Rain ( HyoNic Version )

Posted: September 9, 2013 in ff snsd, hyonic, one shot, Uncategorized
Tag:, , ,

Tittle : Rain ( HyoNic Version )
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri, Romance, Angst, Fantasy
Lenght : Oneshot
Cast : Kim Hyoyeon, Nicole Jung, Kim Kibum (Key) and Other cast

Inspired by :
*Onew & Jonghyun – Tragedy
*Shin Yong Jae – Walking Slowly (Ost. Faith)

There’s no such thing as eternal love
Goodbye, my love
.
.
.
.
.
.

Hyoyeon berdiri di depan jendela rumahnya. Diluar hujan deras mengguyur seoul. Hujan deras yang menerpa jendela apartmennya menimbulkan suara gemericik.

Jessica keluar kamar sambil menenteng nampan yang isianya bahkan tak tersentuh sedikitpun. Yeoja blonde itu menatap Hyoyeon dengan tatapan meminta maaf, tak dapat dipungkiri Jessica merasa bersalah. Jessica merasa tidak berguna karena dia tidak bisa membantu Hyoyeon meringankan bebannya.

“Mianhe..”

“Gwenchana…”

“Aku sudah membujuknya tapi dia tak mau mendengarkanku..”

“Arraseo, terimakasih sudah membantu sicca..”

Hyoyeon mengambil sesuatu dari saku celananya. Sebuah jam tua pemberian nenek misterius yang dia tolong minggu lalu.

Seperti biasa Hyoyeon pulang dari tempatnya bekerja paruh waktu tengah malam. Gadis itu berjalan kaki menuju apartmennya yang memang tak begitu jauh. Sekarang hari-hari tak berjalan begitu baik, apalagi setelah kepergian Key. Hyoyeon menghela nafas tiap mengingat kakaknya, tanpa sadar airmatanya mengalir. Hyoyeon cepat menghapus airmata itu dengan punggung tangannya.

Aniyo, Kim Hyoyeon kau tidak boleh menangis. Kau harus kuat, setidaknya untuk Nicole yang sekarang sangat membutuhkan dukungan.

Hyoyeon memeluk kantung belanjaannya di dada seraya mempercepat langkahnya saat gemuruh mulai terdengar. Dia harus cepat sampai di rumah sebelum hujan turun membasahi tubuhnya.

Saat itulah Hyoyeon bertemu dengan seorang nenek misterius yang tengah kelaparan. Karena iba Hyoyeon mengambil roti dari kantung belanjaannya dan memberikannya pada sang nenek. Nenek itu sangat berterimakasih dan memberi Hyoyeon sebuah jam tua.

“Terimakasih karena kebaikan hatimu nak…”

“Kuberikan jam ini untukmu. Jam waktu yang bisa membuatmu kembali ke masa lalu. Terimalah…”

Hyoyeon segera memasukan jam itu kembali ke sakunya.

“Haisshhh… aku pasti sudah gila kalau sampai percaya..”

“Oppa! Kenapa kau harus pergi? Nicole sangat merindukanmu… dia membutuhkanmu oppa…”

-Flashback-

Hari itu hari pertama aku masuk TK. Awalnya aku takut dan merengek pada Key oppa agar mengijinkanku tinggal di rumah saja tapi oppa menolak dan menyeretku hingga ke depan gerbang. Yah, satu-satunya keluarga yang kumiliki melakukan hal yang demikian kejamnya padaku. Key oppa itu kakak kandungku, usia kami terpaut 6 tahun. Sejak orangtua kami meninggal dalam sebuah kecelakaan aku dan Key oppa tinggal di rumah nenek. Aku sangat menyayangi oppa, dia selalu berperan menjadi ayah dan ibu untukku. Walaupun kadang-kadang dia bertingkah menyebalkan juga, seperti saat ini contohnya. Kenapa juga tidak membiarkanku diam di rumah saja? Membiarkanku menonton televisi sepuasnya. Aku tidak mau sekolah, aku benci. Bagaimana kalau teman-teman di sekolah itu jahat? Aku takut, tapi oppaku tak pernah mengerti. Dia terus menyeretku hingga aku terpaksa harus mengeluarkan jurus andalanku. Menangis.

Aku menangis sekeras-kerasnya sampai tenggorokanku sakit. Kami mulai menjadi pusat perhatian. Bagus, kalau sudah begini oppa akan malu dan membawaku pulang pikirku. Tapi ternyata aku salah, tangisanku malah membuatku bertemu dengannya. Nicole. Anak perempuan manis dengan rambut sebahu itu menyodorkan lollipop ke arahku.

“Uljima.. umma bilang kalau sudah besar kita tidak boleh cengeng. Ini untukmu..”

Saat itu juga aku berhenti menangis dan menerima permen pemberian darinya. Nicole, teman pertamaku.

Tahun-tahun rasanya berlalu dengan begitu cepat. Walaupun rambutnya masih sebahu tapi sekarang Nicole sudah lebih tinggi begitupun denganku. Kami sudah duduk di kelas 6 dan semenjak kejadian di gerbang TK itu kami menjadi sangat dekat.

Aku punya nama panggilan khusus untuknya, kupanggil dia Nic sementara dia memanggilku Hyonie. Aku selalu suka saat Nicole memanggilku seperti itu. Entah kenapa tapi aku merasa spesial saja saat Nicole yang mengucapkan namaku. Saat kami masih sibuk mau memilih masuk SMP mana, key oppa sudah menyelesaikan SMAnya dengan nilai yang sangat memuaskan. Berkat hal itu dia mendapat beasiswa di Universitas terkenal. Aku yakin kalau Umma dan Appa masih ada mereka pasti sangat bangga pada kakakku itu, karena sekarang akupun merasakan hal yang sama.

Key oppa adalah seorang pekerja keras, diam-diam hal itu yang membuatku menganguminya. Selain itu otaknya juga sangat encer beda sekali denganku. Bahkan Nicole sering mengejekku karena hal itu.

“Hyonie apa benar kalian ini bersaudara?”

“Oppa kenapa mau punya adik seperti Hyonie?”

“Ah andai saja Hyonie bisa serajin oppa..”

“Key oppa bisa melakukan semua hal dengan baik, beda sekali denganmu yang hanya ahli tidur dikelas…”

Dan kata-kata lain semacamnya sering kudengar dari mulut Nicole. Dan saat hal itu terjadi aku hanya akan menjulurkan lidah kearahnya. Setelahnya Nicole akan mengangkat tangannya dan menunjukkan tanda peace dengan jarinya sambil tersenyum manis, eyes smile. Senyum yang akhir-akhir ini membuat jantungku berpacu lebih cepat. Darahku berdesir dan suhu di daerah wajahku tiba-tiba meningkat. Kalau sudah begitu yang bisa kulakukan hanya mengabaikannya.

Suatu sore yang indah di musim semi. Bunga-bunga bermekaran sepanjang jalan yang kami lewati. Hari ini seperti biasa kami berangkat bersama sambil berpegangan tangan saat sekelompok namja datang dan menggoda kami. Awalnya kami berusaha mengabaikan mereka dan mempercepat langkah kaki. Tapi aliran darahku naik saat salah seorang dari mereka mulai mencengkaram tangan Nicole hingga gadis itu kesakitan.

Emosiku naik. Tidak ada seorangpun yang boleh menyakiti Nicole-ku. Siapapun dia, aku takkan memaafkannya. Kuterjang tubuh namja itu hingga tersungkur ke tanah. Tanpa basi-basi kudaratkan tinjuku ke arah wajahnya. Tapi aksi heroik bodohku tak berlangsung lama saat beberapa namja lainnya mulai menarik tubuhku, memukul bahkan menendangnya. Aku bahkan tidak diberi kesempatan untuk membalas. Mereka terus menendang hingga aku bisa merasakan beberapa tulang rusukku mulai patah. Rasanya sangat sakit. Disaat yang bersamaan rasa asin seperti besi mulai memenuhi mulutku. Waktu terasa berputar begitu lambat, hening. Samar-samar yang kudengar hanya terikan Nicole yang menangis dan meminta mereka untuk berhenti. Itu hal terakhir yang kuingat sebelum semuanya berubah gelap.

Hal pertama yang kulihat saat membuka mataku, Nicole. Wajahnya tampak kusut dan matanya sembab. Aku berusaha memberikan senyum terbaiku untuknya walapun cukup sulit karena ada sesuatu yang mengganjal mulutku. Nicole menggenggam tanganku dengan erat seraya menciuminya.

“Kau bodoh! Kau membuatku sangat ketakutan…” Dia mulai terisak pelan.

Aku menggelengkan kepalaku pelan. Menyuruhnya untuk berhenti menangis. Aku tidak suka melihatnya sedih. Sepertinya Nicole mengerti maksudku, dia berhenti menangis dan menghapus airmatanya.

Jauh di dalam hatiku aku bersyukur karena Nicole-ku baik-baik saja. Biar saja aku terluka asalkan Nicole baik-baik saja itu sudah cukup.

“Uugghhhh….”

“Apa sangat sakit? Tunggu sebentar Hyonie.. aku akan memanggilkan dokter untukmu..”

Berminggu-minggu setelah kejadian itu aku baru bisa kembali ke sekolah. Nicole menjadi lebih perhatian padaku… dan aku suka. Aku juga baru tau kalau ternyata Taeyeon,Yuri,Yoona dan Sooyoung yang waktu itu menyelamatkanku. Sahabat-sahabatku sejak SMP. Selain mereka ada juga Jessica, Tiffany, seohyun dan Sunny. Orang-orang ini adalah yang paling dekat denganku setelah Key oppa dan Nicole.

Orang-orang bilang masa SMA itu adalah masa yang paling menyenangkan dan begitu juga menurutku. Apalagi dengan sabahat-sahabat gila seperti Taeyeon cs, aku tidak akan pernah bosan untuk datang ke sekolah. Hanya saja ada kalanya mereka begitu menyebalkan, apalagi kalau sudah pamer kemesraan di hadapanku. Mereka seringkali tidak tau tempat, membuatku gigit jari karenanya. Tau aku iri, mereka semakin gencar melancarkan aksinya terutama saat berkumpul seperti ini.

“Sicca baby buka mulutmu aaa~” ucap Yuri sok gentle (wo)man.

“Gomawo seobang…” jawab Jessica manja. Membuatku bergidik ngeri.

“Ppany-ah, aku juga mau seperti mereka.. suapi aku!” Rengek Taeyeon pada kekasihnya. Ckckck.. untung dia imut kalau tidak sudah kuhajar dia dari dulu.

“Bunny-ah kepalaku sakit…” oh god, bahkan sooyoung juga? Mereka pasti sengaja mengerjaiku.

“Kasian younggie-ku… sini!” Sunny mengisyaratkan Sooyoung untuk menyandarkan kepalanya di bahu yeoja yang lebih pendek itu. Sooyoung menuruti perintah kekasihnya setelahnya Sunny mulai mengelus kepala Sooyoung dengan lembut. Dari sudut mataku kulihat Sooyoung tersenyum jahil kearahku. Menyebalkan.

Seohyun menyadari ekspressi gelisahku, maknae itu bertanya apa aku baik-baik saja. Aku bersyukur setidaknya Seohyun dan Yoona tak menunjukkan kemesraan mereka secara terang-terangan.

“Hyo iri pada kita..” kata Yuri disambut tertawaan yang lainnya.

“Minta Nicole menyuapimu atau minta dia mengelus kepalamu..”

“Benar kuyakin Nicole takkan keberatan..”

“Hyonie kemari!” Nicole ikut menggodaku dengan cara memelukku dari belakang. Sontak saja hal itu membuat wajahku memerah, hal itu sekaligus membuat tawa Taeyeon cs semakin keras saja.

Mungkin Nicole hanya menganggap pelukan barusan hanya main-main tapi bodohnya jantungku terus saja berdetak dengan kecepatan yang bukan main. Setelah sekian lama memang aku baru menyadarinya. Aku mencintai Nicole. Dan sejak aku menyadarinya aku tak pernah memandang Nicole dengan cara yang sama lagi.

~~~~~~~~~~

Sore hari dimusim panas. Seperti biasa aku duduk di sofa sambil menonton acara olahraga favoritku. Sekarang aku dan Oppa sudah tidak tinggal di rumah nenek. Kami tinggal di apartment yang dibeli oppaku dari uang tabungannya. Sore itu terasa sangat tenang sampai suara cempreng Nicole terdengar dari arah pintu. Nicole memang selalu datang ke apartment kami. Hal itu sudah menjadi kebiasaannya. Tentu saja aku senang tapi aku berpura-pura tak peduli padanya.

Nicole duduk di sebelahku dengan senyuman khasnya yang sangat kusukai. Tanpa basa-basi dia merebut remote dari tanganku lalu memindahkan saluran televisi yang sedang kutonton seenak jidatnya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Kesalku. Sebenarnya aku tidak benar-benar kesal karena bagiku acara itu sudah tak menarik lagi sejak dia datang. Tentu saja aku akan lebih memilih memandanginya seharian.

“Kembalikan!”

“Andwe..” dia mencoba menguji kesabaranku rupaya.

“Kembalikan!” Kataku lagi. Kali ini dengan nada yang lebih tegas. Nicole tetap tak bergeming dan tak mau mengembalikan remote itu padaku. Akhirnya kugelitiki dia sampai menangis.

Mendengar tawanya bergema di ruangan ini membuat hariku berwarna. Aku sangat suka mendengar suaranya. Saat dia bicara, saat dia tertawa, saat dia menyebut namaku maupun saat dia marah dan berteriak padaku. Bagiku suara Nicole itu lebih indah dari alunan musik manapun di dunia ini. Mungkin itulah cinta.

Nicole berlari setelah berhasil lepas dari cengkramanku. Dia bersembunyi di belakang key oppa yang tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk kami. Aku? Tentu saja terus mengejarnya.

Sore itu kami terus berkejaran sambil tertawa bersama sementara Key oppa mengomel karena kami membuat dapur kesayangannya berantakan.

“Gelang yang bagus. Punya siapa?”

“Bukan urusanmu..” jawabku ketus. Black monkey di hadapanku ini memang selalu ingin tau urusan orang lain.

“Akhirnya kau benar-benar akan mengatakannya pada Nicole, dihari valentine lagi…romantisnya..”

“Diam Yul!!”

Segera kusembunyikan gelang itu dibalik saku hoodieku. Sebelum lebih banyak orang usil yang melihatnya. Hari ini hari valentine dan Nic mengajakku bertemu di Soshi Coffe Shop.

“Saranghae..” aku hanya bisa terpaku saat Nicole mengatakan kata-kata sakral itu di depan wajahku.

“Nado saranghae..” jawabku tanpa keraguan sedikitpun. Nicole tersenyum puas mendengar jawabanku.

“Apa menurutmu Key oppa benar-benar akan menjawab seperti itu?”

“Ne..”

“Aku sudah menyukainya sejak lama. Kau tidak keberatan kan kalau aku menyatakan perasaanku padanya?”

“Hyonie.. aku gugup sekali..”

“Apa terlihat aneh kalau yeoja menyatakan perasaannya duluan?”

“Hyonie, apa yang harus kulakukan?”

Hyoyeon tersenyum menatap Nicole yang tak berhenti bicara. Hyoyeon mengambil tangan Nicole dan memakaikan sesuatu di pergelangan tangannya.

“E-eh? Ige mwoya?”

“Gelang keberuntungan… untukmu”

“Jangan khawatir Key oppa pasti menerimamu, kalau dia menolak biar aku yang memberinya pelajaran…”

“Gomawo Hyonie..”

Hari itu aku baru sadar kalau aku begitu bodoh. Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya sejak awal. Alasannya datang ke apartment kami setiap hari, dia datang untuk Key oppa bukan untukku. Harusnya aku bisa mengartikan tatapan yang Nic berikan untuk key oppa. Harusnya aku bisa tapi aku terlalu bodoh untuk menyadari semua itu.

~~~~~~~~~~~

“Hyonie! Lepaskan tanganku!” Ucap Nicole. Gadis ini berusaha berontak tapi aku lebih kuat darinya jadi semua usahanya sia-sia.

Malam ini begitu dingin karena salju turun sejak kemarin tapi terimakasih kepada Nicole. Berkat sikap kekanak-kanakannya aku harus pergi keluar dimalam sedingin ini. Key oppa dan Nicole terlibat salah paham dan siapa sangka aku juga harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah mereka.

“Tunggu sebentar!” Perintahku. Nicole menggosok-gosokan telapak tangannya yang hampir membeku.

“Pakai ini!” Kulepas sarung tanganku dan memakaikannya di tangan Nicole.

Beberapa saat kemudia Key oppa muncul dari tempat persembunyiannya sambil menenteng gitar.

Like the rain that falls endlessly
You fall deep into my heart
Like countless grains of sand
You fill up my heart

The lonely days, the held back tears
I will place them in memories and send them off with a smile

Because my steps are slow, because my heart is slow
Though you were so close for me to touch, I went around so far
That’s why it hurts and that’s why I long for you
You’re my love, who makes me tear even when I smile

Though time stops, though my heart stops
Like a lie, you will live in my arms again
I love you as much as you make my heart beat

The lonely days, the held back tears
I will place them in memories and send them off with a smile

Because my steps are slow, because my heart is slow
Though you were so close for me to touch, I went around so far
That’s why it hurts and that’s why I long for you
You’re my love, who makes me tear even when I smile

Though time stops, though my heart stops
Like a lie, you will live in my arms again
I love you as much as you make my heart beat

Please smile, give me your tears
Because that is my happiness
There won’t be one again, not even if I die,
Even if I vomit up my heart  a person to take your spot
I love you as much as you make my heart beat

Itu laguku. Lagu yang kuciptakan untuknya.

Nicole berlari dan memeluk Key oppa. Mereka berbagi ciuman mesra di bawah cahaya bulan. Sementara aku, orang yang kehadirannya tak diperlukan mundur perlahan. Malam itu tak hanya tubuhku yang kedinginan tapi hatiku juga.

Key oppa melirik kearahku sebentar untuk mengucapkan terimakasih. Aku membalasnya dengan senyumanku. Setelahnya aku berbalik dan meninggalkan mereka.

~~~~~~~~~~

“Arghhh.. ini sulit sekali..” Hyoyeon mengacak rambutnya frustasi. Nicole terkekeh geli melihatnya.

“Sini! Mana aku lihat!” Key mengambil kertas soal Hyoyeon lalu mengisinya dengan mudah.

“Ba-bagaimana bisa?” Heran Hyoyeon.

“Chagi sebaiknya kau harus mengingatkan Hyo supaya tidak tidur di kelas lagi…” Hyoyeon memanyunkan bibirnya mendengar komentar Key.

“Ne~” jawab Nicole manja sambil memeluk Key. Hyoyeon segera memalingkan pandangannya ke arah lain.

“Taeng..”

“Ne?”

“Apa di kafemu ada lowongan pekerjaan?”

“Kurasa ada… wae?”

“Aku ingin bekerja disana..”

“Kenapa? Key oppa tidak memberimu uang saku lagi?”

“Bukan.. kurasa aku harus menjaga jarak dengan Nicole..”

“Key oppa berencana mengajak Nic tinggal di apartment kami…”

~~~~~~~~~~

Setelah Nicole tinggal di apartment kami aku harus sering-sering menahan rasa cemburuku tiap kali Nic dan Key oppa bertingkah mesra. Walaupun begitu aku tetap bahagia kalau mereka bahagia. Bagaimanapun mereka adalah dua orang terpenting yang kupunya di dunia ini.

Hari ini aku senang sekali karena kami meraih juara satu di Dance competition antar sekolah. Aku, Yuri, Yoona dan Sooyoung sudah berusaha keras dan akhirnya usaha kami tidak sia-sia. Oppa bilang dia sangat bangga padaku. Dia sangat senang dan mengundang teman-temanku untuk makan malam dirumah. Malam yang takkan pernah kulupakan seumur hidupku. Tapi aku tidak sangka akan menjadi malam terakhirku melihat tawanya.

“Oppa mau kemana?”

“Membeli kue ulang tahun Nicole..”

“Tapi diluar hujan deras..”

“Gwenchana. Aku harus membelinya sebelum Nicole pulang. Kau jaga rumah arra??” Key mengacak rambut Hyoyeon lalu pergi.

Aku tidak tau kalau hari itu adalah hari terakhir aku melihat Key oppa. Aku tidak tau kalau kakakku harus pergi dengan cara yang sama seperti kedua orangtuaku. Aku tidak tau kalau aku harus kehilangan kakakku satu-satunya. Aku juga tidak tau kalau harus kehilangan senyummu.

-Flashback End-

Hyoyeon sedang membereskan meja di kafe tempatnya bekerja ketika ponselnya berbunyi.

“Yeobuseyo?”

“Hyo, Nicole ada di rumah sakit sekarang. Cepat kemari!!”

“Nic kenapa sicca?”

“Dokter bilang Nic pingsan karena terlalu lelah.. kondisinya juga sangat lemah..”

“Baiklah, kau boleh pulang Sicca. Terimakasih sudah membawanya kesini…”

Lama Hyoyeon memandangi wajah Nicole yang terbaring di kasur Rumah Sakit. Melihat kondisi Nicole yang seperti ini membuat hatinya merasa seperti diiris-iris.

Hyoyeon meraba sakunya lalu mengeluarkan jam tua yang selalu dia bawa kemana-mana seminggu terakhir.

Kurasa aku tau apa yang harus kulakukan.

Kuharap kau benar-benar bekerja.

Hyoyeon memegang benda itu lalu memutar mundur waktunya. Tiba-tiba ruangan sekitarnya menjadi sangat terang. Hyoyeon memejamkan matanya karena silau. Tepat saat Hyoyeon membuka matanya gadis itu sudah bukan di rumah sakit lagi tapi di apartmentnya. Hyoyeon sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.

Key keluar dari kamarnya dengan baju yang sangat rapi. Hyoyeon tersenyum menyadari jam itu benar-benar bekerja.

“Oppa mau kemana?”

“Membeli kue ulang tahun Nicole..”

Hyoyeon berdiri lalu merebut kunci mobil dari tangan Key.

“Biar aku yang membelinya..” Hyoyeon tersenyum dan berlalu.

Aku tau aku bodoh, tapi gadis bodoh ini mencintaimu sepenuh hatinya..

I will still love you forever
Please don’t ever forget about me
Even after the tragic love ends
I am waiting for you

Even if I die, leave you like this
You will be able to find another love
But there would still be sadness in that love
Through my lips, I can’t tell
That I will love you forever
I have no idea why
Saddnes and tears are part of farewell

There’s no such thing as eternal love
Goodbye, my love
.
.
.
.
.
.
>>>>>>>>>>>>END

😀
🙂
😀

Nyari FF yang maincastnya HyoNic ga nemu2, yaudah aku bikin aja sendiri… *LoL

Biar lebih dapet feelnya, baca ini sambil dengerin lagu yang diatas… ^^

YulSic udah, TaeNy udah, HyoNic udah.. berarti tinggal SooSun sama YoonHyun ahaha😀

Ditunggu aja ya ‘Rain’ YoonHyun sama SooSun versionya… bye… *Kabur

Komentar
  1. Airin mengatakan:

    Kasihan hyo cintanya bertepuk sebelah tangan nich sedih banget

  2. joe mengatakan:

    kasian hyo yg jd ninggal nih. Okee thor d tngu 2 lg

  3. kimsaeng mengatakan:

    Kok hyo sihh yang berkorban,,
    So sweet sekaligus ngenes bgt,,hemmm

  4. byun913 mengatakan:

    hyo jjang…
    dia memutar waktu dan akhir ny dia sndri yg akn mati…
    kamu emg bodoh hyo…

  5. Gaega93 mengatakan:

    T^T (lap ingus) , mudah2an pas soosun ver gak semenyedihkan ini😥

  6. hana mutia mengatakan:

    yahhh ksian hyo. cintany brtepuk sblh tngan. nic trnyata suka sma key oppa sudah lama. poor hy -_-

  7. NewReader mengatakan:

    poor hyo yg cintanya bertepuk sebelah tangan pada nicole😦

  8. alfa685 mengatakan:

    betul thor nggak yambung tp ane salut ama keteguhanx my dance machine

  9. Lisa mengatakan:

    JAHAT !!! tragis nya😦

  10. Desi si locksmith mengatakan:

    Ya ampun..
    Sedih bnget thor,.
    Pengorbanan yg bner2 prlu di acuhin jempol..
    Hyo rela mati…
    DAE to the BAK

  11. Kim eveel mengatakan:

    Ahhh tidaaaakkk…thor nangung banget suerr…ga bsa dilanjutin lgikahh??

  12. Kuma mengatakan:

    Hyo bner2 rela berkorban ea demi kbhgiaan mrka …
    Sedihh bgt liat hyo kya gni …
    Lanjutt thor ..
    D tnggu YoonHyun N soosun ea ..

  13. Aya S1 Queen's mengatakan:

    Annyeong…

    Wow kren nih ff ny,,,bkin yg bca jdi terhura.

    Ok di tnggu yg SooSun n YoonHyun version ny. Psti ntar bkin terhura lgi.
    Author ny sneng nih bkin reader ny nyesekh.

    Thor married her nya ya. Fighting…!

  14. taenygee mengatakan:

    hiks😥 Hyo yg sabar ya cintanya bertepuk sebelah tangan😦

  15. tantysone mengatakan:

    Ini ff hyonic pertama yg gue baca dan penilaian gue SEMPURNA. Lebih bagus dri rain nya yonhyun, ah gue request hyonic lgi dong thor.. Pleaseeee~

  16. Lee Yeosin mengatakan:

    Ya ampun Author kecam bnget siiih, skali bikin Hyonic eeeh mlah Hyo nya bkan ma Nicole, huuuuh..
    Dah hyo ma aku aja, hehe..

  17. Yoongkumaseororo mengatakan:

    ni ff Hyonic pertama yg gue baca… Huwaaaa… Keren… Kirain Nic beneran nembak Hyo taunya cuma latihan ya…. Tp Hyo keren bnget, jd Hyo yg gantiin Key, mudah2 nasibnya gak kyk Key…

  18. yoonaddict mengatakan:

    nicole bener bener ga tau perasaan hyo😥

  19. descamulianacandar mengatakan:

    Omg hyo rela berkorban untuk nic so sweet

  20. murie mengatakan:

    Hyo kok nggak mikir panjang..
    Tp salut sich ama pengorbannya hyo..

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s