Si Putri Rapuh (PoemFic)

Posted: November 30, 2014 in ff snsd, one shot, yulsic
Tag:, , , , ,

Tittle : Si Putri Rapuh
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Drama, Romance
Lenght : Oneshot
Cast : Jessica jung, Kwon Yuri, Sunny Lee, Choi Sooyoung and Other Cast

Song lyric by :
*Cho Kyuhyun – At Close
*Cho Kyuhyun – Moment of Farewell

Why did I realize this love now?
Why are tears coming now?
Why didn’t I know you?
Love is so… My love is so foolish
.
.
.
.
.

“Permisi.” Yuri berdiri dan membungkukkan tubuhnya. Sementara Jessica masih memandang punggung Yuri dengan airmata yang meluruh di kedua pipinya.

Your back side was really pretty
I finally realized this after seeing you leave
So my heart aches when tears fall
I finally realized this after seeing you cry, after seeing you leave

It’s too late but I’m sorry, I didn’t realize how good you were
I’m such a fool, I’m such a fool
Don’t leave me, although you will leave even if I hold onto you
I’m so pathetic, I’m so pathetic

Why did I realize this love now?
Why are tears coming now?
Why didn’t I know you?
Love is so… Love is so foolish

~~~~~~~~~~~~~~~~

Masih kuingat
Kala itu matahari bersinar hangat
Menyinari semua kecuali satu
Dirimu, malaikatku

Sambil membawa kamera jenis DSLR yang Yuri kalungkan di lehernya gadis tanned itu menyusuri sepanjang aliran sungai Han. Menikmati waktu liburnya, jika Yuri beruntung tentu dia bisa mendapat pemandangan yang bagus untuk di potret. Lumayan untuk menambah koleksi fotonya. Mungkin saja suatu hari nanti saat keadaan sudah membaik Yuri bisa mengadakan pameran hasil jepretannya sendiri. Ya, suatu saat nanti, sampai saat itu tiba Yuri hanya bisa berdoa dan terus berusaha.

Sejak memutuskan untuk kembali ke Korea Yuri memang harus bekerja keras, memeras keringat untuk mencari sesuap nasi nyatanya bukan isapan jempol belaka. Sejak Yuri menolak untuk meneruskan perusahaan sang ayah gadis tanned itu meninggalkan Amerika dan memutuskan kembali ke Korea. Tanah kelahirannya yang juga akan menjadi tempat dimana Yuri memulai segalanya dari awal. Tempat awal dimana Yuri akan membuktikan pada ayahnya jika apa yang selama ini Yuri suka dan apa yang selama ini Yuri yakini -sebagai jalan hidupnya- bukan sesuatu yang pantas dianggap remeh seperti yang selalu sang ayah katakan padanya.

“Kau tidak akan bisa hidup dengan hanya menjadi seorang fotografer!”

“Satu langkah kau meninggalkan rumah ini, kau bukan lagi anakku!!”

Lamunan Yuri terhenti begitu matanya menangkap sesosok gadis yang tengah sendiri. Gadis bertubuh mungil dengan rambut blonde tersebut berdiri di sisi sungai, tidak beranjak sedikitpun walau angin dingin menerpa tubuhnya. Yuri menautkan kedua alisnya, bahkan dirinya saja yang sudah mengenakan mantel tebal masih merasa dingin apalagi gadis ini yang mengenakan pakaian yang terbilang tipis. Angin malam di penghujung musim gugur itu benar-benar luar biasa.

Lama Yuri memperhatikan gadis itu tapi belum ada tanda-tanda si gadis akan beranjak dari tempatnya. Seakan menghiraukan dunia sekitarnya, mata gadis itu masih fokus pada permukaan air sungai yang beriak dan berkilauan terkena cahaya lampu. Yuri tersenyum kecil sebelum mengangkat kamera dan memotret gadis misterius itu diam-diam. Baiklah, Yuri tau jika perbuatan itu sedikit tidak sopan tapi mau bagaimana lagi, Yuri tak bisa menahan dirinya. Gadis itu merupakan objek yang sangat sempurna malam ini.

Atau boleh kusebut putri dari negeri dongeng?
Atau barangkali tidak juga
Kudengar semua putri memiliki akhir bahagia
Tapi sepertinya yang ini berbeda

Yuri tertegun begitu gadis asing itu menangis tanpa suara. Airmata gadis itu membuat Yuri bertanya. Apa gerangan yang membuat objek sempurnanya tersebut bersedih? Apa yang membuat makhluk sempurna itu menitikan air matanya?

Yuri masih terpaku di tempatnya. Karena tidak punya cukup keberanian untuk bertanya akhirnya Yuri membiarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut bersemayam di kepalanya sampai akhirnya si gadis misterius itu pergi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yang satu ini rapuh
Membuatku takut untuk sekedar menyentuhnya
Yang satu ini terluka
Salahkah jika aku ingin melindunginya

Jessica pasrah saja saat sahabatnya -Sunny- menarik tangannya dari kantor. Gadis blonde itu tidak punya tenaga sama sekali untuk berontak.

“Kita makan siang di luar kali ini. Restoran Youngie-ku sedang mengadakan diskon, selain itu kurasa kau butuh suasana baru.” Sepanjang perjalanan Sunny terus berceloteh sementara Jessica hanya memberikan tanggapan sekedarnya. Sisa menangis semalam masih menyisakan bengkak di matanya, masih sangat jelas walau Jessica berusaha semaksimal mungkin menyamarkannya dengan make-up. Jessica yakin Sunny -bahkan semua orang- menyadarinya, tapi Jessica beruntung tak ada seorangpun yang ingin membahasnya.

Jessica tau jika dirinya memang menyedihkan. Menangisi kekasih yang telah meninggalkannya tanpa sebuah jawaban terdengar begitu bodoh. Tapi Jessica tetap tak bisa menyembunyikan perasaan sakitnya terlebih malam kemarin, malam anniversary mereka. Malam yang biasanya mereka rayakan dengan penuh suka cita.

“Nah, kita sampai..” Sunny memarkirkan mobilnya dengan hati-hati. Keduanya lantas melangkah ke dalam dan langsung disambut seorang pelayan.

Sunny sudah memesan makan siangnya sementara Jessica masih membolak-balik buku menu di tangannya. Tidak ada satupun yang menggugah selera gadis berparas dingin tersebut. Sunny berdecak kesal sementara pelayan berkulit kecoklatan yang melayani mereka masih menunggu dengan sabar sambil mengenakan apron dan memegang pulpen dan memo di tangannya.

Jessica masih berpikir, sementara si pelayan masih memandangi Jessica sambil mengulum senyumnya. Tersenyum pada takdir yang mendengar doanya.

“Jika boleh saya sarankan bagaimana kalau Bindaetuk? “

“Nah, itu enak Jess, aku pernah mencobanya. Youngie sendiri yang memasaknya.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Ini namanya takdir Yul. Bukan cuma sebuah kebetulan jika gadis misterius yang kau sukai ternyata sahabat kekasihku. Lakukan langkah selanjutnya buddy.” Sooyoung sibuk berceloteh sambil memasak Chop Chae pesanan untuk meja nomor 9. Yuri tersenyum sambil memandangi Jessica yang tengah duduk bersama Sunny melalui kaca kecil di pintu yang memisahkan pantry dan ruang utama restoran.

Awalnya Yuri tidak sengaja menceritakan semuanya pada Sooyoung -tentang ketertarikannya pada sosok Jessica. Sooyoung yang pada dasarnya bermulut ember tentu tak bisa menyembunyikan fakta menarik itu dari kekasihnya. Setelah Sunny tau, gadis pendek itu jadi bersemangat untuk lebih mendekatkan keduanya. Sunny pikir Yuri adalah orang yang tepat yang bisa mengalihkan pikiran juga perasaan Jessica dari masa lalunya. Sudah terlalu lama Jessica terjebak juga terlalu banyak airmata gadis itu yang tumpah hanya untuk menangisi sesuatu yang tak pasti. Karena hal itulah setiap makan siang Sunny menyeret Jessica dengan paksa ke tempat ini.

Yuri tersenyum sambil meletakkan pesanan Sunny dan Jessica diatas meja. Dua buah Seafood Pancake, Dumplings, Edamamme, Backwoods Blueberry Lemonade juga Black Raspberry ProseccoRita . Namun alis Jessica berkerut begitu Yuri juga meletakkan Chocolate Mousse di mejanya.

“Maaf Yuri-ssi kurasa kami tidak memesan ini.” Jessica menunjuk makanan itu dengan jarinya. Mungkin saja Yuri lupa lalu salah menaruh makanan untuk orang lain di meja mereka.

“Aniyo. Itu dessert baru kami. Karena kalian adalah pelanggan setia maka kami memberikannya secara gratis. Silahkan menikmati.” Yuri tersenyum dan berlalu. Jessica mengangukkan kepalanya dan tidak mempermasalhkan hal itu lebih jauh sementara Sunny mengulum senyumnya. Gadis pendek itu tau Yuri berbohong soal hal gratis tersebut. Yuri memang sengaja memberikan cake itu untuk Jessica. Bukan cuma cake kadang-kadang gadis tanned itu juga membelikan coffe, ice cream, waffle atau yang lainnya. Hal itu terus berlangsung selama setahun penuh.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jessica masih terpaku pada layar laptopnya. Kliennya kali ini meminta Jessica membuat konsep unik untuk pesta pernikahan mereka. Sebagai seorang weeding planner yang baik tentu Jessica tak ingin klien yang sudah percaya padanya kecewa. Maka dari itu sejak beberapa jam lalu Jessica sibuk menjelajah dunia maya, berharap bisa menemukan inspirasi.

Berbeda dengan Jessica Sunny terlihat lebih santai. Sambil memandangi Jessica, Sunny memutar-mutar pulpen di tangannya.

“Kudengar Yuri baru pindah ke dekat apartemenmu.”

“Dia tetanggaku sekarang.”

“Jessie kalau menurutmu Yuri bagaimana?” Sunny bertanya, Jessica menoleh sebentar kearah yeoja pendek tersebut sebelum kembali fokus pada pekerjannya. Matanya bergerak cepat sementara jari-jari kurusnya menari lincah diatas keyboard. Disisi lain Sunny jadi tidak sabar menunggu jawaban sahabatnya. Pasalnya siapapun tau selama ini Yuri selalu menunjukkan perasaannya secara terang-terangan tapi Jessica tidak pernah memberikan respon. Hal itu membuat Sunny bertanya, selama ini kira-kira apa yang ada dalam benak sahabatnya.

“Dia baik.” jawab Jessica singkat. Sunny menjadi gemas karena sikap acuhnya.

“Hanya itu?”

“Memangnya kau ingin mendengar apa lagi?” Jessica balik bertanya.

“Aku cuma mau bilang saja jika Yuri itu sangat tampan. Jika kau terus ‘menggantungnya’ tidak lama lagi akan ada seseorang yang mengambilnya darimu.” Sunny bergurau.

Yang satu ini rapuh
Membuatku takut untuk sekedar menyentuhnya
Yang satu ini terluka
Salahkah jika aku ingin melindunginya

Sepulang kerja Jessica memutuskan menggunakan bis untuk pulang namun malang karena sifat pelupanya gadis berambut blonde itu justru harus terjebak di halte. Seoul yang hari itu cerah mendadak diguyur hujan lebat dan Jessica yang lupa membawa payung tidak bisa kemana-mana. Beruntung Yuri datang dan membawa payung untuknya.

“Aku sengaja datang karena bibi  pemilik apartemen bilang kau meninggalkan payungmu di depan pintu.”

Setelahnya, mereka berjalan berdampingan di bawah satu payung dalam keheningan. Yuri menoleh pada Jessica yang hanya melihat kedepan. Gadis bertubuh mungil tersebut sedikit mengigil, blazer yang membungkus tubuhnya juga agak basah terkena cipratan air hujan. Yuri tersenyum kecil, walau semua orang takut pada gadis berparas dingin ini tapi Yuri berbeda. Yuri merasa Jessica sengaja bersikap sedingin itu untuk menyembunyikan lukanya, Jessica adalah gadis yang kuat, yang tak ingin seorangpun mengasihaninya. Sejak pertama Yuri melihat gadis ini menangis malam itu, sesuatu dalam diri Yuri membuatnya ingin melindungi Jessica. Walau selama ini Jessica terkesan membangun benteng pembatas yang sangat kokoh diantara mereka.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pagi-pagi sekali Jessica berteriak histeris karena saat dia bangun seekor kecoa terbang dan mendarat tepat di wajahnya. Yuri segera berlari ke tempat gadis itu dengan khawatir. Takut terjadi apa-apa pada Jessica. Setelah mengetahui hal apa yang membuat gadis yang disukainya menjerit histeris Yuri berusaha keras menahan tawanya. Perlahan Yuri menghampiri Jessica yang masih menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Gwenchana, dia sudah pergi.”

“Jinja?” Jessica mengintip dari balik selimut seperti anak kecil dan menemukan Yuri yang tersenyum padanya. Bukan, bukan tersenyum tapi tertawa. Yuri berpikir jika Jessica yang tengah ketakutan sangat menggemaskan.

“Ya!! Jangan menertawaiku!” Hal itu tentu saja membuat Jessica kesal.

Jessica tengah kesulitan dengan beberapa kantung belanjaan, Yuri langsung mengambil alih barang-barang itu darinya. Seiring berjalannya waktu keduanya semakin dekat tapi hubungan mereka hanya sebatas teman. Jessica tersenyum dan membiarkan gadis tanned itu membawakan barang-barangnya. Yuri itu baik, terlalu baik malah. Sering kali Jessica merasa bersalah karena tidak bisa membalas perasaan gadis tanned tersebut.

Walau begitu Jessica tak pernah meminta Yuri pergi. Jessica tau dia telah bersikap egois dengan menolak untuk melepas masa lalunya dan membiarkan Yuri di sisisinya di saat yang bersamaan.

“Sica kau ingin makan apa malam ini? Aku bisa memasaknya untukmu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jessica sedang melakukan sedikit renovasi pada apartemennya . Gadis blonde itu merasa sudah bosan dan ingin mencari suasana baru karenanya Jessica ingin mengubah warna cat di ruangannya. Yuri yang sebenarnya hanya membantu berakhir mengerjakan semua yang harus Jessica lakukan. Sementara Yuri mengecat Jessica duduk diatas sofa dan tertawa padanya. Yuri memandang gadis blonde itu heran.

“Kau terlihat seperti zebra Yul.” Jessica terus tertawa sambil memegangi perutnya. Cat yang Yuri gunakan sebagian melumuri tangan dan wajahnya.

“Mwo? Zebra?”

“Ne. Lihat penampilanmu Yul. Hitam dan putih.”

“Mwoya?! Aku tidak hitam. Warna kulitku ini disebut eksotis.” Yuri menggembungkan kedua pipinya protes.

“Sama saja.” balas Jessica sambil menjulurkan lidahnya. Yuri menghampiri gadis blonde itu dengan kesal.

“Y-ya! Apa yang akan kau lakukan?”

“Menggelitikimu.” Yuri tersenyum evil sementara Jessica membulatkan matanya dan mulai berlari menghindar.

“Ya! Kwon Yuri jangan coba-coba!”

“Ahahaha.. berhenti disitu Sica!”

Mereka berdua terus berlari seperti anak kecil. Yuri yang pada dasarnya lebih cepat bisa meraih ujung baju Jessica namun sedetik kemudian gadis blonde itu menepis tangannya. Jessica berlari ke dalam kamarnya dan membanting pintunya keras. Yuri meringis kesakitan sambil memegangi hidungnya yang terkena hantaman pintu.

“Babo! Ini salahmu sendiri kan? Harusnya kau tidak mengejarku.” Sambil mengompres hidung Yuri, Jessica terus mengomelinya.

“Sica.. kau terlihat semakin sexy saat marah. Sexyca!”

“Babo!” perkataan Yuri sukses membuat Jessica menoyor kepalanya hingga gadis itu terjungkal kebelakang. Yuri memanyunkan bibirnya sambil mengusap-usap pantatnya yang sakit. Jessica sepertinya senang sekali membuat dirinya tersiksa.

“Apa princess Jessica sudah siap?” Yuri tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Hari ini mereka akan menghadiri pesta pernikahan Sooyoung dan Sunny.

“Terimakasih Prince Yul.”  Jessica balas tersenyum dan mengaitkan tangannya di tangan Yuri. “….yang hitam.” lanjut Jessica sambil tersenyum jahil.

“Selalu seperti itu.”

Pesta pernikahan Sooyoung dan Sunny berlangsung meriah. Yuri dan Jessica berada disana hingga larut. Semua orang merasa turut berbahagia untuk Sooyoung dan Sunny begitupun Jessica. Siapa sangka gadis pendek tukang aegyo di SMA mereka akhirnya menjadi seorang istri.

Di dalam taksi yang membawa mereka pulang, Yuri dan Jessica tenggelam dalam pikiran masing-masing. Jessica terus berpikir, orang itu juga pernah berjanji akan menikahinya. Jika saja gadis itu tidak menghilang tanpa kabar apa mungkin sekarang Jessica sudah menjadi seorang istri seperti Sunny?

“Sica tunggu!” Jessica yang bermaksud masuk ke dalam apartemennya terhenti begitu Yuri memanggil namanya. Gadis yang lebih tinggi itu berdiri beberapa langkah dari Jessica.

“Jessica aku ingin mengatakan sesuatu.” Yuri tersenyum gugup sambil terus mengusap tengkuknya. Jessica menghela nafas mengetahui akan kemana pembicaraan ini.

“Mianhe Yuri-ah jangan sekarang. Aku lelah sekali. Selamat malam.” Ujar Jessica sambil membukan pintu apartemennya dan masuk ke dalam. Meninggalkan Yuri yang tampak kecewa.

“B-baiklah. Selamat malam.” Yuri menundukkan kepalanya dan berbalik. Gadis tanned itu memasuki apartemennya dengan lemas. Yuri mengerti, mungkin sampai saat ini Jessica belum siap menerima hatinya.

Tepat setelah masuk Jessica menyandarkan punggungnya ke pintu. Satu-satunya alasan Jessica buru-buru pergi karena dia tak sanggup melihat wajah sedih Yuri. Jessica tak cukup kuat untuk menerima fakta jika dirinya sudah menyakiti perasaan gadis tanned itu untuk kesekian kalinya. Jessica tau dirinya tidak bisa menerima Yuri lebih dari apa mereka sekarang. Walau begitu Jessica berharap tak ada satupun yang berubah di antara mereka.

“Mianhe.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kusebut diriku ‘penjaga’
Karena aku memang menjaga hatinya
Hati putri rapuh yang pada akhirnya kusadari
Selamanya takkan pernah kumiliki

Kehidupan Jessica dan Yuri berjalan seperti seharusnya. Gadis blonde itu bersyukur tak sedikitpun Yuri merubah sikapnya. Semuanya berjalan baik sampai masa lalu Jessica datang dengan membawa luka lama juga pertanyaan yang tak kunjung terjawab.

“Taeyeon-ah..” Jessica mendekap wajah Yuri. Gadis blonde yang mabuk itu lantas mencium bibir Yuri. Jessica terus melumat bibir gadis tanned itu sambil menangis, keduanya menangis.

“S-sica geumanhae..”

Tak bisa kusebut diriku penyembuh luka
Bagaimana bisa jika sang putri tak pernah bernafas untukku
Jika sang pangeran datang kembali
Lantas harus kemana kubawa diri ini?

“Sica.. kau akan pergi?” Yuri bertanya dengan suara serak. Gadis tanned itu tau suatu hari saat seperti ini akan tiba namun jauh di dalam lubuk hatinya Yuri masih berharap Jessica mau melihat hatinya sekali lagi.

“Mianhe Yuri-ah..” Jessica meninggalkan apartemen mereka tanpa berbalik lagi. Jessica tau dia akan berubah lemah saat menatap wajah Yuri.

Yuri menangis sambil menatap punggung Jessica yang menjauh dari pandangannya, juga menjauh dari hatinya.

“Yul Jessica memberikan undangan ini untukmu.” Sooyoung memberikan undangan itu pada Yuri seraya menatap sahabatnya tersebut dengan pandangan iba.

“Nona Yuri  tuan sedang sakit keras dan beliau meminta anda kembali.”

“Sampai jumpa Yul.” Sooyoung memeluk Yuri untuk terakhir kalinya. Ya, pada akhirnya Yuri memutuskan untuk menyerah pada Jessica, pada perasaan, pada mimpinya juga pada apa yang selama ini diyakininya.

I’m holding onto you, I’m trying
But the thoughts in my head are scattering in this moment

You didn’t hate me enough to break up
But you didn’t care enough to love me
You already brought your cold words one by one
And I have nothing really to say

We each have different memories
Maybe I feel sorry, maybe I want to run away right now
I’m just filled with resentment during the moment of farewell
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END

Komentar
  1. NewReader mengatakan:

    Hiyaaa…sad ending,kayanya lebih baik dibikin sequel thor 😁

  2. jhulye_kwony mengatakan:

    Nyeseeeekkk….
    Udh gtu doank..

  3. Fadila mengatakan:

    Nyesek. Yul gk pernah diliat, padahal dh berkorban bnyk..:(

  4. nick mengatakan:

    ah, kasian yuri…. boleh tak disambung oneshot jd twoshot? niar sica sedar, yurilah yg terbaik utknya…

  5. zorakwon mengatakan:

    Tega loo ama abang gw …hwaaaaaa hikks hikks hiiksss…
    Sequel ya joo … yaa ya yaaaaaaaaa

  6. newbie86 mengatakan:

    Hm…ni msh nyeritain flash back ny yulsic ye thor….
    Nyesek bngt dech klo jd yul…
    Thor, ff bodyguard nya donk d lanjutin…

  7. liataegangster mengatakan:

    Thooorr….
    Ini terusan ff yg sica gagal nikah sama taeng pan ??? Ooh jd gtu toh ceritanya….
    Dr sekian bnyk ff yg gw baca, kenapa para seobang lebih sering tersakiti yak ? Tapi gk papa deh. Berasa keren tau kalo mrk tersakiti hahaha….
    Tapi seriusan dah,,,, disini jessica sedikit rese siih…. dan yuri terlalu baik jadi org.
    Dan… biasanya akan ada lanjutannya dr seriap poem fic ? Iya gk ? Hehehehe….
    Btw,,,gw seneng dah authornya rajin ngepost.

  8. Bombom mengatakan:

    Yaaaahhhh sad ending

    kasian yul cintanya gk terbalaz
    huhuhu

  9. kwonlovesica mengatakan:

    kagak bersatu gw jd brasa pth hti ky yul..thor bkin sequelny lnjt happy end.

  10. kimi mengatakan:

    nyesek thor…bikin sequelnya donk….ya..ya..ya..

  11. dian_d.o mengatakan:

    ah parah..
    sica onnie kok tega banget sama yul oppa..
    chingu masak yul oppa berakhir sedih nasib nya..
    buatin Sequel nya dong pliase…
    ditunggu..
    see you..

  12. kwonratna mengatakan:

    waduuhhh tega bngt sm appa gw:-(:-(:-(

  13. kwon dee mengatakan:

    mungkin jessica bukan jodohmu yul..😦
    dan untuk njess org yg prna meninggalkanmu suatu saat nnti akan meninggalkanmu lagi..

  14. kyril fadillah mengatakan:

    sepertinya harus dibuatkan sequelnya nih karena akan lebih seru ceritanya thor

  15. holmesrand0505 mengatakan:

    Yah jd yul nyerah niihh..
    Ah bete..

  16. rinda mengatakan:

    Dari tadi baca crita sedih mlu T T

  17. im d mengatakan:

    Gantung amir thor cerita ny sequel ny dunk thor.. bikin Jessie nangis kosot2an krna salah udh ninggalin Yul

  18. Annyeong,,
    hadeuhhhhhh ksian skli nsib yul dsni,,,,sica msh blm bsa mlpkn msa llu dan tdk bsa mmbka kmbli htinya untuk seorang kwon yuri,,,,pdhal yul sdh bnyk brkrban demi sica,,,,
    Skrng yul tlh prgi dri khdpn sica,,,
    Huffff bkin nyesek jd ini prlu sequel thor,,
    Hehehehe ttp smngat,,,
    Gomawo,,

  19. gorjes spazer mengatakan:

    end…kok nggantung…bkin sequel thor….biar usaha yul ga sia sia

  20. namida sigumakamada mengatakan:

    Authorrrrrrrrrr huhuhu knpa kaya gini…huaaaaaa😥
    Thor masa lo tega ama si kwon pan ksian dia..
    Sica knpa jga malah blik sma masalalunya.apa dia gk mkirin perasaan si kwon?ckckck sica sica
    Gwe yaķin sica pasti bkalan nyesel…
    Bkin sequelnya ya thor #pasangmukamelas…gk mau sad ending…

    • RoyalSoosunatic mengatakan:

      Haha.. ngga janji deh, lagian aku lebih suka sad ending lebih berasa aja gitu wkwk

      • namida sigumakamada mengatakan:

        Berasa?authorrrrrr berasa apanya?nyesek sih iya..ah authormh kejem😛
        Eh aq bru sadar klo poempic d mari saling sambung menyambung(?) cman judulnya doang yg beda jd aq baru ngeuh hahaha
        Lanjutin yah thor yah
        SEMANGATTTT

  21. YulJee mengatakan:

    Sudahlah, biarin aja sica pergi. Hush…husshhh….

    Yul oppa sm jeje aja. Suer ridho dunia akherat Xp

    Sedih banget, Lee. Tapi kok critanya agak mirip sm ff poemfict lu yg sebelumnya, yg manalah, gw lupa…

  22. yul+sib_4ever mengatakan:

    hiks hiks knp sdh bgt thor pgn nangis,lg dan lg sica nyakitin yul hiks hiks

  23. yul+sic_4ever mengatakan:

    hiks hiks knp sdh bgt thor pgn nangis,lg dan lg sica nyakitin yul hiks hiks…kpn bhagiany

  24. coel mengatakan:

    Yulsic nya msih blm brsatu.. Ditunggu lnjutannya

  25. tuYUL_SICk mengatakan:

    lah kasian bgt nasib babe gueeee T_T
    gw hari ne uda 3X bca ff yul babe ngenes nasib’a doh

  26. seororo mengatakan:

    huwwaaa poor yul.. sica sedikitpun gag ngelirik yul padahal yul udah berkorban banyak.. nemenin dia kemana mana selalu ada buat dia.. ckckk
    kaya.a perlu dibikin lanjutanya ini mah thor..

  27. puy mengatakan:

    Duuhhbb ga tega jdnya kalo begini,,, huffft
    Dikira bkal sma yul krna liat sikap sica,,

  28. vita mengatakan:

    Wae? Yul selalu patah hati,jesjung where ‘s your heart ?

  29. rizanuzula mengatakan:

    hufftt sad ending ni thoorrr..yul tu emang sabar n tegar banget..sama ma realnya..hmmn welcome desember..welcome new yul T.T

  30. RZ mengatakan:

    huwaaaaaaaaaaaaa T.T yul.. wae wae wae???? sad ending, cintanya pergi dan yul menyerah pada mimpinya. hiks hiks.

  31. byun913 mengatakan:

    huwaaaa… appa sih trlalu baik dan trlalu brharap bnyak sma omma…
    jd taeng dtg lg trus sica jd nikah sma taeng…
    klau appa yg trsakiti feel ny lbh dpt.. knp ya

  32. defy86devampire mengatakan:

    What end!!! What sad end!!! Poor yul.

  33. Vhie azuera mengatakan:

    Hu. .u😦
    sad ending

  34. Xiao Prince mengatakan:

    Makasih udah bikin malem gue begitu menyedihkan.. :”

  35. kwonchatiz mengatakan:

    Huaaaaa…..sumpah sedih bgd.
    kasian ma yul…

    semoga di amerika yul menemukan cinta yg laennya….. tiffany????

    biar taesic nyesel he…….
    bikin sequelny ya thor…..

  36. tayuyakwon mengatakan:

    Sequel sequel thor. .

    Ceritanya bikin greget, aiiish sad ending pula😦

  37. ArChan mengatakan:

    duh nyesek duh sikha buta apa gimana sih dih buka hati buat yul napa dih nyebelin bikin nyesek ih…. yul mulu yg menderita dah

  38. RF_yulsic mengatakan:

    mba jenong tega banget sihh,,,huhuhu kasian yuri

  39. RF_yulsic mengatakan:

    mba jenong tega banget sihh,,jadi jessie nikah sama taeng yya?

  40. Qren mengatakan:

    sumpah nyesek abis baca ff ini…

    ya udah yul unnie sama aku aja kalo gitu…

  41. royalfamilyshippersoneforever mengatakan:

    Sdih,yulsic gk bsa bersatu
    Ff author kbnyln sad ending ya author

    Author faighting!!

  42. rizky zudha (@RZudha) mengatakan:

    ini sad ending apa ngegantung ya.,,???
    bikin grusak grusuk perasaan deh.,,

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s