Rain (SooSun Version)

Posted: Mei 3, 2014 in ff snsd, soosun
Tag:, , ,

Tittle : Rain (SooSun Version)
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance, Angst
Lenght : Oneshot
Cast : Sunny Lee, Choi Sooyoung and Other Cast

Song lyric by : 2AM – One Fine Spring Day

Every day I cried and laughed because of you
All day, I was only filled with a fluttering heart
It’s alright, it’s alright, it’s alright
I just need to leave them all here
The memories, the traces, everything
.
.
.
.
.
.

Sooyoung berdiri di samping pintu apartemen mereka yang tidak tertutup rapat. Matanya bergantian menatap sosok gadis mungil yang telah menemaninya selama 3 tahun terakhir -Sunny- dan selembar tiket pesawat tujuan Seoul-LA diatas meja. Sunny nampak sibuk memasukan barang-barang ke dalam kardus tanpa menghiraukan kehadiran Sooyoung.

Rasanya baru kemarin mereka pindah ke apartemen ini dengan wajah ceria dan Sooyoung tak menyangka jika hubungan mereka harus berakhir seperti ini. Mata gadis jangkung itu mulai berair.

“Sunny-ah mianhe.. jeongmal mianhe.”

Sooyoung ingat betul, itu adalah salah satu hari di musim semi. Saat itu mereka -Sooyoung dan Sunny- masih sepasang sejoli yang duduk di semester akhir. Keduanya kuliah di kampus yang sama, mereka hanya berbeda jurusan. Sunny mengambil Desain interior sementara Sooyoung memilih Manajemen bisnis dengan tujuan supaya gadis itu bisa melanjutkan bisnis orangtuanya.

Harus diakui memang jika dibandingkan teman-temannya yang lain mereka tergolong pasangan yang unik. Hari-hari lebih banyak diisi dengan pertengkaran-pertengkaran daripada hal-hal romantis semacam kencan, berbagi es krim, gombalan atau hal-hal cheessy semacam itu.

Pernah suatu kali Hyoyeon bertanya pada Sooyoung, “Hal apa yang membuatmu tertarik dengan kekasihmu?”

Jika itu Yuri, gadis itu akan membeberkan 1001 alasan dengan kata-kata manis andalannya yang dipastikan membuat Jessica tersipu-sipu. Jika Taeyeon yang mendapat pertanyaan, tentu gadis itu akan langsung mencium bibir Tiffany dan berkata kalau dia sangat suka bibir merah muda Tiffany yang selalu beraroma stroberi. Jika itu Yoona, gadis itu akan menjawab jika Seohyun sangat baik dengan penuh kejujuran. Tapi kita membahas tentang Sooyoung, jangan bayangkan kata-kata gombal, kelakuan byun, atau jawab polos karena jawaban yang akan keluar dari mulut seorang Choi Sooyoung adalah jawaban yang terdengar provokatif -untuk Sunny.

“Mmm.. apa ya? Aku bingung. Kalau dibilang standar sebenarnya Sunny jauh dari standarku, aku sebenarnya suka gadis yang tingginya tidak beda jauh denganku tapi ya sudahlah. Aku suka Bunny karena dia pintar memasak dan.. punya melon yang besar.” Sooyoung tertawa karena jawabannya sendiri sementara Sunny memukulinya dengan wajah memerah. Marah, malu dan kesal bercampur jadi satu saat itu.

Namun, baik Sunny maupun Sooyoung tak pernah mempermasalahkan hal itu. Keduanya lebih suka menjalani hubungan mereka apa adanya, menjadi diri mereka sendiri. Pertengkaran-pertengkaran yang selalu mereka alami hanya sebatas masalah-masalah sepele dan tak pernah di perpanjang. Jika mereka bertengkar malam hari maka besoknya setelah matahari terbit keduanya sudah berbaikan, jika mereka bertengkar pagi hari sudah dipastikan sebelum makan siang Sooyoung minta maaf duluan -walau gadis itu melakukannya agar Sunny tetap mau makan siang bersamanya- dan jika mereka bertengkar sore hari malamnya mereka sudah baikkan dan seterusnya.

Tapi kali ini pengecualian, Sunny benar-benar marah padanya. Kali ini sampai gadis itu memutuskan untuk pindah. Pergi dari apartemen yang mereka beli bersama, di tempat yang dulu mereka impikan untuk membangun keluarga kecil yang bahagia. Sekarang semua mimpi indah itu hampir lenyap di depan matanya dan membuat hati Sooyoung sakit seperti diiris-iris.

“Sunny-ah kajima.. jebal.” Sooyoung berbisik lirih. Airmata yang sedari tadi menggenang di pelupuk matanya meluncur melewati pipinya begitu saja.

Sunny masih bergeming, ekspressi wajahnya tak berubah sedikitpun. Masih datar, gadis pendek itu bersikap seolah-olah Sooyoung tak ada di sana. Tangan mungilnya bergerak lincah memindahkan barang-barang yang ada di atas meja ke dalam kardus yang sudah disiapkannya. Gerakkannya tiba-tiba terhenti saat tangannya memegang sebuah figura. Matanya lekat memandangi foto yang kini berada di genggamannya. Foto dirinya dan Sooyoung di acara pernikahan mereka.

Sunny menarik salah satu bibirnya, dalam foto itu mereka berdua tersenyum lebar dan terlihat sangat bahagia. Rasanya sudah lama sekali, kapan terakhir kali dirinya merasa sebahagia itu?

Dua tahun lalu saat Sooyoung berlutut di hadapan Sunny dan meminta gadis itu menjadi istrinya. Sunny merasa sangat bahagia dan merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia tapi ketika mereka berdua mengucap janji suci di atas altar Sunny merasa hidupnya begitu sempurna. Sungguh saat itu tak ada hal lain lagi yang diinginkannya selain Sooyoung dan dirinya.. bersama selamanya.

Menyadari istrinya hanya terpaku di tempat, Sooyoung berjalan mendekati Sunny. Sekilas Sooyoung melihat foto apa yang Sunny pegang.

“Sunny-ah aku-” rasa bersalah seketika memenuhi rongga dadanya. Sooyoung tau sikapnya selama ini sedikit banyak sudah membuat Sunny terluka. Dan jika memikirkan hal itu, kata maaf saja rasanya tidak cukup -sangat tidak cukup.

Sooyoung lantas berlutut di hadapan Sunny, bertumpu pada kedua lututnya.

“Katakan padaku apa yang harus kulakukan Sunny-ah? Aku akan melakukan apapun asal kau mau memaafkanku. Kumohon jangan abaikan aku seperti ini lagi.. kumohon.”

Tidak ada jawaban. Sunny hanya menghela nafas lantas memasukan foto itu ke dalam kardus, bersatu dengan foto-foto lainnya. Sooyoung masih berlutut dengan kepala yang tertunduk dalam.

~~~~~~~~~~

How was your commute to work this morning?
How were you in this warmed up weather?
You, who especially got cold easily

For me, I was so busy this morning
Because I was packing to move from this place that I lived in for 3 years

“Hari ini cuaca dingin sekali. Jangan lupa di kantor nanti nyalakan penghangat ruangannya dan minum juga sesuatu yang hangat, arra?”

“Ne umma.” canda Sooyoung. Tangan Sunny yang sedari tadi membenarkan syal di leher Sooyoung beralih memukul pundak wanita itu.

Sunny memanyunkan bibirnya dan membuat Sooyoung tertawa kecil. Wanita bertubuh tinggi itu tidak tahan saja karena Sunny begitu menggemaskan, apalagi jika yeoja pendek itu sedang bersikap cerewet seperti ibunya. Sooyoung merasa keimutan Sunny bertambah berkali-kali lipat.

Wajah Sunny bersemu merah saat Sooyoung dengan sengaja mencuri ciuman darinya.

“Apa kau sadar kalau kita sedang di luar? Bagaimana kalau ada yang lihat?”

“Biar saja, biarkan orang-orang itu lihat supaya mereka itu tau kalau kau milikku. Hanya milikku dan tidak ada seorangpun yang boleh menggodamu.” balas Sooyoung dengan suara yang sengaja dikeraskan. Sunny segera mendorong suaminya kedalam mobil sebelum dia meleleh di tempat.

“Aku akan datang ke kantormu saat makan siang seperti biasa. Sampai jumpa.” Sunny berbalik dan pergi untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah sampai ke telinga. Sooyoung tertawa kecil melihat tingkah malu-malu istrinya. Padahal mereka sudah menikah hampir setahun tapi Sunny masih bersikap seperti itu, tapi Sooyoung sangat menyukainya.

“Ne, sampai jumpa Bunny sayang.”

Sunny menatap sekeliling apartemennya yang hampir kosong. Banyak kenangan yang terjadi di tempat ini dan jujur saja meninggalkannya bukan pilihan yang mudah. Apartemen yang memiliki dua kamar tidur itu dicat dengan warna putih polos.

“Kenapa harus putih?” Sunny menautkan kedua alisnya. Sooyoung yang memaksa untuk mengecat apartemen itu sendiri menjawab.

“Karena kau sudah membuat hidupku berwarna. Aku tidak butuh warna apapun lagi selama kau disisiku.” Sooyoung tersenyum dengan baju yang belepotan cat. Sunny menaikkan sebelah alisnya.

“Jeongmal?” tantangnya.

Sooyoung berjalan mendekati Sunny lantas meletakkan tangan gadis itu di dada kirinya. Sunny merasakan jantung Sooyoung yang berdebar keras di telapak tangannya, dan disadari atau tidak jantungnya ikut berdebar keras juga.

“Kau merasakannya. Hanya padamu, jantungku bereaksi abnormal seperti ini.”

Sooyoung lantas mendekatkan wajahnya dan mencium bibir ranum kekasihnya dengan lembut. Sunny membalas dengan kelembutan yang sama.

Seperti yang sudah diduga kemesraan itu tak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian Sooyoung -dengan segala kejahilannya- mengoleskan cat ke wajah Sunny. Yeoja yang lebih pendek itu murka dan berlari mengejar Sooyoung yang terus tertawa. Sebelumnya sunny sudah melumuri telapak tangannya dengan cat.

“Kemari kau Choi Sooyoung!!”

Sebelum Sunny bisa menangkapnya Sooyoung masuk ke dalam kamar mereka dan menutup pintunya. Sunny yang berniat membalas Sooyoung alhasil salah sasaran, tangannya yang belepotan cat tanpa sengaja tertempel di pintu kamar mereka.

“Choi Sooyoung! Lihat apa yang kau lakukan!” Sunny menatap horor pintu kayu kamar mereka -yang bercat kecoklatan- yang sudah terdapat cap telapak tangannya. Mendengar istrinya yang berteriak histeris, Sooyoung membuka pintunya sedikit dan mengintip keluar.

“Ada apa?”

“I-itu!!” gugup Sunny. Sooyoung menolehkan kepalanya kearah yang ditunjuk Sunny.

“Ini gara-gara dirimu!” Sunny tampak frustasi. Sooyoung membuka lebar pintu itu dan tersenyum.

“Kyeopta.”

“Huh?” Sunny memiringkan kepalanya sambil memandang wajah Sooyoung. Yeoja itu heran karena untuk sesaat dia berpikir Sooyoung akan marah padanya karena sudah mengotori pintu apartemen baru mereka -karenanya Sunny marah lebih dulu- tapi ternyata dugaannya salah.

“Bahkan telapak tanganmu saja terlihat imut. Ah, aku tau.” Sooyoung tersenyum semakin lebar saat sesuatu terlintas di kepalanya. Wanita bertubuh jangkung tersebut ikut mencelupkan telapak tangannya ke dalam kaleng cat lalu membuat cap tangan di samping cap tangan Sunny.

“Bagus kan? Ini namanya cap tangan couple.” Sooyoung tertawa dorky saat mengucapkannya.

I remember the traces of us that still have our smudges on them
It all seems like yesterday

Sunny menyentuh cap tangan Sooyoung sambil memejamkan matanya. Telapak tangan Sooyoung lebih besar, jari-jarinya lebih panjang dan lebih kuat darinya. Saat Sooyoung menggenggam tangannya rasanya segala hal berada di tempat yang seharusnya. Saat Sooyoung menggenggam tangannya semua kelelahan dan rasa takut seakan mengalir keluar dari tubuh Sunny begitu saja.

Saat Sooyoung bermasksud menghampiri istrinya, Sunny sudah membuka matanya dan kembali menghela nafas. Dengan gerakan lambat yeoja pendek itu memutar kenop pintu lalu masuk ke dalam kamar tanpa banyak bicara. Namun Sunny membiarkan pintu kamar itu tetap terbuka sementara Sooyoung berdiri di ambang pintu.

~~~~~~~~~~

A lot of your stuff is still here
I thought I didn’t have any lingering attachments but
Tears suddenly flow

What do I do with each of the stacked up memories?
They are still so clear

Sunny menemukan blazer kesayangan Sooyoung yang masih tergantung di tempat terakhir kali wanita itu meninggalkannya. Sunny masih ingat hari itu hujan deras mengguyur Seoul. Di dalam apartemen mereka terlibat pertengkaran hebat. Mereka berdua saling berbicara dengan suara keras. Saking kerasnya sampai mengalahkan suara gemuruh diluar.

“Kau berubah Choi Sooyoung!” Sunny berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan kedua tangannya. Sooyoung membuka blazer kerjanya dan menggantungkannya.

“Demi tuhan Lee Sunkyu! Aku baru pulang kerja dan kau sudah membuat kepalaku pusing.” Sooyoung menatap istrinya kesal. Keduanya sama-sama diliputi emosi sehingga tidak ada satupun yang mau berbaik hati dan mengalah. Sunny yang merasa kesal karena akhir-akhir ini Sooyoung selalu mengabaikannya merasa tak bisa lagi menahan kekesalannya. Sementara Sooyoung merasa muak dengan sikap Sunny yang beberapa waktu belakangan ini semakin protektif dan membuatnya tertekan.

Sooyoung yang sudah menjadi CEO di perusahan orang tuanya semakin sibuk begitupula dengan Sunny yang baru saja membuka butik bersama teman-temannya. Kesibukan membuat keduanya merasa semakin hari semakin asing satu sama lain. Sooyoung sudah pergi ke kantor sebelum Sunny bangun dan pulang saat Sunny sudah tertidur. Sunny rindu masa lalu, dimana Sooyoung masih menempatkan Sunny diatas pekerjaannya bukan seperti saat ini.

Tanpa disadari airmata Sunny meleleh di pipinya. Sooyoung yang melihat itu hanya menghela nafasnya.

“Dengar Sunny. Aku melakukan pekerjaan ini untuk masa depan kita, untukmu!”

“Aku menikah denganmu bukan dengan uangmu Choi Sooyoung!!”

Sooyoung mengacak rambutnya frustasi dan tepat saat itu ponselnya berdering.

“Hallo?… Nana. Ne, aku akan segera datang.” Sooyoung mematikan sambungannya dan berjalan melewati Sunny yang masih berdiri di tempatnya.

“Aku sudah menduganya. Alasan kau lebih suka menghabiskan waktumu di kantor memang bukan cuma karena pekerjaan.” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya. Sikap pengabaian Sooyoung selama ini mau tak mau membuat Sunny curiga. Sooyoung berhenti di tempatnya lantas menoleh ke belakang.

“Apa maksudmu?”

“Nana.. apa benar dia hanya sekretarismu? Kurasa lebih dari itu.” Sunny tersenyum sinis sambil menghapus airmata dengan punggung tangannya. Sooyoung mengeraskan rahangnya, wanita itu kecewa. Bagaimana bisa Sunny menuduhnya seperti itu?

“Kenapa diam saja? Benar apa yang kukatakan?”

“Terserah saja.” Sooyoung yang tidak bisa lagi menahan kekesalannya berbalik dan pergi. Saat ini dia benar-benar perlu menenangkan dirinya. Sebelum benar-benar meninggalkan apartemen mereka Sooyoung masih bisa mendengar Sunny berteriak padanya.

“Benar. Pergi! Pergi saja! Tidak perlu kembali!”

Sunny mengambil blazer Sooyoung lalu memeluk benda itu di dadanya sambil menangis.

“Youngie mianhe. Aku tidak bermaksud mengatakan semua itu padamu. Aku mencintaimu youngie.. bisakah kau kembali padaku?” mohon Sunny sambil terbata.

Sooyoung yang sedari tadi berdiri di ambang pintu tiba-tiba merasa lututnya lemas. Tubuhnya merosot ke lantai. Sooyoung mencengkram kepalanya kuat-kuat saat bayangan-bayangan itu kembali terlintas di kepalanya.

Suara pertengkarannya dengan Sunny..

Suara klason mobil..

Suara debuman keras dan decitan ban saat Sooyoung membanting setirnya..

Suara penyelamat yang berusaha mengeluarkan Sooyoung dari dalam mobil…

Sirine ambulance..

Tangisan Sunny..

Semuanya.. kembali berputar di kepalanya. Kecelakaan hari itu, ternyata Sooyoung sudah.. pantas saja Sunny tidak melihatnya.

“Youngie.. kembali padaku! Kumohon!” punggung Sunny bergetar. Sooyoung berjalan dan memeluk tubuh mungil itu dari belakang dan berharap Sunny bisa merasakan pelukannya.

“Maafkan aku Youngie, maafkan aku.”

“Aniya. Aku yang salah Bunny, aku yang minta maaf.”

“Saranghae.. saranghae.”

“Nado Sunny-ah.. nado saranghae.”

Every day I cried and laughed because of you
All day, I was only filled with a fluttering heart
It’s alright, it’s alright, it’s alright
I just need to leave them all here
The memories, the traces, everything

I dreamed that you and I would live in this house
The two of us, in love, together

In the far future, when I look back
I thought I would proudly be able to say
That I really loved you

.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>END

Yeah~ akhirnya Rain series completed. Kalo ada yg nyesek ya maaf tp kalo ga ada anggap aja aku lg baik dan ga mau bikin reader galau hahaha😀
Semua couple udh kebagian, kurang baik gimana coba author yg satu ini? *plak
Menurut kalian Rain versi siapa sih yg paling nyesek?

Komentar
  1. ts1120 mengatakan:

    stories that make my heart like mad ahahaa.. tp gw suka yg sad ending beginian,nyesekkk.
    sunny bunny,msh ada gw koq kekekee

  2. ts1120 mengatakan:

    stories that make my heart like mad ahahaa.. tp gw suka yg sad ending beginian,nyesekkkk. sunny bunny jgn sedih lg ya,msh ada gw koq kekekee

  3. uli_sone mengatakan:

    Kau sukses membuat couple kesayanganku menderita ah.
    Oh jadi itu arwahnya soo? Ish sedih sekali lah, tapi overall keren (y)
    Bodyguard sama honesty nya ditunggu ^^

  4. SicaBaby mengatakan:

    itu soo meninggal thor gra2 kecelakaan.. gak kan????? huahqhahahah T.T
    SooSun nyesekkk abis T______T

  5. ravi mengatakan:

    gila deh.,
    pagi2 udh dibikin nyesekk n mewek gara2 nih cerita,,,
    ksian sunny deh ditinggal soo klo kyk gni..
    gk tega bikin sunny tgl sendiri..

  6. NewReader mengatakan:

    Jd…so itu udah ga ada ya ?
    Pantesan sunny diam aja🙂

  7. prillyties mengatakan:

    Wuah aku kira soo masih hidup tapi pas baca yang ceplakan tangan itu dan blazer wew soo udah g ada , good job author ssi ff mu dapat feelnya banget >.<

  8. maifate mengatakan:

    Tadinya kupikir Soo msh hidup, tp rupanya T_T

    Mereka so sweet jg
    Smp cap tangan pula

  9. maifate mengatakan:

    Aku komentar lg
    Td karena lg sibuk jd agak buru2

    Thanks dah bikin ff SooSun author, dah lama gak baca ff SooSun soalnya haha

    Seneng bikin hantu ya wkwkwk

  10. byun913 mengatakan:

    jd soo udh mati…. smua ny hnya bayangan sunny aja

    yg pling nyesek yulsic and yoonhyun…

  11. Sofia mengatakan:

    Anjiiiiirrrr… kereeeen (y)

  12. pipit mengatakan:

    oh kirain soosun bkln kmbli lg.oiy thor pk kt flashback y thor biar lbh ngrti hehe

  13. defy86devampire mengatakan:

    what????? sooyoung berada di atas di samping sisi author????

  14. riyukarina mengatakan:

    Ughhhh so sad Π_Π

    Rain yg laen lupa weeh… tp gw blm baca? ^^
    Ehhh gumiyoung.nya g dlnjut? Huuuuuaaaaa lo phpin yulti

  15. iamhaha mengatakan:

    Hi author, ane reader baru ahaha
    Sumpa ini ff keren pake banget *ngasih 10 jempol kaki
    Salam kenal thor ehehe =))

  16. Gaega93 mengatakan:

    Lebih nyesek yg ini kurasa .
    Authornya emg baik banget , bikin readernya mewek .
    Ah , soosun T^T

  17. ItemLuphJenong mengatakan:

    annyeong
    emang… lo uda ga ada baru kerasa kehadiran na sungguh berharga
    mewek neh gw thor.. T_T

  18. ArChan mengatakan:

    isssshhhh soo ternyata meninggal T.T huaaaa sunny jadi janda

  19. hana mutia mengatakan:

    ahhh soosun sad ending u.u
    sedih bnerann😥

  20. taengoolapazta mengatakan:

    karena judulnya rain, aku merasa terpanggil. hahahaha
    nyesek banget..
    ampe rasanya mau nangis. #masih mau😛
    tapi overall. DAEBAK!

  21. Song Ji Won mengatakan:

    hai author long time not see you heheh ceritanya makin menarik aja deh
    thor mau saran updatenya 2 hari sekali aja bisa gak please “-.,-“

  22. LiaTaegangster mengatakan:

    Gue suka 2 Rain di mari. Yg satu punya nya YulSic trs yg satunya lagi punya Yoonhyun. Walaupun semuanya gue suka tapi kalo di tanya yg mana yaahh yg versi yulsic ama yoonhyun fav gue.
    Walaupun yg Taeny gk kalah mantep sih…. Taeng gue mati di situ 😥

    Tapi ttp ki gue suka semuanyaaaaaaa

  23. joe mengatakan:

    jadi soo sudah ninggal ya??
    jadi yg bicara itu arwahnya soo, pantes sunny diam saja tak menjawab
    aduh kasian banget sunny..

  24. Park MinnieSicaJung mengatakan:

    udahh w duga sii yoongie pstii matii,,ptsn aja sii sunny g ngerasa khadiran nya…hiikksss

  25. chodingjihyun mengatakan:

    so sad T.T
    jadi soo meninggal karena kecelakaan di hari pertengkarannya sama sunny.
    hiks hiiks, semua kenangannya itu yang bikin lebih nyesek.

  26. anirecamp mengatakan:

    Yesek bacanya
    W pernah si bca versi yulsicnya, cerita ya hampir sama tp berbeda

  27. yunitaaulia mengatakan:

    Thor…. gue reader baru… ugh… pas liat bagian endingnya, hati gue langsung nyuuuuuttttttt…. sakit thor, sakit… wkwk good job thor~ ijin jelajah yaa~

  28. dhesmit mengatakan:

    Versi yulsic lalu taeny lalu hyonic lalu yoohyun dan ini. Nyesek nyaaaaa

  29. YoungieYoongie mengatakan:

    rain urutan yg tersedih 1.hyonic 2.soosun 3.yoonhyun 4.yulsic 5.taeny
    author jjang..

  30. .raj mengatakan:

    Sedih banget kisahnya…
    soosun ne mmg couple yg beda.cinta mrk tidk perlu dperlihatkan..sweet banget..

  31. raj mengatakan:

    Sedih bange bcnya…
    soosun ne couple yg beda banget..sering cekcok tp mesra lg…cinta mereka gak perlu dperlihatkn

  32. sukma1901 mengatakan:

    Ya tuhaaaannn, iniii hantunya soo young ?
    Ya ampunnn tragis amat, sooyoung meninggal gegara kcelakaan, sedihhnyaaa

    Awalnya akuu bingung ama nih cerita tp 2x baca jd mudeng, pabo dirikuuu
    Hehehe

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s