Love Trip (1st of 2)

Posted: Agustus 29, 2014 in ff snsd, yulsic
Tag:, , , ,

Tittle : Love Trip
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance
Lenght : Twoshot
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, and Ok Taecyeon

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari komik berjudul My Best Rival is My Best Friend karya Yukari Kawachi.

Love Trip
.
.
.
.
.

Hari ini makan di bandara Incheon terasa spesial. Jessica sampai tidak sadar jika dirinya sudah menghabiskan semangkuk ramen, dua piring nasi goreng, serta dua gelas orange jus. Sementara Yuri  menggelengkan kepala melihat tingkah kekasihnya -yang mendadak kesurupan Sooyoung.

“Sica sudah waktunya berkumpul.” ucap Yuri. Seakan tersadar, gadis blonde itu tersentak lantas melirik jam tangannya sekilas. Gawat! Kenapa bisa sampai lupa? Dengan tergesa Jessica menelan suapan terakhir nasi gorengnya lalu berlari meninggalkan restoran dengan langkah terburu.

“Sica kamu itu kenapa sih? Jika selesai makan pasti ada yang tertinggal.” Yuri menyerahkan tas milik kekasihnya -tas yang dibeli saat mengunjungi pasar malam bulan lalu. Lebih tepatnya Jessica memaksa Yuri membelikan tas itu untuknya.

“Kalau perut kenyang, karena bahagia jadi cepat lupa.” sangkal Jessica. Padahal kenyataannya Jessica memang pelupa saja, sama sekali tidak ada hubungannya dengan keadaan perutnya. Bahkan Yuri yakin Jessica juga akan melupakan kehadirannya jika Yuri tidak bicara barusan.

Semuanya berawal dari minggu lalu, Jessica pulang kerumah dengan wajah sumringah.

“Sica kamu sakit?” tanya Yuri dengan nada khawatir.

“Ya!! Apa maksudmu?” Jessica merasa tersinggung. Yuri mengangkat bahunya cuek tapi karena terlalu bahagia Jessica tak begitu mempermasalahkan tingkah menyebalkan kekasihnya. Gadis blonde itu mengeluarkan brosur yang sudah dilipat di saku jaketnya dan menunjukkannya di depan wajah Yuri dengan semangat.

Brosur wisata. Perjalanan sepanjang Romantische Strasse di saat Natal. By Panda Travel dengan tulisan TOUR SUPER MURAH yang dicetak lebih tebal dan lebih besar dari tulisan lainnya. Benar-benar tipe Jessica -hemat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jessica melambaikan tangannya ke arah rombongan Panda Travel yang sudah berkumpul lebih dulu. Seorang pemandu wisata bertubuh tinggi kekar meminta para peserta untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing.

“Yuri perkenalannya sudah dimulai.” Jessica menyikut perut Yuri yang berdiri di sebelahnya.

“Nama saya Taecyeon… pemandu wisata dari Panda Travel.” ucap Taecyeon sekalian tebar pesona.

“Cakepnya!”

“Keren!”

“Tapi kamu yang nomor satu chagiya!”

“Gomawo honey.. saranghae.”

Jessica bergidik ngeri saat menyadari rata-rata peserta tour ini adalah pengantin baru. Sudah lebih dari separuh peserta telah memperkenalkan diri mereka. Dari yang Jessica amati para peserta tour ini berasal dari bermacam wilayah serta berbagai profesi. Hal itu tentu saja membuat Jessica tak mau kalah.

“Selamat pagi!” ucap Jessica tersenyum lebar. Karena profesinya yang terbilang unik Jessica jadi merasa begitu percaya diri.

“Saya seorang penulis manhwa.”

“Ooohhhh.”

“Hebat! Penulis manhwa katanya.”

“Mau minta tanda tangan ah.”

“Dari majalah bulanan.. nama saya Jessica Jung.” lanjut Jessica.

Krik! Krik!

“Masa sih?”

“Kau mengenalnya?”

“Entahlah.”

“Dia pernah mengeluarkan buku?”

Sementara itu seorang peserta tour nampak frustasi, dan masih berpikir keras.

“Fansnya?”

“Itulah.. padahal aku maniak manhwa tapi tidak bisa ingat juga.”

Jessica merasa seseorang telah menamparnya dengan keras. Padahal gadis itu telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia manhwa. Ironisnya karirnya tak kunjung menemui titik terang hingga kini. Hidup itu pahit memang.

Keadaan mulai kacau saat masing-masing peserta mulai sibuk dengan  diri mereka masing-masing. Taecyeon mengambil alih suasana dengan cara meminta peserta mengeluarkan paspor mereka sebelum keadaan menjadi lebih tak terkendali.

Pada akhirnya…

“Perkenalkan aku..” Yuri berusaha mengenalkan dirinya tapi tak seorang pun peduli. Sementara Jessica menunduk sambil memeluk kedua lututnya. Lagi-lagi, hidup itu pahit.

“Biar saja..” pasrahnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pesawat yang ditumpangi Jessica dan Yuri terbang ribuan kaki diatas permukaan laut. Keduanya akan berada di atas ketinggian tersebut selama 13 jam. Sebagai seorang penulis -yang tak kunjung terkenal- tentu saja Jessica takkan menyia-nyiakan waktu yang berharga tersebut.

“Kenapa kamu harus bawa kertas naskah segala?” heran Yuri yang duduk di sebelahnya.

“Itu karena aku tidak sempat.” jawab Jessica sambil terus menggoreskan garis-garis abstrak di kertas kehidupannya. Yuri tidak bertanya lebih jauh, gadis itu tau betul seberapa keras kepalanya Jessica jika sudah memutuskan sesuatu.

Jessica yang sedang serius berkutat bersama kertas naskah dan penanya kaget begitu pesawat berguncang. Karena ini pertama kalinya Jessica naik pesawat maka jutaan pikiran buruk pun bermunculan di kepalanya. Bagaimana kalau pesawatnya jatuh? Apa mereka akan mati?

“Huaaa.. mestinya aku lebih banyak bayar asuransi.”

Mendengar ada keributan -yang disebabkan Jessica-, Taecyeon sebagai pemandu wisata yang baik bermaksud memeriksa keadaan tapi laki-laki itu malah bernasib buruk. Tanpa sengaja Jessica menusuk punggung tangan Taecyeon dengan pena gambarnya sampai berdarah.

“M-mianhe.” sesal Jessica saat melihat Taecyeon yang kesakitan. “Gwenchana?” lanjutnya penuh rasa bersalah.

“Gwenchana.” Taecyeon tersenyum manis lantas menjilat darah di tangannya sambil berlalu. Aksi lelaki itu tentu saja untuk sesaat sukses membuat Jessica terpaku. Jessica terus memandang Taecyeon dengan wajah bodoh sampai laki-laki itu kembali ke kursinya -di paling belakang.

“Benar-benar keren. Tadi itu siapa ya?” tanya Jessica terpesona.

“Pemandu wisata.” jawab Yuri acuh.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Percaya atau tidak berada di udara selama 13 jam itu sangaattt membosankan. Apalagi jika kita tidak memiliki hal apapun untuk dilakukan, itu pula yang dirasakan Jessica. Padahal mereka baru pergi selama 6 jam -kalau Jessica tidak salah hitung- tapi kenapa rasanya sudah lama sekali. Sambil menunggu Jessica memutuskan untuk membuka-buka brosur panduan wisata yang dibawanya.

“Yul lihat ini! Orang-orang bilang natal di Jerman itu bagus sekali.” Jessica berkata dengan mata berbinar sementara Yuri memandangnya sambil bertopang dagu. Bagi Jessica yang harus rela menabung bertahun-tahun, melewati Chritsmas eve di luar negeri itu serasa mimpi.

“Saat natal di Jerman juga turun salju, lalu santap malam di restoran yang ada perapiannya..”

“… ditemani sinar lilin yang hangat kita akan minum wine…”

“Romantisnya.” gadis blonde itu memejamkan matanya sambil tersenyum sendiri.

“Yul.. natal kali ini kita royal sepuanya ya?” pinta Jessica penuh harap. Berharap Yuri akan mengiyakan permintaannya. Jessica sudah bertekad, meskipun perjalanan dengan paket super murah mereka harus menjadikan perjalanan ini mengesankan.

“Asalkan masih dalam taraf tidak memaksakan diri saja.” Jawab Yuri seadanya.

“Kenapa sih kamu itu orangnya sebegitu tidak punya mood?” Protes Jessica.

Semakin lama Jessica merasa udara dalam kabin semakin bertambah dingin. Mungkin berkisar belasan derajat celcius saja. Saat melihat kesisi kanan, depan dan belakang tempat duduknya Jessica kembali bergidik ngeri, inilah malasnya bepergian bersama pengantin baru, mereka selalu tebar kemesraan dimanapun berada. Apakah tidak ada cara menghangatkan diri yang lain selain saling memeluk. Jessica sebenarnya bukan tidak suka, gadis itu hanya merasa iri.

“Yul apa kamu kedinginan? Tangan dan kakiku serasa membeku.” Ucap Jessica sambil mengosok-gosokkan kedua telapak tangannya untuk menambah efek dramatis. Yuri sempat keheranan saat Jessica berkata seperti itu karena biasanya Jessica tak pernah bermasalah dengan cuaca dingin, bahkan di Korea Jessica pernah keluar rumah hanya memakai jeans dan T-shirt di bulan Januari. Sedetik kemudian Yuri melirik selimut di tangannya, gadis tanned itu mengerti sekarang.

“Selimut disini memang cuma satu, pakai saja..”

“….kalau aku merasa hangat karena sudah minum soju.”

“T-tapi-” Jessica berusaha protes.

“Aku mau tidur.” Kata Yuri sambil mulai memejamkan matanya. Jessica mendengus kesal sambil memeluk erat selimut di dadanya, tapi sebenarnya di banding kesal perasaanya lebih seperti… kecewa.

“Kwon Yuri payah.”

Baru satu jam tertidur Yuri dibangunkan karena guncangan pesawat. Gadis tanned itu melirik ke samping dan menemukan Jessica yang tertidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka, bahkan selimutnya sudah terjatuh di lantai. Yuri tersenyum lantas kembali menyelimuti kekasihnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ting!!

“Selamat pagi.. saat ini kami sedang mempersiapkan sarapan pagi…”

Pramugari mengumumkan kata-kata tersebut melalui pengeras suara. Jessica terbangun dan saat menyadari cara tidurnya yang berantakan gadis itu jadi gelagapan sendiri. Sesegera mungkin Jessica memperbaiki posisi duduknya dan merapikan rambutnya.

“Penampilanku tadi tidak ada yang lihat kan?” Tanyanya was-was, karena kalau ada tentu akan sangat memalukan. Jessica tersenyum melihat Yuri yang masih tertidur, wajahnya begitu damai.. seperti anak kecil.

“Selimutnya sampai jatuh. Tidurmu benar-benar jelek Kwon!” Jessica tertawa kecil.

Itu kan kamu Sica!!

Jessica memungut selimut di lantai dan bermaksud memakaikannya pada Yuri -seperti adegan di drama romantis- namun Yuri tiba-tiba terbangun.

“Ada apa?” Tanya Yuri saat melihat wajah Jessica yang begitu dekat dengannya.

“A-anu, selimutnya aku pinjam ya?” Aksinya tertangkap basah, untung saja Jessica -cukup- pintar mengalihkan pembicaraan. Gengsi juga kan kalau Yuri sampai tau.

“Semalam aku kedinginan sampai tidak bisa tidur. Kalau sampai aku masuk angin itu salahmu.” Lanjutnya.

“Kenapa aku?” Heran Yuri.

“I-ini sarapannya..” sementara itu pelayan yang membawa sarapan meletakkan nampan berisi makanan di meja keduanya dengan inisiatif sendiri karena tak mau merusak ‘romantisme’ yang mereka ciptakan.

“Sica makannya pelan-pelan saja.”

“Iya.”

Pagi itu Yuri merasa tubuhnya agak pegal dan mengigil. Bahkan sampai bersin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Heidelburg, Jerman

Setelah turun dari pesawat Jessica, Yuri beserta peserta tour lainnya melanjutkan perjalanan mereka menuju kastil kuno Heidelburg menggunakan bis. Lagi-lagi karena tarif tour yang super murah tentu fasilitas yang didapat pun agak berbeda dari yang diharapkan. Heater di dalam bis rusak, membuat udara di dalam menjadi sangat panas, bahkan beberapa penumpang sampai memanfaatkan kesempatan ini untuk mandi spa.

“Apa boleh buat..” pasrah Yuri. Sementara Jessica sibuk mengipasi dirinya.

Pada tahun 1764, kastil Heidelburg ini diperbaiki dan sudah dua kali tersambar petir. Istana megah ini merupakan simbol sejarah negara dan terletak di lembah Neckar. Berdiri megah di tengah rimbunan pepohonan yang tertata apik.

“Yuri-ah kita seperti dalam film Harry Potter saja, iya kan?”

“Berhenti bermain dengan ranting pohon itu Sica-ya.”

“Ini bukan ranting pohon tapi tongkat sihir!”

Untuk mencapai kastil pengunjung harus melewati 303 anak tangga. Tapi semua kelelahan akan terbayar begitu sampai di puncak.

“Wwuaahh..” takjub Jessica. Benar saja, dari atas pemandangan kota terlihat sangat manis. Semua atap rumah penduduk dan bangunan lain di sekitar kastil semuanya berwarna jingga.

Meski banyak bagian istana yang hancur, namun beberapa di antaranya masih berdiri dengan megahnya. Dan sampai saat ini bangunan kastil yang tersisa masih dipertahankan. Bangunan yang sengaja hancur dibiarkan, sebagai bukti sejarah.

“Yul ambilkan foto ya? Ini latarnya…” ucap Jessica semangat sambil merentangkan kedua tangannya. Yuri memotret kekasihnya tepat saat gadis itu tersenyum kearah kamera -manisnya.

“Aku ingin lihat untuk oleh-oleh juga.. kajja!” Kali ini rasanya Jessica terlalu bersemangat. Padahal kalau memisahkan diri dari rombongan resikonya bisa tersesat. Yuri menghela nafasnya, meskipun sudah di luar negeri karakter Jessica sama sekali tidak berubah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Jadi ini ya gerbang Elizabeth yang terkenal itu?” tanya Jessica memastikan.

“Sudah jelas kan..” jawab Yuri.

Menurut kisahnya pada tahun 1675 Raja Friedrich V mempersembahkan ini sebagai hadiah ulang tahun untuk permaisurinya Ratu Elizabeth. Hebatnya lagi gerbang ini dibangun dalam semalam. Dan bagi pasangan yang berfoto di depan gerbang ini konon bisa bahagia.

“Wah.. katanya bisa bahagia. Kita juga foto bersama disana.. disana!”

“Itu kan cuma mitos Sica.”

“Dasar Kwon Yuri! Lagi-lagi bilang begitu. Makanya sampai kapanpun kita tak bisa bahagia.” Yuri memundurkan kepalanya saat Jessica tiba-tiba berteriak di depan wajahnya. Selain menarik perhatian pengunjung lain ternyata suara keras Jessica juga mampu menarik perhatian Taecyeon -lagi. Lelaki itu lantas menawarkan dirinya untuk memfoto Yuri dan Jessica.

“Anda yang dipesawat itu?” tanya Jessica dengan mata berbinar.

“Ok Taecyeon imnida.”

“Pemandu wisata.” timpal Yuri.

Melihat Taecyeon, Jessica jadi ingat kejadian di pesawat beberapa tempo lalu. “Maaf sekali waktu itu.. bagaimana lukanya?”

“Hmm.. itu tak usah dipikirkan.”

“T-tapi..”

“Kamu sudah ingat saja sudah merupakan sebuah kehormatan.” Jessica terpaku untuk beberapa saat kala Taecyeon memberinya sebuah wink.

“Mana kameranya, biar saya ambilkan fotonya.” Taecyeon mengulurkan tangannya dan membuat Jessica tersadar. Jessica juga sadar jika Yuri sudah menghilang entah kemana.

“Maaf saya panggilkan dulu.”

“Wae?” Yuri bertanya saat Jessica menyeret kerah bajunya.

“Katanya ada yang mau memotret kita.”

Setelahnya, Taecyeon mengambil foto keduanya di depan gerbang Elizabeth. Meski saat berfoto ekspressi Yuri tetap tidak berubah dan itu membuat Jessica kembali protes.

“Paling tidak waktu ambil foto senyum dong!”

“Chezee!” kata Yuri. Jessica menggelengkan kepalanya, “Tetap tidak berubah.”

Padahal sudah susah payah tapi saat mereka berfoto ada seseorang yang lewat di depan kameranya begitu saja. Alhasil wajah Jessica jadi tidak terlihat. Menyadari kesalahannya orang itu segera minta maaf.

“Gwenchana..” jawab Jessica, walau agak sedikit dongkol.

Tapi tunggu dulu, tidakkah penampilan orang ini terlalu mencolok. Perhiasan yang dikenakannya, pakaian, tas, sepatu, sampai parfum segala. Wangi ini.. wangi Parfum channel No. 17, tidak salah lagi. Satu orang yang Jessica kenal sangat setia dengan parfum ini… jangan katakan kalau orang ini..

“Tiffany?”

“Jessie?”

Sama seperti Jessica, Tiffany pun begitu terkejut bisa menemui Jessica di Jerman, apalagi bersama Yuri. Disisi lain Jessica membatin, kenapa rasanya dunia ini begitu sempit. Kalau begini rasanya jadi tidak ada artinya jauh-jauh datang menempuh perjalanan 13 jam.

“Kami sedang liburan. Kamu sendiri ada urusan apa ke Jerman?”

Tiffany berdehem sebentar, memang sedari tadi kalimat itulah yang ditunggu-tunggunya. “Aku.. ada acara bagi tanda tangan di Jerman.” jawab Tiffany sambil menunjukkan eyes-killer-smilenya.

.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>TBC

Tadinya mau bikin oneshot tp karena kepanjangan makanya aku bagi 2. Dari dulu pengen bgt ngebuat komik ini jd versi YulSic akhirnya bisa juga. Moga pada suka.. 2nd part coming soon..

Komentar
  1. aulshi mengatakan:

    moga aja part 2 nya nggak di pw,,, hihi
    haish,, tumben nich si kwon liburan ama neng CEO nggak semangat,, biasanya aja selalu mencuri kesempatan buat bisa deket deket ama neng CEO,, hahahha
    itu kenapa muka kotak tua selalu muncul sich?? moga aja nggak ada angin hahhaha
    tiff disini lebih terkenal ya dari sica??
    yul romantuis dikit napa,,,

  2. pacar jessica jung mengatakan:

    yul kenapa dah? ntr sica di embat taec baru tau rasa hahaa.. tiffany artis?

  3. tachan mengatakan:

    Wow… second?? Gapapa deh.. nice ff.. wah fany jadi terkenal #emang. Ditunggu kelanjutannya ya thor! Fighting!

  4. riyukarina mengatakan:

    kok tumben yuri g ad nafsu2nya m sica … hadehhhh

  5. lovesicababy mengatakan:

    Hahahahaaha. Hayo hayo pasti jeti itu saingan yah di kantor dan tiff lbh ungggul. Sabar eaaa sica. Hahahahaa

  6. pipit mengatakan:

    suka dong apa lg klo castny yulsic hege btw ff yg kmren ditrusin kn

  7. puy mengatakan:

    Wahahahah knpa sikap yul kya bgtuu???sika dsni rakus,,hahh
    O.o tiffany???

  8. rizanuzula mengatakan:

    wohohooo ff baru kekekekekekee…nah napa si yul kok gak peka ya wkwkk dasar pabo hahaa…

  9. jhulye_kwony mengatakan:

    Yul d buat dongkol trus ma sica , hahaa gra2 ada taecyeon lg… Huh tp gokil abis liburan dgn paket super murah hahha..
    Nah lho dsna malah ktemu ppany.,😀

  10. oebayoonyul mengatakan:

    uhhhhhhhhhh manusia kotak lagi..
    jamur nih ex-yuri kah??

  11. kwonlovesica mengatakan:

    asal yulsic pasti sk n baca thor…yul agresive dg ma sicababy haha.

  12. hwangtaeppany1 mengatakan:

    Ya ya ya knp si kwon yul gak ad smangat smangatny sih…
    Fany mncul kyaa…

  13. Lisa mengatakan:

    hihi unyu banget ngakak mulu gue baca nya sica parah banget orangnya😄

  14. YulJee mengatakan:

    Hahaha…… Ga tw kenapa baca ff ini gw ga bs brenti ketawa😀
    Sica disini karakternya agak konyol n kekanak2an, sedangkan yul cuek n cool, wah bnr2 cocok ^o^

    fany pasti jd saingan sica, sama2 penulis manhwa tp fany lbh sukses *mungkin*

    update soon ya thorrrr…. ^^

  15. isnaeni mengatakan:

    Bagus bagus …..
    Lanjut thor:)

  16. ravi mengatakan:

    waduh..
    jessica ktmu tiffany?? pa jgn2 tiffany itu mantannya sica yah.. atau kebalikannya..
    ksian yuri donk klo gtu

  17. Xiao Prince mengatakan:

    Idiihh, taecyeon nya gentle :p
    Eh, tapi gue rada aneh ama sikapnya Yuri yang beda dari biasanya dan Jessica yang gak peduli ama berat badan tubuhnya.. -3- :v
    Next next next, gue penasaran ama hubungan YulSic nya..

  18. Fadila mengatakan:

    Haha yuri lagi yg jadi korban sica:), jgn sampe sica kelain hati..ketemu fany? Ada tae gk?

  19. RZ mengatakan:

    hidup ini pahit… ckckck kasian bgt sih sica. tumben yul yg cuek biasanya aksi yul tuh berlebihan “tergila-gila” sama gunung es. jiaaah, si tiff narsis amat bagi2 tanda tangan. emang ada gitu yg mau?? wahahhaa peace ^_^

  20. stv30 mengatakan:

    tumbel si kwon yul kalem ni huahhhh

  21. namida sigumakamada mengatakan:

    Kok dsini karaktr sica ama yul bda bgt dri biasanya ya..tpi aq ska ko thor soalnya sica kocak bgt … 🙂
    Ya aku sih klo yulsic suka aja thor..d tunggu part 2nya….

  22. Junior Kwon mengatakan:

    Yaa sii kwon tumben dingin sma sica,,apa krna klakuan sica yg trllu berlebihan??
    Part 2 ditunggu….

  23. LiaTaegangster mengatakan:

    Woaaaahh…. asli gw suka bgt sama ceritanya. Disini sica nya juga koplak bgt hahaha…..
    Dr komic yak ???

  24. LiaTaegangster mengatakan:

    Woaaaahh…. asli gw suka bgt sama ceritanya. Disini sica nya juga koplak bgt hahaha…..
    Dr komic yak ??? Hadeehh udah tau nanya hahaha…
    Tapi seriusan deh..
    Yul nya dingin amat… gk kaya biasanya ?

  25. aj kim mengatakan:

    Saingan nih jeti haha, yul nyes nyes aja smanget dong appa hihi

  26. niakim mengatakan:

    sica bersemangang , tapi yul nya ngga -_-
    huhhh , dasar si yul :p

  27. niakim mengatakan:

    sica bersemangattt , tapi yul nya ngga -_-
    huhhh , dasar si yul , padahal kan biasa’a dia yg koplak😛

  28. joe mengatakan:

    Kwon yuri kenapa? Biasanya dia yg hiperaktif kalo udah liburan.

  29. vana mengatakan:

    penasaran sma lanjutanya.
    lanjut thor

  30. TaeKid mengatakan:

    tumben yuri gak ada semangat gtu sama sica, biasanya aja maunya nempel” terus?,,
    ada taeyeon gak ni?
    hehehe

  31. tuYUL_SICk mengatakan:

    best rival na njess psti paneh neh.. aseekkk seruuu… ah tp da om kotak” jd ambereugul

  32. cho hyehyuk mengatakan:

    lanjut lanjut

  33. ArChan mengatakan:

    ahahaha ini tumben yul ga gombal tepe tepe hahaha

  34. zorakwon mengatakan:

    Hahahaaa kwon yuri’a autisss kaga hiperaktif …….
    Uwihhh sica ampe tau bau pany.,
    Nahhh ada apaan sebelum nya ma ni segi tigaa????

  35. kwonjess mengatakan:

    sica hyper bgt di sini malah kwon yang gak semangat getu

  36. g4rt2_TaeNy mengatakan:

    annyeong..
    pas banget fany nongol orang lagi photo2 juga,apa itu pertanda klo jessica sm yul bakalan susah bersatu?

  37. jung sooin mengatakan:

    Si yul berlagak jual mahal.. padahal ya mau2 aja klok sama sica.. hahaha

  38. YoungieYoongie mengatakan:

    si yuri malesan banget haha

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s