Bodyguard (YulSic/Part 4)

Posted: Juni 22, 2014 in ff snsd, yulsic
Tag:, , , , , , ,

Tittle : Bodyguard
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance, Angst
Lenght : Series
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung and Other Cast

Song lyric by :
*Super Junior – Let’s Not
*Austin Mahone – Shadow

4th
.
.
.
.
.

Sambil menunggu Jessica selesai dengan kuliahnya Yuri memutuskan mengelilingi kampus tempat Jessica menutut ilmu tersebut. Yuri hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saat  beberapa mahasiswi yang berpapasan dengannya menyapanya. Mahasiswi-mahasiswi itu juga tampak girang saat Yuri merespon mereka. Mimpi apa mereka semalam sampai-sampai bisa mendapat senyuman Yuri?

“Jessica Jung..” Donghae menunjukkan seringaiannya saat menyebut nama yeoja berparas cantik tersebut. Yap, Jessica Jung.

“Kau gila..” Taecyeon menanggapi dengan wajah pucat. Laki-laki itu tau jika Donghae nekat tapi tidakkah kali ini sedikit keterlaluan? Jessica memiliki pengawal yang bahkan menjaganya dari debu seklipun. Bagaimana caranya Taecyeon mendapatkan yeoja yang satu itu. Menyadari kali ini dirinya tak memiliki kesempatan Taecyeon menggelengkan kepalanya. Dengan berat hati Taecyeon melempar kartu kreditnya ke meja di hadapan Donghae.

“Jadi kau menyerah?” Donghae memastikan. Taecyeon mengangkat kedua tangannya ke udara.

“Kurasa ini keputusan terbaik dan aku-” ucapan Taecyeon terhenti karena tiba-tiba Jiyoung menyela.

“Sudahlah, kita semua tau jika yang besar pada orang ini hanya ototnya saja.” perkataan namja itu membuat Donghae tertawa.

Jiyoung mengeluarkan kartu kredit tanpa batasnya lalu melemparnya ke atas meja, bersatu dengan milik Donghae dan Taecyeon yang sudah lebih dulu dikumpulkan. Ketiganya membuat taruhan, siapa diantara mereka yang bisa mendapatkan Jessica lebih dulu. Yuri yang tanpa sengaja mendengar semuanya hanya berdiri di tempatnya tanpa berniat melakukan apapun.

“Wanita kesepian seperti Jessica akan mudah luluh hanya dengan kata-katanya manis dan jika kau sudah mendapatkannya dia akan memberikan tubuhnya dengan mudah, bahkan tanpa kau minta.” sebagai seorang palyer sejati Jiyoung berkata dengan penuh percaya diri. Laki-laki itu sepertinya tidak tau jika tidak semua wanita sama seperti gadis-gadis yang pernah dikencaninya.

“Yuri-ah..”

“Hmm?”

“Malam ini, boleh aku tidur bersamamu?”

“Nona Jung, apa ini dirimu yang sebenarnya?” Mendengar Jessica bertanya seperti itu Yuri menautkan kedua alisnya. Rahangnya mengeras menahan emosi.

“Ne?”

“Yeoja yang dengan mudahnya meminta tidur bersama orang lain? Apa itu kau yang sebenarnya? Kau tau, jenis yeoja seperti itu yang paling aku benci..” lanjut gadis tanned itu tanpa perasaan sekaligus membuat ekspressi kebingungan Jessica berubah menjadi ekspressi sedih. Kata-kata Yuri tentu berpengaruh padanya. Walau berasal dari orang yang tak dikenal kata-kata tersebut tentu akan melukai siapapun yang mendengarnya dan bayangkan jika yang berkata seperti itu adalah orang yang kita cintai? Yuri tidak sadar jika kata-katanya sudah melukai Jessica dalam.. sangat dalam. Sampai-sampai gadis berambut pirang itu tak sadar jika airmata meluruh di kedua pipinya.

Melihat airmata Jessica, Yuri tersadar. Gadis tanned itu melemaskan otot-otot tubuhnya yang sebelumnya menegang. Sungguh, Yuri sama sekali tidak bermaksud membuat gadis dihadapannya terluka. Kata-kata itu keluar begitu saja atau mungkin di dorong rasa cemburunya. Harus diakui memang, tiap kali mengingat kejadian di kampus kala itu selalu mampu membuat darahnya menindih.

Jessica berbalik pergi sementara Yuri yang masih diliputi rasa bersalah tak mampu menahannya. Gadis tanned itu hanya menggumamkan kata maaf yang bahkan tak sampai di telinga Jessica.

~~~~~~~~~~

Sebuah mobil hitam berhenti di depan gedung apartemen yang Tiffany tinggali. Dengan anggun Tiffany melangkahkan kakinya keluar mobil sesaat setelah Niel -sepupunya- membukakan pintu. Tiffany baru saja selesai menghadiri pesta ulang tahun Jun -adik Niel.

Tiffany merapikan bajunya yang sedikit kusut sementara Niel masih memandangnya dengan pandangan khawatir. Waktu sudah lewat tengah malam dan apartemen milik Tiffany berada di lantai tertinggi, Niel tak sampai hati membiarkan sepupunya pergi sendiri -mengingat Tiffany yang seorang penakut. Selain itu, bagaimana kalau ada pria hidung belang atau semacamnya seperti beberapa tempo lalu.

“Noona mau aku antar?”

“Tidak usah.”

“Kau yakin?” Niel mengangkat sebelah alisnya. Laki-laki ini jadi teringat pria yang masuk rumah sakit bulan lalu karena hidungnya patah.

Jadi ceritanya malam itu Tiffany pergi ke minimarkat untuk membeli sebotol kecap dan beberapa kaleng soda untuk persediaan. Jalan dari apartemen tempat tinggalnya ke minimarket cukup jauh jadi Tiffany memutuskan mengambil jalan pintas -melewati gang- untuk mempersingkat waktu. Dan disitulah masalah dimulai. Tanpa sengaja Tiffany bertemu dengan pria hidung belang yang berusaha menggodanya, tanpa pikir panjang Tiffany segera melayangkan kantung belanjaan miliknya ke wajah si pria yang alhasil membuat hidung pria itu patah.

Jadi intinya Niel bukan khawatir pada Tiffany tapi khawatir dengan pria hidung belang yang mungkin berpapasan dengannya.

Tiffany melangkah masuk begitu pintu lift terbuka. Gadis itu mendapati orang lain yang lebih dulu ada di dalam. Orang itu adalah tetangga barunya dan kelihatannya dia sedang mabuk. Bau alkohol tercium jelas di ruangan sempit itu dan membuat Tiffany sedikit menjauh. Sebenarnya berapa banyak yang dia minum?

Gadis bertubuh mungil -yang sekarang menjadi tetangga Tiffany- baru pindah ke apartemen ini sekitar seminggu yang lalu. Orangnya pendiam dan terkesan misterius. Selama dia tinggal disini Tiffany hanya pernah berbicara padanya satu kali, itupun cuma ucapan ‘selamat pagi’ yang terdiri dari tak lebih dari dua kata. Tiffany hanya tau, jika gadis ini tetangga barunya dan selebihnya.. dia tidak tau apapun. Hal ini membuat Tiffany merasa canggung.

Lift terus melaju seiring angka di monitor yang terus berganti.

34

35

36

37

Ting! Pintu lift terbuka. Tiffany memang sudah sampai tapi gadis itu tidak lantas keluar begitu saja. Bagaimanapun dia masih punya hati, tidak mungkin Tiffany meninggalkan tetangganya yang mabuk berat di dalam lift sendirian. Ya, orang itu mabuk berat sampai-sampai tubuhnya merosot dan tertidur di dalam lift.

Ragu-ragu Tiffany mengguncang bahunya tapi tak ada respon. Sesaat kemudian Tiffany berdecak kesal dan berusaha memapah gadis bertubuh lebih pendek itu dengan segenap kemampuannya. Setidaknya Tiffany  bersyukur tubuh gadis itu tidak lebih besar darinya, walau begitu dia tetap kesulitan.

Taeyeon membuka matanya yang terasa berat saat merasa tubuhnya terangkat, atau bisa jadi itu hanya perasaannya saja. Karena kondisinya yang mabuk berat gadis itu bahkan tidak bisa membedakan mata yang nyata dan mana yang halusinasi lagi. Begitu menoleh ke samping Taeyeon menemukan bidadari bersayap yang membawanya terbang.

Apa aku disurga?

“Nona Kim?” panggil Tiffany saat tetangga barunya mengumamkan sesuatu yang ditangkap samar-samar indera pendengarannya.

“Apa kau mengatakan sesuatu?” tanya gadis bereyes smile itu sekali lagi. Taeyeon tak lantas menjawab, gadis itu menyeringai kearah Tiffany…

Jadi seperti ini rasanya surga?

Tiffany membulatkan matanya, tak percaya dengan hal yang baru dialaminya. Apa Taeyeon baru saja… meraba pantatnya? Oh Gosh!!

“YYYAAA!!! DASAR MESUM!!” teriak Tiffany tak terima karena Taeyeon telah menodainya.

Jessica membanting pintu kamarnya lalu menguncinya. Setelahnya Jessica duduk dan menangis sambil memeluk lututnya.

“Makhluk hitam tidak berperasaan! Aku benci padamu! Aku benci!!” Jessica masih bisa memaki Yuri di sela tangisnya. Dan karena suaranya yang super keras Yuri juga bisa mendengarnya dan saat itu yang bisa Yuri lakukan hanya mengepalkan telapak tangannya dengan erat.

“Bencilah aku Jessica Jung. Bencilah aku..”

I always act strong
But I’m a cowardly man
Didn’t have the confidence to protect you forever and left

Don’t love someone like me again
Don’t make someone to miss again
One who looks at only you and needs only you
Meet someone who loves you so much
They can’t go a day without you
Please

~~~~~~~~~~

Taeyeon terbangun dan menemukan dirinya di tempat asing. Bukan, bukan tempat asing semacam planet lain hanya saja ruangan yang sangat tidak familiar untuknya. Sebuah kamar yang penuh nuansa pink, warna yang takkan pernah Taeyeon sukai sampai kapanpun, bahkan jika matahari terbit dari barat. Sungguh, segala hal di ruangan ini bernunsa pink, mulai dari dinding, seprai selimut, lemari, jam, gorden dan… semuanya. Bahkan tumpukan boneka di sudut kamar pun semuanya berwarna pink. Taeyeon tidak ingat dirinya pergi ke perkemahan-taman-kanak-kanak-ala-putri-negeri-dongeng atau semacamnya. Atau jangan-jangan dia memang sudah mati dan Tuhan memberikan hukuman -atas semua kejahatan yang pernah dilakukannya- dengan cara mengurung jiwanya di tempat ini.

Andwee!

Oke, oke.. Taeyeon tau itu bodoh sekali dan tidak mungkin. Salahkan efek hangover yang membuat kinerja otaknya menurun.

Berpikir rasional Kim Taeyeon! Berpikir rasional!

Setelah dicoba-coba kepalanya tetap tak bisa berfungsi, Taeyeon justru merasa pusing dan perutnya bergejolak. Sesuatu sedang berusah keluar dari mulutnya. Secepat kilat Taeyeon mencari toilet -yang masih bernuansa pink- lalu memuntahkan semua isi perutnya di wastafel.

Oh God, ini benar-benar buruk! Taeyeon bergumam sambil memijat kepalanya yang berdenyut. Ini gara-gara… ah, sudahlah, Taeyeon sedang tidak ingin mengingat hal yang membuat tekanan darahnya meningkat. Ada sesuatu yang lebih penting sekarang yang harus diketahuinya. Dimana dia sekarang?

Tiffany melantunkan nada-nada random sambil membuat secangkir teh lemon di dapur rumahnya -yang jarang terjamah. Tempat itu memang sangat keramat disini, karena pemilik rumah tidak bisa memasak bisa dihitung dengan jari berapa kali sehari Tiffany melangkahkan kakinya kesana.

“Nona Kim sudah bangun? Ayo duduk..” Tiffany tersenyum canggung sambil menarik salah satu kursi untuk Taeyeon duduki. Taeyeon duduk dengan kebingungan di wajahnya.

“Taeyeon..  kau boleh memanggilku Taeyeon, Nona Hwang..”

Tiffany menganggukkan kepalanya sambil meletakkan cangkir berisi teh lemon di hadapan Taeyeon.

“Minumlah, mungkin bisa mengurangi hangover-mu.”

“Gomawo..” Taeyeon menerima dan meminumnya. Tiffany lantas duduk di hadapan Taeyeon dan memainkan jarinya dengan gugup.

“Semalam.. aku minta maaf.” katanya. Taeyeon memandang Tiffany dengan tatapan bertanya. Ragu-ragu Tiffany mengangkat tangannya lalu menunjuk pelipis Taeyeon.

Ada plester disana. Taeyeon baru menyadarinya saat menyetuhnya. Bagaimana bisa Taeyeon mendapatkan luka ini? Lalu kenapa juga Tiffany harus minta maaf?

Sebenarnya semalam setelah Taeyeon yang mabuk meraba pantatnya, Tiffany berteriak keras… dan semuanya tidak berakhir disitu. Setelahnya Tiffany -beserta refleksnya yang luar biasa- menghantam kepala Taeyeon dengan tas tangannya sampai gadis itu pingsan.

“T-tapi sungguh.. aku tidak bermaksud melakukannya. Sungguh!” Tiffany merasa bersalah. Tidak seperti yang Tiffany duga, Taeyeon justru tersenyum padanya. Menurutnya tingkah Tiffany sangat menggemaskan.

“Gwenchana. Sepertinya itu memang salahku..” Taeyeon meraba belakang kepalanya malu-malu.

“Jadi aku yang seharusnya minta maaf.” lanjutnya.

“… dan nona Hwang terimakasih sudah mengijinkanku menginap semalam juga terimakasih untuk tehnya..”

“Tiffany.. Tiffany saja untukmu ^^”

Shinyoung berdiri dengan gusar di depan pintu kamar Jessica. Berbicara mengenai Jessica gadis itu terus mengurung diri di dalam kamarnya. Sepanjang hari ini Jessica hanya keluar satu kali, yaitu saat mengantar ayahnya yang akan pergi ke Paris setelahnya Jessica kembali mengurung diri. Dia bahkan belum memasukan apapun kedalam perutnya sejak tadi pagi, dan hal itu membuat Shinyoung khawatir.

“Ada apa?” Yuri yang kebetulan lewat bertanya.

“Yuri-ssi syukurlah, bisakah kau membujuk nona Jung untuk keluar. Aku khawatir sekali, dia belum makan dari tadi pagi..”

Yuri menganggukkan kepalanya lantas menyuruh Shinyoung pergi. Bagaimanapun Yuri tau jika Shinyoung masih memiliki setumpuk tugas lain yang mungkin lebih penting dari sekadar membujuk majikannya -yang sedang dalam princess mode- untuk makan.

Yuri mengetuk pintu kamar Jessica beberapa kali tapi hasilnya sama sama, tak ada jawaban. Namun Yuri tau jika Jessica ada di dalam dan akan mendengar apapun yang dia katakan.

“Nona Jung berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Caramu ini hanya melukai mereka yang peduli padamu.. kau tau?”

Perkataan Yuri membuat Jessica teringat ayahnya. Jessica tau betul jika pria paruh baya itu pergi ke Paris dengan setengah hati karena masih mengkhawatirkan kondisinya. Jessica tau.. tapi Kwon Yuri, apa orang itu tau jika Jessica juga berharap Yuri menjadi bagian dari orang yang peduli itu?

“Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan untukmu. Jangan bersikap kenakanak-kanakan lagi, arraseo?” kali ini Yuri berkata sambil menempelkan telinganya ke daun pintu.

“Berhentilah bicara! Dasar bodoh!” balas Jessica dari dalam. Walaupun jawaban seperti itu yang didapatnya tapi Yuri tau jika Jessica akan menuruti permintaannya.

~~~~~~~~~~~

Yuri baru kembali dari taman Blue House dan mengerutkan keningnya saat makanan yang ada di meja makan nampak belum tersentuh.

“Shinyoung-ah apa nona Jung belum keluar dari kamarnya?” Shinyoung menggelengkan kepalanya dan membuat kerutan di kening Yuri semakin jelas.

Yuri menaiki tangga dengan cepat lalu kembali mengetuk pintu kamar Jessica.

“Nona Jung buka pintunya!”

“……………”

“Nona Jung! Kau dengar aku?”

“……………..”

Yuri menempelkan telinganya ke daun pintu namun kali ini tak ada apapun yang bisa di dengarnya. Hening! Dan saat itulah Yuri tau ada yang salah dengan majikannya. Dengan bantuan beberapa penjaga Blue House yang lain Yuri mendobrak pintu kamar Jessica.

Apa yang dilihat Yuri selanjutnya membuat jantungnya berdebar keras. Jessica terbaring di lantai sambil memegangi perutnya dan yeoja blonde itu tampak kesakitan. Tanpa pikir panjang Yuri segera mendekap tubuh Jessica dalam pelukannya.

“Y-yuri-ah.. a-appo..” lirih Jessica sambil menangis.

“Kau akan baik-baik saja, percaya padaku.” Yuri berbisik di telinga gadis itu sementara Jessica hanya bisa mengangguk lemah dalam pelukan pengawalnya.

~~~~~~~~~~

Di rumah sakit…

Yuri duduk di kursi samping ranjang Jessica sambil memandangi putri tidurnya yang masih menutup mata. Jessica sakit usus buntu tapi syukurlah sekarang semuanya sudah baik-baik saja, dokter sudah mengoperasinya.

Jessica yang sudah sadar membuka matanya perlahan dan menemukan Yuri di sampingnya. Tanpa gadis blonde itu sadari hari sudah berganti.

“Kau sudah sadar nona Jung? Ada sesuatu yang kau butuhkan?” tanya Yuri sambil membuka jendela kamar supaya Jessica mendapat udara segar. Jessica menggelengkan kepalanya.

Yuri kembali berjalan ke arah Jessica. Gadis tanned itu membetulkan selimut Jessica yang kusut setelahnya menambah bantal supaya untuk Jessica bersandar.

“Gomawo..”

“Setelah ini segera hubungi ayahmu, Presiden pasti sangat khawatir..” ucap Yuri lagi. Jessica menganggukkan kepalanya bak anak sekolah yang sedang dinasehati gurunya.

“Kau ini bawel sekali..” gumam Jessica tapi Yuri masih bisa mendengarnya. Yuri menggelengkan kepalanya lalu berjalan keluar ruangan.

Mau kemana dia?

Jessica mengangkat bahunya sambil memandangi Yuri yang berlalu. Setelahnya Jessica meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja dan menghubungi ayahnya.

“Oke Dad aku tau.. iya.. iya..”

“Maaf.. aku sudah tidak apa-apa sungguh..”

“Hmm.. love you too..”

Tak lama kemudian Yuri kembali bersama dokter yang menangani Jessica.

“Nona Jung.. perkembanganmu bagus sekali tapi tolong jangan dulu makan sebelum anda buang angin, arraseo?” dokter tersenyum padanya.

“Iya dokter, terimakasih..”

Jessica masih duduk di atas kasur sambil memainkan ponselnya sementara Yuri duduk di sofa sambil membaca surat kabar. Jessica mencuri-curi pandang pada pengawalnya tersebut.

“Wae?” Yuri melipat bacaannya dan bertanya.

“Aniyo.” jawab Jessica sambil membuang pandangannya. Walau malu untuk mengakuinya Jessica sebenarnya sangat lapar dan jika Yuri terus berada di sisinya bagaimana bisa Jessica buang angin disini? Adakah yang lebih memalukan lagi?

“Nona Jung kenapa belum buang angin juga?” Yuri bertanya sambil melihat jam dinding sekilas. Hampir siang hari. Mendapat pertanyaan seperti itu Jessica jadi gelagapan, Jessica sebenarnya bukan tidak mau tapi dia menahannya karena malu.

“H-hal seperti itu kan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan!”

“Arraseo..” Yuri memilih mengalah dan melanjutkan membaca.

“Yuri-ah..” panggil Jessica lagi.

“Hmm?”

“Setelah dipikir-pikir.. aku mau jalan-jalan..”

“Baiklah..”

~~~~~~~~~~

Keduanya berjalan di taman rumah sakit. Jessica masih mengenakan piyama rumah sakit plus sandal tidur berbentuk kelinci yang sebenarnya lebih cocok dipakai anak usia lima tahun. Yuri berjalan disampingnya, seperti biasa. Salah satu hal yang paling Jessica sukai dari gadis ini, Yuri selalu memperlakukannya secara wajar, tidak pernah sekalipun Jessica mendapat perlakuan seperti ini dari pengawal-pengawalnya yang lain. Kebanyakan dari mereka akan berjalan di belakang Jessica sementara Yuri selalu berjalan di sampingnya, gesture kecil yang membuat Jessica merasa dihargai. Yuri membuatnya merasa ‘sama’.

Jessica memegangi perutnya yang tiba-tiba bergejolak. Tidak! Jangan! Tapi terlambat, gas itu sudah keluar dengan suara yang cukup keras dan mampu membuat Yuri berpaling padanya.

“Barusan itu kau nona Jung?”

“Barusan apa?!” Jessica pura-pura tidak tau dengan apa yang Yuri maksud walau sebenarnya yeoja itu tengah merasa malu setengah mati. Tiba-tiba saja Jessica berharap dirinya menjadi butiran debu lalu hilang tertiup angin. Ya, menghilang, pergi jauh, kemana saja asalkan tidak di dekat Yuri.

Jessica dapat merasakan wajahnya memanas. “Apa?” bentaknya kemudian pada Yuri yang masih memandanginya.

“Anggap saja aku tidak mendengarnya.” Yuri mengangkat bahunya acuh lalu mulai berjalan lagi. Meninggalkan Jessica yang masih meruntuki dirinya sendiri di belakang.

Yuri berhenti berjalan lalu berbalik dan menemukan Jessica yang masih belum beranjak dari tempatnya berdiri. Menyadari hal itu Yuri lantas kembali lalu mengenggam tangan Jessica dengan lembut. Gadis itu tersenyum dan membuat paras Jessica semakin terasa terbakar.

“Terimakasih sudah sembuh nona Jung.”

“Ne?”

“Aku akan mentraktirmu sebagai hadiah, kau ingin makan apa?”

“Jinja?” tanya Jessica semangat. Yeoja blonde itu lantas meletakkan jari telunjuknya di dagu layaknya orang yang tengah berpikir. Yuri kembali tersenyum.

“Kau bisa memasak tteokpeokki? Aku sudah lama tidak makan tteokpeokki buatan rumah. Ah, dan ice cream.. aku mau ice cream vanilla..” Jessica tak sadar jika dirinya beraegyeo saat mengatakan semua itu. Yuri menganggukkan kepalanya.

“Kau akan mendapatkan semua itu…… tapi nanti.” jawabnya sambil tersenyum jahil. Jessica menatapnya dengan pandangan tak mengerti. Jangan bilang Kwon Yuri sudah membohonginya, kalau itu sampai terjadi awas saja si hitam ini…

“Setelah kau benar-benar sembuh, dan untuk sekarang terpaksa kau harus makan makanan rumah sakit yang tidak enak.” Yuri memasang tampang menyesal tapi Jessica tau jika pengawal hitamnya tersebut tengah berpura-pura. Sedetik kemudian sandal kelinci Jessica beradu keras dengan tulang kering di kaki Yuri, tentu saja hal tersebut membuat gadis tanned itu meraung kesakitan. Jessica menjulurkan lidahnya dan pergi, tak memperdulikan Yuri yang masih menderita karena tendangan mautnya.

“Itu balasan untuk perkataanmu kemarin Kwon!”

~~~~~~~~~~~

“Bos pasti kecewa padamu.” Taeyeon berkata tanpa ekspressi di wajahnya. Walau kini mereka berdiri berhadapan entah kenapa Taeyeon tak mengenali orang yang kini berdiri di depannya.

“Aku sudah tidak bisa Taeyeon-ah.. aku tidak bisa.” pasrah Yuri. Gadis tanned itu nampak seperti orang yang kehilangan arah. Tentu sama sekali bukan Yuri yang Taeyeon kenal, hanya karena gadis itu.

“Aku sudah kalah Taeng.. aku kalah.”

“Baiklah, aku akan menyadarkanmu!” Taeyeon hampir tak mengenali suaranya sendiri yang bergetar. Tanpa basa-basi gadis bertubuh mungil tersebut lantas mencengkram kerah Yuri dan mendaratkan pukulan di wajahnya. Yuri yang pada kenyataannya mempunyai tubuh yang lebih besar terjungkal kebelakang. Tak lama bagi Yuri untuk merasakan rasa asin dan bau besi di mulutnya. Pukulan Taeyeon sukses membuat sudut bibirnya terluka.

Yuri masih terududuk tanpa berniat memberi perlawanan. Menyadari Yuri yang hanya terpaku Taeyeon merasa satu pukulan saja rasanya tak cukup untuk menyadarkan gadis tanned itu. Taeyeon kembali menerjang Yuri dengan tinjunya namun lagi-lagi Yuri menerima semua pukulan itu tanpa berniat memberi perlawanan, tidak sama sekali.

Taeyeon beranjak setelah memberikan pukulan terakhirnya. Sementara Yuri masih terbaring di atas salju dengan nafas tersenggal. Selain mulutnya, darah juga terlihat mengalir di kepalanya. Pukulan Taeyeon sepertinya juga membuat pelipisnya terluka. Taeyeon berdiri membelakangi gadis tanned itu sambil mengepalkan tangannya.

“Disini..” Yuri berkata dengan nafas tersenggal sambil meletakkan tangan kanan di dada kirinya. “Rasanya sakit sekali saat melihatnya terluka. Sakit Taeyeon-ah. Aku ingin melindunginya.. dengan segala yang kumiliki.”

Taeyeon tak ingin mendengar apapun dari mulut Yuri, sungguh, namun saat gadis itu ingin beranjak pergi Yuri terlanjur menahan tangannya. Sedetik kemudian Yuri memeluknya dari belakang, nafas gadis tanned itu berhembus di dekat telinganya. Taeyeon menggigit bibir bawahnya dengan sekuat tenaga. Kehilangan, sesuatu yang tak pernah ingin Taeyeon rasakan kembali namun sekeras apapun gadis itu mengelak Taeyeon tau jika malam ini dirinya akan kembali merasa kehilangan, separuh hatinya. Taeyeon akan kehilangan cinta pertamanya, karena Yuri… sudah memutuskan memberikan hidupnya untuk gadis lain. Dan gadis itu bukan dirinya, takkan pernah.

Only my shadow knows
How I feel about you
Only my shadow goes
Where I dream of you and me
Should I go or wait
Is it too soon too late
Only my shadow knows

Beberapa saat kemudian Taeyeon merasakan punggungnya basah. Yuri menangis. Dibanding dirinya yang patah hati, Taeyeon tau jika tekanan yang dialami Yuri lebih berat dari siapapun.

Yuri merasa semua yang dilakukannya selalu salah. Apakah cinta selalu memiliki jalan terjal dan berliku seperti yang dialaminya saat ini? Yuri, gadis itu bahkan tidak berani bermimpi untuk bisa bersama Jessica. Yuri tidak mau Jessica terluka, tapi justru sikapnya selama ini lebih melukai Jessica dari siapapun.

“Taeyeon-ah aku.. mencintainya tapi bodohnya aku, aku bahkan tidak bisa mengatakan semua itu padanya.”

“Gwenchana Yul.. gwenchana..” Taeyeon menggigit bibir bawahnya seraya membiarkan airmatanya ikut mengalir. Beruntung Yuri tidak melihatnya ikut menangis.

I wish I could say all these words
All these things that your heart never heard
But I saw the pain in your eyes and it sealed my lips

Seharusnya Taeyeon bisa mengatakan semuanya pada Yuri. Perasaan yang dia pendam selama ini tapi mendengar Yuri menangis membuat Taeyeon kembali menelan kata-katanya. Biarlah angin yang berhembus malam ini turut menerbangkan perasaannya untuk Yuri.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. Fadila mengatakan:

    yul hrs bsa jagain sica, biar gk diambil org lain, moga taeny bsa jadian, walau tetanggaan..

  2. gorjes spazer mengatakan:

    tae punya perasaan k yul?wow…sbnrx boss taery sp c yg nyuruh bnuh sica?lnjut thor..

  3. newbie86 mengatakan:

    Uuuuuhhhhhh…..bnr2 keren ni ff thor….gk sia2 udh nungguin ny…
    Jd yul nolak tdr breng sica ye….penonton kuciwa pemirsa…
    Yul ketrlaluan bngt kata2 ny…
    Yul jagain sica dr 3 cwok yg mau jdikan sica bhan taruhan…
    N ahhh….taeri ny…..
    Jd taeng suka m yul…
    Yul cinta prtama ny taeng…
    Haduhhhh…taeri bnr2 emg hny sebatas shbt gk bz lbh…
    Taeng tr move on k ppany…
    Lanjut thor…

  4. NewReader mengatakan:

    Errr…tae punya perasaan sama yuri🙂
    Sesuatu banget…keke

  5. tee_coffee1120 mengatakan:

    yul uda fall in love dg sica,bentar lg taeny yg fall in love hahaa #ngarep

  6. LiaTaegangster mengatakan:

    Woooosshhh…. njiiirrr….. gue suka beud dah ama nih ff.
    Dari awal di post , gue sudah suka. Dan sekarang ??? Tambah suka apalagi gue tau kenyataan yg sebenernye buat gue seneng tapi kasihan jg. gue seneng karna ada moment taeri dimana yul cinta pertamanya taeng. Sedih krn emng udah dari sononye yul buat sica…..
    TaeRi dooh taeriii…
    Tapi pan ada panny jd santai deh. Lagian yul jg cinta gtu sama sica

  7. kyril fadillah mengatakan:

    kira2 apa yg bikin taeyeon sampai mabuk2an tapi tae dapet bonus megang butt fany dan tas fany yg mendarat di pelipisnya
    ternyata taenggo punya perasaan ke yuri tapi tae ga mengungkapkannya

  8. lovesicababy mengatakan:

    What? Tae cinte sama yuri?
    OMG Hellow.
    Ad ppany tae, sama ppany aja. Biar yuri sama jessica.

  9. kwonjess mengatakan:

    yul nolak bareng tidur ma sica?? wow sesuatu banget dong

  10. defy86devampire mengatakan:

    cinta pertama taeyeon adalah yuri????
    untung yuri tolak tidur bersama jessica…
    tiffany gadis seram ya kalo tiba2 memukul

  11. Gaega93 mengatakan:

    Waw taeyeon ternyata suka sama yuri ? Kirain ..
    Jadi kek flashback gitu ya:/

  12. ekha_chandra09 mengatakan:

    Tae punya perasaan sma yul, trus gmna dah..
    Lanjutlah

  13. Yuljee mengatakan:

    Ada pairing yultae yg nyisip kah? Wowww…. Gw sk yultae ^o^

  14. oebayoonyul mengatakan:

    ow ow.. taetae punya rasa sama yul item.. pukpuk-in taetae, nyesek banget tuh, yul pun sama..

  15. joe mengatakan:

    Taeyeon tetap mesum walo udah mabuk

  16. Airin mengatakan:

    Jadi selama ini taeng nyimpen perasaan ma yul tapi keburu yul suka ma sica

  17. ItemLuphJenong mengatakan:

    annyeong
    hemeh tae suka yuri.??sayang ne ff yulsic bukan taeri.. gpp masi da paneh

  18. coel mengatakan:

    Hahaha baru kali ini baca tae punya prasaan sma yuri, biasa cinta prtama taeyeon klw ngk fany jessica.. Udh tae ama panul aja.. Udh maen pukul2 butt tu hahaha

    Penasan klw jessica tau klw yuri ada niat bunuh dia, jessica bncii yuri ngk ia??

  19. Kwon Echa Kwon mengatakan:

    Wow Taeri moment😀

    Love fight -_-

  20. kwonlovesica mengatakan:

    yul cm bwt sica…waduh yul tega bgt km nolak tdr ma sicababy pdhl pgn haha. seru bgt ni ff ngguinya ampe kbyg2 haha.

  21. Vana mengatakan:

    Tae punya perasaan sama yul y???

  22. SicaBaby mengatakan:

    what?? Tae pnya rasa ke yul??? gak nyangka.. heheheh :^

  23. hana mutia mengatakan:

    yuri taeng??? jd cinta pertama yul itu taeng??? o_0

  24. RZ mengatakan:

    whaaaat??? jadi sebenarnya taeng suka sama yul?? omg….T^T huhuhu sabar ya taeng. ada tiffany kok, sama tiffany aja ya taengpa🙂 okeeeh. hohohoho
    ayoo dong yul, make your move..katakan sama sica yg sbnrnya.

  25. Natalia kristiani mengatakan:

    ada scenenya YCFTS ni ye
    lanjut thor

  26. Wati sone mengatakan:

    Wah tae trnyata suka ma yul kya sica malu nih buang angin di smping yul kekeke di tnggu lnjtny

  27. sone42252 mengatakan:

    Kasian tae cintanya bertepuk sebelah tangan, tenanga aja tae masih ada fany kok

  28. riyukarina mengatakan:

    wakakakakkaa scene kentut itu emg kocak … jd inget drama MLFAS …
    melototlah saat tau tae pnyavrasa buat yul wakakaka…
    ok dlanjut ^_^

  29. RF_yulsic mengatakan:

    oh,ternyata tae suka ama yuri,,uuh,kasian tae bertepuk sebelah tangan,tenang ada ppany koq,

  30. aulshi mengatakan:

    oww,,,, jangan ikuti pikiran kamu yul,, ikutilah apa jkata hatimu hahah

  31. vina mengatakan:

    cinta prtama taeng yul toh, udh taeng biar yul sm sica, taeng sm pany aja yak heheh lanjut thor n makasih dah update

  32. pipit mengatakan:

    oh jd slm ini tae suka m yuri ..udh yul m suca tae m fany dh

  33. tartar mengatakan:

    aigoo awal” kocak tp knapa diakhir kayak gitu thor????
    hah tae suka yul yah??

  34. ~ mengatakan:

    ah rapih nih cerita kalo menurut gue, nyeritainnya pas banget ringan dan enak banget lah dibacanya sama ceritanya juga yg pas akaka ini beneran thor hehe duh yuri suka tapi terjepit (?) tae juga suka?! Omg hellow wkwk

  35. byun913 mengatakan:

    ja…ja…jdi taeng cinta yuri dan yuri gk tau sma sekali
    sungguh trlaku yuri…
    taeng patah hati,,, kn yg pnting ada fany taeng
    klau kek gni trus yul bklan ngelukai sica donk…

  36. kiyeeen mengatakan:

    Anyeongggg, Reader Baru here😀 ijin baca thor salam kenal yaaaa ^^

  37. Javier janetti mengatakan:

    nah ada taeri >< .. tapi sayang gak bakal kesampaian alias bikin cerita You Who Came From the Stars ala yulsic lah kek nya seruuuu.. do yuri-shi "9

  38. Xiao Prince mengatakan:

    Huaa.. Taeng?? Kaget gue pas baca bagian Yultae.. ahh, sica kentut? Bwahaha! Itu pasti malu banget! Gue suka suka sukaaa epep lu yang satu ini.. keren! >,<

  39. ArChan mengatakan:

    WHATTT????!!!! tae suka sama yul???

  40. yulsic mengatakan:

    apa taeyon yuri /////

  41. ravi mengatakan:

    ohhh.. jd taeyeon cinta sama yuri tpi yuri cinta mati sama sica..
    good!! cerita cinta segitiga~

  42. iloeng mengatakan:

    apaaaaaah *jengjengjengefeklagunya
    aduh taeng masa sama” kumpulan soebang suka sih hahaha
    noh fany nganggur hahaha

  43. Little Kim mengatakan:

    ternyata yul nyimpan rasa buat yul,,tp yul udah trlnjur pnya rasa sma sica…kasiaann tae..

  44. anirecamp mengatakan:

    Wou…tae punya prasaan sma yuri

    Kata2 yuri k sica dalem bnr, gra2 cemburu dan dilema g bsa memiliki malah jg tmpa sadar menyakiti sica T_T

  45. seororo mengatakan:

    aahh ternyata taeng suka sama yul..
    taeng kau harus bisa move on. ada tiffany disebelah apartemenmu kan

  46. icyjung mengatakan:

    Woah.. Gtw napa gua jatuh cinta banget sama nih ff.. Selalu penasaran sama kelanjutanny.. Thor sambung dong hehe

    Tae suka sama yul itu sesuatu haha
    Suka pas yulsic lgi happy2 kyk gini, moga aja yulsic baik2 kdepanny..

  47. fabiiankwon mengatakan:

    sumpah ngakak paas baca part sica nhan gaas😀 dasar jenong pea sok jual mahal..sok malu padahal malu maluin😀

    oh.. jadi tae suka yuri tapi yuri suka sica???

  48. tayuya mengatakan:

    Jadi tae punya rasa sama yul, omo..

    Itu bener2 yah tippany, abis tuh orang yg berbuat jahat sama dia kkeke.. untung taeng kuat. Abis hangover langsung liat ruangan yg keseluruhannya itu pink, errrrhhgttt gua sih langsung game over taeo_O

  49. ga tahu harus komen apa

  50. suparkwon mengatakan:

    Hiks dirimu hru kuat my daddy yul. Buat jgai sica n jga cinta yg kau miliki

  51. yurisone_0508 mengatakan:

    Oh jd taeng suka m yul…ah my yultae feels

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s