You and I (Chapter 8)

Posted: Januari 1, 2014 in ff snsd, gender bender, yulsic
Tag:, , ,

Tittle : You and I
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Gender Bender, Drama
Lenght : Chapter
Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri and Other Cast

Chapter 8
.
.
.
.
.

-Escape-

Tahun ini umur Yuri sudah menginjak 16 tahun dan dia cukup pintar untuk membaca situasi. Tanpa ada yang harus mengatakannya Yuri tau kalau ayahnya tidak menginginkan keberadaannya di dalam istana lagi. Matanya masih menerawang ribuan bintang yang menghiasi langit malam Seoul. Sambil duduk di jendela Yuri merasakan angin malam membelai wajahnya. Namja yang baru tau ‘kehidupan’ itu menghela nafas beratnya. Rasanya ingin berlari tapi tak tau harus kemana dan tak tau harus bergantung pada siapa.

Yuri membalikan tubuhnya memunggungi taman di sebrang kamarnya yang gelap gulita. Matanya kembali tertuju pada amplop cokelat diatas meja belajarnya.

“Aku akan mengirim Yuri ke SoShi high School…” Jeongmin menautkan kedua alisnya begitu mendengar perkataan Raja Kim. Baginya ini hal yang tidak biasa di istana. Pada dasarnya setiap keturunan raja baik Putra Mahkota maupun Pangeran biasa dan seorang Putri  mendapatkan pendidikan formal diistana sampai mereka setingkat SMA. Nampaknya kali ini raja punya pemikiran lain.

“Aku akan mengirimnya ke SoShi High School minggu depan.” dengan itu keputusaannya menjadi mutlak.

“Ini pengusiran secara tidak langsung. Pangeran Yuri bahkan belum menikah dan Yang mulia sudah menyuruhnya keluar dari istana…” Ratu tentu saja tak setuju dengan keputusan tersebut. Namun sekali lagi keputusan Raja adalah harga mati.

Yuri membuka amplop cokelat itu dan melihat isinya. Berkas-berkas SoShi high School atas namanya tapi dengan marga ‘Kwon’. Marga ibunya.

“Tidak perlu menunggu seminggu, aku bisa pergi sekarang…” gumam namja berkulit kecoklatan itu pada dirinya sendiri.

Itulah pertama kalinya Yuri memutuskan untuk keluar dari istana. Memulai kehidupannya di tempat yang akan menjadi rumah barunya. SoShi High School. Kakinya menginjak dunia luar untuk pertama kalinya.

Paginya salah satu pelayan yang hendak membersihkan kamar Yuri terkejut karena pangeran muda itu tak ada di tempatnya. Baju-bajunya juga sebagian tak ada. Yuri telah pergi dan orang-orang-orang selain Raja, Ratu dan Jeongmin berpikir kalau anak itu kabur dari rumah.

~~~~~~~~~

“Kembalikan tasku!!”

“Ahaha.. anak ini lucu sekali..” Salah satu preman memukul perut Yuri sementara dua lainnya memegangi tangannya. Namja itu meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Yuri bukannya tidak bisa dia hanya tak mau melawan mereka jadi namja itu hanya pasrah saat ketiga preman itu terus memukulinya. Hatinya tentu lebih sakit daripada luka fisik yang kini dideritanya.

“Ya!! Lepaskan anak itu!!” Teriakan Onew sukses membuat ketiga preman itu panik dan segera melarikan diri. Walaupun cuma penjual ayam goreng tapi Onew sangat disegani orang-orang di daerah sini.

Pria 30-an itu lantas menghampiri Yuri dan membantunya berdiri. Membawa Yuri ke kedainya dan merawat luka-lukanya.

“Apa kau merasa lebih baik?” tanya Onew keesokan harinya. Yuri mengangguk sambil menerima gelas yang onew berikan dan meminum airnya sedikit.

“Ne.. kamsahamnida ahjussi..”

“Anak muda sepertimu tidak seharusnya berkeliaran tengah malam seperti itu. Daerah ini sangat rawan terutama untuk orang baru..” Yuri hanya menganggukkan kepalanya saat Onew menceramahinya.

“Pasti kau kabur dari rumah…” tebak Onew. Yuri hanya tersenyum sambil mengusap belakang kepalanya.

“Anak muda jaman sekarang…” melihat reaksi Yuri, Onew hanya bisa berdecak kesal.

“Siapa namamu?”

“Kwon Yuri…”

“Aku Lee Jinki, tapi orang-orang biasa memanggilku Onew. Setelah ini kau akan pergi kemana?”

“SoShi High School…”

“Jadi kau murid SHS?”

“Ne..”

“Ini masih liburan sekolah. Walaupun sekolah itu mempunyai asrama pasti disana masih sangat sepi. Untuk sementara kau boleh tinggal disini sampai tahun ajaran baru dimulai..”

“Kamsahamnida ahjussi…” Yuri membungkukkan badannya.

“Ne, sama-sama. Dan jangan memanggilku ahjussi! Aku bahkan belum menikah..”

~~~~~~~~~~

“Jadi begitu ceritanya bagaimana kau mengenal Sajangnim?”

“Begitulah…” Yuri tersenyum sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada penjual ayam langganan Onew. Karena ini hari Minggu Jesse dan Yuri datang bekerja lebih pagi.

Sepanjang perjalanan Yuri menceritakan bagaimana awalnya dia mengenal Onew pada Jesse tapi tentu saja tidak untuk bagian ‘Kenapa dia kabur dari rumah’. Sampai sekarang Jesse masih berpikir kalau Yuri cuma orang biasa.

“Daritadi aku terus bercerita.. sekarang giliranmu..”

“Aku?”

“Siapa lagi..” Yuri memutar kedua matanya dan membuat Jesse tertawa pelan.

“Sebenarnya tidak ada yang menarik tapi berhubung kau memaksanya aku akan menceritakannya padamu. Aku lahir di Amerika, aku punya seorang kakak laki-laki dan adik perempuan…”

“Jinja? Sama denganku…” ucap Yuri antusias.

Yuri dan Jesse mulai bertukar cerita tentang kakak dan adik mereka yang hampir sama. Kakak laki-laki yang protektif dan adik perempuan yang sangat manja.

“Aku baru tau kalau kita punya banyak kesamaan…” Yuri tersenyum sambil menatap kedua mata Jessica. Namja itu baru sadar kalau kedua mata Jessica yang berwarna cokelat bening membuatnya terlihat begitu menggemaskan. Puppy eyes. Membuat siapapun yang melihatnya pasti langsung ingin melindunginya.

“Nado…” suara Jessica terhenti begitu yeoja itu menyadari kalau Yuri tengah menatap intens dirinya. Jessica jadi salah tingkah.

“Y-yuri..”

“Eh? Mianhe…” Yuri segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kemana saja asal jangan bertemu pandang dengan Jesse. Jessica juga melakukan hal yang sama, bahkan dia sengaja mengipas-ngipaskan tangan di wajahnya yang tiba-tiba terasa panas.

~~~~~~~~~~

“Pencopet!! Pencopet!!” Teriak seorang ahjuma histeris karena dompetnya diambil seseorang.

Jesse terjatuh saat seorang namja menabraknya.

“Apa-apaan dia itu?” Kesal Yuri karena namja yang menabrak Jesse bahkan tidak berhenti hanya sekedar untuk minta maaf.

“Gwenchana?” tanya Yuri sambil membantu temannya berdiri. Jessica mengangukkan kepalanya.

“Pencopet!!” Seorang ahjumma menghampiri mereka berdua sambil menangis.

“Bibi ada apa?”

“Orang yang menabrak kalian tadi, dia sudah mencuri dompetku..” ucap wanita itu lemas. Tanpa banyak bicara Yuri menyerahkan kantung belanjaannya dan segera mengejar si pencopet. Disisi lain Jessica berusaha menenangkan sang ahjumma.

“Ya!! Berhenti kau!!” Teriak Yuri namun si pencopet itu tidak menurut. Dia malah mempercepat langkahnya begitu menyadari Yuri hampir menangkapnya.

“Sial!” runtuknya.

Di persimpangan jalan si pencopet itu segera bersembunyi di balik tembok sementara Yuri tidak melihatnya dan berlari ke arah yang salah.

“Hahh.. hahhh… selamat…” Ucap si pencopet dengan nafas yang memburu. Dia kemudian keluar dari tempat persembunyiaan setelah yakin orang yang mengejarnya sudah jauh. Tapi dugaannya salah, ternyata Yuri datang dari belakang lalu memegang tangannya. Mencengkramnya erat hingga membuatnya tak bisa bergerak.

“Aku tau kau pasti bersembunyi..” Yuri tersenyum tipis. “Kembalikan dompet ahjumma itu…”

“Shireo!” Kukuh si pencopet namun hal itu tak berlangsung lama saat Yuri mendorong tubuhnya hingga wajahnya mencium tembok.

“S-sakit… lepaskan!! A-aku akan mengembalikannya…” si pencopet itu menyerah dan menyuruh Yuri mengambil dompet itu dalam saku jaketnya.

“Kau ini masih kecil sudah berani mencuri, mau jadi apa kau?”

“Bukan urusanmu!!”

“Kau berani padaku!!”

“Ampun ampun, lepaskan aku!”

Yuri memandang si pencopet yang kini terunduk di hadapannya. Dari penampilannya saja Yuri tau kalau namja ini lebih muda darinya, mungkin murid SMP.

“Jangan berpura-pura baik padaku. Kalau kau ingin membawaku ke kantor polisi lakukan saja…” ucap si pencopet itu pasrah.

“Aku tidak akan melakukannya..”

Si pencopet itu heran mendengar jawaban Yuri. Untuk sesaat dia pikir hidupnya akan berakhir saat itu juga.

“Siapa namamu?”

“Minjung..”

“Kali ini aku melepaskanmu. Jika kau melakukannya lagi maka aku sendiri yang akan memberimu pelajaran…” ucap Yuri tegas. Minjung tak berani menatap namja yang lebih tua darinya itu lalu segera berlari saat Yuri menyuruhnya pergi.

“Bibi ini dompetmu, tapi pencurinya tidak berhasil kutangkap…” Yuri tersenyum lalu menyerahkan dompet itu kembali pada sang pemilik.

“Terimakasih nak..” Ahjumma itu sangat berterimakasih pada Yuri.

~~~~~~~~~~

Pusat pelatihan…

Taeyeon sedang berlatih menembak ditemani Jinsu dan pengawal pribadinya. Matanya terus fokus pada sasaran di depannya. Hanya saja dari sekian peluru yang dia tembakan hanya 2 yang mengenai sasaran.

“Sangat bagus tuan…” ucap pelatihnya. “Biasanya peluru seseorang akan meleset semua di percobaan pertama mereka…” lajutnya. Taeyeon tidak menanggapi perkataan pelatihnya. Tembakan Taeyeon memang bagus tapi itu masih belum cukup.

Seseorang yang paling tidak Taeyeon harapkan di istana hadir di tempat pelatihan siang itu. Dia mulai menembak sasaran dan setiap peluru yang dilesatkannya melesat sempurna di tempat yang dia inginkan.

“Hwangtaeja.. untuk melumpuhkan musuh, anda harus menyerang titik lemah mereka. Kalau anda hanya menembak lengan atau kakinya mereka masih bisa membalas bukan?” Pria itu menunjukkan smirknya sementara Taeyeon menanggapinya dengan wajah datar.

“Menurutmu bagian apa yang harus kulumpuhkan?” Pria itu tersenyum tipis saat Taeyeon menujukkan pertanyaan tersebut untuknya.

“Mereka akan langsung mati di tempat kalau anda menembak kepalanya. Tapi, menurut anda yang mulia kenapa seseorang lebih suka mengarahkan moncong senjata kearah jantung?”

“……………….”

“Karena musuhmu akan mati perlahan. Rasa sakit yang mereka derita akan jauh berkali-kali lipat..” dengan itu pria itu membungkukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Taeyeon dan berjuta pikiran yang memenuhi kepalanya.

~~~~~~~~~~~

“Bukankah sudah kubilang jangan mencuri lagi?!”

Minjung tidak menjawab dan hanya memandang Yuri tajam.

“Sudah kubilang itu bukan urusanmu!!” Namja kecil itu berteriak dengan suara bergetar.

“Sekalipun aku tidak ingin melakukannya, aku tidak punya pilihan lain.” kini sudut matanya sudah berair. Sekali saja Minjung berkedip airmata itu bisa membasahi pipinya.

“Ibuku sakit keras.. dan aku tidak bisa membelikan obat untuknya.”

~~~~~~~~~~~

“Setiap anak yang tidak mampu mendapat santunan dari pemerintah dan uangnya bisa diambil di kantor walikota tiap bulan..” jelas Onew.

“Jadi menurut sajangnim harusnya Minjung dan keluarganya mendapat santunan juga, benar kan?”

“Harusnya begitu…”

“Tapi kemarin saat aku ke rumahnya ibu Minjung bilang selama ini mereka tidak pernah mendapatkan apapun.”

“Apa kau yakin?”

“Yuri benar, kemarin kami pergi ke rumah Minjung dan ibunya benar-benar sakit parah. Tapi mereka tidak bisa pergi ke rumah sakit karena tidak ada biaya. Minjung punya 2 orang adik yang masih kecil, makanya sudah beberapa bulan dia berhenti sekolah untuk menggantikan ibunya bekerja..” jelas Jesse.

Yuri merenung sebentar sebelum memutuskan akan pergi ke kantor walikota untuk meminta penjelasan. Sesampainya di kantor walikota….

“Nama mereka tercantum disini…” jelas salah satu pekerja di kantor walikota sambil menunjukkan kertas data penerima bantuan. Jesse menganggukkan kepalanya tapi Yuri tampak tidak puas.

“Lalu kenapa mereka bilang selama ini mereka tidak mendapatkan sepeserpun?”

“Jangan percaya begitu saja, bisa saja anak-anak itu mengambilnya dan memakainya untuk bermain video game lalu bilang padamu tidak mendapat uangnya…”

“Siapa orang bodoh di dunia ini yang rela kelaparan hanya untuk bermain video game?” Si pria  berkacamata itu langsung terdiam bergitu mendengar perkataan Yuri. Pandangan tajam namja tanned itu membuat nyalinya ciut seketika.

“Uang itu sudah di transferkan ke rekening Yayasan Dongu. Jadi aku tidak tau bagaimana bisa mereka tidak mendapat uangnya..”

“Bukankah kau orang yang bertanggung jawab atas dana itu? Harusnya kau tau kemana uang sebanyak itu pergi!!”

“Kau? Ya!! Berani sekali kau berkata seperti itu pada orang yang lebih tua..” Pria berkacamata itu meninggikkan suaranya dan balik menatap tajam Yuri. Jesse berdiri dan menyeret Yuri pergi dari sana sebelum terjadi perkelahian.

“Yayasan Dongu?” Minjung tersenyum kecut. “Terakhir kali aku kesana mereka mengusirku. Katanya namaku tidak terdaftar sebagai penerima bantuan…”

Jesse tersenyum menyaksikan adik-adik Minjung yang makan nasi yang dibawanya dengan begitu lahap.

“Ini enak sekali. Biasanya kami hanya makan ramen saja…” kata Minkyu.

“Kalau begitu kalian harus makan yang banyak…” Jesse tersenyum dan mengelus kepala Minkyu lembut.

“Gomawo hyung…”

Minjung hampir menangis melihat adik-adik dan ibunya.

“Minjung-ah..” panggil Yuri.

“Ne hyung?”

“Setelah ini bawa ibumu ke rumah sakit, aku akan mengurus semuanya…”

~~~~~~~~~~

“Yayasan Dongu? Aku tau mereka tak sehebat itu..” cibir Victoria sambil mengelap menyapu lantai, respon yang dia berikan setelah selesai mendengar semua cerita Jesse. Yayasan Dongu, bahkan anak berumur 5 tahun saja pasti kenal tempat itu. Pemilik tempat itu selalu mempublikasikan kegiatan amal yang dilakukannya.

“Aku bahkan heran kenapa Yang Mulia masih saja mengijinkan Yayasan itu ada.. harusnya beliau membubarkannya dari dulu..”

“Mungkin Yang Mulia hanya butuh alasan…” ucap Onew tenang dan Taemin yang duduk di sebelahnya menganggukkan kepalanya setuju. Sementara itu Yuri hanya berdiri sambil mengeringkan piring-piring yang baru selesai dicuci. Namja itu tak mengeluarkan sepatah katapun.

Taeyeon melepas kacamata bacanya dan kembali meletakkan diary yang beberapa hari ini menyita seluruh perhatiannya.

“Yayasan Dongu?”

.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>TBC

Komentar
  1. Pita mengatakan:

    patah hati gara2 berita yoona……..
    smpe skrang masih nangis tiap inget itu……..
    gak rela yoona punya pacar

  2. oeba yoonyul mengatakan:

    huaaa seru, lg syook ma YoongGie couple

  3. Yulsicsweetheart mengatakan:

    Thor ff mu keren banget sumpah ‘-‘d
    cerintanya ringan tapi bacanya ga bosen ^^
    konflik nya juga menarik,, cukup rumit tapi ga rumit2 amat (lah gimana tuh?)
    pokonya ini enak aja bacanya ^^ kalo bisa jangan lama2 update ff nya😦

  4. coel mengatakan:

    Lnjuuut author, g bisa ngomong apa2..rada2 galau gara2 yoongie

  5. Q-SONE mengatakan:

    annyeong …..
    waah akhirnya d lnjut . . …kkkeee
    msh nysek aja ama khidupan Yul ….. ksian ……
    maslah akan d mulai nih …. ciehh YulSic …. ><,,
    penasran ,,dtnggu Next chap nyah ….
    SEMANGAAAAAAAT

  6. kwonliuchan mengatakan:

    Ceritanya ,, bner” seru thor .. Lanjut ya ..
    FIGHTING !!

  7. kwonliuchan mengatakan:

    Ouch iya lupa thor ..
    Kapan d lanjutnya FF GuMiyoung thor .. *puppy eyes

  8. levi mengatakan:

    ampe lupa ceritanya..
    ntar deh q baca lg yg part2 sebelumx..
    haha..

  9. zorakwon mengatakan:

    kemane aja thoor??
    itu si raja kenapa kaga ngarepin my kwon???
    lanjutan’a di percepat yee ..

  10. kwonjess mengatakan:

    yulsic saling curhat kayak neh

  11. Tareetaree Lezthare mengatakan:

    Yey you and i muncul hehe
    kangen sama ff ini.
    Cerita ini fokus nya gk cuma ke yulsic dan taeny suka deh.
    Hehe

  12. SicaBaby mengatakan:

    nyesek pas cerita kehidupan yuri .. ayah nya tega bnget T_T
    yayasan dongu…! kyk nya ada udang di balik bakwan wkwk #Lol:-D
    thor update yg honesty dong….
    *puppy eyes*

  13. satriani mengatakan:

    annyeong…

    YulSic saling curhat *akheum* tapi kasihan sama kisah Yul T.T

    Kaya-nya ada yg ga beres nih sama Yayasan Dongu. Dan Pria yg berbicara sama Taeyeon itu dia seorang pengkhianat yah?

  14. Gaega93 mengatakan:

    Aih , yulsic main tatap2an ,
    saling curhat lagi , walaupun dikit tapi yg penting ada lah ,

  15. riyukarina mengatakan:

    ini g ada yoong? msh sbuk lg y…. aiisshh…

    oghh…gw nungguin gumiyoung nya T_T

  16. newbie86 mengatakan:

    Ah…thor akhirnya kau update jg….
    Penasaran m lanjutan nya cpt update ya thor jng lama2, jg gu miyoung nya…semangat….

  17. Lisa mengatakan:

    diary… punya siapa TY cuman nyempil benfar😦

  18. Revan_sicababy mengatakan:

    Makin seru aja next thor .
    Gw ampe semutan nungguinya .

  19. rizky zudha (@RZudha) mengatakan:

    Annyeong🙂
    Aigoo.,, Onew jdi ahjussi tpi tak mau dipanggil ahjussi 😮😀
    owh jdi Yul sdg curcol sma Jesse ttg prtemuanny dgn Onew😮
    ommo Taeng bljar menembak.,
    apakah untuk menmbak hti Fany he he he😀😆
    knp itu sma yayasan Dongu???
    penasaran bingitzz aku., d nanti jja dah next post.,🙂

  20. AyanaS1Queen's mengatakan:

    Annyeong…

    Wah hmpir lpa crita nya.
    Yoong gak mncul di part ini.
    Msh pda nyesek kah dnger kbar nya…
    Halah gue mah biasa aja,,gue yakin tuh cma permainan manajemen aja.

  21. LiaTaegangster mengatakan:

    Makin seru aja nih ff. Pas baca ff part nih langsung de ja vu ama city hunter nye minho oppa. Gue penasaran bgt ama yg terjadi..
    Yul wlopun susah tapi masih peduli ama orng.. Good job oppa

  22. Yuljee mengatakan:

    Hanya itu??? Yaelah thor pndk amt =.=
    tp ydhlh, yg pntg author msh mo posting lnjtnx ^^

  23. Byun913 mengatakan:

    udh setaun gk nongol thor…
    psti raja ada alsan laen knp nyuruh yuri skolah dikuar istana…
    kyk ny sone lagi galau sma berita yoona…

  24. rozza mengatakan:

    Yeaaa huhuhu + rame nih kyake bkal pnjang episodeny ^_^

  25. defy86 mengatakan:

    hmmm mau komen apa??? pokoknya aku sudah tinggalkan jejakku berharga di rumahmu.

  26. wenny mengatakan:

    wa
    taenq dtnq

  27. NewReader mengatakan:

    kenapa chap ini … ngingetin drakornya si abang lee min ho di city hunter ya ?🙂

  28. nuy mengatakan:

    seru juga,,, ditunggu chapter selanjutnya,,,

  29. ArChan mengatakan:

    wew… aku rada bingung chap yang ini hehehe

    oh yoongie mana kok tmben ga nongol ye…
    Tp sekarang kalo baca ff yang ada yoongienya berasa beda T.T *patahhatigue*

  30. beninsooyoungsters mengatakan:

    Duh duh duh cast baru nih hahaha
    itu tae lagi ada di tempat yg sama?
    Hebat si jesse belom ketauan sampe sekarang haha

  31. aulshi mengatakan:

    hahahah ini part yg muncul minji ato siapa itu aku lupa? hahhahahah
    kayak cerita di city hunter pas bagian anak kecil yg nggak dikasih uang kompensasi buat anak kecil hahah
    hohohoho yul makin lama mulai ngeh ama jesse dech hahah dan pula jesse mah dia udah kesengsem ama kwon seobang hahah
    nyesek banget pas baca masa lalu yul yg dengan sengaja tidak dikehendaki ama ayahnya,,, tapi aku pikir itu raja pasti punya sesuatu dech

  32. emiristantika2306 mengatakan:

    yulsic jadi pembela kebenaran

  33. rz mengatakan:

    aaakhirnya update. makasih banyak thor ^^

    huwaaa, paling penasaran sama scene dimana yul bakal ktmu taeng. pengen liat kk adik reunian.🙂

    kok yoong gak muncul ya dibagian ini?? biasanya dia nongol untuk ngeganggu jesse. oh iya, yoong lg sibu ngedate.. ciieee yg udah 4 bulan.😀

  34. pipit mengatakan:

    hmmm bingung thor mw koment ap hehe dr awal mpe chap nh satu sm lain slg brhubungn jd jls crtny hehe

  35. rizanuzula mengatakan:

    huwaahhhh yayasan dongu?? ada apa??? wahh tambah seruuuu lets gooo

  36. D@rkness mengatakan:

    menarik jangan2 raja kim bukan bapaknya yuri trus bapaknya dulu raja tapi di jahatin ma raja kim #ngacok-_-
    gue rasa raja kim itu jahat n taeng nyelidikin apa sih n mau bunuh orng ya?
    next^-^

  37. D@rkness mengatakan:

    menarik jangan2 raja kim bukan bapaknya yuri trus bapaknya dulu raja tapi di jahatin ma raja kim #ngacok-_-abaikan
    gue rasa raja kim itu jahat n taeng nyelidikin apa sih n mau bunuh orng ya?
    next^-^

  38. seororo mengatakan:

    wwaaahhh semakin seru dan complicated

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s