You and I (Chapter 11)

Posted: Januari 30, 2015 in Uncategorized
Tag:, , ,

Tittle : You and I
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Gender Bender, Drama
Lenght : Chapter
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri, and Other Cast

Song lyric by :
*Esna – Bite My Lower Lip (OST. The Heirs)

Chapter 11
.
.
.
.
.

-I’m Gay-

Taeyeon menggelengkan kepalanya dengan ekspressi suram layaknya langit malam tak berbintang. Oke, abaikan peribahasa aneh yang satu itu karena yang jelas saat ini Taeyeon sedang menghadapi masalah yang serius. Sangat serius sampai Taeyeon ingin membenamkan kepalanya ke dalam bathub saat ini juga.

“Jinsu-ya katakan kalau itu tidak benar.” Taeyeon -sekali lagi- memelas, berharap pria paruh baya itu tersenyum dan mengatakan ia hanya bercanda. Sungguh, Taeyeon takkan menghukumnya jika Jinsu benar-benar bercanda padanya.

“Maaf tuan.”

“TTTIIIDDAAAKKKK!!!” Taeyeon merasa kehilangan dirinya pagi ini. Bagaimana tidak jika semalam ia mempermalukan dirinya sendiri karena mambuk di depan Pangeran Takeda dan setelahnya ia mencium Tiffany di lorong istana, tamatlah riwayatnya.

Jinsu turut menyesal atas hal itu, meski begitu pria paruh baya tersebut tak dapat menahan tawanya lebih lama lagi. Pemandangan Taeyeon yang seperti ini sudah jarang ia lihat. Maksudnya Taeyeon yang benar-benar dirinya, yang dork dan tak begitu memperhatikan imejnya sebagai pewaris tahta berikutnya.

“Tiffany pasti akan membunuhku.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Taeyeon duduk memandangi makanan yang tersaji di depan matanya tanpa bekedip, tanpa bersuara bahkan namja itu juga menahan nafasnya. Aroma dari Bulgogi juga Doenjang jjigae yang menguar di udara membuat air liurnya hampir menetes. Siapapun tau jika kedua makanan tersebut merupakan makanan favorit sang Putra Mahkota.

Pagi ini Taeyeon sengaja tidak sarapan bersama karena ingin menghindari Tiffany namun Ratu justru punya cara cerdik untuk membuatnya mati kutu. Walau beliau melakukan itu tanpa sengaja.

“Jadi Putra Mahkota sakit? Kalau begitu Tiffany tolong bawakan makanan ini ke kamarnya. Akhir-akhir ini anak itu sering membuatku khawatir.”

Taeyeon menelan ludahnya, kali bukan karena berselara melainkan karena ia gugup. Tiffany berdiri di sebelahnya sambil tersenyum dan membuat Taeyeon semakin gugup.

“Ada apa yang mulia?” tanyanya sambil tersenyum manis. Eyes smile Tiffany membuat Taeyeon tak sanggup menatapnya lebih lama lagi. Namja itu mengalihkan pandangannya kembali pada makanan di depannya. Taeyeon ragu, sebelumnya Tiffany tidak memasukan racun ke dalam makanan ini, iya kan?

“Ppany-ah dengar aku minta maaf…soal semalam.”

“Apa maksud anda Yang Mulia?”

“Itu kecelakaan sungguh. Semalam aku-”

“Saya tidak mengerti maksud anda Yang Mulia.” Sebelum Taeyeon sempat berkata lagi Tiffany meninggalkan kamar itu lebih dulu. Taeyeon menghela nafasnya.

“Sekarang dia membenciku.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aaaaa!!!” Tiffany berteriak sementara Yuri -yang mengenakan topeng Batman- masih menyandera gadis itu. Mereka sedang bermain Pangeran, Putri dan Penjahat. Yuri yang berperan sebagai penjahat mengenakan topeng Batman -Taeyeon sempat protes karena hal itu.

“Batman itu pahlawan!!”

“Lalu kenapa? Apa dia tidak boleh jadi penjahat?”

“Yaa!! Kalian berdua!! Jangan bertengkar dan cepat selamatkan aku!” Protes monster pink, bukan, sang putri saat Yuri dan Taeyeon malah sibuk berdebat.

“Hahahaha…” Yuri berkacak pinggang dan tertawa. “Hyung menyerahlah Princess Tiffany sudah kudapatkan.”

“Aniyo! Aku akan menyelamatkannya walau harus mengorbankan nyawaku!” Jawab Taeyeon berapi-api.

“Baiklah! Kalau begitu rasakan ini.” Yuri mulai menerjang Taeyeon dengan pedang mainan di tangannya.

“Hyaaa!!!”

“Hyaaaa!!!”

Persaingan yang segit antara keduanya berakhir setelah Taeyeon berhasil mengalahkan sang penjahat. Setelahnya sang pangeran pun membebaskan sang putri. Dan seperti kebanyakan cerita Prince & Princess lainnya, Pangeran Taeyeon dan Putri Tiffany pun hidup bahagia selamanya.

“Aku mau poppo~” lanjut Taeyeon sambil memanyunkan
bibirnya. Hal yang selanjutnya Taeyeon lakukan justru
membuat jantung Tiffany melompat dari dadanya. Taeyeon
mencium Tiffany.. tepat di bibirnya.

Setelah keluar dari kamar Taeyeon, Tiffany memegangi dadanya. Gadis itu sadar, yang hidup bahagia selamanya dalam dongeng hanyalah Pangeran dan Putri. Seorang Putri, sama sekali bukan dirinya. Tiffany tak mau mengharapkan sesuatu yang memang bukan miliknya. Gadis itu sudah memutuskan, akan menganggap ciuman semalam tak pernah terjadi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Jesse!” Suara Yoona bergema di lorong. Jessica menolehkan kepalanya dan mendapati laki-laki jangkung itu berlari kearahnya dengan senyuman megawatt yang sudah menjadi ciri khasnya. Sekarang Jessica tau kenapa noona-noona -fans Yoona- bisa bertekuk lutut pada namja yang satu ini. Bisa berdekatan dengan Yoona tentu merupakan sebuah keberuntungan. Bahkan Nicole sering iri padanya karena hal yang satu ini. Salah satu keberuntungan menyamar sebagai laki-laki mungkin.

“Ada apa?” tanya Jessica. Yoona masih tersenyum sementara tangan kanannya sudah melingkar di pundak Jessica. Seakan-akan hal itu merupakan hal yang paling wajar di dunia.

“Park ssaem mencarimu.” jawab Yoona. Keduanya berjalan beriringan. Mereka mendengar suara riuh saat melewati lapangan sepak bola. Beberapa tim atletik sedang berlatih untuk pertandingan nasional atau semacamnya. Jessica menautkan kedua alisnya begitu selesai mencerna informasi dari Yoona. Park ssaem mencarinya? Untuk apa?

“Selamat pagi!” Seru Hyoyeon, tangan Yoona yang sedari tadi melingkar di pundak Jesse terlepas saat Hyoyeon mengambil posisi diantara mereka berdua. Yoona sedikit kecewa tapi tidak ingin terlalu menunjukkannya. Tangan Hyoyeon menggantikan tangannya melingkari pundak Jesse, dan untuk sesaat Yoona berharap jika Hyoyeon bisa dikirim ke Mars saat ini juga.

“Kalian sudah bersiap?” Hyoyeon yang terlalu bersemangat tidak menyadari jika Yoona menatapnya dengan tatapan yang mungkin bisa membunuhnya saat ini juga. Matanya terfokus pasa Jesse, yang memasang ekspressi kebingungan di wajahnya -Yoona mendadak merasa dirinya tak terlihat.

“Pesta dansa.”

“Pesta dansa apa?” Jessica masih bingung. Hyoyeon menepuk jidatnya, sedetik kemudian pandangannya beralih kearah Yoona.

“Yoong jangan bilang kau belum memberitahu Jesse tentang Glory Night?” Selidik Hyoyeon. Yoona menggaruk bagian belakang kepalanya dan tersenyum bodoh.

Benar juga. Glory Night, kenapa Yoona bisa lupa? Mungkin karena beberapa waktu terakhir ini pikirannya selalu dipenuhi Jesse, semua tentang namja imut tersebut. Jesse sudah seperti pusat bumi saja untuknya. Hanya Jesse, Jesse dan Jesse.

Hyoyeon mengangkat sebelah alisnya saat Yoona bukannya menjawab pertanyaannya tapi justru menerawang dan tersenyum bodoh -lagi. “Lupakan tentang Yoong! Aku saja yang akan menceritakannya padamu.” Keduanya berjalan menjauh, meninggalkan Yoona yang masih asyik di dunianya sendiri. Entah apa yang anak itu pikirkan saat ini.

Glory Night merupakan acara rutin yang diadakan setiap akhir tahun di Soshi High School. Semua tentu tau bagaimana ketatnya peraturan asrama di sekolah ini. Asrama disini sudah dijalankan selama beberapa generasi dengan begitu teratur, tersusun rapi pada tempatnya. Saking galaknya ketua Asrama wanita Sooyoung sempat bergurau bahkan nyamuk jantan saja takkan bisa masuk ke dalam sana.

“Karena itu jangan heran jika Chanyoung dan Bona sering bermesraan di dalam kelas.” ujar Hyoyeon. Jessica tertawa kecil.

“Kenapa mereka menamakan ini ‘Glory Night’ karena pada malam ini siswa dari kedua asrama -wanita dan pria- bebas berbaur tanpa khawatir Nona Nam memakanmu hidup-hidup jika kita mendekati salah satu ‘anakya’ .”

“Jadi begitu.” Jessica mengangukkan kepalanya mengerti. “Sepertinya menyenangkan.”

“Bersiap-siaplah mendapatkan partner karena disini kami punya peraturan tidak tertulis. Siapapun yang datang ‘sendiri’ maka besoknya dia harus berlari di lapangan tanpa mengenakan pakaian -cuma celana maksudnya.”

“MWO?!” Jessica membulatkan matanya, tenggorokannya serasa tercekat. Hyoyeon masih tertawa-tawa mengingat tahun lalu beberapa siswa dari asrama laki-laki benar-benar berlari -hanya mengenakan pakaian dalam- dan menjadi tontonan seluruh siswa perempuan -memalukan. Hal itu membuat namja bermarga Kim itu tidak sadar jika wajah Jessica memucat.

Gadis itu mengingat pertandingan paintball beberapa waktu lalu. Saat itu Yuri ‘menyelamatkannya’ tapi kali ini bagaimana Jessica bisa bertahan? Jessica memasang wajah lesu, kenapa laki-laki itu selalu memikirkan hal yang gila?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Glory Night tinggal seminggu, dan Jessica bersumpah setiap laki-laki di SHS sudah kehilangan akal sehat mereka. Beruntungnya yang sudah memiliki kekasih, namun nasib kebalikan terjadi pada yang masih ‘sendiri’. Disetiap sudut sekolah pelajar wanita menjadi yang paling dicari, dan pernyataan cinta menjadi kata yang paling sering Jessica dengar sejak pagi hari. Dan disinilah Jessica, dengan wajah tertunduk lesu. Makanan di hadapannya sama sekali tak membuatnya berselera. Jessica duduk bersama keempat temannya yang tampak anteng. Tidak begitu memperdulikan Glory Night seperti dirinya.

Yoona, sudah bilang jika dia tidak berminat namun walau begitu Jessica tau beberapa kakak kelas mereka dari tingkat 3 sudah harap-harap cemas menunggu jawabannya. Yoona tidak perlu mencari wanita karena mereka sendiri yang datang padanya. Sementara Sooyoung, yang ada dalam pikirannya hanya makanan -seperti biasa-. Jika Sooyoung tidak bisa mendapatkan kencan, Sooyoung pikir ia akan mengajak ahjumma koki di kantin sekolah mereka. Hyoyeon sudah mendapatkan kencan sejak hari pertama, begitu pula dengan trio idiot Jonghyuns dan Kibum. Jessica mendesah frustasi dan membuat Yuri yang duduk di sampingnya tertawa kecil.

Jessica masih membenamkan wajahnya di kedua tangannya. Dia benar-benar belum pernah kencan sebelumnya dan bagaimana mengajak seorang wanita kencan merupakan masalah yang lebih rumit -tentu saja. Awalnya Jessica begitu percaya diri karena akan meminta bantuan Nicole tapi sepupu tercintanya tersebut berkhianat dengan menolaknya.

“Mianhe Sooyeonie tapi aku sudah janji pergi dengan orang lain.”

Yuri menyentuh pundaknya dan membuat Jessica mendongakkan kepalanya. Selanjutnya Jessica tenggelam dalam iris cokelat laki-laki tersebut. Yuri tersenyum dan untuk sesaat pundak Jessica terasa ringan. Seolah semua masalahnya langsung menemui titik terang.

“Jangan terlalu dipikirkan.” ucap Yuri seraya menaruh kimchi di piring makanan Jessica yang isinya belum berkurang sejak terakhir kali Yuri melihatnya.

“Kau membuatku khawatir.” tambahnya. Jessica menundukkan kepalanya, fakta Yuri khawatir padanya membuat pipi gadis itu merona merah. Yuri peduli padanya. Fakta itu cukup untuk membuat jantungnya melompat. Selain itu Jessica juga merasakan sensasi tertentu di perutnya. Walau faktanya ia belum makan sejak pagi namun Jessica yakin saat ini ia bukan merasa lapar.

“Makanlah.”

“N-ne.” Pipinya semakin merona.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jessica membaca buku namun perhatiannya justru tidak pada sederet kalimat yang tersusun rapi tersebut namun pada hal lain yang seharusnya sama sekali bukan urusannya. Yuri pergi ke Glory Night bersama Yeseul -SHS President council. Jessica berusaha tidak peduli tapi semaki ia menutup mata hatinya justru terasa semakin diremas keras.

“Psst!! Jesse!!” Nicole mendesis, berusaha menarik perhatian Jesse dari balik rak-rak buku yang menjulang tinggi dan hampir menenggelamkan tubuh mungilnya. Tentu saja gadis itu harus berbicara dengan suara pelan jika tak ingin penjaga perpustakaan yang galak menendang mereka keluar, terlebih dari itu apa yang akan mereka bicarakan merupakan hal yang -tolong di garis bawahi- sangat penting.

“Kudengar kau belum mendapat kencan?”

“Begitulah.”

“Ikut aku!”

Nicole menarik tangannya. Sedetik kemudian ia mendapati dirinya ada di atap sekolah. Di depan mereka seorang gadis yang Jessica taksir beratnya mencapai 185 ponds berdiri sambil tersipu. Jessica bertanya pada Nicole melalui telepati. Bukan berarti mereka benar-benar memiliki kekuatan seperti itu atau semacamnya, hanya saja bersama dalam waktu yang cukup lama membuat keduanya saling mengerti.

‘Apa ini ‘kencan’ yang kau siapkan untukku? ‘ Jessica mengangkat alis kanannya.

‘Iya.’ Nicole menjawab dengan cara menaikturunkan kedua alisnya.

‘Yang benar saja! ‘ Protes Jessica. Kali ini gadis itu mengangkat alis kirinya.

‘Duh! Sooyeonie! Disaat seperti ini kau tidak bisa memilih!’ Nicole menjawab, kedua lubang hidungnya kembang kempis.

Jessica memutar kedua bola matanya. Dia -sudah jelas- tidak punya pilihan lain. Tinggal tersisa satu hari, bahkan jika Jessica membaca buku Cara-ampuh-mendapatkan-kencan-untuk-idiot-dalam-sehari pun Jessica takkan berhasil. Sudah diputuskan Jessica akan pergi ke Glory Night bersama gadis ini. Kang Haneul, tingkat pertama.

“Haneul tidak terlalu buruk.” Nicole berusaha menahan tawanya.

“Yeah Thanks.” jawab Jessica tak peduli sambil memijat telapak tangannya. Sebagai informasi saja Haneul hampir membuat tangannya remuk 5 detik setelah mereka berkenalan. Disamping Jessica, Nicole berjalan sambil tersenyum jahil.

“Ayolah, setidaknya ‘oppa’ tidak perlu berlari di lapangan.” goda Nicole lagi. Gadis berambut pendek itu tau betul, bukan ini yang Jessica inginkan. Sang Putri tidak pernah membayangkan akan menghadiri pesta dansa pertamanya dengan seorang gadis lain yang berkemungkinan besar bisa meremukkan tulang-tulangnya saat mereka menari -bukannya dengan seorang Pangeran seperti yang selalu Jessica inginkan.

“Funny hah..” jawab Jessica sinis.

“Kau ingin pergi bersama Yul oppa?” Pertanyaan -yang lebih mirip pernyataan- Nicole yang selanjutnya membuat Jessica menghentikan langkahnya. Mata gadis blonde itu membulat.

“A-aniyo!” bantah Jessica cepat. Kali ini Nicole terkekeh. Pasti sekarang wajah Jessica merona merah, gadis itu tau karena ia merasakan wajahnya memanas.

“I know you Sooyeonie… i know you like him.” Nicole memelankan suaranya saat mengatakan ‘him’. Ada sesuatu yang janggal diantara keduanya -Yuri dan Jessica-, Nicole bisa mengendusnya. Terlebih apa yang telah Yuri lakukan untuk melindungi Jessica di permainan paintball. Walau Nicole tak ada disana, ia punya informan yang sangat-amat dapat dipercaya.

“S-shut up! I-I don’t!” Jessica tergagap. Seandainya ada lubang hitam disini, saat ini juga, Jessica akan dengan senang hati merelakan dirinya terhisap ke dalamnya.

“I got you.” Nicole semakin gencar menggodanya sementara Jessica melangkah pergi sambil menghentakkan kakinya. Satu-satunya yang ada dalam kepalanya saat ini adalah, melarikan diri dari Nicole.

“Annoying cousin of mine!!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

At Glory Night

Pestanya berlangsung meriah. Jessica datang bersama Haneul yang besarnya hampir dua kali lipat dirinya. Bagi sebagian orang ‘namja’ imut tersebut terlihat seperti seekor semut yang mengencani belalang.Sooyoung benar-benar datang bersama ahjumma koki di sekolah mereka. Hyoyeon dan Nicole datang bersama, Jessica mengerti sekarang kenapa sepupu tercintanya tersebut tidak perlu berpikir dua kali untuk menolak ajakannya. Yoona datang sendiri, namja itu benar-benar pemberani sekaligus bodoh.

“Aku siap menerima apapun hukumannya. Aku tidak bisa pergi dengan orang yang kusuka, daripada menggantinya dengan orang lain lebih baik aku pergi sendiri.” Yoona tersenyum pada Jesse, untuk sesaat Jessica juga berharap punya keberanian sebesar itu.

Haneul terus memperhatikan Jesse. Berharap laki-laki imut tersebut mengajaknya ke lantai dansa namun nihil. Jesse hanya tenggelam dalam dunianya sendiri, Haneul menundukkan kepalanya saat Jesse menganggapnya tidak ada disana. Haneul tau Jesse hanya memanfaatkan dirinya agar terbebas dari hukuman, tidak ada yang benar-benar menyukainya.

Waktu terus bergulir, sesaat kemudian seluruh perhatian terpusat pada satu titik. Di pintu masuk, Yuri dan Yeseul baru tiba. Yeseul mengenakan gaun merah yang tampak kontras namun membuat kulit putihnya tampak berkilauan, rambut panjangnya dibiarkan terurai dan jatuh mulus di atas pundaknya, sementara tangannya melingkar mesra di lengan Yuri. Jessica terpaku, harus diakui Yeseul memang cantik, kecantikan yang bisa membuat lelaki manapun sudi bertekuk lutut hanya untuk bisa bersamanya. Yuri yang berdiri di sampingnya juga terlihat begitu tampan malam ini. Mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi.

“Calon King dan Queen kita malam ini akhirnya tiba.” Komentar Hyoyeon. Setelah menyerahkan segelas soda pada Nicole namja itu lantas duduk di sampingnya.

“Setelah tahun kemarin menolak akhirnya Yul hyung menerima ajakan Yeseul noona.” komentar Yoona.

“Bagaimanapun Yuri tetaplah seorang laki-laki dan Yeseul merupakan tipe wanita yang mustahil ditolak. Aku bahkan rela memberikan sepiring pasta ini hanya untuk bertukar posisi dengan Yuri. Monyet gosong itu sangat beruntung.” Sooyoung berbicara dengan mulut penuh. Sebagai catatan saja, Sooyoung takkan pernah menyerahkan makanannya kecuali untuk sesuatu yang sangat sangat sangat berharga.

Pandangan Jessica masih terpaku pada Yuri dan Yeseul. Yuri juga seorang laki-laki -kenapa Jessica bisa lupa- ia pasti menyukai wanita seperti Yeseul. Wanita yang cantik, berambut panjang, dan memiliki tubuh yang sempurna. Yuri juga seorang laki-laki.

Yeseul terlalu sempurna untuk dapat ia saingi. Bagaimana mungkin Jessica berpikir bisa mengalahkan Yeseul di mata Yuri? Jessica bodoh. Yuri takkan pernah menyukaimu karena baginya kau hanya seorang teman. Karena yang Yuri tau kau adalah Jesse, seorang namja. Yuri. Tidak. Akan. Pernah. Menyukaimu. Ruangan tersebut tiba-tiba terasa sunyi, yang dapat Jessica dengar hanya suara retakan. Apa itu hatinya?

Jessica mengalihkan pandangannya dari kedua sejoli yang kini berjalan menuju meja mereka. Gadis itu tak mau meratapi ataupun mengasihani dirinya lebih lama lagi.

“Hey guys! Apa kami boleh bergabung?” Yuri tersenyum begitu pula Yeseul yang berdiri di sampingnya.

“Selamat malam semuanya.” ucap Yeseul dengan suara melodic-nya. Saat mendengar itu, Jessica tau jika ia sudah kalah banyak.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoona mengetuk-ngetukkan jarinya diatas meja seraya memperhatikan Jesse yang terlihat lesu. Entah ini trick matanya tau efek cahaya tapi beberapa saat lalu Yoona sempat melihat mata Jesse berkaca-kaca. Belum lagi namja mungil itu sempat menghela nafas beberapa kali, tak ada yang menyadari hal itu kecuali dirinya.

Saat mereka mengobrol Jesse hanya akan terlibat jika ada seseorang yang bertanya, selebihnya ia hanya akan menjadi pendengar setia. Walau Jesse tersenyum, tapi malam ini senyumnya tak terlihat di matanya. Seakan lelaki itu sedang memiliki sesuatu yang menganggu pikirannya.

“Kudengar Sunbae tampil di festival ballet internasional baru-baru ini?”

“Ne..” Yeseul tersipu malu. Selain dikenal sebagai President Council, Yeseul juga merupakan penari ballet profesional. Sejak usia belia gadis tersebut sudah mengantongi berbagai penghargaan.

“Sunbae hebat sekali.” kagum Nicole.

“Terimakasih, tapi aku tidak sehebat itu.”

Lampu ruangan tiba-tiba meredup. Musik yang mengalun juga terdengar lebih lembut dan lebih romantis. Yeseul menatap Yuri sebelum akhirnya namja tanned itu mengangukkan kepalanya. Yuri mengulurkan tangannya dan Yeseul menyambutnya dengan gembira.

“Apa kau sudah mendapat kencan?” Jessica yang baru keluar dari kamar mandi hampir berteriak kaget saat Yuri tiba-tiba ada di hadapannya. Namja itu berdiri menyamping sambil menyadarkan dirinya ke tembok dengan kedua tangan yang ia masukkan ke saku celanya.

“Hei.. aku bertanya padamu apa kau sudah memiliki kencan?” Yuri mengulang pertanyaannya saat tak kunjung mendapat jawaban. Namja itu menunduk untuk menyamakan tingginya dengan Jesse, membuat wajah mereka berjarak sangat sangat dekat.

“N-ne.” Mata Jessica tak lepas dari kedua manik mata Yuri. Namja tanned itu menjauhkan kepalanya dan mengangguk mengerti. Jessica membuang karbondioksida yang sebelumnya menumpuk dalam paru-parunya. Bagaimana bisa Jessica bernafas jika Yuri berada dalam jarak yang sedekat itu dengannya. Aroma Yuri memenuhi indera penciumannya. Aroma mint dan citrus. Walau beberapa kali sempat tercium seperti aple dan green tea.

“Pantas saja wajahmu tidak mendung lagi.” Yuri tersenyum jahil. Baginya wajah Jesse yang tengah tersipu lebih menggemaskan dari apapun. Laki-laki berkulit eksotis tersebut tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menggoda namja mungil tersebut.

Jessica menundukkan kepalanya sambil berjalan melewati Yuri namun laki-laki yang lebih tinggi tersebut menahan pergelangan tangannya. Pandangan Jessica terpaku pada lengan mereka yang saling bertautan dan untuk kesekian kalinya jutaan kupu-kupu terbang di perutnya. Tak hanya itu tubuhnya juga serasa dialiri listrik jutaan voltase. Selanjutnya, Yuri menarik tubuh Jesse dalam pelukannya.

“Apa kau bisa berdansa?” Yuri bertanya. Jessica menggelengkan kepalanya yang kini tepat berada didepan dada bidang Yuri.

“Aku akan mengajarimu.” tanpa menunggu persetujuan dari namja mungil yang kini ada dalam dekapannya, Yuri meletakkan tangannya di pinggang Jesse sementara tangan Jesse sengaja ia lingkarkan di lehernya.

Jessica masih menatap wajah Yuri dengan tampang bodohnya sementara kakinya sudah bergerak selaras dengan gerakan kaki Yuri. Tubuh keduanya semakin merapat, bergerak harmoni. Mereka berdansa, tanpa musik, walau begitu suara debaran jantung Jessica saja rasanya cukup.

I secretly bite my lower lip and softly close my eyes
I try to hide the fluttering feeling that fills my body

It tickles for some reason when
I think of you, I start to talk to myself
Give me a perfect day, oh I’ll stay, by your side
I already revealed half of my heart

A day where you can have high hopes will come Only good things will come
The one person who will protect and watch over the struggling me
I feel like that person is you
I wanna make you mine forever

Your bright smile continues as if it will break
When I open my eyes, it’s mine
Give me a perfect day, oh I’ll stay, by your side
I already revealed half of my heart

A day where you can have high hopes will come
Only good things will come
The one person who will protect and watch over the struggling me
I feel like that person is you
I wanna make you mine

I definitely met a good person, only great things will happen
I think just love alone is enough
Nothing’s better, better than our love

A day where you can have high hopes will come
Only good things will come
The one person who will protect and watch over the struggling me
I feel like that person is you
I wanna make you mine

“Y-Yul..” panggil Jessica ragu.

“Ne?”

“A-aniya. Lupakan saja.” Jessica menggelengkan kepalanya cepat. Untuk sesaat gadis blonde itu sempat berpikir untuk meminta Yuri tidak pergi bersama Yeseul untung saja beberapa saat setelahnya Jessica sadar. Memangnya siapa dia -bagi Yuri- sampai-sampai berani meminta hal seperti itu? Dirinya bukanlah siapa-siapa dan tak berhak melakukannya.

Jessica menjauhkan dirinya dari dekapan Yuri. Ada perasaan hampa yang tiba-tiba menyelimutinya kala itu. Yuri hangat layaknya musim panas, wangi seperti musim semi dan lembut bagai salju di musim dingin. Kwon Yuri, laki-laki itu begitu merasuki pikiran Jessica.

“A-aku akan tidur lebih dulu. Selamat malam.”

“Selamat malam Jesse Jung.”

Haneul bangkit dari tempat duduknya tiba-tiba dan membuat kursi yang sedari tadi ia duduki berderit. Setelah beberapa lama memperhatikan Jesse akhirnya gadis itu mengerti. Dari cara Jesse menatap pasangan Yuri-Yeseul, Haneul tau, Jesse menyukai orang lain.

“Oppa malam ini cukup sampai disini saja.” Ucapan Haneul membuat Jessica tersadar akan kehadiran gadis itu.

“Aku mau pulang sekarang. Sampai jumpa.” Haneul memaksakan satu senyuman lalu pergi. Jesse merasa bersalah sekarang. Sikapnya pasti telah melukai perasaan gadis bertubuh subur tersebut. Dibalik kemampuannya yang bisa meremukkan tulang, Haneul tetaplah seorang gadis yang baik.

“Haneul-ah! Tunggu!” Jesse berusaha mengejarnya.

“Beginilah nasib yang tidak punya pasangan.” Yoona bergumam sambil memainkan gelas berisi orange juice di tangannya. Saat itu tinggal ia sendiri yang tersisa. Melihat pasangan lain yang menari mesra merupakan prioritas utamanya.

“Haneul-ah maafkan aku. Aku yang salah.”

“Gwenchana oppa. Justru aku khawatir padamu.”

“W-wae?”

“Oppa terlihat seperti orang yang kebingungan.”

“J-jinja? Apa begitu terlihat.”

“Ne.. oppa mau cerita padaku? Mungkin aku bisa membantu.”

“Benar-benar boleh?”

“Tentu saja. Mulai sekarang oppa temanku, iya kan?”

“I-itu.. sebenarnya…”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jessica menyendiri di taman, memandang langit malam yang tak berbintang. Bulan Desember merupakan bulan yang dingin dan sepertinya hal itu membuat bintang-bintang pun enggan memperlihatkan dirinya.

Setelah pembicaraannya dengan Haneul beberapa waktu lalu, gadis itu merasa lega. Setidaknya Jessica tidak merasa bersalah lagi karena ia tau Haneul tidak marah padanya, lebih dari itu mereka berdua berteman sekarang. Walau begitu sampai saat ini ada satu hal yang masih menganggu pikirannya. Jessica penasaran bagaimana bisa orang-orang selalu bisa membaca apa yang ia rasakan? Krystal, Ayahnya, Ibunya, Nicole, Yoona bahkan Haneul -orang yang baru ia kenal. Jessica jadi bertanya-tanya, apakah perasaannya sebegitu terlukis jelas di wajahnya?

“Hei..”

“Y-Yul?” Heran Jessica saat mendapati Yuri -yang seharusnya tengah menikmati Glory Night bersama Yeseul- berdiri di sampingnya.

“Berdiri disini.. apa kau tidak merasa kedinginan?”

“Aniyo.”

“Pembohong.” Yuri berkata setelah memperhatikan wajah Jesse. Hidung namja mungil itu berubah merah sekarang. Herannya dia masih bisa bilang jika dia tidak kedinginan.

“Anak ini.” Yuri mengangkat satu tangannya sementara Jesse segera memejamkan matanya. Ia mengira Yuri akan menyentil dahinya seperti yang biasa namja tanned itu lakukan. Namun, diluar dugaan kali ini Yuri hanya mengacak rambutnya pelan.

“Masuklah ke dalam, kau bisa sakit.” Yuri berbalik lantas berjalan lebih dulu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Yul apa kau sudah tidur?”

“……………..”

“Kwon Yuri aku ingin bertanya sesuatu dan aku yakin kau belum tidur.”

Yuri menyerah. Namja tanned itu membuka matanya dan mendapati Jesse yang menatapnya dengan puppy eyes. Ayolah, kalau sudah begini bagaimana Yuri bisa menolak.

Lampu kamar mereka sudah lama dimatikan. Jam digital yang ada di atas meja belajarnya menunjukkan pukul 02.00 pagi. Yuri tau Jesse dan rasa penasarannya takkan pernah membiarkannya tidur tenang. Pada akhirnya Yuri bangkit, duduk di pinggiran ranjang dan meminta Jesse duduk di sebelahnya. Seperti yang sudah di duga, Jesse segera turun dari tempat tidurnya, secepat kilat ia sudah ada disamping Yuri.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Tentang Yeseul sunbae?”

“Yeseul noona? Wae? Apa kau suka padanya?” selidik Yuri. Jesse menggelengkan kepalanya cepat.

“A-aniyo! Aku hanya penasaran saja.”

“Tentang apa?”

“Tentang apa yang terjadi pada Yeseul sunbae setelah pesta itu.. setelah dia menyatakan perasaannya padamu dan k-kau… menolaknya.” Jessica memelankan kata terakhir yang ia ucapkan. Ia benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran Yuri. Bagaimana bisa ia menolak Yeseul yang merupakan gadis paling sempurna se-SHS. Mengingat Sooyoung yang rela memberikan makanannya, Jessica yakin Yeseul termasuk katergori Best of The Best. Tapi sekali lagi, Yuri menolak pernyataan cinta gadis tersebut. Jessica merasa bingung, walau tak dapat dipungkiri hati kecilnya serasa ingin melompat.

“Tentu saja dia pergi. Mungkin dia akan menangis beberapa hari tapi setelahnya dia akan baik-baik saja.”

“Lalu, k-kenapa kau menolaknya? M-maksudku.. dia cantik, baik, pintar, berbakat dan-”

“Aku tidak suka padanya.”

“Wae?”

“Kurasa aku belum pernah mengatakan ini pada siapapun tapi aku…” Yuri sengaja menggantungkan kalimatnya lalu menyuruh Jesse mendekat. Setelahnya Yuri membisikan sesuatu yang membuat mata Jessica membulat. Syok. “…..seorang gay.”
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Hening.

Heninggggg.

Hheeennniiinnnggg.

“K-katakan kau cuma bercanda K-kwon Yuri.” Suara Jessica akhirnya keluar setelah lama tertahan. Wajahnya berubah pucat pasi. Dia pasti salah dengar. Pasti.

Yuri mengangkat bahunya cuek. “Memang.”

“Ternyata.. cuma bercanda. T-tunggu!- Ya!!” Kesal Jessica setelah sadar Yuri sudah membodohinya. Gadis itu semakin murka sementara suara tawa Yuri terdengar semakin keras.

“Seharusnya kau lihat bagaimana wajahmu Jesse Jung!” Yuri terus tertawa sambil mencubit kedua pipi Jesse. Paras namja imut tersebut bersemu merah.

Sebelum Yuri sempat melanjutkan aksinya Jessica segera menekan ujung hidungnya, membuat hidungnya terlihat seperti hidung babi.

“Y-ya!! Kau mengejekku Jesse Jung?”

Sebenarnya Jessica tidak bermaksud mengejek. Apa yang dilakukannya barusan merupakan salah satu cara mengatasi kegugupan. Dengan cara menekan salah satu titik akupuntur di ujung hidung. Salah satu cara ampuh mengatasi rasa gugup di depan orang yang kita suka -itu yang dikatakan Haneul padanya- namun biar saja Yuri salah paham.

“Ya!! Jesse Jung kau masih mengejekku!”
.
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. newbie86 mengatakan:

    Akhirnya ni ff muncul jg…..
    Hahahaha….yoong lucu bngt udh bnr2 suka m sica…
    Sica n nicole jg koplak bngt…
    Sica deg2an mulu n trsepona m si kwon…
    Lanjut thor…bodyguard ny donk…

  2. rinda mengatakan:

    ak dh agk lpa ma ni crita thor.tp lnjut y thor.

  3. rara_ mengatakan:

    AKHIRNYAAAAA FF ini lanjut..
    kasian yoong ya haha jadi ngira dirinya ga normal. yul udah tau kan kalo jesse cewe? apa belum sih? lupaaa😀
    thor rajin2 update yah hehe

  4. Kwon Echa Kwon mengatakan:

    Wah,akhirnya update juga ni ff😀
    saya sngat suka ni ff,saya jga suka author #plakk

  5. kwonratna mengatakan:

    horeeeee akhirnya lnjut jg nih ff;-);-);-)
    nungguin lama bngt gak nongol2, seneng bngt bs baca lg nih epep
    itu yul sbnernya dah tau blm ya kl jesse itu cewek
    cieee jesse trsepona tuh sm si kwon
    hahaha yoong kasian bngt, di pikir dirinya gak normal

  6. idom09 mengatakan:

    aku blum tau ato mungkin lupa dg crita ini…ntar aku ubek2 lg ah..

  7. Q-SONE mengatakan:

    Annyeong ……
    Waaaaaah finally update jg nih …kkkeee
    Sibuk ya …
    Mkin seru aja lah, yoong ksian amat dirimu, tak punya psangan ma ak aj mnding …wkwk
    Sigh, s kwooon bner” sempurna yeeh byngin nya kan …><
    Tp mlh dia ngku gay. ,,
    Jesse dah punya trick khusus nih dngan hdung piggy nya ,nurut ya ma haneul ..lol
    Mkin seru,pkoknya mkin dtunggu next chap nyah …..
    SEMANGAAAAAAAT!!

  8. byun913 mengatakan:

    haneul gk buruk jesse drpda gk ada sma skali kek yoong… siap2 aja lari cman pkek cd…
    yoong bner terpesona sma jesse… berubah “gay” hnya buat jesse

  9. Park SungHyo mengatakan:

    ahaha,, sumpah gua terkaget-kaget(?) ketika yul bilang dia adalah “gay”,, tp ternyata dia cuma bercanda tohh,, dasar Yuri jahill,, xD

    [ohh iyaa gua juga udah ganti nama nihh,, dari SindyChoi menjadi namkor asli(?) gua Park SungHyo,, ehehe,, #Plak (gg ada yg nanya -,-) ]

  10. defy86devampire mengatakan:

    Akhirnya comeback. Kemana? Apa sibuk memilih bekas kaleng di tmpt sampah atau sibuk mencari kencan utk ……?
    yoona masih tetap kejar jesse.
    Yul : i am gay
    Jesse aka jessica : i dont think so

  11. jidatseksikh mengatakan:

    gw curiga lw yul sbnrx dach tw lw jesse tu cewek!!!!!
    taeny momentx dkit bgt thor!?!

  12. Bombom mengatakan:

    Gue lum tau crta awalnya,apa emng lum bca. Haduh sma ja x ya..
    Menarik neh alur ceritanya..

    lnjut thor

  13. Annyeong
    Hahaha yoong jdi bego sndri gr2 prsaan nya bwat jesse,,,trus itu taeng modus aj,,,blng aj klw mnkmti ciuman nya bwt fany,,,aksi tunjuk hdung jdi ingat drakor saat aksi Go minam ggup ddpn hwang tae kyung hahaha yulsic pas bngt tu,,,,ap yul sdh tau jesse yeoja bkn namja??atw yul jga bnrran bego kya yoong???
    Ok siip
    Ttp smngatttttttt
    Gomaomao,,,,

  14. kwon yulsic venal mengatakan:

    bodyguard n honesty jg lnjt dg thor..

  15. vidy512 mengatakan:

    hahahaha… finally ya update juga! udah bolak balik beberapa kali ke blog ini loh gue buat ngecek😄..
    Sebenernya nungguin cerita yang TaeRi.. eh tapi malah U & I yang update! tapi gpp sih gue juga suka sama cerita yg ini,hahahahaha
    banyak YulSic momentnya ih! >//< well aslinya gue lagi keki sama sica.. tapi setiap kali baca ff yulsic yg sweet jadi lupa klo lagi keki sama sica,lol
    good job lah! ditunggu deh yg FF TaeRi nya, hehehehe🙂

  16. yul+sic_4ever mengatakan:

    smpai kpn nh thor jessie jd jesse jgn lm lm y kn ksian klo sica bohong mulu m tmn2ny khususny yul

  17. arikatiYoona... mengatakan:

    Akhirnya update jga ni ff, sempet lupa sma critanya tpi pas ditengah2 inget lagi hahaa, slain yoong kayaknya yul jga udh suka sama jesse ya apalagi yul tau klo jesse itu cewek , tapi sampe kpn jessica jdi jesse nya? Lanjut thor…

  18. sn mengatakan:

    yaaah gubrak aja, akhirnya ni ff berlanjut juga hehehhehe. kapan nih jessica ketauan thoor?

  19. Jenong Judes Yul poenya mengatakan:

    Akhirnyaaa… Ni epep masih ada,kirain udah tenggelam ditelan sejarah panjang terbentuknya samudra dan benua #apasiiihhhhh !! Ntu bodyguard masih ‘hidup’ Kagak thor???

  20. RZ mengatakan:

    hahahahaha ngakak gueee lihat tingkahnya yoong. jadi dy yang g normal nih. wkwkwkwkw sabar ya yoong, normal kok.
    huwaaaa itu yul juga lama2 dikira gak normal suka sama jesse…hhahahaa tapi unyu banget sih sica. selalu tersepona.

  21. KimHwang mengatakan:

    aku gk ngerti ceritanya……
    terutama yg taeny

  22. ciahashyoung mengatakan:

    Hhha lucu baca pas taenyyul lg maen penjahat”an stuju sma yul masa batman main perannya baik mlu skali” jd pnjhat gapa” dong … hhhaaa

  23. puy mengatakan:

    Akhirnyaaaaaaa muncul juga ff ini,,,
    Hhahahahah poor yoong,,,
    Hahahaahh YulSic,, hahah
    TaeNy maahhhh 😳😚😚

  24. im d mengatakan:

    Ni ff bangkit dri kubur…
    Aneh jg c namja ny imut nah yeoja tinggi besar.. xixixi.. Yoong kacian dy.. sindrom jesselicious ny akut bnr.. Soo kencan sama chef sekolah good boy.. Fany tdk berharap cinta ny terbalas takut sakit y..
    Thor w minta password ff lo dunk.. tp jgn lewat twitter w kga pnya lewat email ajj napa

  25. Coel mengatakan:

    Yul udh tau jesse cewe kali ia? Yul romantis gitu sna jesse nya smpai ngajarin dansa.

  26. YulJee mengatakan:

    Am i dreaming??? Finally niy ff lanjut juga hahahaa…..

    CHAYOOOO….LEELEE…..!!! \^o^/

  27. jessiejung18 mengatakan:

    Wow suka banget ceritanya… Cepet lanjut yah^^

  28. Tinakwon123 mengatakan:

    Kerenn thor,,, he he,,, di tunggu gumiyong x ya,, thorrr

  29. Tinakwon123 mengatakan:

    Oh ya thor aku reader baru dan aku suukaaaa sama semua ff kamu izin baca yaa thor maaf izin x telat! Hahhaa…. Semangat, thor

  30. Chytiko mengatakan:

    Annyeong…

    Kasian gue ma Yoong d sni…

  31. Xiao Prince mengatakan:

    Akhirnya gue nakal lagii.. bhaakk.. Gay! Gue apa? *Ngerusuh

  32. royalfamilyshippersoneforever mengatakan:

    Author dtunggu klnjutnnya klau bsa cpat update,.
    Author krimkn pw smua ff author klau bsa twitter.@ayulestari6651

  33. anirecamp mengatakan:

    scane pencet hidung jadi ingat film you’re beautiful
    kaya ya yul udah tau identis aslinya sica deh, atau memang ada bagian yang terlewat

  34. jung soo in mengatakan:

    Thor kapan sica ketahuan….
    Hahaha yoong.. lucu bgt..
    Lanjutkan thor..

  35. Hyunzy mengatakan:

    Aishhh >.< Cerita nya makin seru nih, di tunggu ya chapter selanjutnya, jangan lama" posting nya hihihi *semangat!!😀

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s