1000 Years Always by Your Side (Oneshot/YulSic)

Posted: September 6, 2014 in one shot, yulsic
Tag:, , , , ,

Tittle : 1000 Years, Always by Your Side
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance, Angst
Lenght : Oneshot
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung, Choi Sooyoung, Kim Taeyeon and Otner Cast

Song lyric by :
*SHINee – 1000 Years, Always by Your Side
* SNSD – Indestructible

Inspired by SHINee’s MV 1000 Years, Always by Your Side

1000 Years, Always by Your Side
.
.
.
.
.
.

Hari yang cerah, terlihat beberapa calon penumpang serta lima orang lelaki dengan pakaian serba hitam menunggu di halte bis. Terdengar dua kali bunyi sirine panjang yang menandakan bis yang mereka tunggu akan segera datang. Seraya menunggu, Minho memainkan rubik di tangannya, Jonghyun mengeluarkan jam tua dari balik saku blazernya, sementara itu lelaki yang paling muda di antara kelimanya -Taemin- melihat ke langit lalu membuka payung hitamnya. Tak lama kemudian bis yang mereka tunggu mulai terlihat di ujung jalan.

Seorang pria paruh baya turun lalu tersenyum pada kelima lelaki berpakaian serba hitam tersebut. Jinki menunduk seraya mengangkat topinya sedikit. Secara bergantian para penumpang mulai memasuki bis sambil menenteng koper mereka masing-masing.

“Jumlahnya kurang..” Kibum berucap setelah selesai menghitung dalam kepalanya. Jinki ikut menghitung dan hasilnya sama, tinggal satu orang lagi. Kibum lantas membuka buku tebal di tangannya.

“Seoul Internasional Hospital..” Minho bergumam setelah melihat foto siapa yang terpampang di lembar terakhir.

“Kurasa kita masih punya waktu.” Jonghyun berucap setelah melihat jam tua di tangannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

There are even those invisible form
I pushed forcibly broken
Key inserted in the chest
Hey, this same miracle
Are you sure you want to open your heart?

Dokter Choi masih berusaha membujuk pasien di kamar 221 untuk membuka pintu kamarnya yang dikunci dari dalam. Seorang pasien yang didiagnosis memiliki kelainan jantung.

“Sooyeon-ah buka pintunya.” Nyonya Jung masih memohon sambil menangis. Jessica menatap ibunya dengan tatapan kosong dari balik jendela kamar isolasi yang dihuninya.

“Untuk apa? Aku tidak mau… tolong jangan memintaku lagi mom, ini menyakitiku.” dengan begitu Jessica menekan tombol off pada intercom kamarnya yang merupakan satu-satunya cara Jessica berkomunikasi dengan orang luar. Nyonya Jung masih berusaha bicara namun Jessica tak mendengar apapun. Dunianya serasa sunyi.. mungkin mulai malam ini dan seterusnya.

Tidak ingin melihat wajah sedih ibunya lebih lama lagi, Jessica lantas berbaring di kasur dengan posisi membelakangi jendela, menyelimuti dirinya dan menangis dengan suara tertahan.

“Dokter Choi, eottokhae?” panik nyonya Jung.

“Tidak ada cara lain selain membiarkan Jessica tenang untuk saat ini.” Sooyoung menghela nafas pasrahnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Di kamar Taeyeon, Yuri memainkan ponsel kakaknya tanpa ijin. Sementara itu Taeyeon sibuk mencari-cari ponsel kesayangannya. Benda kotak itu bisa dimana saja, pasalnya, terakhir kali ponselnya hilang Taeyeon pada akhirnya menemukan benda itu di dalam freezer. Apalagi kalau bukan karena kebiasaan berjalan sambil tidurnya yang tengah kambuh. Namun, untuk kasus kali ini Taeyeon punya feeling berbeda. Jelas-jelas ponselnya hilang saat Taeyeon belum tertidur dan kalau sudah begini satu-satunya orang yang patut di curigai hanya adiknya, Kwon Yuri.

Kira-kira dimana si pengacau itu?  Taeyeon menyikap seprai biru langitnya dan menemukannYuri yang tengah tersenyum sambil memegang ponsel Taeyeon di tangannya.

“Kwon Yuri… kali ini apalagi?”  Taeyeon tentu saja sudah sangat mengenal kebiasaan Yuri. Jika Yuri sudah tersenyum seperti itu artinya bukan pertanda baik.

“Ini soal Jessica..” Yuri menjawab dengan hati-hati. Taeyeon memejamkan mata untuk menahan kekesalannya, gadis pendek itu tau objek yang akan di bahas Yuri takkan jauh-jauh dari apa yang diduganya -Jessica Jung.

“Bukankah sudah kubilang kalau aku tidak mau?!”

“Ayolah Taeng, hanya kali ini kumohon..”

“Shireo!!”

“Tapi kau sudah terlanjur mengajaknya kencan.”

“Apa?”

“Maksudku, aku mengirim ajakan kencan melalui ponselmu jadi Jessica berpikir kau yang mengajaknya lalu-” Yuri menggantungkan kata-katanya begitu Taeyeon menatapnya tajam. Kalau sudah begini Yuri jadi tidak punya pilihan lain.

“Kumohon! Kumohon! Kumohon! … Taeng kakakku tercinta, hanya kali ini.”

“Geurae! Untuk pertama dan terakhir kalinya.” Taeyeon menyerah dengan aegyo Yuri. Bukan karena menggemaskan sebenarnya, tapi lebih ke arah enek saja. Jika Yuri bukan adik kandungnya, sudah sejak lama Taeyeon memasukan manusia hitam ini ke dalam karung lalu membuangnya di tempat jauh.

“Gomawo-akh!!” karena terlalu bahagia Yuri menegakkan kepalanya dengan semena-mena, lupa kalau dirinya masih di bawah ranjang.

“Kepalaku!”

“Rasakan itu!!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dikelasnya, saat pelajaran Park Ssaem berlangsung, kepala Yuri justru dipenuhi Jessica Jung. Gadis berambut blonde itu merupakan murid baru di kelasnya. Jessica pindah beberapa bulan setelah tahun ajaran baru dimulai. Kabarnya, dulu Jessica dan keluarganya menetap di California lantas memutuskan pindah karena urusan bisnis.

Murid-murid lain menjukukinya ice princess, Yuri juga berpikiran seperti itu awalnya sampai gadis tanned itu mengenal Jessica lebih dalam. Mungkin memang benar Jessica seorang putri es namun bagi Yuri, Jessica adalah es yang hangat.

“Jeongmal mianhe..”  ucap Yuri. Jessica membereskan makan siangnya yang sudah berserakan di lantai dengan wajah datarnya. Kalau bukan karena Yuri dan kecerobohannya tentu Jessica takkan mengalami hal seperti ini. Sementara Sooyoung -orang yang seharusnya ikut bertanggung jawab- malah kabur.

Tidak ada seorang pun yang berani berurusan dengan Jessica di sekolah ini apalagi sampai menumpahkan makan siangnya seperti yang Yuri lakukan -walau tanpa sengaja. Sooyoung sunguh tidak sampai hati jika harus menyaksikan Yuri yang akan tewas di depan matanya -karena itu dia memilih kabur.

Berada sedekat ini dengan Jessica membuat jantung Yuri berdebar tidak beraturan. Gadis ini cantik, tidak, jika boleh jujur kata cantik saja rasanya tidak cukup untuk menggambarkannya. Meski begitu Yuri jadi penasaran, atas dasar apa manusia sesempurna ini lebih memilih untuk menyendiri. Seolah-olah Jessica membangun benteng tak kasat mata di sekelilingnya.

“Mianhe Jessica-ssi aku benar-benar tidak bermaksud melakukannya.” ucap Yuri sekali lagi. Jessica berdiri lalu memasukkan makan siangnya ke dalam tempat sampah dalam sekali gerakan. Yuri menahan tangan Jessica yang akan beranjak dari sana.

“Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Aku yang traktir.. anggap saja permintaan maaf, eotte?” Saat itu Yuri mengatakan kata-kata tersebut dengan penuh percaya diri seakan-akan apa yang dilakukannya merupakan hal paling wajar di dunia. Yuri juga tidak tau darimana keberanian itu datang tapi yang pasti saat itu Jessica mengiyakan ajakannya tanpa berpikir lama. Dan untuk pertama kali dalam hidupnya Yuri merasa ribuan kupu-kupu terbang di perutnya.

“Jessica-ssi apa kau tau namaku?” tanya Yuri penasaran. Yuri tau Jessica merupakan tipe tertutup tapi mereka sudah sekelas hampir selama setahun dan Yuri yakin benar dirinya bukan sesuatu yang transparan sampai-sampai Jessica tidak menyadari keberadaannya.

“Kwon Yuri.” Jessica menjawab setelah melirik name tag di seragam Yuri. “Pembuat onar nomer satu di sekolah ini, apa aku salah?”

“A-aniyo, tapi sebenarnya aku tidak sehebat itu.” balas Yuri malu-malu. Padahal sebenarnya apa yang Jessica katakan barusan sama sekali bukan pujian.

Yuri tersenyum sendiri mengingat pembicaraan pertamanya dengan Jessica, hal itu tentu saja membuat Sooyoung yang duduk di sebelahnya terheran-heran. “Ya!!  Kwon mesum, apa yang kau pikirkan? Air liurmu sampai menetes kemana-mana?!”

Yuri tersadar lalu mengelap mulutnya. “Kau bohong Syoo!” protes Yuri, sementara Sooyoung terus tertawa karena telah berhasil membodohi si bodoh Yuri untuk kesekian kalinya.

“Kali ini apalagi huh?”

“Aku sudah berhasil membuat Taeyeon menyetujui kencan itu.” Yuri tersenyum bangga. Mendengar Yuri berkata seperti itu mulut Sooyoung pun terbuka lebar. Siapa di Korea ini yang tidak mengenal penyanyi terkenal Kwon Taeyeon? Dan jika Sooyoung tidak salah dengar, barusan Yuri mengatakan Taeyeon sudah menyetujui kencan itu. Kencan buta antara Taeyeon dan Jessica yang sudah Yuri atur.

“Mustahil..”

“Sudah kubilang kan tidak ada seorang pun yang bisa menolak pesona Kwon Yuri~”

“Your face!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sejak makan siang bersama itu Yuri jadi menyadari beberapa kebiasaan Jessica. Setiap pulang sekolah setelah sekolah mereka mulai sepi, Jessica selalu pergi ke ruang musik lalu memainkan beberapa lagu dengan piano.

Seringkali Yuri mengintip lewat jendela atau sekedar duduk di depan pintu dan mendengarkan. Yuri selalu menyandarkan punggungnya di pintu dan memejamkan matanya, saat Jessica bernyanyi Yuri akan ikut bernyanyi bersamanya.

Hmm Indestructible~
Indestructible…

Yeah YeahIt’s gone by fast, hasn’t it?
The time flows on the way we are
Since when have we started thinking alike?
Fights, Silence, we do everything together
And even then, your voice gives me a feeling of relief

How you like me?
With these new emotional arguments,
It’s so hard
It’s not easy, but it feels nice
This Indestructible Unbreakable
bonds that can never be broken
Our soul is a twin soul (twin soul)
For example,
even if it looks like you’re about to fall from a cliff,
At least know that I won’t let go of your hand

Indestructible…
Because I will protect you until the end

Hal itu terus berlanjut sampai tahun terakhir mereka di SMA. Sore itu tidak seperti biasanya, Yuri tidak menemukan Jessica di ruang musik, gadis berparas dingin itu tak lagi menekan tuts piano dengan jari-jari lentiknya, tak lagi memainkan musik lembut yang ingin selalu Yuri dengar, dan tak lagi bernyanyi dengan suara merdu yang membuat hati Yuri berdebar. Karena sore itu Yuri menemukan Jessica berdiri di atap sekolah dan berniat mengakhiri hidupnya.

“Jangan mendekat!!” Jessica memperingati Yuri dengan tatapan kosong. Jika saja bisa, Yuri rela semua kesakitan yang tengah Jessica rasakan berpindah padanya.

“Jangan lakukan itu Jessica-ssi..”

“Sekarang atau nanti apa bedanya..” Jessica menggumamkan sesuatu yang tak jelas di telinga Yuri.

“Ulurkan tanganmu!” Yuri mengulurkan tangannya, berharap Jessica mau membalasnya.

“Kenapa? Apa pedulimu?”

“Aku peduli karena… karena sekolah ini akan berhantu jika kau bunuh diri disini.” jawab Yuri asal.

Yuri sedang panik sampai-sampai tidak sempat mencari alasan yang lebih bagus atau bisa juga karena jarang dipakai berpikir otaknya jadi tumpul. Jessica menatap Yuri sebal, dan sebelum Jessica menyadari semuanya Yuri sudah menarik tangannya. Setelahnya Yuri mengunci Jessica dalam pelukannya. Jessica seharusnya marah tapi entah kenapa kala itu Jessica malah berakhir dengan meluapkan semua kesedihannya dalam pelukan Yuri. Cukup lama sampai Jessica menyadari langit berubah gelap, seragam Yuri basah karena airmata Jessica.

Belakangan Yuri tau jika Jessica memiliki kelainan jantung sejak lahir, penyakit itulah yang membuat Jessica putus asa dan berniat mengakhiri hidupnya.

Jessica mengakhiri permainan pianonya sementara Yuri yang duduk di sampingnya tersenyum. Jessica ikut tersenyum lalu memejamkan matanya. Sedetik kemudian Jessica menggenggam tangan Yuri lalu menaruhnya di dadanya, tepat diatas debaran jantungnya.

“Dokter bilang aku cuma bisa bertahan 6 bulan lagi..” saat Jessica membuka matanya, setitik airmata jatuh di pipinya.

Yuri segera menarik tangannya, gejolak perasaan yang kini dirasanya membuat nafasnya sesak. “Sica.. aku sudah berpikir. Aku akan jadi dokter dan menyembuhkanmu.” janji itu, janji yang Yuri ucapkan untuk Jessica juga dirinya sendiri.

Masa sekolah itu rasanya cepat berlalu padahal rasanya baru kemarin Yuri masuk SMA dan bulan depan gadis tanned itu akan lulus. Setahun belakangan ini Yuri seperti berubah menjadi orang lain. Yuri mulai belajar dengan serius, berusaha dengan lebih keras, semua itu tak lain demi menepati janjinya untuk Jessica. Melihat perubahan Yuri yang begitu signifikan tentu saja membuat Sooyoung -sebagai sahabat yang telah bersama Yuri sejak masih memakai diapers- terheran-heran.

“Tidak tidak. Aku yakin kau bukan Yuri! Pasti kau alien dari  planet lain yang datang kebumi lalu menculik Yuri dan menyamar jadi dirinya. Sekarang katakan dimana sahabatku Kwon Yuri?!”

“Syoo.. kau sudah gila.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jessica yang beberapa bulan terakhir kondisinya terus memburuk terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit. Gadis blonde itu selalu merasa bosan, kecuali kalau Yuri datang. Yuri selalu menjenguknya tiap hari dan selalu membawa barang-barang yang Jessica pesan, tak jarang Yuri juga datang bersama Sooyoung.

Hari ini bukan pengecualian, Yuri datang saat Jessica menulis sesuatu di buku diarinya.

“Ige mwoya?” Yuri bertanya padanya. Jessica menunjukkan tulisan yang diberinya nama ’10 keinginan terakhir’ pada Yuri. Walaupun Yuri menertawai hal itu dan mengatakan kalau Jessica kekanak-kanakan tapi pada akhirnya Yuri tetap membantu Jessica mewujudkannya.

“Kau menyukai Taeyeon penyanyi itu?”

“Ne, dan keinginan terakhirku adalah berkencan dengannya.”

“Jadi aku harus menemui temanmu di rumah sakit?”

“Iya, bukankah aku sudah mengatakannya. Nah, itu orangnya.. cepat temui dia.” Yuri mendorong tubuh pendek kakaknya. Taeyeon mendengus kesal, kalau begini gadis pendek itu serasa dijajah adiknya sendiri.

“Jessica-ssi?”

“Taeyeon-ssi?”

“Jadi pertama kita akan pergi kemana?” Taeyeon bertanya sambil tersenyum manis padanya. Hari itu karena tidak terpikir tempat yang spesial akhirnya Taeyeon mengajak Jessica keliling kota sampai malam. Meski selama kencan Taeyeon harus melakukan penyamarannya, Jessica tetap merasa senang. Gadis itu benar-benar lembut, persis seperti  apa yang Jessica bayangkan.

Malamnya Taeyeon mengajak Jessica makan di warung tenda. Taeyeon juga merasa senang menemani Jessica, jujur saja sudah lama sekali sejak Taeyeon merasa sebebas ini. Ada satu kejadian yang membuat paras Jessica serasa terbakar, yaitu saat Taeyeon mengelap saus jajangmyun di sudut bibir Jessica dengan ibu jarinya, menurut Jessica itu sangat romantis. Jessica pasti fans paling beruntung di dunia.

“Taeyeon-ssi terimakasih.” Jessica membungkukkan badannya setelah keluar dari mobil. Taeyeon kembali mengantarnya ke rumah sakit.

“Aku juga merasa senang hari ini.” Taeyeon kembali tersenyum padanya.

“Taeyeon-ssi.. tolong sampaikan juga rasa terimakasihku untuk Yuri.”

“Kau tau?” tanya Taeyeon memastikan. “Si bodoh itu sampai sekarang pasti masih berpikir kalau kau tidak tau.”

Pada kenyatannya, sampai sekarang Yuri tidak tau jika Jessica sudah mengetahui hubungan Yuri dan Taeyeon yang sebenarnya. “Hanya karena dia tak pernah mengatakannya.. bukan berarti aku takkan tau.”

Taeyeon kembali membalas perkataan Jessica dengan senyuman, bagaimanapun gadis di hadapannya ini memang penuh kejutan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Sica apa kau di dalam?” Yuri mengetuk pintu kamar mandi ruang rawat Jessica. Sementara itu di dalam Jessica sibuk memegang dadanya yang kembali terasa sakit.

“Sica gwenchana?”

“Ne..” Jessica hanya mampu menjawab dengan suara pelan.

“Baiklah.. aku akan memberitahumu sekarang saja. Aku diterima di fakultas kedokteran, sebenarnya bukan cuma aku… Sooyoung juga. Dua murid berandal akan menjadi dokter.. apa kau percaya?”

“…………………..”

“Sica.. aku akan menepati janjiku jadi sampai saat itu tiba bertahanlah untukku arraseo?” Jessica menggigit bibir bawahnya, berharap Yuri takkan mendengar isakannya di luar.

“Ne.. Yuri-ah…”

“Sica apa sudah selesai?”

“Sebentar lagi..” jawab Jessica sambil menghapus airmatanya. Setidaknya, dengan membayangkan wajah Yuri bisa memberinya sedikit kekuatan.

Maybe it’s because of you, surprisingly I like myself
There are a lot of things I hate too. And they’re starting to disappear
My dad said to me when I was very little,
“Being with someone you love will make you a stronger person”

Jessica sudah tertidur di ranjang rumah sakit dengan sisa-sisa airmata di pipinya. Yuri duduk di sisi ranjang rumah sakit gadis blonde itu sambil menatapnya dalam. Dengan perlahan Yuri mengusap pipi tirus Jessica dengan punggung tangannya.

“Gadis dingin yang keras kepala jika kau tidak ingin mendengar nasihatku sebagai seorang dokter, dengarlah perkataanku sebagai kekasihmu. Bukankah kau sudah berjanji akan sembuh untukku?” Yuri tersenyum. Sedetik kemudian gadis tanned itu beralih menggenggam tangan Jessica sambil mengelus cincin yang tersemat di jari Jessica. Cincin yang bertuliskan inisial nama keduanya, YS, cincin pertunangan mereka.

“……. karena itu Sica kumohon jangan menyerah sekarang.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Jessica menyetujui operasi transplantasi jantungnya. Saat suster mendorong ranjang yang ditidurinya gadis blonde itu terus menatap langit-langit rumah sakit yang terus berkelebatan dalam pandangannya. Yuri, nyonya dan tuan Jung serta Krystal sudah lebih dulu menunggu di depan pintu ruang operasi. Yuri tersenyum padanya namun Jessica memalingkan wajahnya.

“Kau akan baik-baik saja.” Sooyoung -dokter yang bertanggung jawab atas operasi itu- menepuk pundak Jessica pelan. Sementara suster mulai memberinya anestesi.

“Kau tau apa yang membuatku menyetujui hal ini?” Jessica berkata dengan suara pelan.

“Semalam aku bertemu dengannya dan dia menangis karena aku keras kepala.. aku membuatnya menangis Syoo.”Jessica merasakan pipinya basah. Sooyoung menganggukkan kepalanya mengerti, Sooyoung tau sejauh apa kesakitan yang Jessica alami akhir-akhir ini.

“Dia mencintaimu Jessica.. itu yang terpenting.”

“Aku tau Syoo.. aku juga mencintainya. Sangat mencintainya.” Jessica berkata di ujung kesadarannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Semuanya sudah selesai sekarang. Saatnya pergi… Kwon Yuri.” kata Minho. Yuri yang saat itu sedang memandangi Jessica yang tengah tertidur menganggukkan kepalanya. Gadis tanned itu mencium kening Jessica untuk terakhir kalinya sebelum berjalan mengikuti kelima lelaki berpakaian serba hitam di depannya.

“Semuanya sudah lengkap.” ucap Kibum sambil menutup buku tebal di tangannya.

Setelahnya kelima lelaki itu membuka telapak tangan mereka. Keluarlah lima bola cahaya dengan warna yang berbeda layaknya warna pelangi. Kelima bola cahaya itu berputar mengelilingi bis dan membuat bis bersinar terang. Yuri menatap melalui jendela bis dan bergumam “Saranghae.. Sicababy.”

Jessica menatap foto dirinya dan Yuri sambil mengusap airmata di pipinya. Jessica memang sudah berjanji pada Yuri untuk tidak menangisinya namun melihat senyuman Yuri di sana membuat Jessica tak sanggup.

“Saranghae seobang.. saat kita bertemu lagi saat itu kuharap kita bisa bersama selamanya.” ucapnya sambil mengecup foto Yuri dan memeluk bingkai itu di dadanya. Tepat di atas debaran jantungnya, jantung Yuri yang sekarang ada di tubuhnya.

Bis mulai melaju, saat Taemin mengangkat tangannya bis pun ikut terangkat ke udara. Terus menjauh dan menjauh sampai menghilang di balik awan jingga langit senja.

Piece of the puzzle of memories that you’re here
And connecting memories were also softly next to me
Never seen anyone
I map depicts two future
I was hiding in the back of the eye
You know the meaning of the same tears
Are you sure you want to show me

Emotions overflowing
This is my love
Increased even more and more
Immediately all
I can not tell
I want to tell someday
As if I took 1000 years
But always by your side

Put me in the name of you
I’d like to run a long journey
Back to memory before we meet
Let’s switch to the memories of the two of us
On the campus of the white snowy mountains
Repeatedly to you and me
I want to tell someday

Emotions overflowing
This is my love
Increased even more and more
Immediately all
I can not tell
I want to tell someday
As if I took 1000 years
But always by your side

My heart is, my heart is, my heart is, my heart is yours

“Siapa gadis itu?” tanya seorang suster pada temannya.

“Namanya Jessica Jung, pasien sekaligus tunangan dokter Kwon.”

“Maksudmu dokter Kwon yang meninggal karena kecelakaan itu?”

.
.
.
.
.
.
  >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END

Komentar
  1. Xiao Prince mengatakan:

    Rada bingung gue, tapi.. ini masuk kehati banget lah..
    Apa ya, gue ampe ga tau harus ngomong apa pas epep ini end..
    Gue mau sequel lanjutannya yang lebih jelas gitu.. :3

  2. tachan mengatakan:

    Did i’m first??? Waahhh ganyangka.. akhirnya yg pertama juga…
    Sad banget, yang disini nyesekk.. hahahaha… awesome ff thor!! Banyakin yulsic yaa!! Hwaiting!!!

  3. zorakwon mengatakan:

    Huuuuuuaaaaaa yuri’a gw kaga boleh matiiiiii … hiks hiks
    Kenapa ga sica’a aje yang di bikin matiii perasaan yuri mulu yang bekorbann … huuuaaaa kwonnnnnn

  4. tartar mengatakan:

    yak kenapa jdi bgitu????

  5. Fei YoonddictsnyaSone mengatakan:

    Aigoo mendadak gue gantungan ,kyaa menyedihkan thor )’

  6. Yuljee mengatakan:

    Walaupun awalnya ga ngerti tp ujungnya gw tetep menitikan air mata.

    Walaupun benang merah ceritanya klise tp author bisa bgt bawanya sampai ke hati gw. Hiks hiks hiks…. Malam minggu gw galau gr2 yulsic😥

  7. Fei YoonddictsnyaSone mengatakan:

    Aiigooo mendadak gue jantungan ,kyaa menyedihkan thor )’

  8. jhulye_kwony mengatakan:

    Ommo yuriku meninggal ,hikss
    Dan jantungnya dikasih ke sica,, sad very sad endingnya…

  9. coel mengatakan:

    Hikz hikz yurinya metong T_T.. Sad ending.. Squeeel thor, bikin yuri idup lg.. ^^

  10. anisa mengatakan:

    Agak acak sih critanya tpi…
    Sangat nyentuh hati booook…
    Gue apek nangis” baca nih ff…
    Ok thor lnjut ff nya…
    Oh ya yg honesty nya kpn thor?

  11. Lisa mengatakan:

    oh gee >_< ga ketebak sama sekali weh.. yuri😦

  12. Junior Kwon mengatakan:

    Walau rada kacau tp nii crta ngena bgt dihatiii T_T

  13. Beninsooyoungsters mengatakan:

    Yah YulSic pisah😥
    Sequel dong author, dari sudut pandang Yuri gitu~

  14. NewReader mengatakan:

    Beuhhh…sad ending🙂
    Jadi yuri yang mendonorkan jantung nya buat sica ? Poor yuri..

  15. pipit mengatakan:

    dh bc mention twiter ku blm…mnt pw aside yg diproteck lg kgn j m mrk hehe…oiy g di crtain y wkt yul kclkaan

  16. gorjes spazer mengatakan:

    so sad…huhuhuhu..yulsic…

  17. rizanuzula mengatakan:

    ouuhhh sad ending..huwaahhh yuriku mati… lemes deh…tp ada jantung yuri di tubuh sica setidake masih ada peninggalan yuri di sica huuffff tp tetep aje gak terima yuriku mati huwahahahahaa😥😥

  18. vina mengatakan:

    yaa yuri kok mati

  19. aulshi mengatakan:

    alamakkkkk,,,,,
    kenapa malam ini semua ff yulsic berakhir sad???
    hufftt,,,,, nggak bener nich….

  20. namida sigumakamada mengatakan:

    Huaaa😥 knp hrus sad ending thor..KENAPA???

  21. Han Ji Hwa Hee mengatakan:

    Jadi sedih gue baca nya😥

  22. ttya7 mengatakan:

    ceritanya mngharukan…

  23. oebayoonyul mengatakan:

    awal bingung.. ahhh pertengahan ampe’ akhir baru paham..
    hemmmmmmmm T____T
    sicababy dimasa depan akan bersatu n bersama kwon seobang.. semoga

  24. Airin mengatakan:

    Yurinya meninggal terus jantungnya dikasih sica sedih banget bacanya yul rela banget berkorban demi sica

  25. LiaTaegangster mengatakan:

    Oawalaaaahh…. authornya tau ajeu bikin gw nangis2 unyu….
    Ini yg mv nya shinne pan ???
    Tapi gw selalu suka sama SEMUAAAA ff yg ngebuat yuri ngorbanin apapun demi jessica.
    Gw juga selalu suka sama ff lu yg buat TaeRi selalu ada hubungan. Ntah ntu sahabat, bapak anak, suka2an, ampe kaka2an gw suka. Maklum gue TaeRi shipper sih hahahaha

  26. isnaeni mengatakan:

    Yah kenapa sad ending sih
    Ni cerita kan seharusnya happy ending thor
    Pagi pagi baca ni langsung sedih deh

  27. tuYUL_SICk mengatakan:

    yul bener” keren… doh sedih bgt neh crita mak jleb ngena T_T

  28. kwonlovesica mengatakan:

    ngena bgt sedihnya hiks..yul knp mti hiks.

  29. RZ mengatakan:

    #speechless😦
    aaaaa kwon seobang!!!!!!!! huhuhuhu segitu cintanya sama sica sampe rela kasih jantungnya.

  30. Fadila mengatakan:

    Sad ending, yulnya udh gk ada, tpi dia hidup di tubuh sica:-D dramatis..

  31. anirecamp mengatakan:

    Klasik critanya, tp kemasannya bagus chigu

  32. kwonjess mengatakan:

    awalnya agak bingung tapi akhirnya gue mewek juga

  33. Vhie azuera mengatakan:

    Rada gak ngerti sih sama alur critanya😀
    tp gpp lh yg pntg Yulsic, wkwkwkw

  34. Qren mengatakan:

    Hwaaaah….. ;-(

    Tak trasa air mata gue udah jatoh. Terharu liat pngorbanan Yuri unni.
    Bagus pake bingit thor critanya..

  35. nia_kim mengatakan:

    1 kata, WOW !!
    2 kata, sedih gila !!
    3 kata, Yul nya kasian😥

    ini cerita keren bnget thor..
    Yuri emang udah mati, tapi hati dan perasaannya tidak pernah mati untuk sicababy ..

    lanjuttttt buat ff Yulsic nya, yaa😉

  36. defy86devampire mengatakan:

    tragis bangeeeeeet… huuaaahuaaahuuuaaa mana tisuku mana tisu mana tisu.
    jessica akan selalu mengingat Yuri walaupun jessica sudah punya orang lain.

  37. ArChan mengatakan:

    tuh pan ini sad hwaaaaa ToT yulnya kenapa matii hiks

  38. cho hyehyuk mengatakan:

    suka suka. sad selalu suka :v

  39. TaeKid mengatakan:

    Yurinya kok mati sih thor,,
    yuri emang slalu berkorban buat sica

  40. byun913 mengatakan:

    ak lbh ska klau si kwon yg brkorban dr pda sica…
    slalu brhasil buat reader galau

  41. D@rkness mengatakan:

    besarnya cinta Kwon seobang ke sica baby sampai mau jadi dokter t’rus ngabulin 10 permintaan sica n cerita ini lagi2 bikin hati gue sedih, galau, n sakitnya tu di sini didalam hatiku#nunjukhati😥

  42. royalfamilyshippersoneforever mengatakan:

    Author knpa ff author kbnyakn yg glau2 sih,author jhat tga2 nya buat yulsic brpisah

  43. dhesmit mengatakan:

    Kenapa hampir semua cerita yulsic disini sedihhhh dan sediihhh 😭

  44. santi sparkyuliey mengatakan:

    Hiks sedihnya .. kok yul nya meninggal sih ?,trs sica baby sama siapa ?? Hufth

  45. murie mengatakan:

    pengorbanannya yul..
    jadi jantung yg sica gunakan sekarang itu punya yul??
    sica sama taeng aja kalo kayak gitu..

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s