GHOST!!! ( Remember me? / Part 5-END )

Posted: Juni 20, 2013 in ff snsd, soosun, Uncategorized
Tag:, , ,

Tittle : GHOST!!! ( Remember me? )
Author : RoyalSoosunatic
Genre : Yuri ( girl x girl ), Comedy, Romance, Friendship
Lenght : Chapter
Cast : Lee Sunny, Choi sooyoung, Lee Sungmin, SNSD Member and Other cast

Inspired by :
– Drama 49 Days
– There was Nothing by Jung Yeop
(Brown Eyed Soul) OST 49 Days
– Trap by Henry ( ft. Taemin and Kyuhyun)
– I want to dream with you (Forever) by SNSD

Without saying anything, you went away, it’s not, please
It’s okay to come back, It’s okay to come back
The short moment we separated, it was only a dream
Nothing happened, nothing happened
If this night passes, and I wake up, again, with you…
.
.
.
.
.
.

–Part 5–

Pagi-pagi sekali sunny sudah bangun, dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Yeoja danshin itu berjalan ke ruang makan. Sunny duduk dikursinya setelah mengucapkan selamat pagi pada kedua orang tuanya. Sementara Ny. Lee menuangkan susu ke gelas anaknya, ayah sunny terus menatap anaknya dengan serius. Sadar dirinya menjadi pusat perhatian ayahnya sunny pun bertanya.
“Ada apa appa?”
Tuan Lee menatap ke arah istrinya sebentar, Ny. Lee hanya mengangguk.
“Sunny kau tau kan sekarang hari apa?”
“Apa ada sesuatu yang spesial?”
“Ne.. Nanti malam kita semua akan pergi ke rumah keluarga choi, disana ada peringatan satu tahun kepergian…. sooyoung” Ayahnya tampak ragu saat mengatakannya takut sunny akan meledak seperti sebelum-sebelumnya tapi ternyata dugaannya salah. Sunny berhenti mengunyah roti sarapannya, dia bangkit lalu tanpa berkata apa-apa dia pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
~~~~~~~~~~

-Flashback-

Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni i’m trapped i’m trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni i’m trapped i’m trapped
I’m trapped oh~ i’m trapped oh~

“Apa yang kau lakukan younggie?” Sunny menyilangkan kedua tangannya didada sambil menyandarkan punggungnya di tembok ruang latihan dance.
“Menari lah, memangnya kau pikir apa?” Jawab sooyoung sambil terus melanjutkan tariannya.
“Ouh… kukira sedang kambuh” yeoja yang lebih pendek itu membalas dengan senyuman jahil diwajahnya.
“Kambuh apanya?” Tanya sooyoung, mengerutkan kedua alisnya.
“Kambuh gilanya…” Sunny tertawa puas melihat ekspressi ngambek sooyoung.

“1…2…3…mulai!”
“Kertas, gunting, batu..” Ucap SooSun bersamaan.
“Ahahaha… aku menang lagi” ucap sunny senang sambil mengacung-ngacungkan kedua tangannya ke udara.
“Karena kau menang ayo naik kepunggungku.. aku akan menggendongmu sampai rumah..” sooyoung berjongkok dihadapannya. Sunny naik kepunggung itu. Sooyoung menahan kaki sunny yang melingkar di pinggangnya sementara sunny merapatkan pelukannya di leher sooyoung. Jantung sunny berdebar keras, segera yeoja itu menyembunyikan wajahnya yang memerah di lekukan leher sooyoung. Sementara sooyoung tersenyum dengan aksi manja sunny, jantung gadis yang lebih tinggi itupun sama-sama berdebar keras. Satu hal yang tidak sunny ketahui adalah sooyoung selalu mengalah untuknya karena dengan begitu dia bisa menjadi lebih dekat dengan sunny.

BRUKKKK!!!

“Huaaaaa T.T, umma sakit..” sunny mulai menangis.
“Gwenchana??” tanya sooyoung cemas.
“Huaaaaa… kakiku sakit T.T” tangisan sunny semakin keras.
“Lututmu berdarah!” panik sooyoung.
“T.T…”
“Sudah-sudah jangan menangis!!” sooyoung menepuk-nepuk pundak sunny.
“Umma!!… e-eh? Apa yang kau lakukan?” sunny heran dengan apa yang dilakukan sahabatnya.
“Mengobatimu..” sooyoung tersenyum manis.
“Mengobati? Yang kau lakukan hanya meniup-niup lukaku..”
“Itulah cara pengobatannya.. aku meniupi lukamu sambil membacakan mantera
penghilang rasa sakit..”
“Ahahaha.. dasar aneh, mana ada hal yang seperti itu?” sunny tertawa karena tingkah sahabatnya.
“Tentu saja ada… buktinya sekarang kau sudah  berhenti menangis dan bisa tertawa
berarti mantera ku berhasil kan.. hehehe..”

“Kyaaa!! Menyeramkan sekali..” Sooyoung berteriak setelah keluar dari wahana haunted house yang telah mereka masuki.
“Sudah kubilang kan kau pasti takut.. sok berani sih..” ejek sunny.
“Siapa bilang aku takut?? Aku hanya geli melihat hantu-hantu.. selain itu taman hiburan ini hanya ada di musim semi, kalau
aku tidak sempat mencoba semua wahana disini pasti aku akan menyesal..” Sooyoung berdalih. Gengsi juga kan kalau mengaku takut pada sunny, bisa-bisa sunny terus mengejeknya di sekolah nanti.
“Kau ini pintar sekali mencari alasan ya?”

“Sunny-ah apa kau tidak bosan membaca buku terus?” Keluh sooyoung yang sedari tadi mendapat pengabaian dari sahabatnya gara-gara sunny terlalu fokus pada buku yang dibacanya. Karena kesal akhirnya sooyoung mengambil kertas yang seharusnya digunakan untuk menulis tugas mereka lalu menggambarnya dengan sesuatu. Dia menuliskan nama LEE SUNKYU lalu mengelilinginya dengan gambar hati ditambah dengan beberapa gambar kelinci di tiap sudutnya.
“Nah ketemu!!” Ucap sunny tiba-tiba membuat sooyoung terlonjak kaget. Dengan segera gadis shiksin itu menyelipkan kertas tadi kedalam buku sejarah yang ada disampingnya sebelum sunny melihatnya.
~~~~~~~~~~

Sunny berdiri sambil memandang keluar jendela. Diluar pemandangan didominasi warna putih dimana-mana. Beberapa anak kecil tengah sibuk bermain salju, ada yang berlarian, ada yang bermain bola salju dan melempar satu sama lain, ada yang membuat boneka salju ada juga yang sekedar berjalan-jalan menikmati udara seoul yang tidak begitu hangat tersebut.

“Sunny!!” Panggil ummanya.
“Ne omma?”
“Sooyoung sudah datang…” secepat kilat sunny berlari keluar rumah, dan benar saja gadis shiksin itu tengah menunggunya. Sunny tersenyum dan ikut melambaikan tangan saat sooyoung melambai kearahnya.

Sooyoung melangkah mendekat ke arah sunny, kemudian dengan lembut dia menggenggam tangan yeoja itu. Hari ini memang dingin tapi entah kenapa sunny merasakan kehangatan yang tak terhingga di dalam hatinya. Saking hangatnya sampai-sampai membuat wajah sunny seperti kepiting rebus.

“Hari ini dingin sekali…” kata sooyoung. Mereka berdua duduk bersebelahan di dalam bis yang akan membawa mereka ke tempat tujuan mereka. Sunny memang tidak tau sooyoung akan membawanya kemana, hari ini mereka hanya pergi berdua. Terdengar seperti kencan memang.

Kencan? Oh… tidak, memikirkannya saja membuat paras sunny kembali memerah.
Sedari tadi sooyoung tak mau melepaskan tangan sunny, membuatnya tampak protective terhadap yeoja itu. Orang-orang disana tersenyum melihat betapa imutnya kedua orang ini.

Walaupun mereka sering menghina satu sama lain tapi tak dapat dipungkiri sunny akan selalu merindukan gadis shiksin itu walaupun mereka hanya terpisah beberapa jam saja. Orang tua dan teman-teman sunny bahkan sering menggoda mereka karena dimana ada Sooyoung disitu ada Sunny dan sebaliknya.

Awalnya sooyoung mengajak sunny nonton setelah itu mereka makan dan makan lagi. Maklum saja sooyoung kan shiksin. Setelah kenyang sooyoung mengajak sunny ketaman hiburan. Mereka masuk ke rumah hantu, naik jet coaster, ferris wheel dan semua wahana yang ada ditaman hiburan itu. Cuaca dingin tak menyurutkan langkah Sooyoung dan Sunny.

“Ya… sedikit. Sedikit lagi!” Ucap sunny tak sabaran.
“Hei danshin diamlah! Aku jadi tidak bisa kensentrasi..”Protes sooyoung, boneka yang hampir didapatnya akhirnya terlepas lagi.
“Lihat perbuatanmu!!”
“Kenapa jadi aku? Itu karena kamunya saja yang tidak bisa..” Sunny menjulurkan lidahnya. Sooyoung memasukan koin ke dalam mesin itu lalu kembali mencoba peruntungannya. Dengan perjuangan keras sooyoung mendapatkan sebuah boneka… jerapah.
“Hore berhasil!!” Kedua orang itu melompat-lompat kegirangan.
“Ini untukmu..”
“Gomawo…” sunny menunjukan senyum manisnya.
“Padahal tadinya aku mau memberimu boneka kelinci…”
“Wae?”
“Karena kelinci itu lucu sepertimu…hehe..”
“Tapi aku lebih suka jerapah ini…” sunny memeluk boneka itu didadanya.
“Jeongmal?”
“Ne..”
“Waeyo?”
“Karena jerapah ini mirip denganmu…” sunny tertawa setelah mengatakannya.
“Enak saja aku disamakan dengan jerapah.. jelas-jelas aku lebih cantik..”
“Ih.. pede..”

“Sunny-ah.. ayo kita foto!” Sooyoung menarik sunny kesebuah foto box. Mereka berfoto bersama sambil membuat ekspressi yang lucu-lucu. Awalnya sunny malu-malu tapi melihat bagaimana sooyoung berekspressi, yeoja danshin itu jadi ikutan tak tau malu.

Sooyoung tersenyum memperhatikan foto mereka, karena ada 4 foto dia memberikan dua pada sunny dan menyimpan sisanya.
“Sunny tunggu disini sebentar..” Tanpa menunggu jawaban sunny sooyoung sudah berlari jauh.

“Sudah malam ayo kita pulang…”
“Hmm..”
Sooyoung mengantar sunny pulang kerumahnya. Sepanjang perjalanan mereka saling berpegangan tangan dan tersenyum hangat satu sama lain.
“Aku ingin terus seperti ini…” Gumam sunny, namun sooyoung masih bisa mendengarnya.
“Aku juga..”

“Gomawo younggie.. untuk hari ini..” ucap sunny.
“Tunggu!” Sooyoung menahan tangannya. Kemudian gadis tinggi itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Boneka kelinci.
“Ambilah…”
“Tadi aku pergi sebentar untuk membeli itu dulu..” sooyoung menggaruk bagian belakang kepalanya.
“Kuharap si jerapah tidak akan kesepian karena sudah ada kelinci yang akan selalu menemaninya…” Sunny masih terpaku memandangi kedua boneka di tangannya.
“Kalau begitu aku pergi dulu…” Sooyoung berbalik, sunny menjatuhkan kedua boneka itu lalu meraih tangan sooyoung, membuat gadis jangkung itu berbalik kearahnya. Sunny meraih belakang kepala sooyoung dengan tangannya yang bebas setelah itu dia menempelkan bibir mereka berdua.

Sunny melumat bibir sahabatnya dengan lembut. Memberikan sooyoung sensasi luar biasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Jantungnya berdegup kencang, sementara perutnya serasa menggelitik seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang disana. Sooyoung yang awalnya terkejut mulai membalas ciuman sunny. Tangannya melingkar di pinggang yeoja yang lebih pendek itu.
“Hmmp…” sunny mendesah pelan saat sooyoung mengigit bibir bawahnya. Mulut sunny sedikit terbuka dan saat itu sooyoung tak menyia-nyiakan kesempatan yang dimilikinya. Lidah sooyoung bermain didalam mulut sunny, sesekali sooyoung juga menghisap lidah sunny dan membuat yeoja pendek itu kembali mendesah. Desahan yang terdengar seksi di telinganya.

Sooyoung melepaskan ciumannya saat paru-parunya berteriak membutuhkan oksigen. Mungkin kalau manusia tidak perlu bernafas sooyoung akan bermain lebih lama lagi.
~~~~~~~~

“Ya sunkyu!!” Sooyoung menarik tangan sunny dengan kasar.
“APA?!” Sunny berteriak di depan matanya.
“Kenapa kau keras kepala sekali hah?!.. aku kan sudah bilang jangan dekat-dekat dengan Hyomin. Apa kau tau dia menjadikanmu sebagai bahan taruhan..” Sooyoung sangat emosi saat mengatakannya. Dengan kasar sunny melepaskan tangan sooyoung.
“Apa pedulimu?!” Sunny tersenyum sinis.
“Sadar younggie kau bukan siapa-siapaku.. kau tidak berhak melarangku dekat dengan siapapun dan kau tidak berhak mengatakan sesuatu yang buruk tentang Hyomin…”
“Tapi sunny, aku tidak mau kau sakit nantinya…”
“Lucu sekali, apa kau tau kalau satu-satunya orang yang menyakitiku adalah dirimu choi sooyoung…”

Sooyoung mengacak rambutnya frustasi.
“Bukannya aku sudah menjelaskan semuanya padamu.. kau salah paham!”
“Aku dan Nana tidak ada hubungan apapun.. saat itu dia terpeleset lalu jatuh menimpaku..”
“Lalu untuk apa kau menginap di rumahnya semalam..”
“Darimana kau tau?” Sooyoung membulatkan kedua matanya.
“Uee yang menceritakan semuanya padaku…”
“Dasar yeoja ember..” kesal sooyoung.
“Jadi benar ya?”
“A-aniyo,, eh maksudku ne. Aku memang menginap di rumahnya tapi aku juga punya alasan untuk itu sunny..”
“Sudahlah, aku tidak butuh alasanmu lagipula aku tidak perduli.” Sunny bermaksud memasuki rumahnya, tapi sebelum tangannya meraih gagang pintu sooyoung berteriak padanya.

“YA!! DASAR YEOJA KERAS KEPALA, PEMARAH, MENYEBALKAN….” sunny berbalik.
“Terserah kalau kau tidak percaya padaku.. aku tidak peduli..” Tentu saja sooyoung tidak bermaksud mengatakan semua itu. Dia hanya terlalu emosi dan kata-kata barusan keluar dari mulutnya begitu saja. Kenapa sunny tidak mengerti dirinya, sooyoung hanya tidak mau kalau sunny-nya terluka. Orang yang dicintainya terluka karena seorang player menyebalkan bernama Hyomin.

Sunny mengepalkan tangannya erat-erat. Tidak sangka aksinya untuk membuat sooyoung cemburu bisa sejauh ini. Ini adalah pertengkaran terhebat yang pernah mereka alami. Dasar sooyoung bodoh, seharusnya dia tidak membuat sunny cemburu lebih dulu dengan dekat-dekat yeoja bernama Nana. Emosi sunny sudah mencapai kadar maksimalnya.
“FINE, JANGAN PEDULIKAN AKU LAGI..” Yeoja danshin itu balas berteriak.
“Aku tidak mau melihatmu lagi, AKU MEMBENCIMU CHOI SOOYOUNG!!” Sunny membanting pintu rumahnya dengan keras. Begitu memasuki rumahnya sunny langsung berlari menuju kamar sambil menangis. Sunny melihat boneka jerapah dan kelinci pemberian sooyoung yang ada diatas kasurnya, dengan kesal sunny melempar kedua boneka itu.

Sunny tidak tau jika hari itu benar-benar terakhir kalinya dia bertemu dengan sooyoung, karena setelahnya sooyoung mengalami kecelakaan.
~~~~~~~~~

Setelah kejadian itu sunny berubah total. Yeoja itu menjadi lebih pendiam, tertutup dan suka menyendiri. Berbulan-bulan sunny mengurung dirinya di dalam kamar. Bahkan orang tuanya sudah kehabisan cara untuk membuat sunny kembali seperti dulu.

Sunny terus menyesali semuanya. Andai dirinya bisa memutar waktu sunny takkan mengatakan hal-hal yang demikian pada sooyoung. Sunny akan lebih mengontrol emosinya. Sunny akan memperlakukan gadis itu dengan lebih baik lagi, dan sunny akan mengatakan perasaannya pada sooyoung. Tapi sayangnya sesuatu yang sudah berlalu takkan terulang kembali. Takkan pernah.

Sunny menyalahkan dirinya sendiri.
~~~~~~~~~

“Sepertinya Sunny mengalami depressi.. itulah mengapa selama ini dia selalu menyendiri. Mungkin sunny mencoba menghindari hal-hal yang bisa mengingatkannya akan hal yang membuatnya trauma..” dr. Han menjelaskan hasil analisanya.

“Dalam kasus seperti sunny kadang-kadang pasien juga bisa mempunyai persepsi yang aneh… misalnya dia berkhayal bisa melihat atau berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal.. seperti halusinasi”

“Awalnya saya sempat mengira sunny mengalami Traumatic Stress Disorder tapi berhubung sunny tidak pernah terlibat dalam peristiwa mengerikan dan mengancam jiwa saya rasa dugaan itu salah..”

“Lalu apa yang harus kami lakukan dok?” Tanya Tn. Lee.
“Untuk sementara jangan terlalu memaksanya takutnya sunny akan mengamuk lagi seperti tadi, kita masih perlu tes lanjutan untuk lebih memastikan depressi jenis apa yang sunny derita..”
“Baik dok..”
“Saya akan buatkan resep obat untuknya..”
“Kamsahamnida dokter..”
“Ne..”

Sunny terus memandang keluar jendela, liburan musim panas hampir tiba. Matahari bersinar cerah, sayangnya hatinya tak secerah mentari tersebut.
“Hei.. kau yang disana!” Sungmin mencoba merebut perhatian teman sekamarnya namun sunny tak memperdulikannya.
“Hei kau, siapa namamu?” Tanya sungmin sekali lagi, namja itu mencoba bangkit dari kasurnya dan berjalan kearah sunny walaupun harus dengan susah payah karena kakinya yang terbalut perban sama sekali tak membantu. Namja itu terjatuh saat menunggangi motor barunya. Walaupun sunny selalu bersikap dingin padanya sungmin tak pernah mempermasalahkan hal itu. Justru dia semakin bersemangat untuk lebih mengenal sunny.

Akhirnya berkat usahanya yang gigih sungmin berhasil membuat sunny bicara padanya. Walaupun jawaban sunny relatif singkat sungmin sudah cukup senang. Baginya itu sudah sebuah kemajuan.

Hubungan pertemanan itu terus berlanjut walau mereka sama-sama sudah keluar dari rumah sakit. Seringkali sungmin berkunjung ke rumah sunny, membuat kedua orang tua sunny mengenalnya dengan baik. Sungmin memang cukup dekat dengan sunny namun namja itu tidak tau tentang sooyoung, sunny tidak pernah membicarakannya.

-Flashback End-
~~~~~~~~~

“Sunny ikut aku!” Dengan kasar jessica menarik tangan sahabatnya tersebut. Yuri yang melihat hal itu bermaksud menghentikan kekasihnya. Apa yang jessica lakukan bisa menimbulkan pertengkaran seperti kemarin. Namun tiba-tiba taeyeon menahan tangan Yuri dan membiarkan pembicaraan Sunny Jessica terus  berlanjut.

“Lepaskan aku jessica. Aku tidak mau..” sunny berontak.
“Kenapa kau ini sunny-ah?!”
“Kau yang kenapa.. sudah kubilang aku tidak kenal sooyoung.. dan jangan memaksaku ke rumahnya..”
“Kau salah sunny, kau bukan tak mengenalnya kau hanya berpura-pura tak mengenalnya.. ini sudah setahun. Sampai kapan kau akan terus seperti ini…” jessica melepaskan tangannya dan menatap kedua mata sunny.
“Aku memang tak mengenal sooyoung. Aku tak mau mengenalnya… kau tau kenapa?” Sunny balas menatap jessica dengan airmata yang mengenang di sudut matanya.
“Karena kalau aku mengenalnya aku akan jatuh cinta padanya dan setelah itu dia akan pergi meninggalkanku..” airmatanya jatuh.
“Jadi lebih baik seperti ini… kami tak saling mengenal tapi dia tetap disisiku..”
“Dia tak nyata sunny-ah, karena kau tak merelakannya maka kau berimajinasi kalau dia masih berada di dekatmu.. sooyoung sudah pergi dan itu kenyataannya…” Sunny menutup kedua telinganya rapat-rapat, tak ingin mendengar apapun yang keluar dari mulut Jessica.
“Kau harus berhenti sunny. Tidakkah kau tau kami semua sedih saat melihatmu bicara sendiri..”
“Aku tidak bicara sendiri, aku bicara dengan younggie..”
“Sekarang lihat aku sunny! Relakan dia.. jangan terjebak dalam khayalanmu sendiri…”
“DIAM!! kau tidak tau apa-apa jadi berhenti mengajariku..”
“Walaupun kau berpura-pura tak pernah mengenalnya dia takkan kembali sunny-ah.. tidak akan..” Jessica juga ikut menangis. Sunny terduduk di lantai, yeoja itu menyembunyikan wajah diantara kedua lututnya sambil terus menutupi kedua telinganya.
“Aniyo.. kalian bohong..”
~~~~~~~~~

Sunny terduduk sendirian di lantai kamarnya. Sudah seminggu dirinya kembali mengurung diri.
“Younggie.. mereka semua bohong kan?”

Sooyoung tersenyum lalu duduk di dekat sunny.
“Mereka benar sunny.. aku memang tidak nyata. Aku ada disini karena kau menginginkannya..” sunny memegang tangan sooyoung dengan erat seakan tak mau kehilangan gadis itu untuk yang kedua kalinya.
“Mianhe younggie.. seharusnya waktu itu aku tak marah-marah padamu. Semua yang kukatakan padamu waktu itu aku tak bermaksud mengatakannya..”
“Aku tau.. aku juga minta maaf karena aku yang lebih dulu membuatmu kesal..”

“Appo..” sunny memegangi dadanya.
“Kau tau disini sakit sekali.. kenapa kau harus pergi ke tempat yang tidak bisa kujangkau?”
“Aku tidak kemana-mana sunny.. aku ada disini..” sooyoung tersenyum sambil menunjuk dada sunny.
“Relakan aku sunny-ah, maka rasa sakitnya akan hilang.. jangan terus menyalahkan dirimu sendiri. Kau tau aku tidak suka melihatmu seperti ini karena sunny yang kukenal tidak seperti ini.”

“Sunny-ku adalah orang yang ceria, suka beraegyo, mudah bergaul dan selalu memberikan kebahagiaan pada semua orang… sementara kau yang sekarang sangat menyedihkan, kau tau?”
“Mianhe…” sunny menundukan kepalanya.
“Aku akan memaafkanmu tapi kau harus janji akan kembali seperti dulu..”
“Aku tidak bisa..”
“Kau bisa, hanya saja kau tak pernah mencobanya..”

Sunny memeluk sooyoung dengan erat walaupun pada kenyataannya tidak siapapun di dalam sana selain dirinya sendiri.
“Tidurlah.. dan besok pagi saat kau terbangun semuanya akan lebih baik..” Sunny memutuskan untuk merelakan sooyoung dan setelah dia melakukannya tiba-tiba hatinya terasa lega. Seperti ada seseorang yang sudah mengangkat beban yang sangat berat itu.
“Saranghae younggie… Jeongmal saranghae.. maaf aku tidak pernah mengatakannya padamu..” Sunny membisikan kata-kata itu sambil memejamkan matanya.
~~~~~~~~~

Ting nong! Ting nong!

Dengan tergesa-gesa Ny.Lee membuka pintu rumahnya. Siapa juga yang bertamu sepagi ini.
“Pagi aunty..!!” Sapa taeyeon and the gank.
“Oh.. kalian ayo masuk!” Kata Ny.Lee ramah. Sementara itu jessica terus bersembunyi di balik punggung Yuri.
“Euh.. aunty.. Sicca datang untuk minta maaf pada sunny” ucap Yuri. Ny.Lee tersenyum.
“Sunny ada di dapur, kajja!”

Awalnya jessica tampak ragu tapi kemudian Yuri mendorong tubuhnya. Kalau disaat normal mungkin jessica akan marah tapi  berhubung dia yang salah maka jessica diam saja.
“Sunny!”
“Sicca?” Jessica menghampiri sunny yang sedang duduk, melihat sahabatnya tersebut sunny pun berdiri.
“Sunny aku mau minta maaf..”
“Aku juga minta maaf ya sicca..” Mereka berpelukan. Sunny juga memandang teman-temannya yang lain.
“Aku juga minta maaf pada kalian semua.. maaf sudah membuat kalian khawatir..”
“Gwenchana.. asal jangan diulangi saja..” canda hyoyeon.
“Tidak akan, aku tidak mau membuat sooyoung sedih..”
“Bagus! Kalau begitu kami maafkan…” mereka semua kembali memeluk sunny. Ayah dan ibu sunny tersenyum melihat kehangatan tersebut.

“Kalian sudah sarapan?” Tanya Ny. Lee
“Belum aunty..”
“Bagus, kalau begitu sarapan disini saja..”
“Tentu kami tidak akan menolak..” jawab yoona semangat diiringi tawa aligatornya, membuat yang lain juga ikut tertawa.

“Sunny apa kau menyukai sungmin oppa?” Tanya Hyoyeon.
“Aniyo..”
“Lalu kenapa saat sungmin oppa, kau tau di depan gerbang sekolah, kenapa pipimu memerah..” Hyoyeon sengaja tidak menyebutkan kata mencium karena disana ada orang tua sunny.
“Karena.. aku membayangkan kalau sooyoung yang melakukannya padaku…” jawab sunny simpel.
“Pantas saja…”

“Tapi kalau menurutku sungmin oppa cocok untukmu..” kata Tiffany. Sunny hanya mengangkat bahunya.
~~~~~~~~~

Graduation day..

Musim telah berganti dan waktu telah berlalu. Masa sekolahku telah terlewati. Selama ini banyak yang telah kualami. Ada yang datang dan ada yang pergi. Seperti angin yang selalu berhembus, walaupun tak terlihat lagi tapi dia ada… disini… dihatiku. Dan selamanya akan tetap seperti itu.
Sooyoung… shiksin babo itu. Si menyebalkan, sahabatku, yang selalu menjagaku, yang mengajariku naik sepeda, yang selalu membelaku, yang setiap tahun menemaniku ke taman hiburan, yang selalu menyebutku pendek, yang selalu membullyku. Walaupun begitu aku tau itulah cara dia menunjukkan perhatiannya. Mengingatnya membuatku menangis dan tertawa disaat bersamaan. Sooyoung… cinta pertamaku.

“Apa kalian sudah siap?”
“Ne.. seongsaengnim”
“Baiklah sekarang kita tampilkan… soshi dari kelas Vokal…”

Tepuk tangan meriah mulai terdengar saat Sunny,Taeyeon, Jessica, Seohyun dan Tiffany memasuki panggung…

Musik mulai terdengar…

I want to dream forever with you

Following the happy breeze, beneath that bright sky that blinds me
Beautiful melodies and fresh air fills this road that I’m walking with you
Do you remember? Those awkward and unfamiliar times when we first met
I’m thankful to you for silently taking care of me when I was hesitant and young

My exhausted heart beats once again
My weak heart has found light again
I want to hold your hand and walk like this forever
Together with the person I love in a world just for the two of us

Those unforgettable memories during that long time
Throughout the laughter and the tears, the one who always believed in me was you

My exhausted heart beats once again
My weak heart has found light again
I want to hold your hand and walk like this forever
Together with the person I love in a world just for the two of us

No one will bother us
There’s not even a reason to waste any time
(Sometimes) We could be far from each other
(With the same heart) The same heart as one, dreaming the same dream

Even if a very long time passes (A long time passes)
Even if you and I become a bit different (A bit different)
I want to dream forever with you like this
The one who fulfilled my wishes, the one
who became my faith, with you

Even if a very long time passes (A long time passes)
Even if you and I become a bit different (A bit different)
I want to dream forever with you like this
The one who became my miracle, the one who dreamed with me, with you

Even a long time passes, I want to dream forever with you.

Sunny tersenyum setelah lagunya berakhir.

‘Lagu ini untukmu younggie.. saranghae..’

.
.
.
.
.
.
>>>>>END

ahaahaha😀
Jadi pengen ketawa..
Maaf ya kalo endingnya mengecewakan hehe.. *bow
Maaf banget… dan terimakasih sama yang udah setia nunggu kelanjutan ff ini.. terutama thanks buat reader2 setiaku… Thanks🙂

Tadinya part ini mau pake PW tapi berhubung aku ga tau gimana cara protect tulisan ga jadi deh… *plak
Ngga deng.. aku kasian aja sama silers. Tenang aja silers kalian masih diterima di tiap sudut wepe ini… sejak awal aku ga pernah masalahin soal silers.. so enjoy aja..🙂

Oh iya aku juga mau minta doanya.. 2 bulan kedepan aku mau Hiatus.. doain moga bisa kekekeke~

Sok atuh kalo ada yang kurang dimengerti silahkan bertanya di kotak yang disediakan dibawah.. ^^

Bye.. bye…~

Komentar
  1. Daebak thor😄
    Ini sad end ato happy end ya
    Hahaha
    Aku tdk tau😄

  2. derby407 mengatakan:

    Huaaa,, ternyata gitu tohh,,
    Kasian bgt sunny,,,
    Laannnjjjuuuuttt!!!!!

  3. @ikabiyanti mengatakan:

    keren2 thor xD~
    tak boleh hiatus!! aku merindukan karyamu thor *abaikan

  4. Kuma mengatakan:

    Koq q sdih ea tw klu soo tu cma hlusinasi ea sunny do’ang …
    Uhhh untung akhirnya sunny ttp sendiri gx sma si sungmin ..
    Agam gx rela klu sunny sma tu orang :..
    Xeexeexee ..
    D lanjut thor ..

  5. joe mengatakan:

    gw gk bsa vonis ini sad or happy. Tp kasian sunny. Trnyta hnya halusinasi

  6. Kim eveel mengatakan:

    Huwaaa akhirnyaa udd end..
    Ohh begitu ya ceritanya kenpa youngie jd arwah..
    Kasiaan yaah,,,jd pengen nangis..
    Smoga sukses thot..abis hiatus bwain epep soosun keren lg yoo😀

  7. NaHilda mengatakan:

    kasihan Sunny depresi gara-gara di tinggal Sooyoung. ikut nyesek juga bacanya. Di tunggu ff lainnya, fighting:D

  8. byun913 mengatakan:

    bgtu toh crta ny….
    sooyoung si hantu cman khayalan sunny aja….
    wlaupn aer mata gk smpek tumpah tpi nih crta emg bneran sedih…

  9. defy86 mengatakan:

    Anyeong.
    udah end tp ini sad ato happy ending…
    ku doakan moga km sukses dan akan ku tunggu km comeback kapanpun km siap bawa ff baru.
    ku tunggu ya dan semangat.

  10. maifate mengatakan:

    ah sweet, Sooyoung sengaja kalah supaya bisa gendong Sunny^^
    scene pas Sooyoung ngasih boneka jerapah sm kelinci ke Sunny itu aku plng suka, menurutku itu moment yang plng manis
    apalg setelah itu mereka ciuman dalam
    tp sayang sekali setelah itu mereka bertengkar gara2 pingin buat cemburu >.<
    omo, gak nyangka ternyata Sunny mikir dicium Sooyoung pas Sungmin yg melakukannya
    kok pd bingung ini sad atau bkn ya, bagiku sih ini sad T_T
    untung Sunny gak sm Sungmin, Hyo nganggur kok😄 #lho?
    thanks thor udh bikin ff SooSun walau sad tapi aku suka kok😉
    mudah2an lain kali bikin ff SooSun lg^^

  11. Lee Eun Soo mengatakan:

    Thor.. *hiks.. Ini.. *hiks.. Bkin aku nangis thor.. *hiks..
    ;-(

    keren thor..🙂

  12. kim_taeny mengatakan:

    Im so sad T.T ku kira soo cuman koma and nti sdar trnyta dia prgi utk selama-lamanya ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)Ʃ u,u

  13. Xiao Prince mengatakan:

    Sad apa Happy ni? Gue jadi bingung sendiri.. daebakk! Dikira Soo bakal reinkarnasi, eh taunya tetep jadi hantu..

  14. anirecamp mengatakan:

    ternayat soo cuma hayalan sunny doang toh, pantersan

  15. royalfamilyshippersoneforever mengatakan:

    Trnyata sooyoung yg kclakaan dn sunny deprisi mkanya sunny gk ingat,

  16. YoungiYoongie mengatakan:

    Haaahhh sedih pas ternyata sunny pura2 gakenal soo krn takut kehilangan soo lagi. Keren lah ceritanya.

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s