jessica tidak menganggap keberadaan satu sama lain. Setiap kali -tanpa sengaja- berpapasan keduanya akan saling membuang muka. Saling menyapa pun menjadi hal paling tabu di ‘rumah’ mereka.

Beberapa hari tinggal bersama juga membuat keduanya saling mengetahui kebiasaan buruk masing-masing. Orang yang terlanjur saling benci memang pada dasarnya akan selalu menganggap apapun yang dilakukan musuhnya sebagai sesuatu yang salah.

Penilaian Jessica tentang Yuri selama beberapa hari ini adalah. Pertama dia adalah artis yang arogan, sombong, berantakan, keras kepala, bodoh dan selalu seenaknya sendiri. Dan mesum tentu saja, Jessica takkan lupa yang satu itu.

Pagi ini Yuri kembali menerima beberapa paket dari fansnya. Bunga, cokelat, boneka dan sebuah cake. Namun seperti pagi sebelumnya, Yuri membuang semua barang itu ke tempat sampah. Bahkan tanpa melihat benda itu untuk kedua kalinya. Si arogan ini benar-benar tak menghargai apa yang telah orang lain berikan untuknya. Memang barangnya tidak seberapa hanya saja seharusnya Yuri memikirkan perasaan orang yang memberi itu untuknya.

Jessica menyilangkan tangan di dadanya seraya menatap Yuri penuh kebencian.

“Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kalau kau menginginkannya kau bisa mengambilnya nona Jung.” Yuri tersenyum meremehkan sambil menunjuk barang-barang di dalam tempat sampah.

Tolong siapapun musnahkan makhluk jelek ini dari muka bumi sekarang juga!

Tidak hanya Jessica yang memberi Yuri penilaian, diam-diam Yuri juga memberi Jessica penilaiannya. Menurutnya Jessica adalah penyihir violent, berisik, pengatur, pemalas, dan dingin. Ya, Yuri memang berencana memanggil Jessica penyihir sampai gadis itu berhenti memanggilnya mesum.

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Musim liburan akan segera berakhir dan itu sangat menyebalkan bagi Jessica. Hari ini Jessica sengaja datang ke sebuah toko untuk membeli seragam baru. Akan menjadi sejarah karena selama hidupnya Jessica tidak pernah mengenakan seragam.

Di ujung sana, Tiffany mendengarkan keluhan sahabatnya dengan seksama. Sedari tadi Jessica bercerita tanpa henti. Jessica yang ini agak banyak bicara, seperti bukan Jessica saja tapi sebagai pendengar yang baik Tiffany mencoba tidak menyela. Walau begitu saat nama ‘Kwon Yuri’ keluar dari mulut Jessica, Tiffany sempat berpikir. Entah kenapa nama itu seperti tidak asing di telinganya.

Jessica memasuki toko tersebut masih sambil menelepon. Gadis blonde itu baru memutuskan sambungan teleponnya saat seseorang menabraknya dan mengotori bajunya dengan kopi. Jessica merengut sebal, apa menabrak orang sudah menjadi hobi penduduk Korea atau semacamnya? Ini adalah baju kesayangan Jessica dan gadis itu tau betul jika noda kopi bukan noda yang mudah dihilangkan. Namun, hal yang paling membuat Jessica kesal adalah, kenapa harus orang ini -lagi. Gadis dengan penyamaran bodohnya. Seakan dunia ini tak cukup luas untuk mereka berdua.

Yuri berusaha mengalihkan pandangannya kemanapun asal bukan Jessica. Gadis tanned itu tidak berani memandang wajah Jessica yang kini menatapnya dengan wajah sangar.

“Aku tidak sengaja.” ucap Yuri angkuh. Ayolah, minta maaf tidak pernah ada dalam kamus hidupnya.

Jessica masih memandangnya kesal. “Kenapa kau dan wajah menyebalkanmu itu selalu ada di setiap tempat yang kudatangi?”

“Maaf mengecewakanmu penyihir tapi aku ini artis terkenal, orang-orang rela memberikan apapun untuk bisa bertemu denganku. Kau seharusnya bersyukur!” balas Yuri sombong.

“Tapi tunggu! Kenapa kau bisa ada disini? Kau sengaja mengikutiku? Aishhh.. seharusnya aku menduga ini dari awal.” Heboh Yuri. Jessica memutar kedua bola matanya, sama sekali tidak berniat meladeni perkataan gadis besar kepala di hadapannya. Perdebatan di rumah saja cukup.

Di dalam toko, tanpa ada perjanjian keduanya setuju untuk bersikap layaknya orang yang tidak saling mengenal. Dan Jessica dengan rela hati berusaha melupakan insiden tabrak juga kopi tumpah beberapa saat lalu.

Disisi lain Yuri sesekali mencuri pandang ke arah Jessica. Ternyata gadis blonde tersebut datang kemari untuk membeli seragam sama sepertinya. Yuri sebenarnya tidak mau pergi ke sekolah tapi Manajer Yun dan Presdir Park terus memaksanya. Semuanya gara-gara berita yang dibuat Reporter Nam. Reporter tua yang selalu cari gara-gara dengan Yuri. Sebenarnya kalaupun Yuri -dalam setahun- hanya hadir di sekolah beberapa kali itu bukan masalah. Tapi Reporter Nam membesar-besarkan masalah itu dan membuat para Netizen mengkritik Yuri. Tidak bertanggung jawab, malas, dan sebagainya.

“Karena itu Yuri-ah mulai semester baru nanti datanglah ke sekolah. Kau tidak mau kan dianggap menggunakan popularitas untuk masuk sekolah bergengsi tersebut?” bujuk Presdir Park. Yuri menghela nafas, ia tidak punya pilihan lain.

“Seragam itu tidak cocok untukmu.” komentar Yuri saat melihat Jessica bercermin di depan fitting room dengan seragam melekat di tubuhnya. Jessica melirik Yuri sebentar sambil memicingkan mata namun Yuri hanya melihat lurus cermin yang ada di hadapan mereka. Kalau dipikir lagi sebenarnya Jessica juga merasa seragam ini ukurannya terlalu longgar.

“Wajahmu terlalu tua untuk mengenakan seragam SMA.” Yuri tertawa setelah mengatakannya dan baru berhenti setelah Jessica meninju perutnya. Si bodoh itu, rasanya tak seharipun tidak meminta Jessica memukulnya.

“Dasar penyihir violent!!”

.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END

P.S
Baca Juga :
1. Replay
2. In MY Room
3. Hit Me Baby
4. Lucifer

Komentar
  1. Lee Eun Soo mengatakan:

    hahahaha… jadi ini lanjutannya In MY Room? lucuk!!!! >///<

  2. newbie86 mengatakan:

    Hahahahaha…..keren thor….n sumpah kocak bngt si yul ny…
    Tp mski bgtu ttp aj kalah klo lawan sica…
    D tunggu part berikut ny…
    Semangat….

  3. coel mengatakan:

    Sequel nya blh lh thor, smpe yulsic jatuh cinta gitu kyk ABG SMA bahaha..

  4. byun913 mengatakan:

    untung aja sica si penyihir gk ngeluarin tongkat sihir ny biar yuri lenyap…

  5. rara_ mengatakan:

    hahahahahahaduh kocak ini dari awal baca sambil senyum2 sendiri,
    jadi lanjutan tapi oneshoot2 ya, okelah thor ditunggu banget kelanjutannya.

  6. liataegangster mengatakan:

    Woaaah asli ini kocag. Suka bgt sama karakter yuri dimari. Biasanya pan sica yg gtu eh ini malah yuri hahaha.. lanjut yow

  7. vhie azuera mengatakan:

    Kkab yul😀

  8. jhulye_kwonie mengatakan:

    Ceritanya brlnjut yakk biarpun end, beda2 jdul ajj tp ceritanya nymbung2 trus..
    Seruu unnie, aku suka clo awalnya yulsic brantem kyk gne…hahahaa nggemesin

  9. vana mengatakan:

    Meskipun ngak ngerti,cukup menghibur sih.
    Mereka selalu kocak klo berantem.
    Trus romantis klo lagi baikan

  10. vidy512 mengatakan:

    Hahahaha.. dilanjutin ternyata!😄
    gue kira tadinya YulSic bukan anak sekolahan.. rasanya gimana gitu kalo bayangin mereka anak sekolahan.. udah pada tante-tante gitu! ga pantes,LOL😄
    Yuri nya sengak banget! hadiah dari fans dibuang-buangin! kehilangan fans baru tau rasa ntar!
    eh btw itu blm ada yang tau tuh sesaeng fans nya Yuri kalo Yuri tinggal serumah sama “orang asing”? buat reporter Nam pergokin YulSic dong! biar heboh!😄 kekekekeke

    ini tumben amat cepet update nya.. lagi kesambet apaan Lee? lol

  11. Tareetaree Lezthare mengatakan:

    Buahahahaha mampus lu yul..wkwkwkwkw

  12. fadila mengatakan:

    saling cuek dan benci, nti cinta. Yulsic perang=D

  13. joo mengatakan:

    lanjutannya ngakak in sumpah… Yulsic tdk dpt dipisahkan.. kkk~

  14. wilhelmina mengatakan:

    Well ini drabble kelanjutan in my room kan?:(

  15. Tinakwon123 mengatakan:

    AHahaha ngakak dari awal tauran mulu yulsic, ini cerita yulsic sebelum menikah kan thor? aku suka ceritanya, thor kapan bodyguard nya d lanjut semangat thorrr,,

  16. RZ mengatakan:

    si hitam suka cari masalah… aigooo yul, tobat nak. sica kejam jg ya.. maen pukul terus. semoga scpatnya mereka jadian. yuhuuuu

  17. idom09 mengatakan:

    yulsic msh sma toh? kirain dh pd kuliah…

  18. holmesrand0505 mengatakan:

    Hahahaha berantem mulu…
    Benci sama cinta tuh beda tipis..
    Jd hati2 yul sica..

  19. syunniefan mengatakan:

    hahahahaaa… makan noh bogem mentahnya sica, hehee

  20. ravi mengatakan:

    hahaha… lucu bgt sih yulsic berNtem mulu..

  21. Annyeong
    Jiahahahahaha wkwkwkk
    Dsar tom&jerry rbut mulu,,blm ad rmntis2 nya tp ngak ap2 dech pelan tapi pasti itu bru yulsic,,,
    Yul snng bngt bkin sica mrah,,ckckckck kyak nya prlkuan ksar sica bgaikan belaian lembut bwat yul,hahahaha
    Ok siiip
    Ttap smngatttt
    Gomaomao,,,

  22. nick mengatakan:

    Ah, sambungannya kok ending gantung lg?

  23. sn mengatakan:

    kakakakakak selalu saja momenya menyebalkan tapi kocak ahahah

  24. Tf18/Jidatseksikh mengatakan:

    Wkwkwkwkwkwkk……. Sikapnya yuri bner2 bkin org pengen nyekek!
    Gw blon baca yg sbelumnya, mau baca dl aaah……

  25. Bombom mengatakan:

    Waaahhh keyen gokil crtanya..
    Brantem trs yulsic,lma2 bisa love tuh
    tp udh End ya..
    hehe

  26. tuYUL_SICk mengatakan:

    yul laga lo ga nyante ngeselin sumpah..
    emm jd neh nyambung gtu ya thor dr replay.??

  27. […] Hit Me Baby (Oneshot) […]

  28. […] Hit Me Baby (Oneshot) […]

  29. defy86devampire mengatakan:

    Lanjut ya. Tom and jerry

  30. YulJee mengatakan:

    YulSic udah serumah, walaupun brantem mulu pasti cepet lope2 ^o^

  31. namida sigumakamada mengatakan:

    Yul yang babo ama sica yg kejem,udahlah komplit!!!ngahaha
    Bodyguardnya un bodyguad😀

  32. yul+sic_4ever mengatakan:

    yuri kuat y dah dipukulin msh j brthan knp g pndh j

  33. joe mengatakan:

    Yuri gak pernah menang lawan jessica. Hahaha. Gue yakin apartemen itu sudah cocok di jadiin arena pertandingan

  34. jung sooin mengatakan:

    Hahaha.. selalu yul yg kalah dengan tampang begoknya buat aku ngakak..

  35. sukma1901 mengatakan:

    Masih sma ?
    Yaelahhh
    Gw kiraa

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s