Honesty (YulSic/Part 2)

Posted: Mei 25, 2014 in ff snsd, yulsic
Tag:, , ,

Tittle : Honesty
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Drama, Romance
Lenght : Chapter
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung and Other Cast

Inspired by Drama Boys Before Flower.

Song lyric by :
*Taemin – Steps (OST. Prime Minister and I)
*Suzy – Winter Child (OST. Dream High)

Honesty
.
.
.
.
.
-Part 2-

“Hey bodoh, aku menunggumu di N Tower nanti malam.. kalau tidak datang mati kau..” Yuri menunjukkan jarinya ke arah Sooyoung dengan serius. Matanya berkilat tajam. Sooyoung menelan jajangmyun di mulutnya, Hyoyeon tertawa kecil sambil tetap mengocok kartu tarot di tangannya.

“Bagaimana?” tanya Yuri. Wajah seriusnya kini berganti dengan seringaian bodoh.

“Kalau seperti ini, Jessica pasti akan semakin terpesona padaku, kan?” lanjutnya penuh percaya diri. Hyoyeon menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Yul. Barusan adalah kata-kata teraneh yang pernah kudengar untuk mengajak seorang gadis kencan.” Sooyoung tak habis pikir dengan kelakuan Yuri yang semakin hari semakin diluar akal sehat saja.

Hari ini Yuri berencana mengajak Jessica pergi dan sejak pagi gadis itu terus berlatih dihadapan kedua sahabatnya yang alhasil membuat Sooyoung dan Hyoyeon pusing.

“Pertanyaanku adalah, kenapa kau tidak mengajak Jessica dengan cara yang normal saja?” tanya Hyoyeon. Yuri menoleh sambil membulatkan kedua matanya.

“Maksudmu aku tidak normal?”

~~~~~~~~~~

I walked alone
Following your steps
On this road we walked
My heart feels lighter

On this road together
The many days we longed
How far it felt
I’m sure you struggled even more

Will you come here?
After you take one step closer
Come into me as much as you were that far away

Yuri memicingkan matanya. Berusaha mencari keberadaan Jessica di tengah kerumunan murid-murid yang ada di kantin. Waktu istirahat sudah berjalan sekitar 15 menit dan selama itu pula Yuri terus mencari keberadaan yeoja blonde tersebut tapi belum menemukan tanda-tanda keberadaannya. Jessica tak ada di antrian mengular siswa yang tengah mengambil makan begitu pula di meja sudut ruangan tempat biasa gadis itu duduk.

Dimana gadis itu? Yuri menghela nafas lantas menyeret kakinya meninggalkan kantin.

Langkah kaki gadis tanned itu terdengar menggema di lorong yang panjang dan sepi. Ruangan musik. Ya, tempat itu yang muncul di kepala Yuri. Jessica sering menyendiri dan menghabiskan waktunya disana. Tempat itu terletak di ujung koridor yang disangga dengan tiang-tiang tinggi. Di sebelah kanannya tepat ada taman dan sebuah kolam ikan.

Yuri menghentikan langkahnya begitu mendengar alunan lembut piano. Benar saja, Jessica tengah duduk di belakang grand piano putih dengan mata terpejam dan jari-jari yang menari lincah diatas tuts. Yuri tersenyum sambil terus memandangi gadis itu melalui jendela.

“Hai..”

Jessica menghentikan permainnannya, membuka mata lalu memandang Yuri sekilas. Bagaimana bisa Jessica tidak menyadari kehadiran gadis hitam ini sebelumnya?

“Sejak kapan kau berdiri disana?” Jessica sebenarnya tidak peduli hanya saja gadis itu tidak bisa menahan dirinya untuk tetap bertanya.

“Cukup lama untuk menikmati konser solomu.” jawab Yuri sambil berjalan ke dekat Jessica lalu duduk di sampingnya.

Yuri meletakkan jarinya diatas piano lalu memainkan lagu yang Jessica mainkan sebelumya. Lagi-lagi Jessica tak bisa menahan dirinya untuk menatap Yuri.

“A Thousand Years itu lagu yang romantis. Aku juga suka. Pasti kau sengaja memainkannya untukku, iya kan?”

“You wish!” cibir Jessica. Kapan si hitam ini berhenti bersikap terlalu percaya diri?

Jessica hendak beranjak dari kursinya tapi terhenti begitu Yuri menahan pergelangan tangannya.

“Ada apa?” tanya Jessica kesal.

“Jam 7 malam nanti temui aku di N Tower.”

“Hah?”

Jessica sebenarnya tidak mengerti tapi sebelum yeoja blonde kembali bertanya Yuri sudah pergi dari hadapannya.

Apa-apaan dia itu? Datang dan pergi seenaknya. Ditambah lagi selalu mengatakan hal-hal yang membuat orang bingung.

I want to shout out and call you
Look at me, who I’ve hidden
My heart is relayed so that it’s felt wholly
It’s time for goodbye yet
Please tell me that it’s not
I won’t rush, it has just started now
Just stay like that

~~~~~~~~~~

Malam ini adalah malam terakhir pasangan Jiwoong-Sunye di Korea sebelum mereka pergi ke Amerika dan menetap disana. Setelah menikah Mr. Kim menugaskan anak sulungnya untuk memimpin cabang perusahaan mereka di negeri Paman Sam tersebut.

Di hari terakhir pasangan pengantin baru tersebut di Korea, Mr. Kim mengadakan makan malam keluarga di sebuah restoran mewah. Tunangan Taeyeon -Jessica- yang juga hadir di acara malam itu duduk di kursinya dengan gelisah. Jessica hampir tidak menyentuh makanannya dan selalu mencuri pandang keluar jendela. Gadis itu juga tidak terlibat dalam obrolan dan hanya berbicara ketika ada yang bertanya dan selebihnya Jessica hanya diam dan tenggelam dalam dunianya sendiri.

Taeyeon yang duduk di samping Jessica tentu saja menyadari gelagat aneh gadis berambut pirang tersebut. Hal itu lantas membuatnya menduga-duga.

Apa yang sedang Jessica pikirkan saat ini?

Walaupun penasaran, Taeyeon menahan dirinya untuk bertanya. Lagipula siapa Jessica untuknya? Sampai-sampai Taeyeon harus peduli pada gadis itu dan segala hal tentangnya?

“Taeng, maafkan aku. Sepertinya kami tidak bisa hadir di acara kelulusanmu nanti.” Jiwoong memotong steak di piringnya sambil melirik Taeyeon sekilas. Jiwoong merasa bersalah pada adiknya tersebut, padahal laki-laki itu sudah berjanji pada Taeyeon sebelumnya kalau dia akan datang di pesta kelulusan Taeyeon tapi apa boleh buat. Urusan perusahaan yang mendesak membuat Jiwoong tak punya pilihan, bahkan bulan madunya juga tertunda karena hal ini.

“Tidak perlu di pikirkan Jiwoong-ah, Taeyeon pasti mengerti.” hibur Mrs. Kim. Taeyeon menatap wanita paruh baya itu sekilas sebelum kembali menyantap makanannya dalam diam.

“Umma akan ada disana untuk menggantikan Jiwoong dan Appa yang tidak bisa hadir.” ucap Mrs. Kim sambil tersenyum.

“Tidak perlu.” potong Taeyeon cepat.

“Bibi tidak perlu melakukannya.. karena bibi bukan ibuku jadi berhentilah bersikap seperti itu.” lanjutnya.

“Kim Taeyeon!!” Perkataan Taeyeon membuat Mr. Kim marah tapi Taeyeon tak peduli. Gadis itu meletakkan peralatan makannya, membungkukkan badannya lalu pergi.

“Aku sudah selesai, permisi!” ucapnya sambil berlalu.

“Dasar anak tidak punya sopan santun!” geram Mr. Kim. Jiwoong berusaha menengangkan ayahnya agar tekanan darah pria paruh baya itu tidak naik lagi seperti beberapa tempo lalu. Disisi lain Jessica juga bergegas pamit dan berinisiatif menyusul tunangannya yang baru melewati pintu keluar.

Mrs. Kim mengelus tangan suaminya, wanita itu merasa bersalah karena dirinya -lagi-lagi- menjadi penyebab pertengkaran sang suami dan anaknya.

Jessica merapatkan hoodienya begitu keluar dari restoran. Taeyeon sudah berdiri di samping mobilnya dan menyuruh Jessica masuk tanpa bicara. Walau Jessica tau jika hubungan Taeyeon dan Mr. Kim tidak terlalu baik tapi harus diakui jika tadi adalah pertama kali Jessica melihat keduanya bertengkar secara langsung.

Kendaraan yang mereka tumpangi merayap di jalanan padat Seoul malam itu. Suhu yang dingin membuat aspal licin, hal itu mau tak mau membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Dalam keadaan normal waktu tempuh dari restoran ke rumah Jessica menghabiskan satu jam perjalanan tapi sekarang sudah hampir dua jam tapi Jessica belum sampai. Selama itu pula Jessica terus mencuri pandang kearah Taeyeon yang duduk di belakang kemudi -masih- tanpa suara.

Untuk mengusir atmosfer ‘mencekam’ diantara keduanya Jessica memberanikan diri mengucapkan pertanyaan -yang sebenarnya begitu retoris. “Gwenchana?” Ya, ya, Jessica tau jika suasana hati Taeyeon sedang tidak begitu baik tapi… dia hanya ingin memastikan.

“Ne.” jawab Taeyeon tanpa menoleh. Jessica membulatkan mulutnya sambil mengangguk-angguk kecil.

Tanpa sadar gadis blonde itu terus memperhatikan penampilan Taeyeon -menilai penampilannya. Sebelumnya Jessica memang tidak menyadari hal ini, tapi kalau diperhatikan dengan seksama Taeyeon sebenarnya memancarkan aura berkharisma di sekelilingnya. Wajahnya imut dan menawan disaat yang bersamaan. Sayangnya, sikap dingin dan tertutupnya membuat Taeyeon tampak ‘tak tersentuh’. Tak jauh beda dengan barang pajangan di museum. Oke, Jessica tau perumpamaan yang satu itu cukup aneh.

“Apa ada sesuatu di wajahku?”

“Ne?”

“Kenapa terus melihatku?”

“Aniyo. Aku hanya berpikir wajahmu akan terlihat berbeda saat tersenyum.”

“Berbeda?”

“Ya berbeda, seperti perubahan yang lebih baik.”

Kata-kata Jessica membuat Taeyeon tertegun. Kata-kata yang diucapkan gadis itu sama dengan yang pernah diucapkan Sunye padanya.

Sunye? Kim Taeyeon! Mulai sekarang berhentilah memikirkannya!!

~~~~~~~~~~~

Taeyeon turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Jessica begitu keduanya sampai di depan kediaman keluarga Jung.

“Gomawo.” ucap Jessica. Taeyeon mengangukkan sedikit kepalanya dan tersenyum kecil. Tersenyum? Oke, itu hal yang baru. Penilaian Jessica pada tunangannya malam ini sedikit berubah.

Gadis blonde itu terus memandangi mobil Taeyeon yang semakin mengecil di pandangannya setelahnya Jessica mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dengan gusar. Jam digital pada benda itu sudah menunjuk pukul 10 malam. Itu artinya sudah lewat tiga jam dari waktu yang dijanjikan.

“Hanya orang gila yang mau menunggu selama itu..” gumam Jessica pada dirinya sendiri. Tapi, yang sekarang dibicarakan Jessica adalah Yuri. Jessica mencoba mengingat hal ‘normal’ yang pernah Yuri lakukan tapi nihil. Tak ada satupun hal normal yang pernah Yuri lakukan. Semakin Jessica berpikir keras hal-hal gila yang pernah Yuri lakukan malah semakin jelas. Salah satunya saat study tour mereka ke Jeju-do tahun lalu. Saat itu Yuri terjun menggunakan tali bungee jumping sambil meneriakan nama Jessica dan membentuk love sign dengan kedua tangannya.

Lalu, saat Yuri khusus menyewa pesawat untuk menuliskan ‘Happy Birthday Jessica Jung’ di langit. Atau saat Jessica dirawat di rumah sakit, Yuri sengaja membeli ribuan balon dan menerbangkannya tepat di dekat jendela kamar Jessica supaya gadis itu melihatnya. Dan benar saja Jessica melihatnya, bukan hanya dia tapi seluruh penghuni rumah sakit saat itu.

Jessica terheran-heran melihat ribuan balon warna-warni berterbangan di luar jendela kamarnya. Sedetik kemudian ponselnya berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk dari Yuri.

‘Kau suka?’ tanya Yuri dalam pesannya. Jessica tidak membalas pesan itu, tapi jujur saja Jessica terharu dengan apa yang telah Yuri lakukan untuknya.

Mengingat semua itu membuat Jessica memijat pelipisnya tanpa sadar. “GAWAT!!! Dia kan memang gila… Aissshhhhhh…”

Jessica mengurungkan niatnya untuk masuk rumah. Gadis itu berbalik dan bermaksud menuju tempat Yuri tapi baru beberapa langkah berjalan Jessica berhenti dan memukul kepalanya sendiri.

“Jessica Jung apa yang kau pikirkan?” terikanya frustasi.

“Kalau kau datang makhluk hitam itu akan semakin besar kepala!!” ujarnya ngeri.

“Jangan pedulikan dia!! Jangan pedulikan!!” Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berharap Yuri segera menghilang dari pikirannya. Kali ini dengan mantap gadis itu kembali berjalan menuju pintu rumahnya. Baru saja Jessica akan memutar kenop pintunya, bayangan Yuri kembali muncul.

“Arghhhhhh!!” Jessica berteriak kesal sambil mengacak rambutnya.

“Kwon Yuri!! Aku akan benar-benar membunuhmu!!”

~~~~~~~~~~

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Yuri bersandar pada pagar sambil mendekap tubuhnya yang mengigil. Gadis itu bersikap egois pada tubuhnya sendiri dengan memaksakan menunggu Jessica di luar daripada di dalam gedung. Yuri sengaja melakukannya supaya Jessica bisa menemukan keberadaannya dengan mudah.

Jessica berjalan dengan tergesa saat menaiki tangga-tangga menuju N Tower. Suhu yang turun drastis malam itu membuatnya kesulitan karena anak tangga yang ditapakinya menjadi licin. Jessica merapatkan hoodie ke tubuh mungilnya seraya terus meruntuki Yuri dalam hatinya.

“Eekkkk!!” Jessica mengeluarkan dolphin screamnya saat dirinya hampir saja terjungkal kebelakang. Untung saja refleks Jessica cukup bagus, dia masih sempat mencengkram pagar pembatas sebelum jatuh. Memang Jessica selamat tapi sayangnya high heels kesayangannya tidak, benda itu tersangkut dan patah. Saat itu pula kekesalannya pada Yuri bertambah berkali-kali lipat. Dengan berat hati terpaksa Jessica mematahkan heels sepatu yang sebelahnya supaya tingginya sama.

Jessica menatap putus asa kumpulan anak tangga di hadapannya yang seakan tiada habisnya. Selama itu pula rencana-rencana jahat terus bermunculan di kepalanya.

“Coba aku pikir, sebaiknya apa yang harus kulakukan saat bertemu dengannya?” Jessica berbicara pada dirinya sendiri dengan nafas tersenggal.

“Aku akan menjambak rambutnya sampai rontok semua!”

“Aku akan menendangnya dengan tendangan karateku lagi!”

“Ah, aniyo! Menghajarnya sampai babak belur terdengar lebih mengasyikan!”

“.. dan kurasa melemparnya dari puncak N Tower juga bukan ide yang buruk!” Jessica tersenyum evil sambil memandangi bangunan tinggi di depannya.

Sambil menunduk Yuri terus menghitung dalam kepalanya. Beberapa saat kemudian Yuri merasakan butiran-butiran salju menghujani tubuhnya, salju pertama tahun ini. Gadis itu mendongakkan kepalanya dan menemukan Jessica sudah berdiri di sampingnya dengan nafas putus-putus.

“Ya!! Apa otakmu tidak berfungsi dengan baik?” Jessica langsung memuntahkan kekesalannya. Mungkin jika mereka tokoh kartun, Yuri yakin saat ini kepala Jessica sudah berasap seperti cerobong kereta.

“Dasar idiot!! Bagaimana kalau aku tidak datang?!” Jessica melanjutkan omelannya sambil berkacak pinggang.

“A-aku tau kau pasti datang…” Yuri masih bisa membalas omelan Jessica dengan kalimat overconfident yang sudah menjadi ciri khasnya serta seringaiannya yang memuakkan -menurut Jessica.

“Aku bersumpah aku akan-” kata-kata Jessica terhenti begitu Yuri menghambur kepelukannya. Jessica tidak menolak ataupun membalas pelukan Yuri namun satu hal yang dia tau. Saat tubuhnya dan tubuh gadis beraroma mint itu menyatu saat itu pula jantungnya berdebar dengan sangat keras. Bahkan untuk sesaat Jessica berpikir kalau benda itu berhenti berdetak.

Nanana nanana nanana nanana
Don’t ever leave me again
Na na nanana na
I guess we are getting used to each other

Will you come here?
A love that has formed like magic
Come into me so you won’t ever hurt again

I want to shout out and call you
Look at me, who I’ve hidden
My heart is relayed so that it’s felt wholly
It’s time for goodbye yet
Please tell me that it’s not
I won’t rush, it has just started now
Just stay like that

Nanana nanana nanana nanana
Don’t ever leave me again
Na na nanana na
I guess we are getting used to each other
Just stay like that

Dan satu hal yang benar-benar Jessica yakini. Tubuhnya terasa panas -dalam arti sesungguhnya.

“Yuri you’re so hot!”

“I know i’m hot.. no need to shout.” jawab Yuri sambil tertawa kecil sementara tangannya masih melingkari pinggang Jessica. Gadis blonde itu berdecak kesal lantas mendorong kepala Yuri dengan jari telunjuknya.

“Bukan itu maksudku kau monyet bodoh! Maksudku kau demam!”

~~~~~~~~~~

Jessica dan Yuri duduk di restoran putar yang ada di N Tower. Anehnya, untuk sesaat Jessica memilih melupakan semua kekesalannya dan lebih menikmati pemandangan di hadapannya. Yuri tengah menghabiskan sup pesanannya dengan cara meminum sup itu langsung dari mangkoknya. Benar-benar cara makan yang tidak elegan.

“Mashita~” Yuri tersenyum sambil mengelus perutnya yang telah terisi penuh.

“Dasar bodoh.” gumam Jessica sambil mengalihkan pandangannya, hanya agar Yuri tak melihat senyumannya.

Selesai dengan semua makanan pesanannya Yuri lantas bersidekap di atas meja. Gadis tanned itu terus memandang Jessica dan membuat Jessica balik memandangnya dengan satu alis terangkat.

“Hari ini ulang tahunku.”

“Lalu?”

“Kau tidak ingin mengucapkan sesuatu padaku?”

“Misalnya?”

“Sica~” rengek Yuri, “Aku tau kau tidak setega itu. Ucapkan.. aku ingin dengar.. please~” Yuri berkata dengan suara -yang dibuat-buat- imut yang sangat Jessica benci sambil memasang ekspressi yang membuat Jessica geli. Gadis tanned itu memanyunkan bibirnya sambil memandang Jessica dengan mata sipitnya yang berusaha dibuat sebulat mungkin.

Jessica tau jika Yuri takkan berhenti sebelum gadis itu menuruti keinginannya.

“Selamat ulang tahun.” ucap Jessica. Yuri tersenyum lebar setelah mendengarnya.

“Apa?” Jessica kembali bertanya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Kali ini Yuri memandangnya penuh harap.

“Hadiahku?”

“Aku tidak membawa apapun.”

“Aku memang tidak menginginkan apapun darimu, aku hanya ingin hadiahku yang dulu. Yang belum sempat kuambil. Kau ingat?”

Jessica berdehem sambil memperbaiki posisi duduknya. Pembicaraan semacam ini yang selalu Jessica hindari ketika dirinya bersama Yuri. “Apa yang kau bicarakan?”

“Aku yakin kau mengerti apa yang kubicarakan.” Yuri tersenyum penuh kemenangan. “Aku hanya tidak mengerti kenapa kau tidak mau jujur padaku..”

“Aku benar-benar tidak mengerti Kwon Yuri dan.. jika kau mengajakku hanya untuk mengatakan hal-hal yang tidak penting lebih baik aku pulang.” ancam Jessica.

“Baiklah, aku tidak akan memaksamu.” Yuri mengalah dengan sikap keras kepala gadis di hadapannya. Dia tidak mau merusak mood Jessica di malam spesial ini.

“..tapi jika kau sudah siap memberikan hadiah itu, katakan padaku..” Yuri tersenyum. Senyum yang kali ini terlihat begitu manis di mata Jessica.

~~~~~~~~~~~

Sekarang keduanya berdiri di luar sambil memandangi puncak N Tower.

“Suatu hari nanti.. aku akan membawamu ke sana dan kita akan memasang gembok seperti yang dilakukan sepasang kekasih.” Yuri berkata sambil terus menggenggam tangan Jessica.

“Aku tidak percaya mitos.”

“Kau memang tidak perlu percaya mitos kau hanya perlu percaya padaku..” jawab Yuri sambil mencubit hidung Jessica yang memerah karena kedinginan.

“Jauhkan tanganmu dariku!” Jessica menepis tangan Yuri dengan kasar, sepertinya gadis itu tidak sadar jika tangan mereka yang lainnya masih saling bertautan.

Yuri tiba-tiba mendekatkan wajah mereka, refleks Jessica memundurkan kepalanya. Gadis berambut pirang itu kesal karena Yuri selalu membuat gerakan tiba-tiba.

“Wae?” kesal Jessica.

“Apa aku salah lihat?”

“Apa?”

“Sepertinya aku melihat kerutan di sudut matamu..” ucap Yuri santai dan membuat Jessica panik. Kerutan? Yang benar saja! Dia baru 18 tahun!

“Mungkin karena kau sering marah-marah makanya cepat mengalami penuaan.”

Setelah mendengar perkataan Yuri, tanpa pikir panjang Jessica langsung memukuli dada gadis tanned itu dengan kepalan tangannya.

Yuri masih tertawa sambil berusaha menahan tangan Jessica.

“Kenapa kau selalu memukulku?”

“Karena kau pantas mendapatkannya!”

Jessica berbalik dan pergi namun sedetik kemudian langkahnya terhenti saat Yuri menahan pergelangan tangannya lalu membalik tubuhnya.

“Malam ini sama seperti malam itu..” Yuri memandangi salju yang berjatuhan di sekitar mereka. Malam ini dan malam itu sama-sama hari pertama salju turun. Jessica tidak menjawab, gadis itu sibuk memandangi iris Yuri yang kecoklatan.

Perlahan Yuri mendekatkan wajahnya dan membuat Jessica menahan nafas saat nafas hangat Yuri menyentuh pori-pori kulit wajahnya. Tanpa disadari semakin Yuri mendekat mata Jessica semakin berat dan tertutup dengan sendirinya, seakan-akan hal itu adalah satu-satunya hal yang dapat Jessica lakukan. Dan saat bibir lembut Yuri bersentuhan dengan bibirnya, Jessica merasa kakinya tidak menginjak bumi untuk pertama kalinya.

Ciuman itu… ciuman pertamanya.

~~~~~~~~~~

Usianya 8 tahun saat Yuri pertama kali menginjakkan kakinya di kota bernama New York. Malam itu seharusnya Yuri merayakan ulang tahunnya bersama BoA tapi satu hal tak terduga membuatnya harus duduk sendirian di taman kota. Yuri kecil begitu ketakutan. Sambil menundukkan kepalanya Yuri duduk di salah satu kursi tanpa bicara. Jika saja dia tidak nakal dan menuruti kata-kata pengasuhnya tentu Yuri takkan terpisah dari kakaknya dan tersesat. Yuri tidak bisa menanyakan arah karena orang-orang tinggi besar dan berambut terang yang ada disini berbicara dengan bahasa yang tak dapat Yuri mengerti. Selain itu orang-orang tinggi besar disini rata-rata berjalan dengan langkah cepat seakan mereka tengah kebelet ke toilet atau semacamnya.

Saat itulah Yuri bertemu dengan gadis kecil berambut terang yang -tanpa diduga- bisa berbicara dengan bahasa yang Yuri mengerti.

“Jadi kau tersesat?”

“N-ne..” Yuri menjawab dengan suara gemetar karena gadis itu menangis. Air mata yang sedari tadi di tahannya keluar tanpa bisa Yuri cegah. Gadis kecil itu takut, bagaimana kalau dia tidak bisa pulang selamanya?

“Gwenchana..” gadis kecil berambut pirang tersebut menepuk pelan pundaknya. Yuri menghentikan tangisannya sambil menghapus airmata dengan tangan mungilnya. Sudah 3 jam Yuri duduk disana, dia kedinginan -karena salju mendadak turun-, ketakutan… dan lapar.

Gadis kecil berambut terang tersebut tekekeh saat mendengar perut Yuri yang berbunyi cukup keras. Sementara Yuri menundukkan kepalanya karena malu.

“Aku punya ini, ambilah!” gadis kecil itu mengambil cokelat dari saku jaketnya dan menyerahkannya pada Yuri.

“Gomawo.” ucap Yuri malu-malu.

“Jadi hari ini ulang tahunmu?” tanya gadis kecil itu memastikan setelah mendengar cerita Yuri. Yuri menganggukkan kepalanya sambil menelan potongan cokelatnya yang terakhir.

“Mau aku nyanyikan lagu?”

“Kau bisa menyanyi?”

“Ne…” ucap gadis kecil itu semangat. Gadis itu beranjak dari kursi lalu berdiri di hadapan Yuri.

Born in the winter
this beautiful you
clean like snow
you who belong to me

Born in the winter
my lover
clear as snow
you who belongs to me

Regardless whether it’s
spring, summer, autumn, or winter
Always clear and clean

Happy Birthday
Happy Birthday , Hoo…
Happy Birthday
Happy Birthday To You

Yuri bertepuk tangan semangat saat Jessica menyelesaikan lagunya namun Jessica menautkan kedua alisnya seperti orang bingung.

“Kenapa?” tanya Yuri penasaran.

“Karena ini acara ulang tahun harusnya, ada cake, lilin dan hadiah..” gadis blonde itu tampak kecewa. Setelahnya dia meraba-raba saku jaketnya dan tak menemukan apapun yang bisa dia jadikan hadiah untuk Yuri. Cokelat tadi adalah satu-satunya benda yang dia bawa.

“Gwenchana, aku tidak perlu semua itu..” kata Yuri, tapi gadis kecil berambut terang tersebut nampak tidak puas.

“Baiklah, aku akan memberimu satu permintaan sebagai hadiah.”

“Ne?.. itu tidak perlu.”

“Kau tidak boleh menolak. Karena kita sudah tidak punya cake dan lilin setidaknya kau tidak boleh menolak hadiah dariku. Aku memberimu satu permintaan dan kau boleh meminta apapun.”

“Sungguh? Apapun?” tanya Yuri ragu.

“Ne, apapun.” jawab gadis kecil itu mantap.

Yuri tersenyum dan mengangukkan kepalanya. “Aku akan memikirkan dulu apa yang kuinginkan. Boleh aku memintanya padamu saat kita bertemu lagi?”

“Tentu saja.”

“Gomawo.. oh ya, siapa namamu?”

“Namaku Jessica..”

“Aku Yuri..”
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. RF_yulsic mengatakan:

    ohhh,jadi yulsic udah kenalan dari dulu yya,,akhirnya ada juga adegan romantis yulsic #nunjukkissscene,,,tapi kayaknya taeng udah mulai suka nih ama sica,love triangle deh,,di tunggu chap selanjutnya yya !fighting!!

  2. eyek2912 mengatakan:

    kyaaa gw sukaaaaaaa….sukaaaaaaaaaa………!!!
    .
    .
    >.< cute cute

  3. ienyoonaddict89 mengatakan:

    annyeong..

    yulsic udh kenal dari kecil
    tapi ko sicca kyk yg lupa gitu..

    penasaran permintaan apa
    yang yul mau dr sicca..

  4. tee_coffee1120 mengatakan:

    apa disini ga ada miyoung? hehee.. kkab yul emang ga pernah ngelakuin hal yg normal hahaa

  5. gorjes spazer mengatakan:

    cie..cie..yulsic kissing..n trnyata sica tmn kcil yul pas d NY…nah tu d kasih bonus prmntaan…saatx d tagih..tp sica ga inget yul pdhl yul ud cb ingetin…ada taeng jg lgi…status tunangan ma sica wlpun ga sling cnta…seru thor…lnjut y…soon…

  6. SicaBaby mengatakan:

    Sweet bngett Yulsic nya >_< ❤
    aahhh gk sabar nunggu next chap nya ^^
    ternyata tae suka ama sunye tapi sayang udh nikah ama jiwoong oppa..Tae bkal ketemu ama fany gk thor?????

  7. sone42252 mengatakan:

    ow ow ow akhirnya ada adegan yulsic yg sweet walau pun awalnya yul harus rela nunggu ampe 3 jam an n dpt hadiah spesial dari sica yaitu omelan

  8. holmesrand0505 mengatakan:

    Oooo jd gituuu..
    Tapi dipikir pikir yul gila juga ya..
    Berani ngelakuin apa aja buat sica baby..hahaha
    Yul fighting!!!

  9. ravi mengatakan:

    ya!!!
    taeng gk blh suka sama sica..
    sica hanya untuk yuri seorang^^
    ok..okkk!!

  10. newbie86 mengatakan:

    Uuuhhhh….yulsic bt senyum2 sndr nich….
    Sica dingin bngt k yul….
    Pdhl wktu kecil trnyta mrka udh slng kenal bhkn sica ngasih 1 permintaan….
    Yulsic kissing scene….tp suka jg pas sica psrah d kiss yul…
    Penantian brjam2 ny yul dpt kado istimewa….
    Thor, bodyguard ny jg d lanjut ye….semangat….

  11. kwonjess mengatakan:

    yul minta hatinya sica yaaaa….

    kiss scene ihhh so sweet

  12. aulshi mengatakan:

    masih penasaran kenapa yul ampe berahir dirumah sakit,,,,
    lalu kenapa pula sica nggak ingat dengan yul kecil? apa dia memang ingat tapi sengaja tidak mengingatnya karena statusnya sekarang?
    itulah kwon seobang, akan melakukan apapun untuk sicabay, walaupun itu adalah hal yang konyol dan juga gila
    berharap jika sica dapat membalas perasaan kwon seobang
    hahaha lucu juga melihat hyoyulsoo hahaa kocak mereka,
    yul mana ada cara meminta kencan dengan begitu sarkas begitu? hahhaha

  13. hana mutia mengatakan:

    ohhh… jd sblmnya yulsic udh pernah ktmu o_0
    dannnn yulsic kisseuuuuuu🙂
    seneng dehhh…
    buat smntara abaikan taengsic yaaa ahahaa

  14. NewReader mengatakan:

    So sweet masa kecil yulsic🙂

  15. Wilhelmina mengatakan:

    aw aw gue reader baru, honesty ceritanya manis banget dan dramatis and then gue ngefans sama karya lo yg bodyguard selebihnya yulsic moment diperbanyak, jangan kelamaan dilanjut juga thor supaya reader lain ga bete nunggunya kaya gue inih hahaha:D

  16. taeny mengatakan:

    YuLsic So Sweet🙂
    Thor2 boleh mnta sesuatu gak #syahrini kali ah :p
    Lw bisa di sini Yul nya di “siksa” dulu perasaan nya sma Sicca thor😀😀
    #kejambangetgwe

  17. t mengatakan:

    Assseekk aseeekk. Kece

  18. defy86devampire mengatakan:

    apa jessica mengalami lupa ingatan? yuri benar2 setia menunggu jessica selama 3 jam.

  19. byun913 mengatakan:

    yuri org pling pede nomor wahid…
    udh ditolak scra terang2an pn msi aja senyum2
    ciuman pertama pertemuan pertama trjadi d salju pertama bner2 sweet…

    thor kmu melupakan gomiyoung…

  20. Freesoshione mengatakan:

    Yul keras kepala itu karena sica . . Apapun yg dia lkukan smua itu krena ada alasan nya . .
    Heran knpa sica bsa ga ingat bgtu ya ???

    Lanjuttt

  21. uli_sone mengatakan:

    Kalo yg laen nanya “apa jessica lupa ingatan?” Kalo gue penasaran kado apa yg yg diminta yul?
    Gue seneng yul dipukulin, itu cute menurut gue:D
    Upsoon and don’ t forget your other story ‘BODYGUARD’, okok?

  22. Revan_Sicababy mengatakan:

    Acieee ini manis bener si yuri . Dia minta apa yah kira2 dari jessica . Gw penasaaraan semakin sruu ini thor😀

  23. oebayoonyul mengatakan:

    aigo…. jadi mereka dr kecil,, dulu sica manis banget, apa mereka tau masa kecil yulsic hiks hiks ,,,

  24. Airin mengatakan:

    Yul udagh kenal sica dari kecil tapi kenapa sica kayak yang gak inget ma yul yach??

  25. coel mengatakan:

    Yulsic nya cute^^.. Trnyta udh knal dr kcil.. Tp jessica ingt ngk tu yuri tmn kcil nya?

  26. kwonlovesica mengatakan:

    OMG ini sweet bgt yulsicny thor..sica baby ujung2ny pasrah dikiss yul haha. hidup yulsic pokokny.

  27. Harahap mengatakan:

    Hai.. salam kenal…
    saya raeders baruuuuuu
    mohon ijin untuk baca ya🙂

  28. Yuljee mengatakan:

    Akhirx homesty posting jg….

    Save dulu ah…

  29. joe mengatakan:

    yuri kok ngelakuin yg aneh terus deh.. hahaha pusing deh pala jessica jung..
    yulsic udah kenal dari dulu ternyata, tp kok jessica aneh gitu ya.. amnesia kah??
    taeyeon udah deh batalkan aja pertunanganmi dengan jessica. cari tiffany sana..
    ehh yuri tau ga kalo jessica udah tunangan??

  30. hjohnbossanova mengatakan:

    nah loh yang satu udah mulai suka, yang satu mulai deket… pilih yang mana haha..

  31. puy mengatakan:

    Owealaahh jd yulsic udah saling kenal dri kecil toh,,,

  32. pipit mengatakan:

    yul klo udh mnyngkut ttg sica pst sllu bersikap bodoh y n konyol lnjut thor

  33. RZ mengatakan:

    ooohh jadii yul pernah kmu jessica waktu kecil…tp kayaknya cuma yul yg ingat, apa sica pura2 lupa ya..hemmm
    flashback masa kecil yulsic, ngingetin film dream high 1. ^^ sweet momentya yulsic.
    yeaaaay akhirnya yul nekat juga, ciumana pertama.. coba mrka jadian, yah tp sica kan tunangan taeyeon.😦

  34. LiaTaegangster mengatakan:

    Sumpah deh gue suka bgt ama nih cerita. Disini bnr2 kaya karakter asli mrk gtu. Yuri kan emng rada eerrr…. Ya gtu laah… Nah jessica juga. Apalagi taeng…
    Penggabungan 2 cerita ya thor?

    Gue udah tunggu bgt nih ff nya.

  35. blackpearljess^^ mengatakan:

    tiba2 mendarat dsni aj.. hehee
    gw bru baca part ini blm baca part 1 ny thor,,
    tp udh lngsung suka ama crita ini..
    tq^^

  36. Xiao Prince mengatakan:

    Ternyata yuri kecil penakut, eh gedenya nyebelin -_-

    Suka-suka.. lanjutnya agak cepetin.. penasaran ni.. semangat thor!

  37. prillyties mengatakan:

    Owww yulsic udah kenalan duluan , wew yul ambil ciuman pertama jessica >.< cinta segitig taengyulsic

  38. ArChan mengatakan:

    ohhh jadi yulsic udah kenal dari kecil… tp masih penasaran apa yg di minta yul sama sica itu.. apa hatinya sica? -.-

    cieee yul first kiss nya sica awawwww

  39. ggloveme mengatakan:

    wuah.. keren
    jd yulsic prnah ktemu sbelumnya
    smoga sica gk menaruh hati ke tae
    jgn lama2 klanjutannya..🙂

  40. Wahyu Ningsih mengatakan:

    Mirip crta bbf sih tp.aq suka cepetan update y

  41. jetiinlove mengatakan:

    Yah ╮(╯_╰”)╭ hbs:(

  42. Lee Eun Soo mengatakan:

    Manis.. Ff buatanmu selalu manis thor.. >,<
    penggabungan beberapa drama di sini tuh terasa pas banget…
    Aku sukaaaaa..

  43. cho hyehyuk mengatakan:

    ini kpan lanjutannya. di tunggu

  44. hayulk mengatakan:

    pertama bca teaser nya kirain kayak BBF..eh tp trnyata si Sica tunangan ma Taeyeon
    Yuri sabar banget ya sampe mw nunggu 4 jam
    semangad lanjut thor ^_^

  45. kwonratna mengatakan:

    oalahhh jd yulsic udh sling kenal tho
    yeeaaaa yulsic kisseu, so sweet:-D:-D
    pensran sm yg dimnta yul ke sica, apaan ya??

  46. kwonratna mengatakan:

    penantian yuri trnyata gak sia2, malah dpt sweet moment sm sica cieeeee….
    trnyata yulsic udh prnh ktemu ya, bagus lah moga mereka makin deket

  47. rizanuzula mengatakan:

    huwaaahhh begitukah awal mula ktmunya yulsiccc…aduhhh pgen cepet2 part 3 nya niii

  48. anirecamp mengatakan:

    Sica klo ktemu yuri bawaannya ribut mulu, tp dicium g nolak ^_^
    Ternyata yulsic udah ketemu dri kecil, ada permintaan yuri yg tertunda buat sica lg, kra2 apa ya permintaan yuri nanti

  49. D@rkness mengatakan:

    ooo… Yuri udah ♥cinta♥ ma sica dri kecil toh pantas Yuri ngejar2 sica^-^. Hah… jangan blng taeng dah mulai suka ma sica, oya gue ngakak baca rencana2 jahat sica buat Yuri hahaha….. sadis2 semua^-^ next^-^

  50. tartar mengatakan:

    yuri koplak dahh..
    dasar monyet item…
    haaaa

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s