Bodyguard (YulSic/Part 1)

Posted: April 1, 2014 in ff snsd, yulsic
Tag:, , ,

Tittle : Bodyguard
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri (girl x girl), Romance, Angst
Lenght : Series
Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung, and Other Cast

Song lyric by SNSD – Back Hug

1st
.
.
.
.
.

“Dad aku tidak mau!! Lagipula aku sudah dewasa dan bisa menjaga diriku sendiri!” untuk kesekian kalinya Jessica mengajukan protesnya pada sang ayah, walau begitu pria paruh baya itu tak menganggapnya serius. Matanya masih terfokus pada sederet berita di koran pagi ini sebelum akhirnya beralih pada Jessica yang sedang memasang wajah cemberutnya. Presiden Jung kemudian melipat korannya.

“Mencari pengawal untukmu bahkan lebih sulit dari mengatur negara ini. Jadi daddy mohon kali ini jangan terlalu keras padanya..” tuan Jung mengusap rambut putri tunggalnya dengan penuh kasih sayang. Jessica menyukai hal itu hanya saja kata-kata ayahnya membuat wajahnya suram.

“Tapi dad-” kata-kata Jessica terpotong begitu sekretaris Kang datang dan mengabarkan kalau Presiden harus segera pergi karena harus menghadiri rapat penting hari ini. Sambil menghabiskan potongan rotinya, otak Jessica tak berhenti berpikir. Kira-kira ahjussi seperti apa kali ini yang akan mengikutinya kemanapun dia pergi selama 24 jam?

Sementara itu, sangat jauh dari perkiraan Jessica seorang gadis berkulit kecoklatan baru saja melangkahkan kakinya di Blue House. Hari pertama bekerja, sambil mengenakan baju formal dan kaca mata hitam Yuri -nama gadis itu- siap menjalankan tugasnya untuk mengawal putri presiden, Jessica Jung Sooyeon.

Presiden Jung yang baru saja akan memasuki mobilnya berhenti sebentar saat melihat kedatangan Yuri. Pria itu menyapa Yuri dengan ramah. 

“Selamat pagi tuan Presiden.” balas Yuri sambil membungkukkan tubuhnya tanda hormat. Presiden lantas menepuk pundaknya.

“Mulai hari ini aku percayakan Jessica padamu. Tolong jaga dia dengan baik.”

“Iya tuan..” Yuri membungkukkan tubuhnya sekali lagi sebelum akhirnya mobil yang ditumpangi Presiden Jung melaju meninggalkan Blue House.

~~~~~~~~~~~

Jessica menyilangkan kedua tangannya sambil mengobservasi penampilan Yuri. Baiklah, dia berbeda dengan pengawal-pengawal Jessica sebelumnya yang rata-rata ahjussi. Namun, sayangnya hal itu tak membuat Jessica merasa lebih baik.

“Katakan sekali lagi siapa namamu?”

“Kwon Yuri.”

“Umur?”

“Aku lahir di tahun yang sama denganmu, nona Jung..” jawaban Yuri kali ini sukses membuat Jessica membelalakan kedua matanya. Baiklah, mungkin sudah sejak awal Jessica tidak bisa menebak jalan pikiran ayahnya tapi kali ini, tidakkah keterlaluan?

“Daddy! Apa maksudnya ini? Daddy mengirim anak kecil untuk menjadi pengawalku?”

“Dia bukan anak kecil Sooyeon! Kalian seusia, lagipula kau selalu membuat para ahjussi tidak tahan dengan sikapmu. Jadi daddy pikir mempekerjakan pengawal yang seusia denganmu bukan pilihan buruk.”

“Dad, seriously?!”

“Sudah dulu ya sayang, bersenang-senanglah.” Presiden Jung memutuskan sambungannya sebelum Jessica sempat mengajukan protesnya -lagi-.

“Apa kita akan berangkat sekarang?” Yuri yang sedari tadi berdiri di samping mobil Jessica pun mengeluarkan suaranya. Jessica memasukan ponsel ketasnya dan berbalik dengan wajah kesal lalu menunjuk pintu belakang mobil dengan jarinya.

“Ne.. dan bukakan pintu itu untukku!” perintahnya.

“Dengar ya.. peraturan pertama di dalam kelas nanti kau tidak boleh mengikutiku ke dalam kelas. Kedua, jangan pergi kemanapun tanpa seijinku, tunggu di mobil sampai aku kembali. Ketiga jangan berbicara dengan orang asing. Dan yang terakhir.. jangan sampai ada yang tau kalau kau pengawal baruku. Mengerti?” Yuri sedang berada di balik kursi kemudi saat Jessica yang duduk di kursi belakang terus berceloteh padanya tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh Yuri lakukan.

“Bukan seperti itu yang Presiden katakan padaku.”

“Aku tidak peduli apa yang daddy katakan padamu. Intinya saat bersamaku lakukan apa yang kuminta.” Jessica mencoba bernegosiasi dengan pengawal barunya.

“Maaf nona Jung tapi aku tetap akan menjalankan tugasku sesuai perintah Presiden.” jawab Yuri datar. WTH!! Ini pertama kalinya seseorang menolah perintahnya.

“Yaa!!!” kesal Jessica. “Bagaimana bisa kau berkata seperti itu padaku?!”

“Tolong berhenti bicara nona Jung! Apa kau tidak lihat aku sedang mengemudi? Teruslah bicara jika kau ingin kita terlibat kecelakaan.” Seketika Jessica berhenti bicara. Dari kaca spion, sekilas Yuri melihat Jessica mengipas-ngipaskan telapak tangan ke wajahnya. Wajahnya memerah, menahan amarah mungkin.

Di dalam mobil dinasnya Presiden Jung terus tersenyum. Hal itu lantas mengusik rasa penasaran sekretaris Kang, kira-kira hal baik apa yang tengah terjadi pada orang nomor satu di Korea Selatan tersebut.

“Kwon Yuri pasti bisa mengatasi sikap tempramental putriku. Apa kau berpikiran sama denganku sekretaris Kang?”

“Iya.. tuan”

~~~~~~~~~~~

Hari pertamanya kerja Yuri melakukan tugasnya dengan baik namun sayangnya hal itu membuat Jessica terganggu. Terutama saat Yuri hampir mematahkan tangan Chanyeol -teman Jessica- karena berpikir namja itu akan menyakiti Jessica. Padahal kenyataannya Chanyeol hanya ingin mengambil buku catatannya yang kemarin Jessica pinjam.

“Micheseo?!” amarah Jessica tak tertahankan, gadis itu meledak di tengah-tengah pelajaran. Dosen yang sedang berbicara di depan kelaspun berhenti sejenak.

“Maafkan aku nona Jung.” Sesal Yuri. Jessica mengambil tas, menendang kursi dan meninggalkan kelas. Sementara Yuri membereskan kekacauan yang telah mereka buat.

“Maa semuanya. Silahkan lanjutkan kembali.” Yuri membungkukkan tubuhnya beberapa kali sebelum berlari menyusul Jessica.

Jessica terududuk sendirian di taman kampus saat Yuri menghampirinya. Yuri lalu duduk di samping Jessica sementara gadis blonde itu masih tak bergeming. Yuri agak ragu memulai pembicaraan, jujur saja gadis tanned itu lebih memilih Jessica marah-marah daripada mendiamkannya seperti ini.

“Kau tau kenapa aku duduk di kursi paling belakang?” Jessica mulai bersuara. “… karena aku tidak punya teman.”

Untuk pertama kalinya Yuri melihat sisi lain Jessica. Bagaimanapun Jessica tetaplah seorang gadis biasa, tak mudah baginya untuk menjalani peran sebagi putri seorang Presiden. Yuri tersenyum kecil, lebih pada dirinya sendiri. Walau berada dalam kondisi yang jauh berbeda Yuri bisa mengerti apa yang Jessica rasakan. Tidak mudah memang ketika orang-orang memandang kita dengan cara yang tidak sama.

“Nona Jung mari kita mulai semuanya dari awal lagi.” Yuri berdiri dihadapan Jessica dan mengulurkan tangannya. 

“Hai, perkenalkan namaku Kwon Yuri… teman barumu.”

Jessica memandang gadis kecoklatan dihadapannya cukup lama sebelum akhirnya balas menjabat tangan Yuri. “Salam kenal Yuri.. namaku Jessica Jung.”

~~~~~~~~~~

Beberapa kali Yuri mengetuk pintu bercat putih dihadapannya tapi tak kunjung mendapat jawaban. Akhirnya Yuri memutuskan untuk masuk. Dilihatnya Jessica masih tertidur lelap diatas kasurnya. Cara tidur Jessica membuat Yuri tertawa kecil, gadis blonde itu mengangkat tangan kanannya keatas saat tertidur dan mulutnya sedikit terbuka.

“Nona Jung!” Yuri menggoyangkan tubuhnya pelan.

“Nona Jung!” panggil Yuri sekali lagi. Jessica mengerang dan mengucek kedua matanya. Matanya sedikit menyipit saat menatap Yuri yang berdiri di sisi kasurnya. Dengan wajah datar dan pakaian rapi seperti biasanya.

“Bahkan matahari belum terbit tapi kau sudah menggangguku!” kesal Jessica. Saat gadis itu bermaksud menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut Yuri bergerak lebih cepat. Ditariknya selimut tebal Jessica.

“Ya!!” Kesal Jessica sambil menatap selimutnya yang kini tergeletak diatas lantai.

“Apa yang kau lakukan?”

“Mengajakmu olahraga?”

“Mwo? Dicuaca sedingin ini? Shireooo!!!”

“Aku menunggumu dibawah. Cepat ganti bajumu!”

“Aku bilang aku tidak mau!” kesal Jessica.

“Apa aku harus melakukannya?” Yuri mendekatkan wajahnya.

“M-mwo?” Jessica jadi gugup.

Sial kau Kwon Yuri!! Runtuk Jessica dalam hati.

“Menggantikan bajumu.” Kata-kata Yuri yang ini hampir membuat bola mata Jessica keluar dari rongganya.

“P-pervert!!” Refleks Jessica menutupi bagian dada dengan kedua tangannya. Yuri menyinggungkan senyum di sudut bibirnya sambil menatap area yang berusaha Jessica tutupi tersebut.

“Apa yang kau lihat?!”

“Huh? Apa yang kulihat?” Yuri semakin mendekatkan wajahnya. Jessica terus mundur sampai punggungnya membentur kepala ranjang. Jessica memalingkan wajahnya, Yuri menggunakan kesempatan tersebut untuk berbisik di telinganya.

“Seperti ada yang bisa kulihat saja..” bisik Yuri penuh ketidaktertatikan.

Sebagai informasi saja, saat di California dulu setiap hari Yuri dan Taeyeon pergi ke pantai untuk surfing. Dan percaya atau tidak, di pantai itu gadis-gadis berbikini bisa ditemukan dimanapun sejauh mata memandang. Panggil Yuri pervert atau apapun tapi baginya pemandangan seperti itu sudah terlalu biasa. Walau begitu, tentu saja Yuri tidak benar-benar serius saat menawarkan diri untuk menggantikan baju Jessica. Berbicara soal Jessica, putri Presiden itu baru saja melemparkan bantalnya ke pintu, tepat dimana Yuri baru saja menghilang.

“Brengsek!!”

~~~~~~~~~~

“Letakkan tanganmu disini!” Yuri menepuk pundak kanannya sementara Jessica yang berdiri di belakangnya memutar kedua bola matanya. Keduanya berdiri di halaman Blue House yang sangat luas dengan mengenakan baju jogging mereka, siap untuk memulai lari pagi, oke, mungkin pernyataan yang terakhir itu hanya untuk Yuri karena Jessica tidak terlihat tertarik sama sekali. Bahkan beberapa kali Jessica menguap dengan malas.

“Nona Jung.”

“Shireo!” Jessica menolak. “Aku akan terlihat seperti orang buta dengan posisi seperti itu.”

“Arraseo.. kajja!!” Yuri mulai berlari kecil meninggalkan Jessica yang masih berdiri di tempatnya. Yuri menoleh kebelakang dan menghela nafasnya saat Jessica masih tak mau beranjak dari tempatnya walau hanya satu inchi. 

“Nona Jung kajja!!”

“……………”

Mau tak mau Yuri kembali menghampiri Jessica di tempatnya. Menggenggam tangannya hingga pada akhirnya mereka berlari dengan jari-jari yang bertautan satu sama lain. Karena alasan tertentu pagi itu tidak terasa begitu dingin lagi.

Mereka berlari selama setengah jam sampai akhirnya Jessica menyerah. Kakinya sudah tak bisa digerakkan lagi. Gadis itu terus mengomeli Yuri, menyalahkannya. Walau begitu Yuri tetap menggendong Jessica di punggungnya sampai mereka kembali ke rumah. 

Presiden Jung yang tengah menikmati sarapannya terkejut mendapati Jessica telah bangun, terlebih saat anaknya mengatakan baru saja lari pagi. Jelas ini hal baru bagi Jessica yang pemalas. Sepertinya kehadiran Yuri membawa perubahan besar padanya.

~~~~~~~~~~

Begitu mereka sampai di kampus Yuri membukakan pintu mobilnya untuk Jessica. Gadis itu menatap Yuri heran karena dia hanya berdiri di samping mobilnya.

“Aku akan menunggumu disini sampai kuliahmu selesai. Berjanjilah padaku kau takkan membuat masalah.” kata Yuri. Ya, setelah berpikir lama akhirnya Yuri memutuskan untuk memberi Jessica kebebasan sementara. Tidak ada salahnya gadis itu merasa menjadi gadis biasa walau hanya di kampus, gadis biasa tanpa pengawal yang mengikutinya kemanapun dia pergi.

“Kau.. yakin?” Jessica memastikan. Oke, Yuri yang ini aneh baginya.

“Ne.” jawab Yuri mantap.

“Baiklah, aku pergi.” kata Jessica ragu. Sambil melangkah pergi Jessica sesekali menoleh kebelakang untuk memastikan -sekali lagi- dan benar saja Yuri hanya berdiri disana dan melambaikan tangannya. Sepertinya gadis tanned itu benar-benar berencana membebaskannya hari ini. Jessica mengangkat bahunya dan terus berjalan.

“Jessie!!” Tiffany melambaikan tangannya pada gadis itu tapi pandangannya justru terfokus ke belakang Jessica. Mencari seseorang?

“Yuri mana?”

“Bukankah kau temanku? Kenapa mencari orang itu?”

“Ooww Jessie.. jangan cemburu seperti itu, please. You’re my friend but Yuri is my crush.. you know that right?” Tiffany tersenyum dengan eyesmilenya. Wajah gadis itu memang -selalu- akan berubah lebih berseri-seri saat membahas tentang Yuri. Seakan tak ada topik yang lebih menarik perhatiannya dari si hitam tersebut. Sejak menjadi pengawal Jessica, Yuri menjadi sangat populer di kampus ini. Bahkan dia sampai mempunyai fans club -yang Jessica sebut sebagai kumpulan orang bodoh-, apa itu masuk akal? Dan gadis bermarga Hwang ini salah satu anggota clubnya, ah, aniyo! ralat! bukan anggota tapi leadernya.

“Crush? Crush youre face! Kau itu bukan gadis SMA lagi Hwang Miyoung!”

“Jessie!! You.Are.So.Mean!”

“Whatever.”

~~~~~~~~~~~

“Kenapa lama sekali?!” gerutu Jessica. Sambil masih terkantuk gadis itu menyelempangkan tas warna cokelat kesayangannya. Begitulah Jessica, walau sepanjang kelas tertidur dia masih bisa protes.

Jessica berlari kecil ketempat mobilnya di parkir. Gadis itu sempat heran karena tak melihat Yuri dimanapun tapi kemudian berubah lega saat mengintip ke dalam melalui jendela dan menemukan Yuri sedang tertidur. Jessica membuka pintu mobil dan masuk ke dalam pelan-pelan, berusaha tidak membangunkan gadis yang tertidur di sampingnya.

Yuri tampak kelelahan, mungkin semalam dia kurang tidur karena Jessica memaksanya nonton film sampai larut. Walau tidur telat Yuri tetap bangun pagi. Jelas sekali berbeda dengan dirinya.

Melihat wajah tidur Yuri, Jessica tersenyum jahil lalu mengeluarkan spidol dari dalam tasnya. Jessica menorehkan lukisan abstraknya di wajah Yuri dengan benda itu. Lukisan abstrak yang dimaksud adalah gabungan dari kumis kucing, janggut, tanda hati, dan tanda tangan Jessica tepat di dahinya. Jessica terkekeh geli namun segera menyembunyikan spidol itu dibalik punggungnya seraya kembali memasang wajah tanpa dosanya saat Yuri mengerang. Beberapa saat kemudian Yuri membuka matanya.

“Wae?” tanya Yuri, suaranya saat bangun tidur terdengar lebih serak dari suaranya yang biasa. Jessica masih memandang Yuri sambil berusaha menahan tawanya yang hampir meledak.

“Kenapa kau melihatku seperti itu nona Jung?”

Jessica berdehem lalu pura-pura marah. “Bisa-bisanya tertidur saat bekerja… dasar tidak berguna.”

“Ah itu, aku minta maaf.” Yuri yang masih clueless pun mulai menyalakan mesin mobil.

“Hari ini kita akan langsung pulang.” lanjutnya. Jessica menganggukkan kepalanya lalu berpaling kearah jendela dan mengeluarkan tawa tanpa suaranya.

Sambil mengemudi Yuri masih sempat mencuri-curi pandang kearah Jessica yang duduk di sebelahnya. Yuri merasa Jessica menghindari bertatap muka dengannya. Apa Yuri sudah melakukan kesalahan?

“Tiba-tiba saja aku ingin makan es krim.”

“Es krim? Tidak biasanya.”

Yuri lantas berbelok di persimpangan jalan dan memarkirkan mobilnya di depan kedai es krim. Karena Jessica ingin es krim maka Yuri harus membelinya. Gadis tanned itu turun dari mobil dan melangkah ke dalam kedai tanpa merasa curiga. Walau setiap orang yang berpapasan dengannya memalingkan wajah mereka lalu tertawa termasuk termasuk kasir yang menyerahkan pesanannya. Yuri hanya berpikiran positif dan menganggap mood orang-orang sedang baik hari ini jadi begitu banyak kebahagiaan. Barulah saat seorang anak kecil menarik bajunya dan menyuruh Yuri bercermin Yuri sadar.

“Jessica Jung!!” geramnya.

Jessica yang berada dalam mobil pun tertawa kencang sambil memegangi perutnya, bahkan sudut matanya sampai berair. Gadis itu menghitung mundur dalam kepalanya. Pasti sebentar lagi Kwon Yuri datang dengan tampang bodohnya. 

“Nona Jung! Kenapa kau melakukan itu?” benar saja, sambil membawa bungkusan berisi es krim Yuri mengajukan protesnya. Jessica masih belum bisa menghentikan tawanya.

“Seharusnya kau lihat bagaimana wajahmu!” ucap Jessica di sela tawanya. 

“Itu tidak lucu!” Yuri tak lantas ikut tertawa bersama majikannya namun Jessica tak peduli. 

Gadis tanned itu membanting pintu mobil dan mencondongkan tubuhnya ke arah Jessica. Perlahan Yuri menurunkan sandaran kursi Jessica sampai gadis itu berada dalam posisi setengah berbaring. Jessica berhenti tertawa dan malah menjadi gugup tanpa alasan.

“A-apa yang kau lakukan?”

“Mau tau hal apa yang lebih lucu?” Yuri menarik salah satu sudut bibirnya sementara Jessica menelan ludah dengan susah payah.

“J-jangan coba-coba!” tujuannya memang menggertak tapi sialnya suara Jessica yang keluar malah terdengar gagap.

Yuri kembali menyeringai dan menggelitiki gadis dibawahnya sampai airmatanya keluar. Yuri tidak berniat melepaskan gadis itu sampai dia minta maaf. Namun dinilai dari sikap keras kepala Jessica selam ini hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Sementara itu di dalam kedai es krim seorang ahjumma yang duduk dekat jendela menatap heran sebuah mobil yang terparkir tak jauh darinya. Mobil itu seperti bergerak dan ada suara-suara aneh dari dalamnya.

“Baiklah-baiklah! Aku minta maaf!” ucap Jessica akhirnya. Wajahnya memerah dan nafasnya masih satu-satu. Yuri menghentikan aksinya, hal itu lantas membuat pandangan keduanya bertemu untuk beberapa detik. Beberapa detik yang terasa begitu panjang itu berakhir saat Yuri berdehem dan memalingkan wajahnya.

Jessica tersadar dan segera merapikan baju dan rambutnya yang berantakan. Jessica menatap sebal Yuri sebelum akhirnya keluar dari mobil yang tiba-tiba terasa panas. Gadis berkulit gosong tersebut hampir membunuhnya dengan cara yang begitu konyol, tapi kemudian Jessica memegangi dadanya yang berdebar tak beraturan. Perasaan apa ini?

Di dalam mobil Yuri memukul kepalanya sendiri.

Bodoh! Apa yang kau lakukan?

Jessica masih berdiri di sisi mobilnya. Ahjumma yang sedari tadi memperhatikan mobil itu lantas menggelengkan kepalanya.

“Dasar anak muda jaman sekarang! Tidak tau tempat!” ocehnya.

~~~~~~~~~~

“Aku sebenarnya tidak suka menghadiri acara-acara donasi seperti ini tapi akan menjadi pertanyaan besar kenapa putri Presiden tidak datang padahal sudah di undang jadi aku terpaksa datang. Orang-orang yang hadir disini hanya datang untuk memamerkan apa yang mereka miliki. Menurutku jika mereka ingin menyumbang lakukan saja diam-diam kenapa harus di publikasikan segala, benar kan?” Jessica terus berbicara pada Yuri dengan suara rendah sementara yang diajak bicara hanya menanggapinya dengan anggukan atau gumaman.

“Jessica! Thanks God! Akhirnya kau datang.” Yoonhee -putri Perdana Menteri- memeluk dan menyapanya. Gadis tinggi berambut hitam tersebut mengenakan gaun -yang sebenarnya terlalu glamour untuk acara seperti ini. Jessica hanya memberikan senyum seadanya dan berharap Yoonhee segera pergi. 

Tidak banyak yang tau memang. Jessica dan Yoonhe sudah saling mengenal sejak sekolah dasar. Mereka selalu bersaing mengenai apapun, dan apapun yang dimaksud disini adalah apapun. Itulah salah satu alasan kenapa Jessica malas hadir disini.

Acara ini bertemakan ‘Donasi untuk anak-anak penderita kanker’ tapi Yoonhee mengubahnya jadi acara kumpul-kumpul anak pejabat, pengusaha kaya dan semacamnya. Yah, walau memang tak semua orang disini semenyebalkan Yoonhee.

Berbicara soal Yoonhee, gadis itu kini menatap penasaran pada Yuri yang berdiri canggung di samping Jessica. Yuri merasa gadis  bermarga Han itu sedang menelanjangi dirinya dengan mata bulatnya yang cokelat.

“Siapa dia?”

“Ini Yuri.. dia temanku.” Jessica memperkenalkan Yuri pada Yoonhee sebagai temannya, hal itu tentu saja membuat Yuri terkejut. Tidak sampai disitu, keterkejutan Yuri semakin menjadi-jadi setelah mendengar kalimat Jessica yang selanjutnya.

“Kami sangat dekat.”

Yuri memandang Jessica dengan pandangan Apa-kau-baik-baik-saja? Apanya yang dekat? Jika kedekatan yang Jessica maksud itu berhubungan dengan adu mulut mereka setiap hari maka Yuri setuju.

“Oh.. benarkah?” Yoonhee memberikan senyum terpaksanya. Lagi-lagi gadis itu kehilangan satu poin di depan Jessica. Seharusnya sebelum datang kemari Yoonhee mengajak seseorang yang bisa dia pamerkan sebagai ‘teman dekat’.

Obrolan merekan tidak sempat berlanjut karena Yoonhee masih harus menyapa tamunya yang lain dan Jessica bersyukur karena hal itu. Gadis blonde itu menjauhkan dirinya dari Yuri.

“Aku haus. Cepat ambilkan minum..” perintahnya.

“Arraseo!”

“Yuri-ssi!” Yuri sedang memegang dua gelas wine di tangannya saat Han Yoonhee memanggilnya. Keduanya mulai mengobrol. Yuri sebenarnya ingin melarikan diri dari gadis itu dan segera menyerahkan minumannya pada Jessica tapi dia tak mau bersikap tidak sopan. Akhirnya Yuri terpaksa menanggapi Yoonhee. Walau Yuri menjawab pertanyaannya dengan kalimat pendek Yoonhee tidak keberatan sama sekali.

Hampir setengah jam keduanya bicara sampai akhirnya teman-teman Yoonhee yang lain bergabung bersama mereka. Yuri menarik nafas lega dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri.

Jessica duduk dengan gelisah sambil terus melirik jam tangannya. Sebenarnya apa yang dilakukan Yuri? Apa dia mengambil minuman dari kutub utara? Kenapa lama sekali? Jessica yang kesal menunggu akhirnya memutuskan untuk pergi ke toilet dulu.

Yoonhee dan teman-temannya tertawa sambil memasuki toilet.

“Kalian tau? Tadi aku sudah berbicara dengan Yuri dan dia bilang dia baru mengenal Jessica 3 bulan dan mereka tidak sedekat itu.” Yoonhee berkata sambil membenarkan make-upnya di depan cermin.

“Si arogan itu sengaja berbohong untuk membuatku iri sepertinya..” tanpa Yoonhee tau saat itu Jessica sedang berada di tempat yang sama dengannya dan mendengar semua yang Yoonhee katakan.

Inilah alasan kenapa Jessica tidak menyukai gadis itu, Han Yoonhee si muka dua. Bersikap baik di depan tapi disaat bersamaan menusuk dari belakang. Jessica yang awalnya memutar kenop pintu mengurungkan niatnya. Ada perasaan aneh yang menelusup hatinya saat itu, bisa jadi karena Yoonhee membicarakannya dan bisa pula karena sekarang Jessica tau jika selama ini Yuri tak pernah berpikiran kalau mereka sedekat itu.

“Aku tidak heran. Memang tidak akan ada orang yang betah berlama-lama dengan gadis seperti Jessica. Manja, egois, keras kepala, benar kan?”

“Benar..”

“Aku setuju..”

Jessica menggertakan giginya. Mulut Han Yoonhee sepertinya perlu untuk merasakan bangku sekolah juga atau setidaknya kepalan tangan Jessica saja sudah cukup.

“Harus ada seseorang yang menyadarkan gadis arogan itu.” ujar Yoonhee sekali lagi. Jessica tak bisa menahan kesabarannya lagi, gadis itu menggebrak pintu sehingga membuat Yoonhee dan teman-temannya kaget.

“J-jessica.. apa yang kau lakukan disini?” tanya salah satu teman Yoonhee gugup. Bagaimana tidak jika seluruh ruangan hampir membeku karena tatapan Jessica. Dan jelas sekali kalau ini bukan pertanda baik. Jessica mendengus kesal sambil menunjuk Yoonhee dengan jarinya.

“Han Yoonhee! Sebenarnya apa masalahmu denganku?!”

“Karena kau memiliki semua hal yang kuinginkan tapi tak pernah menghargainya…”

“…………………”

“… dan kau manusia paling tak berperasaan yang pernah kukenal.”

Sejak kecil Yoonhee dikenal dengan julukan pengikut Jessica. Yoonhee menganggap Jessica sahabatnya walau Jessica tak pernah berpikiran seperti itu.

Masa SMA.

Di toilet, seseorang menyiram Yoonhee dengan seember air hingga seluruh tubuhnya basah kuyup. Di sekolah Yoonhee selalu di bully karena penampilannya, tapi tentu saja hal itu dilakukan tanpa sengetahuan Jessica. Pagi itu seakan tak cukup hanya disiram air mereka melemparkan tepung dan telur padanya. Sambil menangis Yoonhee berlari menghampiri Jessica dan berharap mendapat pembelaan darinya.

“… dia bukan temanku.” Jessica melihat Yoonhee sekilas dan berbalik pergi. Dan gadis blonde itu mengatakannya di depan semua orang. Yoonhee menangis dan sejak saat itu dia berjanji pada dirinya sendiri, takkan ada lagi Han Yoonhee pengikut Jessica dan gadis itu juga bersumpah Jessica akan menyesal karena telah memperlakukannya seperti sampah.

Dan mengetahui seperti apa keras kepalanya Jessica, semua orang tau gadis itu takkan minta maaf dengan mudah.

“Kurasa bibi Jung sia-sia telah melahirkan dan menyelamatkanmu.” Jessica mengepalkan tangannya erat.

Selama ini tak seorang pun mengungkit tentang nyonya Jung di depan Jessica karena hal itu akan mengingatkan Jessica pada kenangan buruk yang pernah dialaminya. Tapi Yoonhee, bagaimana bisa gadis ini?

Nyonya Jung memang telah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Jessica. Gadis blonde itu menggigit bibir bawahnya keras-keras saat potongan kejadian naas itu terlintas di kepalanya. Terutama sesaat sebelum mobil yang mereka tumpangi meluncur terbalik dan menghantam pagar pembatas trotoar. Saat itu ibunya memeluk Jessica begitu erat, melindunginya. Jessica selamat dari kecelakaan hebat itu tapi ibunya tidak.

“Kau sudah selesai bicara?!” tumpukan emosi yang dipendamnya membuat suara Jessica bergetar. Yoonhee tersenyum sinis dan meninggalkan tempat itu tanpa banyak bicara lagi, begitupula dengan teman-temannya.

Yuri yang sedang duduk menunggu Jessica di tempat mereka terperanjat begitu gadis itu datang dan langsung minta diantar pulang.

“Ada apa?” Yuri bertanya begitu menyadari perubahan sikap Jessica. Walau agak -sangat- menyeramkan Jessica yang cerewet lebih baik daripada Jessica yang hanya diam saja seperti saat ini.

“Apa yang terjadi?” Yuri bertanya sekali lagi. Gadis tanned itu menebak-nebak. Kira-kira hal seperti apa yang telah terjadi pada majikannya saat dia tak ada?

Sesampainya di parkiran, Jessica yang berjalan di depan Yuri berhenti, sebelum Yuri menyadari semuanya Jessica berbalik dan memeluknya. Skinship itu tentunya membuat tubuh Yuri menegang. Samar-samar terdengar isakan. Jessica menangis. 

Gadis itu menangis sambil meremas baju Yuri. Pertahanannya akan runtuh jika sudah membahas sang ibu. Bahkan sampai saat ini Jessica masih menyesali kejadian itu dan menyalahkan dirinya sendiri. Kalau bukan karena menyelamatkan dirinya pasti sekarang ibunya masih hidup. Mungkin apa yang dikatakan Yoonhee ada benarnya, seharusnya Jessica yang berada di posisi ibunya.

Ragu-ragu Yuri mengangkat tangannya dan mengelus punggung Jessica. Yuri yang tidak tau apa yang telah terjadi pada gadis itu hanya bisa berkata, “gwenchana..” dan berharap Jessica merasa lebih baik.

I hope I can wear you every day and spend all our time together Even on days I want to lean on your with tears, always 
You cover my heart

I hope I can put you on and fly around the sky
Then if I get tired, I can fall asleep under you, always 
You cover my heart
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. Freesoshione mengatakan:

    Wow critanya aq suka bangettt thorr😀

    lanjuttt

  2. newbie86 mengatakan:

    Hhhoooaaahhhh….yul jd bodyguardny sica….
    Wkwkwkwk….fany jdi leader fans clubny yul….
    Yulsic klo udh brsama ad2 aj keisenganny…
    Lanjut part 2 thor….

  3. Gaega93 mengatakan:

    Uhuk , ahjumma nya salah liat tuh !

  4. SicaBaby mengatakan:

    aduhhh si yoonhae gtu bngett tpi sica juga dulu terlalu jutekk -,- tenang nnty si yuri juga bkal klepekk sama kmu sicababy🙂

  5. yoonhyun272 mengatakan:

    kenalin aku new reader
    salam kenal

    waaahh
    bagus thor
    yul jadi bodyguardnya sica…..
    hahahaha fany jadi leader fansclubnya yul

    lanjut thor
    FIGHTING!!

  6. gorjes spazer mengatakan:

    wow…yulsic sweet wlpun bnyk brtgkar tp ttp sipp….hug me please seobang?….hhee..lnjut2 y…

  7. coel mengatakan:

    Yul memang cocok jd bodyguard nya sica.. Ice princess akan meleleh

  8. Fitriyulsic mengatakan:

    Keren thor’ bkl jdi rumor klo gni nhii,,,yulsic berpeluan mdah”an shi dua”x bsa punya prsaan yg sma ,,AMINKAN supaya jdi
    nex thor

  9. aulshi mengatakan:

    wow banget ini,,, emang cuma kwon seobang yang bisa menenangkan dan melelehkan kerajaan ice sica hahaha,,, dan cuma kwon seobang yang bisa membuat hal yang tidak mungkin dilakukan sicababy menjadi mungkin hihihi

  10. kim_biased mengatakan:

    Kasian jessica, pasti berat bgt cobaan hidupnya. #plak

    Umm.. Kalo ini genben, pasti lebih menarik nih, hehe menurut aku sih ya.
    Tapi ini bagus kok, bagus bgt malah.🙂

  11. alyssahidayat8 mengatakan:

    Wuihhh ceritanya dapet bangett
    Yul jd bodyguard sica..
    Yul + sic pasti ada aja yg terjadi
    Sica udh mulai jatuh cinta.. ma yull
    Lanjut part 2 thor..

  12. kwoncumi mengatakan:

    Kerennnnnnn, joahjoahjoah pokoknya ><

  13. Keren nie cerita nya
    yul aq pesen ma kamu jaga njess dengan baik ya hehe

  14. Q-SONE mengatakan:

    annyeong …….

    aseek YulSic …>>

  15. taengoolapazta mengatakan:

    woww… kek drama korea favorit aku nih, my fair lady. tapi alurnya beda banget. NICE NICE NICE!!!

  16. liataegangster mengatakan:

    waaahhh…. FF baru nih. asik lagi ceritanya. keren deh. pas banget ama sosok jessie yang dingin2 gmn gtu. trs yuri nya juga cool. bagus dehh … gue tunggu kelanjutannya.

  17. joe mengatakan:

    suka sama ceritanya thor..
    kasian banget jessica kayanya dia masih dihantui masa lalu..
    mudah2an kwon yuri bisa merubah jessica

  18. holmesrand0505 mengatakan:

    Ceritanya bikin gereget..haha
    Penasaran sama chap berikutnya..
    Kira2 ini bakal berapa part thor?

  19. NewReader mengatakan:

    Poor sicca … menarik untuk diikuti🙂

  20. Park MinnieSicaJung mengatakan:

    sikap yul yg tegas mmpu mrubh sikap sica yg trksan arogannn,,dan dgn pesona yul sica bkln jtuh cinta sma yul kkkkk sotoyyy,,lbjut thorrr..

  21. Revan_Sicababy mengatakan:

    Wow keren ff nya , kasian jessica kehilangan ibunya . Moga2 yuri dapet mengubah hidup dan sifat jessicaa . Lanjut thor jgn lama2 hehe

  22. Ciee.. Getar2 Cinta udah di mulai nihh…

    Alurnya agak cepet ya?…

    Nice Fiction.. Next ya…

  23. A mengatakan:

    Kya’x tuh ahjumma mkir yulsic ngapa”in di mobil dah kekeke…

  24. pipit mengatakan:

    wah yulsic moment so sweet pisan euy
    crtny jg seru bgt.lnjut

  25. Airin mengatakan:

    Yeonhee nyebelin banget sich kenapa mesti ngomongin ibunya sica sich!!

  26. wardasone mengatakan:

    yoonhae lu jahat bnget sih, mesti x ngomongin masalah ibu sica ….. pengen gua jitak kepala lo, gara2 buat sica nangis. hmmmmm

  27. Jeje mengatakan:

    Pengen nampar Yoonhee dah -_-

  28. oeba yoonyul mengatakan:

    suka suka suka. 1 minggu hiatus dr ff,, ahh langsung dapet ff yyulsic j

  29. niasone9 mengatakan:

    aseeeekkk .
    ff yulsic baruuuuu :’D
    seru cerita’a ..

  30. RZ mengatakan:

    asiiik judul baru.. ^^
    hahhaha di ff manapun jessica galak ya.😀
    huhuhu T_T sedih waktu sica ingat kejadian kehilangan ibunya.

    lanjut thor🙂

  31. kwonjess mengatakan:

    yul jd bodyguard pasti keren apalagi bodyguard sica tp mereka masih aja berantem

  32. hana mutia mengatakan:

    ahhh
    lucu ceritanya. yul jd pngawal ank kepresidenan. sika arogan gt suka aj karakternya akakaka

  33. kwonliuchan mengatakan:

    Kisah sica sma yoonhee kya kisah eunjung+suzy d dreamhigh 1 .. Hehe
    eh kasian juga ya sica ,, d luarnya dingin v d dlam dirinya tuh hatinya rapuh ..

  34. byun913 mengatakan:

    wih…. ff baru nih
    yuri jd bodyguard…

  35. prillyties mengatakan:

    Keren ikh , mulutnya yoohee harusnya disumpel pake batu tuh u.u

  36. defy86devampire mengatakan:

    wow daebak. sy suka. tendang yoonhee ke buaya dan hiu saja.
    tiffany leader club yuri wkakakaka. gimana taeyeon???

  37. Mychooding0594 mengatakan:

    Annyeong thor iam new readers …
    Keren cerita nya sica jadi anak presiden n yul jdi pengawal nya sabar2 aja yul ngadepin sifat sica yg keras kepala lama2 juga sica bakal klepek2 kok ma yul yoonhee ternyta korban bully an pantes dia dendam banget ma sica

  38. ggloveme mengatakan:

    suka banget ama ceritanya.
    daebak !!

  39. Yuljee mengatakan:

    Wew yul jd bodyguard idol d’kmpus sica, hahaha…
    Keren thor ^^
    gomiyoung, YNI, n homesty kpn update thor. Udh nunggu lama niy~

  40. Wati sone mengatakan:

    Wah bagian terakhir sedih hiks hiks di tnggu lnjtny

  41. Al mengatakan:

    Sorry kalo telat ato jarang komen, gue baca epep kalo ada waktu luang aja.. tapi thor, epep lu keren abiss..

  42. vina mengatakan:

    yulsic kynya diem2 suka ya., tbcnya sedih

  43. ItemLuphJenong mengatakan:

    annyeong🙂
    weits keren… yul jd bodyguard
    lgsg part2 ah… hehe

  44. Kapten Kaoru mengatakan:

    jessie-yuri… well. ini keren yurinya. aku masih penasaran kedepannya. aku intip ya heheheh e
    entahlah mungkin masih kacau gegara dating khunfany

  45. ArChan mengatakan:

    wew yul jadi bodyguardnya sica hohoho

  46. YT~ mengatakan:

    bodyguard yul😀 keren tp juga prevert haha
    tiffany, aduduh jd leadernya haha, aku ikutan msuk fansclubnya donk #plakk
    sica dont kerayyyy. >_<

  47. Lee Eun Soo mengatakan:

    Aaa.. Adegan di mobil itu unyu bgt deh.. >,<

  48. zorakwon mengatakan:

    gw maaaaaau di bodyguard’n siiii kwonnnnnn

  49. Al mengatakan:

    Byunyul -_- epep nya asik!

  50. jetiinlove mengatakan:

    Huh jessica keras kepala dan angkuh bgt

  51. slahibu mengatakan:

    Thor , jejak ku sebelum nya masuk ga ya

  52. slahibu mengatakan:

    Oh belum ternyta gar2 harus login dlu .

    Ok , salam kenal thor .
    Keren cerita nya btw , dengan tema yuri jadi seorang bodyguard nya sica .
    Jadi ngebayangin pasti keren bangt nih jalan cerita percintaan mereka b2.

    Keren thor lanjut

  53. seororo mengatakan:

    author jjang!!
    ff mu emang selalu kereeenn thor..

    emang cuman yul yang bisa bikin ice princess meleleh

  54. soneforever mengatakan:

    Ffnya kren author,
    Ff nie inspirasi dri draktor kn author soalnya ada agak2 mrip sma draktor yg prnah q tonton.
    Ff author smuanya kren2 smua.
    Lnjutin ff yg blom klar ya author, q tunggu.
    faighting!!

  55. icyjung mengatakan:

    Woah… Yulsic.
    Salam knl new reader thor, izin baca haha
    I like it!! Suka bgt kalo yulsic yg beginian. Malu-malu kucing dan mulai suka2an tuh haha

    Next!

  56. tayuya mengatakan:

    Ga tau ini double atau engga, comment lagi cajalah xixi..
    Setahun baru ada lanjutannya lagi huhuhu~
    Itu bener bener yuri ngeselin, bilang “apa yang mau dilihat” bhak! Ratata …
    Liat aja yul kalo meraka sudah tumbuhkembang pasti diliat mulu #apaan

  57. myjjung mengatakan:

    Ahjumma pikirannya mesum

  58. dhin dhin mengatakan:

    wow….. ff.y bener2 menyentuh. ..
    feel.y dpt bgt…
    nice ff thor…

  59. malangnya dirimu Jessie hiks hiks hiks

  60. yurisone_0508 mengatakan:

    Hanya yuri yg bs menyadarkan sikap arogan princess sica hehe

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s